
Sudah satu minggu Keyna diapartemen ini. Alka semakin hari semakin manis, selalu membawa dan memberikan apapun yang Keyna inginkan. Asal dengan satu syarat. Yaitu keyna harus menuruti dan tak membuat ia marah. Hanya itu saja, Ketika Keyna mau pasti ia kirim, mau ayam bakar sampai pada seblak Alka berikan , siapa yang menjual seblak disingapre? Haha maka jawabanya adalah Alka masaka sendiri diapartemen demi Keyna. Ya... sampai pada keyna bingung sendiri. Sekarang itu dirinya menjadi pelayan atau menjadi ratu? sungguh ia diberlimpahkan dengan kasih sayang saat ini.
Satu hal lagi, ia sudah bisa duduk, haya saja tak bisa dan tak boleh lama, jika tidak maka pinggangnya akan sakit dan juga nyilu. Mungkin karena masih efek dari sakitnya itu... Dia melakukan terapi dalam satu minggu satu kali untuk penyembuhanya. Dan itu juga dihendel oleh beberapa perawat dan dokter spesialis khusus untuk dirinya.
Tapi lain cerita lagi dengan kelarga Handi yang ditinggalkan saat ini. Apa kabar dengan Handi? Maka mari kita lihat bagaimana keadannya saat ini. apakah sudah sembuh atau belum? apa sudah membaik atau semakin memburuk? semoga saja semakin memburuk ‘Batin Readerts ya kan wwkwk.
Handi sekarang berada diRSJ. Setiap harinya selalu menangis dan berteriak memanggil nama keyla. Bergumam untuk meminta maaf dan takut akan siapaun yang menjenguknya. Ia merasa dirinya kotor dan juga kejam. Ia sudah toubat kawan kawan...
Sedangkan keluarga yang ditinggalkan sekarang apa kabar? Maka jawabannya adalah mengenaskan. Fiko, Daren Dara. Bahkan Riko sekalipun tak ada yang bisa menjadi pegawai suatu perusahann ataupun hanya sebatas OB Disuatu perushaan atau cafe. Sama sekali. Membuat Dara sempat kerja menjadi pembantu dirumah salah satu orang dilingkungan ia hidup . Dan parahnya hanya dua hari ia kerja, rumah itu hangus terbakar membuat ia disalahkan, untunglah bukti menunjukkan jika itu terjadi karena konslet padahal itu adalah kerjanya anak galaksi. Kan sudah dibiang. Jika membantu maka siapkan dirimu untuk menerima kehancuran,baik dari fisik aupun fisikis. Andes dkk tak main-main dalam berbicara. Karena itu, jangan membangunkan beruang yang sedang tidur oke...
“ Gimana ini kak? Ibu butuh obat-obatan sembuh.. kita juga butuh makan...” Ujar dari Dara takut. Sebab dia hari kemarin mereka makan dengan apa yang Dara bawa darirumah Tuannya, atau yang mengerjakanya sebagai pembantu. Tapi sekarang ia sudah tak kerja, jadi bagaimana mereka mau makan, uang saja tak punya.
Fiko dan lainnya mengeleng, sudah sedr4ai sore kemarin mereka belum makan, “ Listrik habis, mau dibeli juga..” Ujar Dara lagi membuat kepala para lelaki disana tambah pusing memikirkannya. Semuanya sangat berat untuk mereka lewati saat ini.
“Sekarang didapur ada apa aja? Kita laper..” Ujar Riko dengan serus. Sebab ia memang sangat lapar saat ini.
Dara memikirkan sebentar.” Sebentar ya kak.. aku liat dulu..” Ujarnya lalu memasuki dapur. ia mencari apapun yang ada sekarang, namun nyatanya didapurnya sudah tak ada apa-apa selain mie instan satu bungkus, hanya itu dan tak lebih. Bahkan beras saja ia sudah tak punya membuat ia menghela nafas lalu kembali mendekati kaka-kakaknya dengan sebungkus mie itu.” Hanya ada ini kak..” Ujarnya dengan menunduk.
Riko menghela nafas sembari menahan perutnya yang terasa peri. Ia menatap mie itu dengan tatapan datar. Jika ia makan bagaimana dengan Dara dan ibunya? Jika ia tak makan bagaimana dengan dirinya?”Kita harus mencari uang secepatnya.. kita harus dapet uang buat kita makan buat hari ini dan besok..” Gumamnya kepada saudara-suadaranya itu.
