
Ketika kamu yang ku peluk nyatanya menusukπ... Kamu yang ku tunggu adalah kmau yang membunuhku... Haha cinta tak sebercanda itu bukan?
Aku memang suka pengalaman yang bodoh. Aku pun selalu membuat pengalaman seperti itu. β Charles Darwin
Jangan pernah mati-matian hanya untuk mengejar sesuatu yang tidak bisa dibawa mati. β Emha Ainun Najib
....
Sedangkan Dita menangis dalam diam. jika kalian bilang dia baik aik saja? Tidak...! dia selalu terbayang Keyla. Ia juga merasa anak-anaknya seperti ini itu karena dirinya.
Andai saja dll ia tak serakah. Anda saja jika dulu ia tak bermain api bukan? Dan lagi ia merindukan suaminya. Apakah ia menyesal Keyla meningal? Oh tentu saja tidak. sebab Keyla tetap Keyla. Si anak pembawa sial..!! iya.. hanya Handi dan Fiko yang menyesal.. Daren mungkin. Sedangkan yang lain tidak ada. Bahkan tambah membenci sosok Keyla.
.....
Dara dan lainnya sekarang sudah berjalan menuju rumah yang sudah ditahan Filos alamatnya. Mereka terpaksa berjalan karena tak memiliki kendaraan dan juga uang untuk membayar uang angkit atau angkutan umum lainnya. Jangankan mau bayar angkutan umum. Makan saja mereka belum sedari pagi tadi...
Menyedihkan sekali bukan? Maafkan aurora yang terlalu kejam ya keluarga Handi.... kekek. Tapi ini panas kalian dapatkan. Sebab kalian terlalu jahat Dimas lalu...
benar bukan benar Redaers? wkwkwk ....
"Kak kok Jalannya kayak. kenal ya Kak.? "Tanya dari riko kada Fiko yang mendorong kursi roda yang ia gunakan. Ia. mendongak menatap wajah Fiko.
"Iya benar Kak.. ini kayak jalan rumah kita. Apa itu memang cuma searah gitu ya? " Tanya Dara tak kalah herannya kepada Fiko.
Fiko menggarut kepalaanya. sesungguhnya ia sudah curiga sedari kemarin saat ia tau dan mendapatkan alamat ini. Tapi ia mencoba menepis semua pemikiran aneh dan juga tak. masuk akalnya itu. ia mencoba bisa saja.
" Layaknya cuma jalannya aja searah... Karena disini nomor rumahnya juga 123 bukan 122 kayak rumah kita... "Jawabnya dengan tenNg.
__ADS_1
"Wah.. Berarti selama ini kita sama mereka tetanggamu dong.? tapi kok kita enggak kenal. mereka ya? " Tanya dari Dara dengan menafsirkan sendiri.
"Iya... Emangnya kamu pernah bersilaturahmi dengan tetangga kita ha? " Tanya dari Daren kepada jembatannya itu.
"Iya... kamu aja nggak kenal kan sama tetangga kita.?Padahal udah 24tahun. umur kamu... " Ujar Riko membuat yang lain. mengangguk.
Dara malah tercengir. "Ya ya.. Yatahu lah kak. masa aja Dara enggK tau sama tetangga kita. " Ujarnya gugup. sembari memilih ya yang ia jinjit itu. Ia memang tidak kenal dan tidak mau kenal. Ia terkenal dengan kesombongan nya.
"Usshh... mangkanya kalo. punya tetangga gue diajak bicara dan kenalan. bukan nya keluhuran,sekarang baru ditanya sok tau. Kalo. memang kamu tau siapa. nama tetangga kita? "Tanya Daren.
"Kan tau katanya Keyna Keyna. itu. Gunanya si.. " Ujar Dara menggerutu. Ia tak tau dan tak. mau tahu.
"Ha kan sotoy... "Ujarnya Riko di Daren.. Namun Daren menjual kepada Dara Juga setengah perjalanan itu.
