
Key mengetuk-ngetuk penanya dikening membuat Mike dan lainnya heran. Saat ini Key berada dimansion dengan anak inti geng Galaksi. Boy dan Andes yang sedang bermain Ps. Mike yang sedang bermain Hpnya entah membuka apa, sedangkan Alex memakan kacang dengan memangku toples.
Tuk..
Key berecap sebal sembari menangkap apa yang menyentu keningnya. Bibirnya menipis saat melihat itu kacang polong makanan Alex.. ia melempar Alex kembali.” Cek.. lo gangu orang ngelamun aja ahh, mau gue bunuh..!” Ucap Key sinis. Ia mengangkat tubuhnya hinga duduk lalu bersandar dipunggung sofa..
“Ya lo sii. Masih aja suka marah kalo ngegangu lamunan..” Ucap Alex terkekeh. Ia kembali memasuki mulutnya dengan cemilannya.” Lo kenapa ngelamun? Ada masalah?” Tanyanya disela-sela mengunya.
Key mengigit ujung penanya.” Gue bingung ni. Nyokap temen gue tu gila.. Gimana ya caranya ngebuat nyokapnya kembali sadar dan sehat..” Gumamnya tapi masih tersengar oleh teman-temannya.
“Temen lo yang mana? Tiga curut yang diclub itu?” Sahuut Boy yang masih bermain ps. Ternyata ia menyimak pembicaraan Key.
Key mengangguk.” Iya. Gue kasian aja liatnya. Cuma gara-gara masalah masa lalu dia gila sampek 12tahun. Kasian temen gue hidupnya surem..”
“Kayak lo engak aja.. hidup lo udah Surem, serem pulak.. silueeer gue..” Ketus Alex blak-blakan.
Key melempar pena ditanganya tepat mengenai pipi Alex.” Mampuuus lo..” Ucap Key.
"Key....!" Alex menggusuk piponya sembari menatap Key sinis.
“Emang dia kenapa?” Tanya Mike. Ia melepaskan phonselnya lalu memandang Key serius.
Key menceritakaan semuanya pada mereka. Sebenarnya bukan karena ia ember, tapi ia hanya ingin meminta saran, apa yang harus ia lakukan saat ini, ia mau mengobati lukanya Natan, meskipun ia tak tau bagaimana caranya.
Andes meningalkan Psnya lalu duduk dihadapan Key, sedanghkan Boy berdecap sebal tapi masih mengikuti Andes. Inilah mereka, jika ada yang berbicara harus dihormati. Harus saling memberi masukan satu sama lain.
Tak terasa mereka juga turut prihatin menengar cerita Key tentang Natan, bahkan Boy merasakan hatinya bergelindangan air. Ahh, dasar pria mellow.
“Gimana menurut kalian?” Tanya Key seusai menceritakannya.
“Udah dikasih psikiater hebat belum?” Tanya Mike.
“Dari amerika udah dibondong kesini, tapi masih aja gila. Udah ribuan psikiater bro, tapi ngak mempan..” Jawab Key. Ia meletakkan bantal sopa dipangkuannya.
“Ya jangan-jangan dia gila akut kali...” Celetuk Boy tak berprikemanusiaan.
__ADS_1
“Mulut lo minat banget ya minta gue pukull..” Blalas Key kesal.
“Terus gimana? Kita sii ngak berpengalaman dengan penyakit gila ya...” Sahut Mike ikut prihatin.
Ada kerutan didahi Andes. Ia mengetuk-ngetuk ujung kakinya dilantai.”Mungkin karena tragedi itu hatinya udah mati rasa, udah rusak total karena ingatan buruk menggerayanginnya. Diibaratkan nii ya, kalo udah sakit ya sakit, susah buat ngebalikin kesedia kala, kecuali bikin baru..”
“Ya kali kita bikin ingatannya baru. Sekalian aja kita ilangin semua ingatan diotaknya biar ngak ada masa lalu dia. Biar ngak ingat apa-apa sekalian..” Celeuk Mike sadis.
Andes mendentikkan tanganya. “ide bagus. Kenapa ngak hapus aja ingatannya, biar dia lupa muka brengshek itu. Seengaknya dia bikin hidup baru..” Celetuknya semangat.
“Tapi gimana caranya ****? Masa amesia dibuat-buat?” Alex bersahut sembari memakan makanannya.
Andes Menganggkat hpnya lalu mencari no yang tak tau no siapa.” Bukan penjahat kalo ngak bisa ngehapus ingatan orang, apalagi cuci otak orang... Kalian lupa gue siapa?” Tanyanya sinis.
