
Mobil Keyna memasuki kawasan rumah sakit, itu mobil lamanya yang sudah dimodifikasi habis, suara mobil bising dan juga Fullbody di gaya. Ia keluar dari mobil dengan gaya Collnya. Menggunakan kaca mata hitam, gayanya seperti biasa, serba hitam dan putih, soo membuat ia sangat menawaan.
Sedangkan Lisa turun dengan kepala yang tertunduk, takut aan kepurusannya tak salah.
“Yokk.. Ikutin Gue..” Ujar Keyna pada Lisa yang masih menunduk.
Keyna tak peduli Lisa takut atau apapun, jika memang Lisa tak mau mendonorkan ginjalnya, maka Keyna pasti akan tetap memaksa, lagipula Lisakan memang sudah Keyna beli. Hanya saja sekarang Key menggunakan cara lembut dan baik, untunglah Lisa menerima dengan baik pula, jika Tidak Keyna pastikan jika Lisa akan mati ditanganya supaya mendapatan ginjal yang ia inginan.
“Nama adekmu siapa?” Suara Lisa memecahkan keheningan saat lorong rumah sakit suara itu terdengar takut dan juga ragu.
Keyna mengangkat satu ais, kenapa pula ia bertanya nama adiknya. Ada something kah?
“Nama aslinya Reynan, tapi diganti jadi Reyano sama gue... tapi gue manggilnya Ano atau Nano supaya sama dengan nama panggilan gue, yaitu Nana..” Ujarnya pada Lisa.
Lisa mengerutkan keningnya tak mengerti. “Maksudnya? Kenap bisa gitu?” Tanyanya kepo pada Keyna. Kenapa bisa nama dirubah semudah itu.
Sebenarnya nama Reynan itu adalah Reynan Putra Herlambang. Kata 'Rey' diberi oleh ibunya, sedangkan Nan itu memang disematkan oleh Jaya selaku ayahnya, sama dengan nama Keyna yaitu ‘Na’ Ujung namanya.
Karena Reynan benci dengan ayahnya membuat ia tak sudi menggunakan nama dari ayahnya, karenanya Keyna menganti nama adiknya Reyano supaya sama dengan ujung namanya yang ‘Na’ Ini, dengan senang adiknya menerimanya. Jadilah nama Reyanan menjadi Reyano Putra saja. Dia tak mau menggunakan ‘Herlambang' sebab ia benci ayahnya snediri. Ia benci dikalah ayahnya lebih mempercayai ular dari pada mereka.
Sejak Sd saja Nano menganti namanya menjadi Reyano Putra, bukan Reyanan putra Herlambang, hingga sampai pada ia memasuki jenjeng berikut-berukutnya. Keyna tak pernah marah karena menurutnya hal yang wajar, hanya saja Keyna tak seperti Reyano yang merubah namanya, ia masih menggunakan nama Keyna Putri Herlambang sampai ia tamat SMA, Sebab tak ada yang bisa memberikan ia nama, ia berdiri sendiri untuk melindungi adiknya.
“Jangan bawak tanya masalah pribadi gue. sebab gue nggak jamin loe masih hidup kalo banyak tau tentang gue..” Keyna menyeringai kejam pada Lisa yang banyak bertanya itu.
Lisa gelagapan.” Ma ma maaf Nana..” Ujarnya gugup. Sebenarnya kenapa Lisa bertanya itu karena ia mau tau saja sosok menyebalkan itu, yang mengatakannya sampah manusia itu. Tapi sepertinya Keyna tak suka ditanya ataupun diusik membuat ia mengurungkan niat bertanya kembali.
Saat Keyna mau berbicara lagi, ia melihat sosok berjaket hitam mengintip didinding dekat ruang Handi dirawat, ditanganya ada seperti alat yang Keyna tak tau, kepalanya diturup topi dan tak lupa kaca mata. “Diem..” Ujar Keyna pada Lisa lalu menyeretnya kebelakang pria itu.
Saat ia berada dibelakang pria itu, ia bisa mendengar apa kata pria itu. “Belum ada pergerakan boss. Belum ada pendonor ginjal buat Handi...” Ujarnya pelan, sangat pelan, hampir seperti bisik-bisik.
(.....)
__ADS_1
Key tak dapat mendengar apa jawaban dari lawannya, tapi yang pasti Keyna tau jika sang penelpon adalah Andi sii keparatt itu. Pasti dia karena siapa lagi yang berani membuat suasana kacau.
“Siap Bos... Masih saya pantau..” Ujar sang pria lagi...
Keyna mengangguk. Lalu ia bisa melihat sang pria memasuki Telegramnya kesaku celana.
Tuk tukk..