"Ia Kak kok dijitak Sii.. Sakit taukkkk... "Ujar Dara dengan mengusap kepalanya. mereka. masih dimakan menuju rumahnya Keyna. Sungguh mereka sangat kebat saat ini. Sebab dari rumah sakit kerumah Keyna itu jika. mengenakan motor atau mobil mungkin menghabiskan waktu 30 sampai satu jam
"sudah jangan berantem Ih.. Kita sama sama enggak tau siapa. tetangga kita karena keapatisan kita. jadi jangan salah menyalah ya.. Soalnya se tau aku jika rumah disamping rumah kita itu diisi sama bule. Nah mungkin aja Keyna itu baru pindah dari luar negeri mangsanya kita enggak pernah ketemu... berfikir positif aja ya... "Ujar Fiko menglengahi.
"Nah bener tau... Hari panas kalian malah ribut bikin supel tau nggak. Kepala ku rasanya mau pecah lihat dan dengar kalian kek Bacah... !"Ujar dari Riko.
Dita yang sadari tadi kehausan itu mengental gerakkan tangannya membuat Daren menatap ibunya.
Disana Dita mengental gerakkan bibirrnya. " Usiwuwuwu.s" Ujarnya dengan gumamaman tak jelas.
" Apa Mi? " Tanya Daren menata ibunya.
"Ususwhh.. " Ujar ibunya lagi tak jelas.
__ADS_1
Daren tak pernah mengurus ibunya membaat ia tak Paham akan ucapan darinya. Ia kneatap yang lain yang juga nampak bingung.
Penampilan yang supel... Ditengah jalan, bersama keluarga, digendong tas, sungguh mereka bagaikan gembok saat ini. bahkan ada banyak orang yang menatap mereka dengan tatapan takut dan juga ogah. takut jika mereka itu adalah pencopet dan ubah karena nasib mereka yang bisa dibilang mengenaskan.
"Mami mau apa? " Dara yang suka mengurus ibunya turun tangan.
Mata Dita sudah berair karena sedih akan keadaan ini. Ia menatap Dara dengan tatapan memelasnya. "aauuu numm huss... "Ujarnya dengan getar diucapannya.
Dara menghela. nafas melihat ibunya. " Kita enggak punya air mi. Kan kita enggk punya uang. yang sabar ya mi... nanti kita minum kalo udah sampek... " Jelasnya yang paham akan bahasa bayi maminya itu.
Dengan menetes butiran dipipi maminya itu membuat Fiko menatap langit. Ia tak bisa melihat keluarganya yang ia sayang sejatuh ini dan semenderita ini. Sungguh ia tak sanggup.
Setelahnya hanya ada gelak tawa dari Daren dan Dara yang mengisi supaya tak terasa sekali hawa panas nya. Mereka mendapatkan makanan dijalanan dikalah orang kasihan melihat mereka.
ya.. Didunia ini banyak orang baik ya.... jadi jangan pikir jika dunia kejam dan banyak yang tak baik. Disini Dara dan keluarga baru sadar jika mereka selama ini itu singguj apatis. Merska sering tak mempedulikan orang lain. mereka bahkan tak pernah bersedekah dengan uang mereka.
Manusia merupakan makhluk sosial, karena itulah kita selalu membutuhkan bantuan dari orang lain. Namun tak semua orang memiliki kepekaan sosial terhadap hal-hal di sekelilingnya.
Kemampuan seseorang untuk membantu juga didasarkan pada niat dalam hati dan kemauan. Oleh sebab itu, pentingnya empati dan kepedulian adalah kunci utama yang harus senantiasa digenggam. Jangan sampai kita menjadi pribadi yang apatis atau tak punya rasa peduli.
Buka lebar-lebar telinga kalian, lihat sekeliling dengan saksama! Banyak sekali orang yang membutuhkan kepedulian kalian, secuil saja". -Ken Terate
. "Cerita itu mengajari kita supaya tidak egois dan serakah. Kamu punya banyak sekali mainan, baju, dan barang-barang lain yang bagus. Masa kamu enggak mau berbagi sama sekali?" -Stephie Anindita
Cerita itu mengajari kita supaya tidak egois dan serakah. Kamu punya banyak sekali mainan, baju, dan barang-barang lain yang bagus. Masa kamu enggak mau berbagi sama sekali?" (Stephie Anindita)
Maaf ya up. kali ini dikit. Ini aka aku usaha buat kalian ππͺπ€
__ADS_1
: