
"Ed, apa yang harus kita lakukan?" Anina mulai panik kembali.
Edward tau ini akan terjadi.. meraih tangan Anina untuk kembali duduk "Tenanglah.." Edward menangkup pipi Anina "Dengar sayang pulanglah, aku janji semuanya akan baik baik saja" Anina mengangguk, ia akan percayakan semuanya pada Edward.
Setelah Anina pergi Edward melepas infusnya dan mendesis "Jarum sialan.." rutuknya, sambil menekan bekas jarum infus dengan tisu, tak dirasa sakitnya ia hanya perlu melakukan sesuatu sekarang.
Edward menghubungi Juan "Bawa semua bukti kemari.."
Tak berselang lama Juan pun tiba dan membawa semua bukti yang selama satu minggu ia kumpulkan "Ini bukti transfer dari beberapa pengusaha yang selama ini menyewa nona Liza, juga ini ada bukti nona Liza tengah melakukan transaksi lainnya"
Seperti yang Edward duga Liza lebih buruk darinya,jika Edward hanya melakukannya dengan Anina, ia menjajakan tubuhnya dengan bayaran yang cukup fantastis, dan yang lebih parahnya lagi Liza juga berperan sebagai germo yang menyewakan beberapa model baru yang ingin segera melejit dengan cara melayani para sutradara dan pengusaha hidung belang.
"Baiklah bawa ini ke kantor polisi..dan pastikan kita tak terlibat sama sekali,pancing Liza untuk melakukan transaksi lagi.. terciduk akan lebih bagus bukan" Juan mengangguk, anak buah Roni ini memang bisa diandalkan.
Setelah Juan pergi Amar pun datang setelah mengantar Anina pulang.
__ADS_1
"Baiklah ayo aku akan akhiri semuanya" Edward dan Amar bersiap untuk mengadakan konferensi pers yang akan Edward selenggarakan.
Dalam satu jam saja para wartawan sudah memenuhi aula yang di sediakan Edward, akibat berita yang tengah viral,para pemburu berita begitu antusias.
Edward memasuki aula dengan Amar di belakangnya, duduk dengan tenang lalu mengedarkan pandangannya dirasa sudah cukup Edward mulai bicara.
"Selamat sore, terimakasih sudah hadir di konferensi pers yang saya adakan, untuk menjawab rasa penasaran kalian semua, saya akan mengklarifikasi tentang berita yang beredar"
Edward mulai bicara dari awal hingga akhir apa saja yang ingin ia bicarakan, hening.. bahkan para warta berita pun menyimak dan mencatat apa saja yang Edward jabarkan.
"Tak ada pertanyaan saya hanya akan bicara tanpa menjawab satupun pertanyaan kalian, silahkan kalian simpulkan sendiri" Edward mengangguk hormat lalu pergi meninggalkan para pemburu berita yang masih penasaran dengan apa yang akan Edward lakukan selanjutnya.
.
.
__ADS_1
Nyatanya Anina melihat dan mendengar apa yang Edward katakan, matanya berkabut, Anina menengadahkan kepalanya berharap air matanya tak tumpah,nyatanya dan faktanya memang begitu kan..,mengapa Edward membeberkan semua itu, mengapa tak jadi rahasia selamanya.
"Tidak ada yang salah dengan semua yang diberitakan, semua benar hanya itu murni kesalahan saya.tak ada wanita penggoda yang telah merusak hubungan saya dengan mantan istri saya, kejadian ini terjadi sebelum saya menikah dengan Liza,saya memang memiliki anak yang sejak dalam kandungan saya abaikan, dan sekarang saya menyadari dan mencoba memperbaiki semuanya, meski tak sama lagi,saya memang pria paling brengsek di dunia karna sudah mengabaikan tanggung jawab saya pada darah daging saya sendiri.
"Dan untuk mantan istri saya maaf jika saya menyakiti kamu,namun jika ada yang harus disalahkan maka akulah orangnya"
Liza menggeram marah, Edward menyalahkan dirinya sendiri dan membela anak dan perempuan itu "Apa dia tak tau nama baiknya sekarang menjadi taruhan nya, sial apa perempuan itu begitu istimewa baginya"
Manager Liza datang dengan senyum yang merekah "Sudahlah Liza, dengan pernyataan nya seperti itu berarti nama kamu juga bersih, karna dia juga mengatakan bahwa sesungguhnya dia yang bersalah, kamu masih menjadi seorang istri yang tersakiti jadi kamu masih dapat pembelaan dari semua orang"
"Dan ini, ada job besar buat kamu lihat pengusaha luar negeri menyewa kamu untuk menemaninya selama di Indonesia, ini tawaran yang bagus jika kamu berhasil memikatnya dia akan memberikan apa pun yang kamu mau"
"Cukup tampan, baiklah setidaknya aku tak harus melayani pria berperut buncit"
Yang Liza tak tau Edward sengaja melakukan itu agar Liza lengah, dan masuk perangkapnya.
__ADS_1