Keyna mengetuk punung pria itu pelan membuat sang pria terasa tegang, ia berbalik untuk melihat siapa yang berani menyentuhnya ini. dan saat kepalanya berbalik untuk melihat siapa yang berani padanya.
Bugh...
Satu pukulan talak mengenai hidungnya membuat ia hampir jatuh, andai jika orang didepanya ini tidak menarik tanganya pasti ia sudah terjungkang dilantai. Keyna menarik tanganya untuk sedikit menjauh supaya tidak ketahuan oleh keluarga Handi.
Tantu saja pria itu memberontak dan melawannya tapi ia berbalik, saat berbalik pria itu Keyna tak melepaskann cekalannya tapi ia menghentakan tanganya keras.
Bugh...
bugh..
Sepertinya Key suka sekali mengancam kematian untuk orang lain, tapi pria itu masih tak mau ikut.
Key kesal membuat ia menendang kaki pria itu keras membuat ia berlutut. Dan,
Bak..
Keyna menginjak pundak pria itu membuat ia tak sadarkan diri dilantai.
“Aada apa ini?” Teriak scurity pada Keyna saat melihat pria itu terapar dilantai. Mata Keyna mengedip begitu polosnya membuat semua orang tak akan tau jika ia sekejam itu.
Keyna mengeleng.” Paman saya tadi sakit, tapi dia tidak mau dibawah kerumah sakit..” Mengedip mata polos. Lisa melihat itupun mengeleng tak percaya. Bagaimana bisa Keyna berwajah polos saat semudah berbuat sejahat itu. Drama Queen..!
__ADS_1
Dengan bodohnya scurity itu bertanya.” Lalu kenapa adek memukulnya tadi? Saya melihatnya?” Katanya polos pada keyna.
Keyna memasang wajah sedih.” Karena paman saya tadi tidak mau ikut, jadinya saya reflek paman.” Ia memandang pria misteius itu dalam.” Jika begiitu bisahkah paman membantu saya membawah paman saya memasuki mobil, supaya dia bisa istirahat dirumah saja.”
“Kenapa tidak keruangan perawatan saja?” Tanya Scurity itu mendekat.
Keyna mengeleng.” Jika begitu nanti paman saya akan marah besar dan memukul saya. “ Ujarnya sedih bagaikan anak teraniaya.” Dia suka pukul aku kalo bawah keisni. Paman maukan bantu aku?” Tanyanya polos bagaikan anak SD ditindas atau dibully oleh teman-temanya.
Scurity itu menatap Keyna memelas dan kasihan.” Yasudah saya bantu dek. Marii..” Ujarnya lembut lalu membawah pria misteius itu. “Kenapa dia menggunakan pakaian tertutup dini dek?” Ujarnya membantu pria itu berdiri, ia bisa melihat hidung pria itu bayak darah yang mengalir akibat pukulan Keyna, bisa dipastiakn jika hidungnya patah.” Aduh kayaknya bawah ruang perawatan aja. Paman kamu itu parah ini, hidungnya berdarah.” Ujarnya lagi. Ia mengirah jika dia sakit parah.
“Jangan paman. Paman saya itu alergi rumah sakit, nanti saya dikurung dalam penjara bawah tanah kalo paman dirawat, tadi aja aku hampir dipukul, untung aku reflek memukul paman ku.” Ujar Keyna cepat.
“Yaudah deh dek kalo gitu.” Ujar scurity itu tanpa ada rasa curiga pada Keyna.
Keyna menyeringai kejih. “Enggak harus capek-capek ngebawah mangsa.” Gumamnya dalam hati.
Dia berniat membawah pria misterius ini untuk menjebak Andi dan akan bertemu dengan Andi. Ia penasaran seberapa kejamnya Andi ini. apakah ia lebih kejam padadirinya? Ahh, bermain-main dengan mereka tidak apa-apakan.
Lisa menelan salivanya keras. “ Polos-polos kejam. “ Gumamnya untuk Keyna. Jika melihat Keyna tak akan ada yang bisa menebak jika keyna ini adalah gadis yang super kejam, jika sudah melihat hal semacam ini mereka pasti akan menjuluki Keyna sii raja kejam.
Sepertinya sudah saya bilangkan sedari awal jika Keyna sii gadis pembuat onar? Maka saatnya ia berbuat onar dan juga menghancurkan apa yang harus ia hancurkan. Dan untuk Keyla, ia pastikan jika Keyla akan menyesal membuat ia menjadi boneka hidupnya. Sungguh, Keyla salah mengajak orang untuk bermain-main.!!!
.
.
.
Kok bisah sii manusia hidup lagi.?
Maka jawabannya maafkanlah otak author yang berfantasinya terlalu tinggi dan juga tak masuk akal yey hahaha...
__ADS_1
Like, komen and Vote ya... Like 300 aku up lagi oke