
Degan mata yang memerah Mike melangkahkan kakinya lebar menuju rumah sakit tempat Key dirawat. Ia sangat terkejut saat melihat kabar digrub Galaksi yang isinya Key masuk jurang, tanganya mengepal. Bagaimana bisa kabar sebesar ini tak ada yang memberi tahunya..!
Saat sampai didepan pintu UGD, Disana ia bisa melihat lautan anak galaksi yang jika dihitung jumlahnya lebih dari 20orang dan matanya tak lepas dari Andes, Boy dan juga Alex. Tanpa aba-aba ia memukul Andees.
Bug..
Bug.. Bug..
Satu perastu anak galaksi dipukul olek Mike, tapi tak ada yang membalas karena mereka tau jika mereka salah, bagaimana tidak. Dengan tidak berperasaanya mereka tak mengabari Mike jika Key masuk rumah sakit, Dengan sikap Mike yang prundamental pastilah membuat sang enpu marah besar. “Kenapa kalian nggak ada yang ngabarin gue ha..!” Teriaknya melihat Andes dan lainya yang hanya mengelus pipi yang membiru.
"Ini demi kebaikan loe Mik . Kalo loe kesini siapa yang jagain Natan dan keluarganya?” Tanya Andes datar.
“Tapi nyawa Key itu lebih penting...!” Bentak Mike lagi.
“Terus kalo loe tau, Key bakal selamat? Enggak Mike, jadi loe lebih baik diem terus nungu Key udah diperiksa aja ya..” Ucap Andes pada Mike yang masih megepalkan tanganya. Raut wajah Andes tak kalah Frustasi membuat para anggota hanya diam saja melihat mereka aduh mulut. Untunglah Dokter segera keluar dari ruangan membuat pandangan mereka teralihkan pada dokter paru baya itu. “Gimana keadaan Key dok?” Tanya Mike dan diikuti oleh anak galaksi.
Dokter itu menatap para pria didepannya ini, semuanya menggunakan jaket hitam yang ada lambang tulisan Gaklasi membuat ia mengernyit.” Disini saudaranya yang mana?” Tanyanya heran.
“Kita semua saudaranya dok. Jadi dokter kasih tau aja sama kita, kalo enggak dokter bisa kami pukul rame-rame..” Deesis Andes kesal melihat dokter yang masih mengulur waktu.
Dokter itu melototkan matanya. “Gini... Nona Keyla Putri hanya mengalami pendarahan dibagian pelipsinya, karenanya keluar banyak darahnya, sama luka diperutnya, sepertinya bekas luka jahitan dan dilenganya juga ada luka jahit terbuka membuat ia semakin banyak kekuarangan darah, untunglah stok AB sedang tersedia. Sekarang Keyla sudah baik-baik saja, tubuhnya juga sudah stabil. Hanya saja dia belum siuman..”
“Tapi dok tadi saat kita liat nadi Key sangat lemah.” Jelas Jacson tak habis pikir. Bagaimana bisa?
“Itu saya tidak tau, tapi yang jelas nona Keyla baik-baik saja...” Ucap Dokter pada mereka.
“Jika begitu kami boleh masuk dok?” Tanya Andes pada dokter.
Dokter menganguk.” Tapi hanya tiga orang saja tidak lebih. Dan sepertinya dia bisa dipindahkan diruangan rawat inap sebentar lagi. Nona Keyla harus menginap disini sampai dia cukup pulih...” Ucap dokter itu lembut.
“Jika tidak ada pertanyaan saya permisi, saya harus mengecek pasien lainnya.” Anak galaksi hanya mengangguk.
Dengan satu lirik saja mereka sudah memberi jalan untuk Mike, Boy dan Andes. “Kita gantian aja ya.. Kalian tunggu sini..” Ucap Boy pada anak galaksi lainya.
“Siap bos Quee...” Ucap yang lain.
__ADS_1
“Allahuakbar..” Teriak Mike saat baru masuk kedalam kamar Key. Ia terkejut karena melihat Key sudah bersandar dengan memijit pelipisnya.
Yaa. Key sudah sadar sesudah ia mendafatkan mimpi dirinya dan juga Key. Ia baru ingat akan perbuatanya pada gadis cupu itu. Matanya menatap para temannya yang mengaga tak percaya.” Diem...” Ketusnya bergumam sembari mengelus kepalanya.
“Loe udah sadar? Kata dokter loe belum sadar?” Tanya Mike khawatir lalu mendekati Key dan mengelus tangan Key. Dibelakangnya ada Andes yang berwajah lesu. Boy dan Alex hanya mengerjab. Luar biasa. Key bagaikan kucing yang mempunyai nyawa sembilan.
“Hm..” Gumam Key. Ia merasakan jika kepalanya sangat sakit. Tak lama kemudian air matanya yang sedari dulu tak pernah keluar sekarang sedikit mengalir tanpa isakan membuat yang lain mendekati Key.
