
“Nama loe siapa..” Teriak Alka namun tak mendapatkan jawaban, gadis itu tetap berjalan dengan lagaknya. Membuat Alka tersenyum miris, ia menggenggam erat piala dan hadia itu ditanganya menatap nanap kedepan. Mudah sekali gadis kecil itu memberikan pialanya untuk orang lain bukan?
Lalu ia bergegegas pergi kewarnet untuk mengetik dan mengedit namanya dan logo sekolahnya dia berusaha supaya itu nampak punyanya dan dengan keahliannya dalam teknologi membuat ia berhasil. Dia memilih puang dengan piala gads itu. Ia terseyum hangat dan gembira.
“Assalamu’alaikum Alka pulang...” Ujar Alka semangat dengan menggenggam pialanya, disana ia tersenyum bahagia.
“Wa’alaikum salam...” Suara bariton itu dari ayahnya membuat Alka menegang, ayahnya itu sangat keras, jika tak sesuai keinginanya pasti dia akan marah besar, tak segan memukul dan juga menghukuminya. Jika ketahuan berbohong maka Alka yakin ayahnya akan marah besar. “ Gimana? Masih Cuma dapet juara dua doang?” Tanya ayahnya dengan nada antagonisnya. Dia menuntut anaknya untuk menjadi nomor satu supaya ia bisa membanggakan mereka didepan umum.
Alka memberikan piala itu dengan bergetar, tak lupa hadia yang diberi gadis itu yang tertulis juara satu. Alka tak tau itu isinya apa karena ia belum membukanya. Ia memberikannya pada ayahnya dengan tangan yang gemetar.
Ayahnya yang melihat itu duduk disofa membiarkan Alka berdiri didepannya dengan kepala yang tertunduki. Ia melihat angka satu dan tambahan Umum disana membuat ia membelalak, ia tak percaya, karena semester kemarin Alka itu hanya juara dua dikelas bukan Umum, yang artinya satu sekolah dia juara umum dan orang yang tercerdas bukan? Lalu dia menatap kehadia itu yang juga tertulis untuk penghargaan juara kelas. Dia membukanya dengan elegan didepan Alka membuat Alka takut, dia takut isinya tak sesuai harapan.
Alka memejamkan matanya karena takut. Namun Ayahnya membuka kertas itu dengan santay. Saat terbuka, disana berisi Tablet yang bermerk apple, yang jika dimasa itu Apple sangatlah mahal, bahasanya itu Hape Apel yang digigit itu lohh membuat ayah Alka percaya anaknya itu juara satu umum.
Alka terkejut dikalah ia merasakan pelukan dari tubuh kekar ayahnya, bau meskulin ayahnya menyerbak keindra penciumannya membuat ia membuka matanya, ia merasakan tepukan dibahunya membuat ia tersenyum manis. “ Ini baru anak ayah,.. anak ayah harus pinter.. tingkatin lagi ya prestasinya..” Ujarnya bangga lalu melepskan pelukanya. Baru kali ini ayahnya memeluknya karena kejuaraannya.
Alka tersneyum kepada ayahnya lalu mengangguk. “ Ayah mau kemana?” Tanyanya dikalah ayahnya berdiri nampak ingin meninggalkan tempat itu.
Ayahnya menatap Alka dengan senyum dingin. “ Ayah ingin pergi kekantor dulu. Ayah pulang hanya untuk melihat prestasi kamu. Untung saja kamu dapat juara satu umum, jika kamu masih juara dua ayah kasih kamu sama nenek aja supaya kamu engak bisa main lagi disana. Kamukan tau nenek sama kakek kamu keturunan militer, jadi disana kamu pasti dilatih lebih keras supaya disiplin dan pinter..” Ujar ayahnya tegas.
Alka meneguk salivanya kering, ia meremas jari jarinya lalu menganguk. Ia bersyukur dikalah ayahnya tak melihat isi raportnya, meksipun raportnya tak ada yang merah tapi ia tetap takut jika ia akan ketahuan. “Apa Eza dan Ezi dapat juara?” Tanya Alka polos. Ia tau adiknya itu pastu tidak mendapatkan juara.
Ayahnya mengeleng. “ Mereka masih kecil. Lagipulakan kamu yang bakal meneruskan ayah. Jadi kamu harus pinter ya... Mereka nanti juga akan pinter.” Ujarnya lalu meningalkan Alka dengan tatapan tak percaya.
