
Keyna yang sedang memegang ponsel miliknya Alka itu menatap Alka dengan satu alisnya. “Kalian mau ngapain masih berdiri disana? Mau minta sumbangan?” tanyanya dengan sinis, Alka belum juga pergi dari sana membuat ia sedikit risih, “ Kalian bisa duduk dishofa sana. Jangan dekat dekat denganku. Aku ingin menghubungi adikku..!!” Ujar Keyna lagi dengan nada tegasnya. Ia tak mau privasinya digangu gugat.
Alka memicingkan matanya. Apa katanya tadi? mengemis? What?!! Apa tampangnya sesedih itu? Untung wajah Keyna sudah berubah menjadi wjah gadis yang ia cintai membuat ia mendengus lalu mengajak Angga meninggalkan Keyna dengan tatapan sulit diartikan.
Keyna menghembus nafas kasar, namun ketika matanya bertemu dengan mata Angga ia memilih menatap arah lain saja. Karena mata Angga masih tersirat tatapan yang tak percaya atau semacamnya, Keyna risih dan juga minder.
Tut.. Tut.... Tut...
Sambungan Teleponnya dihanphone adiknya sudah menyambung, hanya saja belum terhubung mmebuat ia memejamkan matanya, ada rasa sesak didadanya. Ia takut adiknya kenapa napa. Sedangkan Alka hanya mengawasi dari kejahuan. Tatapan matanya tak lepas dari apa yang Keyna lakukan,seakan akan Keyna ingin kabur saja. Padahalkan dia lumpuh. Sebenarnya Keyna tak mau menangis akan yang ia rasakan saat ini. jujur saja keyna tak mau menangis karena tangisan tak akan merubah segalanya bukan? Dan dia tak mau nampak menyedihkan.
“Kamu dimana sii Dek..!!!” Gerutu Keyna yang sudah menghubungi Reyano sampai sembilan kali tapi masih tak mendapatkan sahutan membuat Keyna berfikir macam macam tentang adiknya. Namanya juga parnoan dan juga sayang. Ia sangat menyayangi Reyano melebihi nyawanya sendiri.
Namun sambungannya yang kesekian terhubung membuat ia tersenyum.” Halo...!!” Ujar dari Keyna semangat. ia sangat merindukan adiknya.
“Halo..!!” Ujar dari seberang namun suara itu membuat Keyna mengernyit. “ini siapa?" Suara dari ujung sebrang lagi membuat ia menatap lagi ponsel digenggamannya. Benar kog nomor adiknya. Tapi kenapa suara pria tua yang mengangkatnya. Apa hanphone adiknya hilang dicuri? Tapi tak mungkinkan, masa iyaa mereka tak mengganti nomor yang sudah dicuri tersebut?
“Ini dengan siapa? Dimana Nano?” Tanya Keyna dengan serius membuat yang seberangpun mengernyit.
“Nano?” Pertanyaan diseberang lagi membuat Keyna terkejut lagi. Lah ini memang suara kambing bandot tua. serak dan juga keras. Dimana adiknya?
Sedangkan diseberang sana. Ketika Reyano mendengar namanya disebut. Nama Nano membuat ia mendadak berdiri. Ia menatap guru Bknya dengan tatapan sulit diartikan lalu merebut Hapenya. Dia yakin itu kakaknya karena hanya kakaknya yang memaanggilnya dengan nama alay itu. “Hallo..!!!” Suaranya sedikit serak dan juga takut saat ini.
“Tidak sopan kamu ya..!! Kembalikan hapenya kepada saya. Biarkan saya bicara dengan keluargamu supaya mereka tau kelakuan kamu disekolah...” Ujar dari guru BK itu membuat Reynao diam saja. Ia tak peduli.
Saat guru itu bangkit teman Reyano pun bangkit.” Et.. mau kemana pak? Ngomong sama kita aja dulu. itu ceweknya Reyano, jadi jangan ganggu..!!!” Ujar Rafka dengan meletakkan telunjuknya dibibir hitam pak Guru.
Guru terasa dihina.” kamu makan apa tadi? tangan kamu bauh kuning telur tau..!!!” Ujar pak Guru menepis tangan Rafka dengan kasar. Ia sedikit mual karena memang dia nati dan juga alergi dengan sebangsa terasi, ebi, telur dan sebagainya itu.