Fiko mengangguk. “ Gue tu juga berniat buat kepasar jadi kuli gendong.. lumayankan buat beli beras atau buat beli makanan..” Ia mengusap kepalanya kasar. “ Kalo nunggu perusahaan mau nerima kita kayaknya sulit deh. Soalnya sekarang nggak ada yang mau nerima kita. kayak akses kita tu ditutup rapat sama seseorang..” Ujarnya dengan memaparkan pemikirannya.
Daren menganguk.” Bener kak.. gue juga yakin kek gitu. Gue yakin, apa yang kita alamin ini pasti rencana seseorang buat ngehancurin kita... Nggak mungkinkan kita sama sekali enggak diterima sama salah stau perusahaan? Ngga mungkin, masa jadi pembersih meja aja ngga ada yang mau nerima?” Dengusnya memberikan apa yang sang ia pikirkan saat ini,
“Tega banget ya yang buat keluarga ita kek gini..” Ujar Dara sedih. Ia tak pernah tau jika hidupnya akan semelarat sekarang ini. sama sekali ia tak pernah bayangkan sedari kecil hal seburuk ini menimpah dirinya dan keluarganya.
“Besok gue juga mau jual koran aja... lumayan buat beli lauk kita besok atau beli listrikkan..” Ujar Daren dengan mentap saudara-saudaranya. “Eh kalo bisa hari ini kenapa haru nunggu besok.. udah
gue mau cabut. Gue mau cari duit buat makan.” Ujarnya beranjak.
Riko menatap keduanya dengan tatapan nanar.” Kita duluan ya. Doain kita dapet uang sama kerjaan amiin..” Ujar Fiko dengan semangat merangkul adiknya itu. Mereka melangkah dengan doa, disambut dengan usaha dan diikhrarkan dengan semangat. semoga langkah mereka diberkati oleh Tuhan mereka.
__ADS_1
Sedangkan Riko? “ Kakak engak kerja? atau cari kerja juga gitu?” Tanya Dara menatap saudaranya yang satu ini dengan alis terangkat.
Riko menghela nafas. Ia angkit lalu menatap Dara dengan tatapan santay. “ Gue mau cari kerja dulu ya. Doain supaya gue bisa dapet kerja dan beli makanan hari ini.” Ujarnya mengusap kepala adiknya.” Jagain mami sebaik-baiknya. Rumah beresin ya..” Pesannya.
Dara menahan tangan Riko yang sudah mau pergi itu.” Katanya kakak laper ini makan aja kak, nanti biar Dara nggak makan, soalnya Dara juga masih kenyang kog.. kalo mami, tadi masih ada bubur yang kemarin, Dara angetin aja nanti. Soalnya belum habis kog..” Jelasnya karena ia tau jika Riko kalo sudah lapar maka harus makan.” Kakak punya Magh kronis loe. Nanti bisa gawat kalo kambuh.” Tambahnya lagi karena khawatir.
Riko menggeleng.” Nanti kamu yang sakit. kakak enggak mau cukup mami aja, kamu jangan..” Ujar Riko mengelus kepala Adiknya sayang. Ia sosok yang tempramen tapi ia tetap sjaa memliki hati yang besar dan rasa sayang yang luar biasa untuk adik dan keluarganya.
Dara mengeleng tak setujuh akan hal itu. Ia menarik tangan Riko untuk bangkit ia mengajak Riko kebelakang, “Kita makan berdua a]mja ngak pa-pa. Kita bagi dua ya. Kita banyakin aja kuahnya..” Ujar Dara dengan Riko. Saat Riko ingin menjawab Dara sudah membungkam mulut Riko dengan tangannya gemas. “ Kaka diem aja deh. Jangan ngelawan.” Ujarnya lembut.
Dara mulai mendekati kompor gas, lalu mengintip kebelakang.” Dibebelakang ini ada daun kelor. Katanya bagus buat dimakan dan obat juga. Jadi aku masak sayur kelor juga supaya banyak..” Ujarnya lembut.” Tapi agak pahit.. nggak pa-pa ya. Namanya juga makanan yang bisa buat obat dan bergizi hehe..” Itu suara gelak yang sumbing karena sedih. Karena ia tau jika Riko ataupun dirinya tak suka dengan sayur yang sedikit pahit atau apapun itu.