“Loe nangis Key?” Tanya Mike mendekati wajahnya pada wajah Key.
Key tak bergeming. Mata temannya saling tatap meminta jawaban. Apakah Key menangis? Sedari awal merka bertemu Key tak sekalipun ia melihat air mata itu lolos. “Key. Ada yang sakit? Dimana? Bilang sama kita. Biar kita panggil dokter yaa...” Ucap Mike yang masih membujuk.
Key menghempaskan infus dan juga selang penghubung darah ditanganya membuat para temannya membelalak.” Kenpa sii gue nggak mati-mati? gue tu capek kayak gini? Kenapa gue harus menderita. Kenapa? Apa belum cukup penderitaan gue dulu...!” Nafasnya memburu dengan pusing dikepalanya.
“Key.. Loe kanapa? Kenapa loe lepas infusnya..” Tanya Mike dengan gagap. Darah sudah berceceran karena terpepas dari tangan Key. Andes disana mendekat.
“Hiks hiks.. Gue capek banget hidup. Gue capek.. Kalo gue nggak bisa bahagia. tolong bawah gue kesurga aja. Gue lelah, gue nggak mau hidup kayak gni lagi..” Key menekuk lututnya dengan isak tangisnya. Ia meratapi nasib na'as pada dirinya. Ia harus merasakan hidupnya yang pahit.
“Loe emang nggak pantes bahagia Key..” Bisikan itu menggema beberapa kali ditelinga Key membuat Key mengangkat kepalanya.
Brak.. brak..
Key membanting pas bunga dan juga gelas yang ada dimeja samping brangkarnya. Ia juga menendang selimutnya. Ia nampa begitu defresi membuat Mike memeluk Key.
“Key sadar Key.. Loe kanapa ha? “ Tanyanya. Tapi tenaga Mike kurang membuat Key menendangnya.
Tetu saja Andes dan lainnya bertindak. Mereka memegang tangan Key lalu menahanya. Kepala Key bergerak kekanan dan kekiri.” Dunia jahat ama gue. gue mau mati tapi dikasih hidup. Apa guna gue idup kalo gue nggak bahagia...” Teriak Key keras.” Dia ketawa liat gue gini. Loe cupu. Ambil tubuh loe, gue nggak sudi sama tubuh loe. Udah nggak punya otak bodoh, tubuh kecil nggak bagus lagi, dekil, lemah. Wajar aja loe nggak disayang sama keluarga loe. Nggak ada yang perlu dibanggain dari loe tau nggak. Loe itu memang pantes dihilangin dari muka bumi ini...!” Seru Key.
“Key udah.. Lo kanapa?” Tanya Mike pada Key.
“Gue mau mati..!”
Plak..
“Andes....!”
__ADS_1
Andes terpaksa menampar Key. Tapi tamparan itu belum menyadarkan Key. “Lagi- Tampar gue lagi. Biar gue mati sekalian..!” Teriak Key.
Bug.. bug..
“Berenti bilang mati Keyna. Kalo loe mati terus gimana sama kita...!” Bentak Andes setelah memukul wajah Key dengan tinjunya.
Bug..
Bug..
Mike memukul Andes beberapa kali membuat Andes tumbang kelantai. Tentu saja Boy dan Alex memegang tubuh Alex untuk menjauhinya dari Andes.” Key baru sadar dan loe pukul dia..! dimana otak loe anjing..!” Teriak Mike sedikit terputus-putus karena terlalu berteriak.
Key diam setelah ia mendapatkan pukulan itu. Rambutnya kacau dan menutupi wajahnya yag berdarah. Ia meringis lalu menangis membuat Andes dan Mike mendekat. Saat Andes mau mendekati Key, dengan cepat Mike menendang sang empu membuat ia mundur beberapa langkah.
“Loe kenapa Key?” Tanya Mike lembut.
Andes tau ia salah, tapi niatnya hanya menyadarkan Key saja. Ia hanya mau Key sadar dan ingat. Hanya itu. Tapi ia kelepasan. Ia frustasi melihat Key seperti itu.
“Key loe denger gue.. kita sayang sama loe. Kita sayang banget. Kita udah anggep loe kayak adek kita. Jadi jangan buat hidup loe kayak gini ya... Jangan buat hidup loe hancur..” Bisik Boy kepada Key.
Mike memeluk Key “Kita buat loe kok Key. Gue percaya kalo setiap kesedihan loe baal ada kebagiaan yang akan loe dapet nantinya..”
Andes menahan air matanya yang hampir jatuh. Ia melihat Key hancur adalah hal yang paling tak ia sukai. Ia menatap tangannya yang ada bercak darah dari darah Key. Ia memilih keluar saja dari ruangan itu. Ia takut akan melukai Key lagi nantinya...
.
.
.
.
typo berebaran. Maaf author suka ketel
..Jangan lupa like, vote and komen yey. Entar malem we up lagi kalo banyak yangn
__ADS_1
komen...