Dafka menciumi tanganya dengan gemas.” Eh bener hehe. Tadi saya makan ayam geprek pak. Jadi ya gini.. soalnya kalo makan ayam geprek nggak pakek tangan kurang nikmat.. kayak bapak. Kurang enak kalo belum bebasin kita dari hukuman ini..!!” Ujar Raklka tercengir polos lagi.
“Rafka.. kamu..!!” Ujar guru tersebut dengan bisingnya.
__ADS_1
Sedangkan Reyano memilih keluar saja karena terllau berisik. “Haloo..!! Ini kak Nana ya? Kakk.. Halo..!! Ini Nano kak, kakak masih disana?” Tanya Reyano dengan sedikit cemas cemas. Karena sedari tadi diseberang itu diam saja. Ia sangat berharap itu kakaknya.
Keyna diseberang sana mendengar suara pak guru membuat ia terkekeh, ternyata adiknya nakal. Lalu tanpa ia sadari air matanya jatuh, ia tau suara adiknya bergetar. “Haloo Nano cengeng. How Are You may Son?” Tanyanya lembut. namun hatinya menangis saat ini.
Diseberang ada Reyano dengan tatapan tak percaya. Ia mendengar suara kakaknya. ‘Hiks hiks.. kakak jahat. Aku engak baik baik aja. Kakak kemana aja? Udah berbulan bulan engak ada kabar. Nano kangen Nana. Hiks hiks. Nana nggak peduli sama Nano lagi.. Nana jahat..” Gumamnya dengan sedih. Ia bahkan duduk diatas lantai dengan menjatuhkan kakinya. Ia memilih melipatkan kakinya dan menutup wajahnya dengan telapak tangan kekarnya. Tangis rindunya sangat terdengar lirih.
Keyna disana terkekeh sedih.” Hello Boy.. kenapa main lama makin cengeng heh? Jangan nangis. Malu sama umur dan muka. Masa cowok nangis, enggak malu apa?” Tanya Keyna dengan lembut. ia mengusap pipinya yang basah.
Reyano cemberut. Air matanya tak ingin berhenti. Bakan tambah deras menangis. Entah karena bahagia. atau karena memang ia lelah saat ini. ia lelah dengan semuanya. Sampai sampai saat ini ia tak bisa memendang sakit didadanya. “Nana jahat.. Na his hiks.. “ Ia menangis karena tak bisa menjelaskan semua keluh kesahnya.
Pernahkah kalian merasakan? Ketika sedih yang kamu rasa tak lagi bisa terbendung, tak bisa dijelaskan, ketika kamu jelaskan maka air matakmu semakin deras. Semakin lama semakin sakit? sampai sampai air mata itu tak ingin berhenti dan dikendalikan? Maka itulah yang dirasakan Reyano. Ia tak bisa menjelaskan sakit didadanya. sakit yang ia rasakan, sunguh. sakitnya tak bisa diungkapkan kata kata kecuali dengan pelukan orang yang sangat berharga baginya.
“Jangan nangis dong.. kakak nangis juga ni kalo kamu nangis. Kamu taukan, air mata kamu itu juga air mata kakak, jadi jangan bikin kakak lemah.” Ujar Keyna lembut. ia merasakan lelah ditubuhnya. Hanya saja ia butuh percakapan ini. ia butuh suara Reyano supaya ia bisa bangkit lagi untuk hidup. Reyano hidup dan matinya, sumber kehidupannya sampai sekarang. Tak ada yang lain..!!
“ Kenapa Nana nggak kabarin Nano selama ini? apa Nana baik baik aja?” Tanya Reyano dengan memaksakan supaya ia tak menangis.
“Buruk hehe.. jika kakak baik, pasti kakak sekarang ada disamping kamu terus peluk kamu dek..!!” Ujar Keyna diseberang sana membat Reyano menegang. Saat Reynao menjawab suara Keyna sudah memotongnya. “Tapi setelah dengar suara hidup kakak. Yaitu kamu, sekarang kakak udah baik baik aja kakak usah punya kekuatan buat hidup lagi dek. Hehe... kakak udah baik baik aja..!!!” Keyna tersenyum pilu disana meskipun adiknya tak melhat hanya saja ia ingin tersenyum disana.
“Nana...” Gumam Reyano dengan suara serius.” Are You oke? Kakak baik baik aja kan? Kenapa ngomongnya gitu? Apa yang buat kakak menangis. apa saa yang terjadi selama tujuh bulan belakangan ini?” Tanyanya lagi dengan serius. Ia tau jika kakaknya sedang menahan sesuatu. Kakaknyatak akan semudah itu untuk menangisi sesuatu hal yang tak serius.