“Na gue ada no dokter Grale. Key, coba besok lo tanya, kalo dia mau besok kita bawah dokternya..”
...
“Jadi gitu Nat. Mau ngak?” Tanya Key. Saat ini dia sedang berada diparkiran pulang kulia. Ia menawarkan apa yang Andes tawarkan pada Key. Yaa, betul juga, setidaknya mereka masih ada harapan buat ibunya Natan bisa hidup normal meski harus ilang ingatan..
“Seengaknya bunda lo bisa kembali hidup tanpa beban Nat. Dia bisa buat lembaran baru..” Celetuk Reval.
“Buat apa juga buda lo ingat masa lalunya. Soo, apa yang dia mau ingetin? Masa ayah lo sama dia? Penghianatan? Selagi dia masih inget pristiwa penghianatan itu, dia nggak bakal sembu. Dia itu sakit hati akut, pisikisnya tergangu akut. ini jalan yang disaran gue sii....” Key mnyenderkan tubuhnya dimobil Natan.
“Tapi kalo memang ini bisa. Kenapa pihak rumah sakit nggak pernah ngelakuin ini?”
“Karena yang buat bukan dokter negara. Tapi geng mafia...!”
Key tersenyum setlah membiacarannya. Mafia itu kelompok yang mempunyai senjata biologis yang mematikan, bahkan negara saja tak bia membuatnya. Ditambah negara selalu membatasi sesuatu hal seperti ini, karena takut jika hal itu akan disalah gunakan oleh masyarakat. Tapi tidak dilarang untuk kebaikan bukan?.
"Tapi nggak bakal kenapa kenapa kan bunda gue?" Tanya Natan takut.
Key menggeleng tenang. "Sans. Enggk bakal kenapa kenapa ko... Sekarang kita cuma butuh doa yang terbaik buat nyokap lo puk... puk.. puk.." Key menepuk bahu Natan pelan
Natan mengerjab penuh harap. Ia melentangkan tangan lalu memeluk Key erat. Menyalurkan rasa terimakasih yanh teramat dalam.. "Makaaih Key..."
__ADS_1
Key tak suka dipeluk. Tapi aoa daya? temannya lgai rapuh. masa iya dia tega menjauh dri pelukna ini. Ia hanya mengangguk lalu mengusap bahu Natan.
"Lepasin....!" Suara itu bukan dari Key. Tapi Alvaro ynag sudah berada dibelakang Key sedati tadi. Ia menarik bahu Natan kasar.
"Apaan sii. Main tarik tarik aja...!" Natan menepia tangan Alvaro.
Alvaro menatap Natan dingin. " Jangan peluk cewek gue...!" Ucapnya menekan jika Key adalah gadisnya.
"Nggk udah sok romantis. Kita tu cuma jadiin lo dear doang. jangan GR boyy...!" Sinis Natan menatap Alvaro. Apa apaan dia menarik dirinya dizona nyamannya.
Bughhh...
Alvaro memukul Nata secara tiba tiba membuat Ntan terkatuh. Ekspresi Lavaro yang masih dingin dan datar membuat orang lain tak bisa membaca pikirannya.
Natan menyekah bibirnya.
bugh...
"Jangan pukul temsn gue...! jangan pikir kita takut karena lo kakak tingkat yaa...! Apalgai lo anak BEM..!" Reval menendang Alvaro membuat sang empu tersungkur. Reval tak auk temannya dihajar. Solidaritas mereka tinggih. Jika satu sakit. Maka yang lain juga akan sakit.
Alvaro tak tinggal diam. Ia menarik kera baju Reval lalu menedangnya. Danil yang melihatpun tak diam saja. Ia maju lalu menghajar Alvaro.
"Woy... Behenti...!" Yang teriak bukan Key. Dia Dewa temannya Alvaro.
Key?
Dia hanya menyandar dipintu mobil. So? dia tak perlu repot repot untuk membubarkan pekelahian ini. Hanya pukul pukul bukan? Jika merela menggunakan aenjtaa tajam baru mungkin Key tak tinggal diam. Ia hanya menikmati saja pemandangan didepannya. Jahat? Ia bukan jahat. Hanya saja melakukn apa yang harus ia lakukan...
.
.
.
**yaa nggk jadi dobel up. soalnya komennya nggak nyampek target. 100 aja nggk nyampek.
__ADS_1
like komen and vote ya**...