Riko menatap adiknya sedih. Baru kali ini ia merasa gagal hidup dimuka bumi ini, ia merasa sakit yang berdenyut nyilu didadanya. Ada rasa sesak yang menyerbu hatinya. namun apa daya, ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa melihat Dara yang memaksa untuknya.
Dara merebus daun kelor untuk dicampurkan dengan mienya, ia banyakkan kuahnya dan juga ia beri lagi sedikit garam dan penyedap rasa. Semuanya tak luput dari penglihatannya Riko. Lalu Dara membawa semangok ie itu kehadapan Riko. Bauhnya mungkin baru kali ini Riko mencium aroma selezat ini dalam hidupnya. Baru kali ini Riko merasakan air liurnya terasa banyak. Dan itu hanya karena mie instan. Dulu ia tak pernah makan mie instan karena memang tak sehat.
Dara tersenyum pada Riko.” Ayo makan kak..” Ujarnya memberikan sendok pada Riko. “ Dara nggk bisa masak sii kak, tapi karena kemarin Dara liat Youtube sama tetangga jadi Dara tau masak mie atau masak nasi. Meskipun nasinya masih nggak jadi. Alias jadi bubur tapi Dara udah bisa..” Ujar Dara bercerita.
Dara terkekeh melihat kakaknya. “ Kan tadi kak Fiko sama kak Daren cari uang. Dara yakin mereka akan dapet kog.. sekarang tu kakak dulu yang makan, supaya kakak egak kelaperan dan sakit..” Ujar Dara kepada kakaknya lembut.
Riko mengeleng. “ Kakak enggak mau.. kalo iya mereka dapet uang dan makan, kalo enggak bagaimana? Kakak bakal laper sabagimana kalian laper. Kakak enggak mau kenyang dan sehat sedangkan mereka sakit dan kelaparan. Kakak enggak mau Dara.” Ujarnya dengan mata yang memerah karena sesak didadanya.
Dara sudah tak tahan lagi membuat ia menagis disana. Air mata yang sudah ditahan sekarang jatuh juga. “ Jadi gimana kak.. gimana?” Tanyanya dengan sendu ditengah tangisannya. itu membuat Riko menghela nafas menatap adiknya. Ia juga tak tau. Tapi yang pasti ia tak akan tega makan dengan kenyang sedangkan saudara yang lain kelaparan dan sakit. Ia tak mau.
Disisi lain Daren dan Fiko yang kembali lagi karena mereka meninggalkan kertas lamaran kerja itu tertegun dikalah Riko mengatakan itu. Mereka mendengar semuanya dari awal membuat mereka menjatuhkan air mata. Sunggu Riko sangatlah memikirkan mereka membuat mereka menangis dalam diam dan menghantukkan kepala mereka didinding tak kuat menahan sesaknya.
.
“Kamu makan aja Rik.. nanti kamu sakit. Kamukan punya penyakit magh.” Ujra Fiko dibalik pintu tersenyum, tangannya gemetar karena lapar tapi ia tak kuat melihat adiknya kelaparan ia merasa gagal menjadi anak pertama saat ini...
Riko menggeleng. “Enggak kak.. kita makan sama-sama aja Yuk.. meksipun hanya satu suap satu orang, tapi seenggaknya kita bisa makan sama sama. Riko enggak mau makan kalo kakak sama Daren juga enggak makan.” Kekek Riko kepada kakaknya. Ia terkejut kakaknya ada disni, “ Lalgi pula bukanya kakak udah pergi tadi.. kenapa balik lagi?” Tanya Dara kepada kakaknya heran.
__ADS_1
Fiko menunjukkan mab berwarna cokat ditangannya itu kepada Dara. “Kakak ketinggalkan berkaa ini dek..” Ia tersenyum masam pada Dara membuat Dara terhenyak.. “Dan kamu aja yang makan, yang pentng kamu kenyang aja udah cukup kok. Dari pada kita laper semua, kan nggak enak..” Ujar dari Fiko pada adiknya sayang. Sedangkan Daren yang disana hanya tersenyum masam.