Keyna menganguk.” kakak baik aja kok beneran.. kakak selama ini ada suatu hal yang buruk terjadi, tapi sekarang kakak baik baik aja. Jadi kamu jangan khawatir..” Ujarnya jujur. ia tak akan pernah bisa berbohong dengan adiknya itu.
“Kakak dimana sekarang?” Tanya Reyano dengan nada sendunya. Air matanya sudah ia usap karena ia melihat ada beberapa murid yang melihatnya yang menyedihkan seprti itu. Tapi ia berska acuh saja.
Keyna yang ditaya seperti itu pun tak tau dimana sekarang. Tapi ia ingat suster tadi bicara dengannya dengan bahasa melayu. Apa dia dimalaisya atau disingapure ya? Ia pun bingung. Tapi pengobatan yang cukup baik itu disingapure membuat ia menjawab.” Di Singapur dek. Kakak sedang ada masalah disini..” Ujarnya lagi dengan lembut.
“Kakak kapan pulang? Reyano kangen kakak..” Ujar Reyano dengan sendu.. ia memelas dengan mata kucingnya. Ada beberapa siswa dan siswi tak percaya melihatnya. Saat ini banyak yang lewat karena memang sudah waktunya pulang. waktu pulang itu jam 5sore dan sekarang sudah jam 05:10 Jadi wajar aja sii. Tapi lagi ni ya.. Reyano tak peduli.
“Kakak bakal pulang secepatnya kalo masalah disini sudah selesai.. jadi kamu doain aja kakaknya disini..” Ujar Keyna membuat Reyabo mendesa kecewa. Ia butuh kakaknya sekarang.” Kakak tau kamu kecewa dek. Tapi disini kakak lagi sakit. jadi kamu ngerti ya.. “ Ujar Keyna lagi dengan lugasnya.
“Kakak sakit apa? Kenapa enggak bilang dari tadi?” Tanya Reynao terkejut saat ini. ia tak tau kakaknya sakit meskipun ia sudah curiga sejak tad. Ia bahkan senegah membentak lewat hapenya sat ini. "Kakak sekarang gimana? baik baik aja kan?"
__ADS_1
“Ada dehh...“ Ujar Keyna terkekeh piluh.”Kamu disana baik baik ya.. jangan lupa makan dengan teratur awas aja kalo nanti kakak pulang kamu kurus. Kakak bakalan mogok peluk kamu ya..!!! soalnya kakak enggak suka peluk adek kakak yang kurus..!!” Ujar Keyna menghalau pertanyaan Reano lagi...
“ Jangan lupa senyum sama orang terdekat kamu. Sayangin mereka, sebab jika mereka pergi kamu bakal kecewa nanti dan kamu akan menyesal. Hargain yang ada didekat kamu. Jangan sampai karena kamu banyak masalah hidup kamu lupa jika ada orang peduli sama kamu. Kakak mohon dek, jangan ingat masa lalu terus. Bahagia ya.. karena bahagia kamu itu bahagianya kakak. sayangin sahabat sahabat kamu yang sekarang, selalu tersenyum sama mereka ya.. tapi jangan lupa. Jangan mudah percaya sama semua orang.” Pesan Keyna lagi membuat Reynao tertegun, dia ingat dia tak pernah memberi reskpek yang baik pada teman temanya. Tak pernah tersenyum dan selalu bersikap dingin. Apakah kakaknya disana tau?
“Kakak tau..!! kakak bahkan tau kamu lebih dari diri kam sendiri Reyano. Jadi jangan tanya kakak tau dari mana..!!” Reyano kembali terkejut, sekaan kakanya tau apa yang dia pikirkan. “ Mulai hidup dengan bahagia ya.. kakak balik lagi jika kamu udah bahagia. dan kakak bakal janji kalo kita bakal tingal satu rumah lagi kalo kamu bisa dapet juara satu semester ini..!!” ujar Keyna lagi berjanji. Dia tau pasti adiknya semester kemarin nilainya turun karena dia.
“Beneran kak? Kakak janjikan?” Tanya Reyanod enggan senyum mengembang. Impiannya hanya hidup dengan kakaknya dan hidup bahagoa, tak lebih kog. Dia tak berharap ada ayah dan ibu. cukup kakaknya saja yang berjuang akan hidupnya.
