
Queen benar benar malu saat Raja mematahkan perkiraannya, ayolah siapa yang tak mau di cium oleh pria idamannya juga suaminya, Queen sadar pernikahannya dan Raja terpaksa dan tanpa cinta tepatnya Raja yang tak mencintainya, bahkan hari pertama menikah yang harusnya menjadi malam pengantin Raja pergi dan pulang pagi harinya, namun bukankah Raja tak sepatutnya melakukan hal terlarang dengan wanita lain, Queen tak tau apa saja yang dilakukan Raja dengan kekasihnya hanya saja melihat Raja beberapa hari ini, pulang pagi hari dan malam larut lalu ada bekas lipstik di kemejanya membuat fikirannya berkelana pada adegan panas.
Apalah artinya semua itu Queen, bukankah cepat atau lambat kalian akan berpisah, jadi tak usah pedulikan.
Kamu hanya perlu menikmati ini sebelum mengubur semua perasaanmu dan melupakannya, lebih bagus lagi jika kamu bisa memberikan kenangan untuk Raja yang membuatnya tak bisa melupakanmu,meski itu sedikit saja.
Maka dengan segenap hati Queen tak akan menyerah hingga saatnya mereka harus bercerai.
Tanpa Queen tau, di kamarnya Raja tengah menggeleng beberapa kali untuk mengembalikan kewarasannya dia berniat menggoda Queen tadi, tapi kenapa saat melihat wajah Queen begitu dekat seolah ada desiran aneh dalam dirinya apa lagi saat mata Queen tertutup menampilkan bulu mata lentik gadis itu seolah ingin di sentuh, baru kali ini ia melihat Queen sedekat itu dan ia baru menyadari benar kata orang orang terdekatnya Queen cantik dengan wajah lugu nya, namun saat jarak makin dekat yang tercetus adalah kata kata pedas dari mulutnya.
.
.
__ADS_1
"Selamat pagi.." sapa Queen dimeja makan masih dengan senyum di bibirnya.
Raja terpaku sesaat kala melihat senyum di bibir Queen, lalu duduk dan melihat dua piring omelette di meja juga secangkir kopi untuk nya juga teh di depan Queen, sepertinya Queen memang menyukai teh dari pada kopi.
"Apa ini bisa dimakan?" Raja menunjuk bentuk omelette di piringnya.
"Tentu saja, meski bentuknya tidak sempurna, tapi ku harap rasanya enak"
"Kamu sendiri tak yakin, dan menjadikanku kelinci percobaan?" Raja ragu setau nya Queen anak manja dan juga tak pernah menyentuh dapur.
Raja memperhatikan cara makan Queen tak ada yang aneh, jika kemarin hanya roti dengan selai yang tak keberatan ia makan tapi kali ini ia sedikit takut apa lagi melihat bentuk omlette di depannya sedikit tak meyakinkan "Apa yang terjadi dengan tangan mu?" Raja melihat hampir kesepuluh jari Queen tertempel plester.
"Terluka saat memotong sayuran" jawab Queen sambil menyuapkan makanan.
__ADS_1
"Jika tak bisa memasak mengapa memaksakan diri"
"Bukankah kakak bilang harus melakukan semuanya sendiri" Raja melihat Queen yang masih memakan makanannya dengan acuh. "Untuk itu aku belajar semua hal,meski aku yakin jika papa tau dia pasti akan membawaku dari sini karna tak rela putrinya di jadikan pembantu.. dan seperti kata kakak aku akan menikmati neraka ku" Raja merasa itu sindiran nyata untuknya, namun kali ini ia akan biarka ia malas berdebat hari ini.
"Tenang saja aku juga bukan hanya belajar untuk menyenangkan kakak, tapi untuk ku kelak, jika kelak aku menikah lagi aku tak perlu repot belajar lagi memasak untuk suamiku di masa depan"
Raja menajamkan matanya mengapa ada sesuatu dalam hatinya, seolah tak rela Queen mengatakan itu.
"Kenapa kakak diam saja, kakak merasa tak enak hati ya,?, jika begitu coba lah, dan makan lah apapun yang di masakan oleh istrimu ini, oh ya mulai hari ini juga aku akan minta uang untuk belanja kebutuhan dapur, aku yakin kakak tau apa saja kewajiban seorang suami pada istrinya bukan?, ehmm satu lagi bisakah kakak bersabar selama tiga bulan ini?
Jangan temui kekasih kakak selama aku jadi istri kakak, terserah lakukan itu jika aku sudah tidak ada, tapi selama aku masih ada tolong hargai aku sebagai istri kakak"
Raja tertegun, bagaimana bisa Queen berfikir seperti itu dimana Queen yang ia tau hanya gadis yang selalu merengek pada Edward dan menangis jika tak mendapatkan kemauannya, dan Queen masih saja tersenyum saat mengatakannya panjang lebar.
__ADS_1
Gadis di depannya seolah tak takut apapun.