Ayahnya dan ibunya selalu pilih kasih, ibunya dan ayahnya mneuntutnya menjadi lebih dan lebih, selalu sempurna dan nomor satu, sedangkan itu tak berlaku untuk adik adiknya. Adik adiknya selalu diberi apa yang mereka mau, dimanja dan tak pernah dituntut apa apa, mereka selalu diberi kelonggaran. Apakah dia bukan anak ayah dan ibunya? Itulah yang ditanyakan dia pada dirinya.
Semenjak kejadian itulah Alka selalu berusaha dan belajar, dia ingin menjadi juara umum, dia ingin membuat orang tuanya bangga dan juga menunjukan pada gadis itu jika dia bisa dan jia juga akan menjadi pintar, sanpai dia belajar tanpa henti membuat ia sangat jenius. Ya.. selama ini dia hanya kurang berniat dalam belajar saja.
Dia mencipatakan satu Game yng menggunakan 3Dimensi lalu menabung uang jajannya, dia mulai membuat situs dan beberapa aplikasi.. dia belajar dan terus belajar hinga membuat ia sangat sukses dalam dibidang teknologi. Ayah dan ibunya bahkan tak tau saat ia sudah memasuki SMA dia sudah memiliki perusahaan sendiri, dia mulai meluncurkan produk dan juga keakhlianya dalam memanagemen suatu usaha dia membuat usaha yang kecil namun makin lama smeakin besar, dia juga membuat agen CIA untuk membuka jalan siapapun yang bisa merental dan sebagainya.
Ia mendapatkan gaji bukan hanya perbulan atau perminggu saja, tapi permenit dan perdetik/ satu detik saja dia bisa mendapatkan uang sebesar 100ribu, bayangkan saja jika sehari atau sejam dia menjadi orang terkaya namun tak tercatat, kenapa begitu? Sebab dia tak mau mendapatkan saingan atau apapun itu. Hanya saja dia sudah terkenal dimana pun dan disegani siapapun.
__ADS_1
Namun dulu ketika dia masih kecil ia masih mencari dimana sosok yang pernah membantunya itu, dan tak juga ketemu, sampai pada saat ia memasuki kelas dua SMA, Dia mengetahui adiknya membawa teman kerumah, dan itu temannya adalah perempuan, dia tak ambil pusing atau kepo. Hanya saja ia terkejut jika adiknya berteman dengan gadis yang ia sukai. Gadis yang ia cari selama ini, ia cukup bahagia saat itu, ia mendekati adiknya namun adiknya tak mau mendekatinya pada gadis itu.
Sampai pada titik dimana adiknya mengatakan jika ia mencintai gadis itu, Alka tak mau mengalah, namun ia disuruh kalah oleh orang tuanya membuat Alka diam dengan tatapan sulit diartikan, dia mencoba diam tak lagi melirik gadisnya meskipun ia selalu mengintip saat gadis itu main kerumah.
Pucaknya ketika dia menangis tak tahan menampung kegundaan dihatinya dia lelah dan ingn mati saja. Dia tak sangup untuk menjalani hidup semacam ini, selalu disuru mengalah untuk orang lain. dia dijodohkan oleh ayah dan ibunya dengan gadis yang seharusnya dijodohkan dengan Eza sang adik. Ia tak mau dan ia tak sudi, cukup ia menderita kecil saja, jangan sampai ia tua nanti.. itulah yang ia pikirkan.
Tatapannya menatap sungai dibawahnya, dengan hujan lebat mengguyuri tubuhnya membuat ia basah kuyup, kakinya menaiki satu penyangga dari jembatan itu karena memang niatnya aingin bunuh diri. Namun niatnya terhenti dikalah ia merasakan hujan berhenti, ia mendongak dan ternyata bukan payung tapi daun pisang. Ia menatap kesampingnya dan ia mendapatkan seseorang yang memegang daun itu dan tersenyum membuat ia tertegun ditempat.
Kakinya tergelincir karena licinnya penyangga itu, ditambah air hujan membuat ia tambah licin, namun seseorang itu memeluk pinggangnya erat, sangat erat membuat ia jatuh keaspal dengan perepuan itu dibawah dan ia memunggunginya. Ia dengan cepat berdiri dikalah mendegar desahan kesakitan perempuan itu.” Kenapa kau ini..” Ujarnya lalu membantu gadis itu, niatnya ingin bunuh diri menjadi lupa, namun hanya sesaat lalu kembali mendekati penyangga jembatan itu. Niatnya mau mati tetap kekeh.