“I’m promise...” Ujar keyna diujung sana dengan air mata yang jatuh.” Jadi disana yang pinter dan rajin. Disini kakak akan berjuang buat kamu ya.. kakak bakal sehat buat kamu, kalo kamu ngecewaain kak gimana kakak mau pulang.” Ujar Keyna lagi.
“Aku janji kak. Aku bakal banggain kakak dan berjuang buat kakak. Tapi Reyano mohon kakak disana bak baik aja ya.. Reyano ngak bakal mau hidup lag kalo kakak kenapa napa.” Ujar Reyano sedih. Ia tau ada masalah serius yang kakaknya hadapi disana.
Keyna terkekeh.” Udah ya.. kakak mau istrahat dulu. Malam nanti kakak telepon lagi. Kamu pasti insomkan? Nanti kakak nyanyiin lagu kebangan kita oke..!! Se you My son.. Love you..!!” Ujar Keyna disana. “kakak bakal pulang bawa ole-ole nanti. Bay..” Ujungnya lagi.
“Se you to may Queen. Love you to..!!”Ujar Reyano lembut ia mencium hapenya dengan lembut.” Oleh olehnya kakak pulang aja..!!” Suaranya ditelan dengan telepon ditutup. Ia tak rela teleponnya ditutup. Tapi bagaimana lagi? Kakaknya butuh istrahat dan ia tak boleh egois dan memaksakan kehendaknya. Ia ngin kakaknya sembuh. Akh, kalam nati juga mereka akan teleponan bukan?
Reyano memilih kembali kekantor guru, dimana ia bisa melihat temannya sedang diberi khodba oleh Guru BK Membuat ia terkekeh. baru kali ini ia tertawa, rasanya ketika mendengar kakaknya masih hidup aja ia sudah bisa merasa legah. Akh.. ia bahagia saat ini.” Maaf pak. Tadi kakak saya telepon..” Ujar Reyano dengan sopan.
“Kebapa nggak bilang sama kakak kamu supaya keisni? Bia dia tau kelakukan adiknya ini?” Tanya pak guru snegit menatap Reyano.
Reyano menatap guru itu santay.” Kakak saya sedang sakit pak, jadi dia belum bisa dateng, dia janji bakal dateng nanti kalo udah pulang..” Ujar Reyano sedih. Ia sedih dikalah mendengar kakaknya sedang sakit. ia bahkan tak berani mendenar kakaknya sakit apa. Sunggu ia tak berani..
Guru itupun menatap Reyano dengan diam.” Maafkan saya..” Ujarnya sedikit merasa bersalah. Ia baru kali ini melihat muka tembok ini menunduk sedih.
Reyano mengangkat bahu lalu tersenyum.” I’m oke..” Ujarnya dnegan mata yang berkaca kaca.
“Akh.. Bro.. loe bkin gue sedih.. “ Ujar Haikal lalu memeluk Reyano.” Gue engak tau masalah apa dihidup loe. Tapi gue tau, loe punya masalah hidup jauh lebih berat dari gue.,..” ujar Haikal dengan menepuk bahunya Reyano sayang. Diikuti oleh Egi, dan Rafka membuat mereka peluk pelukan.” Gue engak tau ini peluk apa. Tapi gue juga terharu liat kalian. gue juga mau ikut peluk peluk..!!” Ujar Rafka membuat yang lain terkekeh.
“ Semangat ya bro..!!” Ujar Egi.. pak guru menatap mereka dengan tatapan bahagia. memang benar, kadang persahabatan orang yang suka berbat onar itu lebih kuat dari pada yang nampak baik dan kebanyakan isinya munafik.
“Nanti kalo kakak gue pulang kalian main kerumah gue ya.. gue bakal kenalin kakak yue dan rumah kami. “ Ujarnya semangat.” Dan Egi Bantuin gue supaya dapet juara satu ya upaya kakak gue cepet bai]lik nya. Gue mau juara semester ini..!!” Ujar Reyano menangis dipelukan temnaya.
__ADS_1
“Jangan nabgis.. yaalloh. Kenapa gue nangis.. padahal enggak tau masalahnya, apa karena manusia tembok berubah jadi cair?” tanya Rafka membuat gelak sekaligus sedih. Matanya dan hidupnya saja memerah membuat ia menepuk pundak mereka lembut. Dia guru baik kog meksipun dia kiler. Kadang guru kiler memiliki rasa sayang yang lebih besar dari pada guru lainya.
Sedangkan guru BK jga ikut menangis. Nampak sekali wajah datar Reyano selama ini sekarang sed