Ex Bastard

Ex Bastard
Meledak


__ADS_3

Masih Adult.. yang belum Adult melipir dulu..


Skip..


skip..


skip..


.


.


.


Kanaya menggeliat dari tidurnya,lalu merasakan sekujur tubuhnya panas karna malu, ya ampun dia agresif sekali semalam, Kanaya menepuk pipinya.


"Kenapa ditepuk begitu.." Bagas menatapnya dengan intens sambil menopang dagunya memandang Kanaya.


"Masih jam tiga malam, tidurlah lagi" Bagas menariknya kembali kedalam pelukannya, Kanaya bisa merasakan sentuhan kulit Bagas yang menempel dikulitnya tanpa penghalang, mereka tak mengenakan apapun dibalik selimut.


"Apa masih sakit?" Bagas ingat semalam Kanaya meringis saat ia masuki pertama kali.


"Hmm, gak, cuma berasa kebas aja"

__ADS_1


"Maaf," Bagas memberi kecupan di rambut Kanaya.


"Kok, minta maaf itukan sudah kewajibanku"Kanaya merengut, Bagas terkekeh.


"Kamu lucu tau.." Bagas mengecup bibir Kanaya berkali kali hingga berubah menjadi lum atan kecil bergantian atas bawah.


Kanaya mulai terbuai kembali, tak terasa kini Bagas sudah merubah posisinya kembali berada di atas Kanaya, tanganya mulai membelai lembut kulit halus Kanaya didalam selimut "I love you sayang" bisiknya lalu kembali memangut bibir itu.


Bagas menyingkirkan selimut yang terasa menghalanginya, tanpa melepas pangutannya, Kanaya mulai mende sah lirih dalam ******* Bagas, Bagas menggerakan bibirnya menelusuri setiap lekuknya.


Kanaya kembali men desa h saat Bagas tenggelam di dadanya menyesap dan menggigit titik kuning kecoklatan itu, tangannya tak tinggal diam meremas dan membelai apapun yang bisa ia jamah.


Kanaya menggelinjang saat terasa terjangan dahsyat dalam dirinya semakin menyeruak,"Sayang aku masuk.." Kanaya mengangguk pasrah, Bagas mulai bergerak perlahan "Apa masih sakit..?"


"Sedikit.." Kanaya meringis tangannya mencengkram bahu Bagas, Bagas terus bergerak perlahan "Oh..." Kanaya memekik, saat hujaman demi hujaman Bagas berikan,begitu pun dengan Bagas yang terus meracau menyuarakan nama Kanaya.


"Ah.. Naya.." Bagas tersentak sambil memejam kepalanya menengadah menikmati sisa gelombang yang masih ia keluarkan, setelah beberapa saat ia menunduk melihat Kanaya yang menatapnya sayu, jelas sekali ia kelelahan namun terpancar juga kepuasan dari keduanya. "Aku mencintaimu sayang" Bagas mengecupi seluruh wajah Kanaya yang memerah, posisi mereka masih saling menempel bahkan Bagas masih belum melepas intinya.


Mata Kanaya membelalak saat merasakan sesuatu didalamnya kembali menggembung "Mas.. " Kanaya mendorong dada Bagas agar bangun dari atasnya.


"Satu kali lagi.. ya" pintanya.


"Tapi, mas.. ah" Kanaya tak bisa berkata saat Bagas kembali menghujamnya, tentu saja posisi yang masih menyatu itu memudahkan Bagas untuk kembali menghentakkan dirinya.

__ADS_1


"Mhh.. aku gak bisa berhenti sayang"


"Sayang aku lelah.." Namun mulutnya tetap mendesah, tak bisa dipungkiri ia juga menikmatinya.


"Sebentar lagi sayang.." namun sebentar yang Bagas bilang bahkan sudah lebih dari lima belas menit.. Kanaya bahkan sudah dua kali meledak namun Bagas masih belum nenunjukan akan mengakhirinya.


Mata Kanaya sudah memejam, mengantuk dan lelah, tak ia pedulikan lagi Bagas yang masih bersemangat, Kanaya benar benar mengantuk, hingga ia tertidur.


Gelora pengantin baru yang masih menggebu, membuat Bagas bersemangat terus memacu dirinya mencari kepuasan.


.....


Waduhh ganas ya si babang satu ini..🤭


udah yah.. panas panasan nya..


puas kalian..


puas...


puas..


belum puas bikin adegan sendiri masing masing dengan suami masing masing😅

__ADS_1


tiga bab loh.. aku up tiga bab hari ini


jangan lupa tabur bunga sama kopinya biar aku melek terus😘 juga like, komen, sama vote..


__ADS_2