“Airnya tak cukup dalam jika kau mau mati..” Suara itu membuat ia menatap kesamping, seseorang yang menolongnya tadi, dia gadis yang sama yang ia cintai namun tak bisa ia miliki. “ Kau mau mati bukan?” Tanyanya membuat Alka tertegun.
Alka menatap gadis itu dengan tatapan sendu. “Aku sudah lelah hidup, biarkan aku mati dengan tenang supaya aku bisa menikmati hdupku, bukan boneka ayah dan ibuku. Aku lelah.” Jawabnya jujur, bibirnya bergetar sat ini.
Suara Alka termakan hujan yang deras namun masih samar samar didengar oleh gadis itu, daun pisang sudah terjatuh dan pecah pecah membuat itu tak bisa digunakan lagi. Gadis itu sudah basah kutup dengan seragam sekolah SMPnya, dia baru saja menaiki kelas 3smp, ditambah kucir rambut yang sudah kusut sana sini, rok pendek dan kaus kaki yang miring, dia sangatlah kacau.
“Apa dengan mati kau yakin hidupmu akan damai dan juga bahagia?” Tanya gadis itu tertawa sendu. Ia menggeleng dengan kekehan khasnya “Kau bagai punya orang dalam saja diakhirat. bagaimana jika kau masuk neraka dan kau disiksa? yang artinya kau akan lebih sengsara dari pada dimuka bumi ini.. oh ayolah, apa kau sudah mengakuhi jika kau pantas masuk syurga? Apa kau orang yang sudah diakui baik oleh Tuhan?” Tanya gadis itu dengan bibir mencibir.
“ Kua tak tau apa apa tentangku, jadi jangan menceramahiku..” Ujar Alka dingin.
Gadis itu bukannya takut tapi malah tertawa dibawah hujan, ia mangap lalu menjukurkan lidahnya panjang, meminum air hujan yang menetes dilidahnya, ia mencari air hujan lagi lalu meminumnya, dia tersenyum lalu tertawa bgai orang gila . “ Lihatlah, ada banyak orang butuh air ditanah yang gersang, dan selalu minta pada Tuhan supaya disana turun hujan, namun beda dengan kita, saat hujan kita bahkan minta pada Tuhan supaya hujannya dihentikan bukan?” Tanya gadis itu sendu.
“Sama denga hidup. Ada banyak orang yang minta kenikmatan yang kita rasakan saat ini, nikmat berjalan, nikmat melihat dan nikmat sehat, tapi kita malah menyia nyiakannya hanya karena suatu masalah, jangan lari dong, hadapi. Tunjukan pada masalah jika kau adaah rajanya dan kau yang harusnya mengendalikanya. Kau harus menundukkan masalah itu supaya kau bisa mendudukinya dan menginjaknya. Derajatmu akan tambah tinggi setelahnya, dan banyak orang yang bisa melihatmu... “Ujranya mengepalan tanganya menatap kedepan.
Alka diam menatap gadis itu. Rasanya sulit ditebak, apakah gadis itu mengenalinya atau tidak, sepertinya tidak. Gadis itu mengeluarkan satu bola yang berisi bola bola salju, didalanmnya ada boneka salju dan juga saljunya yang berjatuhan. “Jika kau ada masalah lihatlah ini, jika kau kesepian lihatlah ini. karena aku akan selalu ada untukmu..” Ujarnya lalu menjauh.” Tapi sebenarnya itu aku ambil dari temanku secara paksa, jadi kau simpan baik baik ya supaya orangnya tidak mengambilnya darimu hehe..!!” Teriaknya mencicit lari.
Tingalklah Alka yang tersenyum, ia menatap bola hasil palakan gadis itu dengan kekehan khasnya, dia turun dari penyangganya lalu memeluk bola itu, bola kecil yang besarnya hanya segengam saja. Namun sangat berharga. Sunguh..!!
.... Of flashback..