Riko mengeleng tak terima. Dia mendekati Fiko dan Daren, menyuruh mereka duduk berdekatan dengannya. Ia memberikan sendok disana satu buah perorang dan lebih memilih duduk lesehan saat ini. “Kita makan bareng, enggak ada penolakan, seengaknya kita bisa makan hari ini.. tak kenyang nggak apa-apa, yang penting kta bisa sama-sama kayak gini terus kak..” Ujar Riko menaruh mie yang berada dinampan yang cukup besar itu.
Fiko tersneyum menatap Riko, tapi senyumnya senyum masam, “Yaudah yuk. Makan.. bareng-bareng aja ya yuk..” Ujar Fiko kepada adik-adiknya dan ya.. mereka makan satu mangkok mie itu secara nikmat satu sama lain. rasa mie itu memang tak seenak biasanya karena kuahnya. Tpi entah kenapa saat ini mereka merasakan jika mie ini adalah mie terenak yang mereka rasakan sepanjang sejarah. Mereka juga baru kali ini mencoba memakan daun kelor, tapi menurut mereka tak terlalu buruk rasanya kog.
Terjadilah acara makan bersama oleh mereka, tadi yang sedih sekarang melempar senyum sedih satu sama lain. mereka mulai menyuapi satu sama lain.. dan entah kenapa, makanan yang sedikit itu mampu membuat perut mereka yang tadinya lapar sekarang terisih, meksipun tak sampai kenyang, hanya saja mereka sudah cukup terisih dan cukup kenyang... Dan apakah ini yang namanya karunia Tuhan? Mie satu bungkus cukup untuk empat orang? Y.. karena apa? Karena mereka makan mengunakan hati dan penuh syukur. Bukan karena nafsu ataupun keserakahan.
“Iya dah.. kita cari kerja dulu ya...” Ujar Fko kepada Dara..” Perut kakak udah kenyang ini. tinggal mencari kerja buat ngabisin energi...” Ia mengelus perut ratanya itu membuat yang lain terkekeh. karena Fiko yang dulu dingin sekarang sedikit mencair dan hangat.
“Iya. Gue juga mau cari kerja dulu.. loe dirumah baik-baik ya.. jangan pergi kemana-mana oke..” Uar Daren kepada kembarannya itu. Ia mengelus kepala Dara lembut. karena memang kebiasaan Daren sedari kecil untuk kembarannya satu ini.
“Iya kalian hati hati ya.” Ujar Dara kepada saudara-sadaranya itu dengan senyumnya.” Semangat cari kerjanya semoga dapet ya... aamin..” Teriaknya semangat disana. Sedangkan saudaranya hanya mengangkat satu jempolnya keatas tanda mengiyakan dan mengaminkan.
Beginikah kehidupan? Berputar, kadang dibawah dan kadang diatas, ada banyak orang yang berada diatas tapi ia lupa jika ia punya pijakan yang berada dibawah. Sampai ia lupa jika ia menginjak pijakkan dibawahnya dan merendahkan orang dibawahnya. sampai ia terjatuh dan terlatih.. biar ia sadar. Andai tak ada pinjakan atau yang dibawahnya.
Bagaimana keadannya? Apakah ia masih bisa diatas? masih bisa berdiri kokoh? Harusnya kita sadar.. jika diatas langit masih ada langit. Dan ketika ada yang kaya masih ada yang jauh lebih kaya.
Sebagaimana keluarga Handi. Andai dulu mereka sadar. Jika Keynabitu adik mereka dan akan tetap menjadi adik mereka dulu. meskipun beda ayah ataupun beda otak. Beda muka dan kebiasan, semuanya tak akan terjadi. Meksipun Keyna anak Andi sekalipun, tapi bukankah Keyla tetap saudara mereka karena masih dalam satu ibu? tapi lagi-lagi mereka ditutupi dengan nafsu setan.. nafsu untuk membalaskan dendam.
Sebenarnya kenapa mereka membenci Keyla adalah. Dulu Handi dan Dita sebagai papi dan mami mereka sempat bercerai dikalah Dita dikatakan hamil dan Handi yakin itu darah anaknya Andi. Sampai-sampai keempat anak mereka ini terbangkalai didalam kehidupannya.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa... Like komen and vote...
__ADS_1
.