Alka yang mengingat itu membutaat ia tersenyum samar, namun tak bisa ia pungkiri air matanya jatuh dikalah itu, ia merasaan sesak didadanya ketika sadar jika gadis yang ia cintai itu sudah tiada dan pergi, pergi meninggalkannya seorang diri, dia pergi bersama adiknya, adiknya yang lebih dulu meninggalkan mereka,
__ADS_1
“Loe enggak apa-apa bro?” Tanya asistenya Alka sekaligus sang sahabatnya semejak ia memasuki SMA, Dulunya Alka memiliki empat sahabat, hanya saja mereka semua sudah bekerja diperusahaan masing masing, sedangkan Angga tidak, karena memang dia orang yang kurang mampu membuat ia bekerja bersama Alka saja.
Sebenarnya Alka juga sudah menawarkan satu perusahannya atau membantu supaya Angga membangun usahanya sendiri hanya saja Angga tidak mau, karena memang Angga mau mengabdi pada Alka, sebab dulu Angga sempat tak ingin melanjutkan sekolah SMAnya karena ayahnya sakit sakitan dan ibunya juga lumpuh, membuat ia harus bekerja dan mencari nafka, apa lagi ia memiliki empat adik yang harus ia hidupi membuat ia pasrah akan keadaan.
Namun setelahnya Alka datang dan menawarkanya untuk bekerja denganya, bekerja dalam membuka aplikasi dan sebagainya membuat ia bisa sekolah kembali bersama Alka, Alka yang membiaayakan dia sekolah, ibu dan ayahnya Alka yang bayar perawatannya, sampai ada kebutuhan adik adiknya. Sampai pada keuntungan dari usaha yang dibangun Alka itu semuanya ia beri dengan Angga dengan dalih Agga lebih butuh, Angga juga kulia dikuliahi oleh Alka, bahkan mereka kulia ditempat yang sama, yaitu Australi, dan disinilah usaha dan kerjasama mereka berjalan dan berkembang, berkerja dengan Alka juga sangat enak, dia tak pernah mengangap Angga orang lain. dia selalu mengangap Angga sahabatnya. Dan semua itu membuat Angga ingin menjadi setia dan juga mengabdi pada Alka saja,
Karena Alka dia punya rumah bagus, adiknya semua sekolah sampai sekarang dan ibu dan ayahnya sehat hinga detik ini. hidupnya terjamin hingga detik ini juga.
“ Gue engak apa apa.. Cuma keinget dia aja,,,” Ujarnya menunjukan bola dari Gadisnya. Ya.. Angga tau cinta Alka pada gadisnya itu. Alka memang bercerita kepada semua sahabatnya dikalah SMA Karena dia disangkah Gey membuat ia mengatakan sebenarnya jika dia menunggu seseorang, sampai gadisnya meningalpun semua temannya tau seberapa terpuruknya Alka waktu itu.
Anga menepuk bahunya Alka lembut. “ Dia pasti udah tenang disana Ka, jadi loe harus sabar dan ikhlasin dia ya,, doain aja supaya nanti kalian ketemu diakhirat oke... Kalo nggak jodoh didunia, doain supaya kalian jodoh diakhirat Saja..” Angga memang taat akan agamanya, karenanya ia selalu mengingatkan Alka akan hal ini.
Alka mengangguk menatap Angga. Mereka beda kepercayaan namun masih tetap bersama. Mereka saling mensuport satu sama lain dan melindungi satu sama lain, dengan adanya Angga dia merasa ia punya keluarga dan kembaran. “ Thansk udah ngingetin,,, Semoga ya nanti kami ketemu disyurganya Allah..” Ujarya Alka manis, dia memang manis jika dnegan Angga.
“Kewajiban gue dong sebagai bawahan...” Ujar Angga hormat.
“Sialan loe...!!” Ujra Alka membuat mereka tertawa bersama... hahaha..
.
.
Ini novel gemdre apaan sii kak? Masalah belum kelar tapi udah ada pemain baru, kayak sinetron..?!!!
Ini ya gue jawab, ini gendre gado gado, camur, tapi isinya banyakan ketulusan dan persahabatan dan keluarga, romantisnya nomor dua, entar gue kasih, dan masalah orang baru. Alka bukan orang baru dan adik Alka bukan orang baru. Gue yakin yang lain udah ngeh dan tau siapa Alka bukan? Jadi kalo engak suka skip aja ya kak.. saya nggak papa kog...
.
.
.
__ADS_1