
“Nama Loe siapa?” Tanya Keyna pada Lisa yang duduk kursi makan disampingnya. Ia bisa melihat jika Lisa menggunakan bajunya yang dulu membuat ia mendengus tak suka. Ia tak suka barangnya disentu orang lain.
Pasti ulahnya Nano...
“Na namaku Lisa. Kamu siapa?” Tanyanya. Ia tak menyangkah jika yang membelinya adalah seorang perempuan kecil seperti Keyna.
“Panggil gue Keyna. Key atau Nana. semerdeka loe..” Ucap Keyna lalu memakan nasi gorengnya. Sedangkan Lisa hanya menunduk karena takut.
Tarrr...
Suara tamparan itu membuat Keyna menghentikan makanya. Ia berbelok mendapatkan adiknya memegang pipinya. Didepannya ada pak Jaya yang berwajah merah.
“Kamu gila...?! kakak kamu sudah tiada Rey!! Kamu mau ditipu sama dia? Papa liat jika kakak kamu dikubur, jangan gila Rey.. jangan bodoh...!” Teriaknya pada Ano.
Reyano tadi ditanya oleh Jaya siapa yang ia bawah, dan Ano jujur jika itu adalah Keyna. Mana bisa Jaya percaya, sebab ia lah alasan kenapa Keyna mati. membuat ia naik darah. Ia menampar Ano dengan keras supaya Ano sadar.
Tar...
Keyna membanting gelasnya kesembarang arah membuat mereka berdua diam. Keyna berdiri dari duduknya lalu menatap ayahnya nyalah. Ia mengambil piring nasi gorengnya lalu.
Tar..
Ia membanting nasi itu didepan papanya keras membuat pak Jaya terkejut. Nasi dan piring kaca itu berserakan dimana mana.... Lisa hanya diam.dalam kegugupan.
Andai saja ia tak gesit menghindar, pasti piring itu menimpanya, ia dapat melihat mata Keyna menyalah marah. “Jangan tampar adek gue setan..! Mau mati loe ha..?!!” Teriak Keyna tegas membuat Jaya diam seribu bahasa.
Sedangkan Ano? Ia tersenyum, ini memang benar kakaknya. Kakaknya yang tak akan membiarkan siapapun menyakitinya.
“Dasar anak tidak punya sopan santun. Siapa kamu?” Tanya Jaya yang sedari tadi diam.
“Siapa gue enggak ada urusan sama loe. Yang harus loe inget. Jangan sentu adik gue... sampai kapan pun inget itu...!” Teriak Keyna dengan telunjuk ia arahkan diwajah Jaya. Ia mendengus lalu pergi menarik tangan Lisa , ia harus menjalankan tugasnya secepat mungkin supaya ia terbebas olehnya.
On Flashback....
“Jangan sakitin Ano...!” Teriak gadis kecil itu tegas saat melihat Ano dipukul Jaya saat kecil. Keyna yang berumur 10tahun dan adiknya 7 memasuki 8tahun itu sangat marah melihat adiknya ditampar ayahnya gara-gara dituduk sang ibu tiri menjadi anak nakal. Ano disana dituduh mengarang cerita ketika Ano mengatakan jika ibu tirinya jahat dan tak memberinya makan. Pak Jaya tak percaya akan hal itu.
“Ini karena kamu yang ajarin adik kamu membangkangkan..?!” Bentak Jaya pada Keyna.
__ADS_1
Keyna yang masih menggunakan seragam putih merah itu melanglah tegas dengan satu sapu yang ia genga erat. Ia tadi baru pulang mendengar adiknya menangis diruang tamu, ia melihat adiknya ditampar ayahnya membuat ia murka, ia bergegas pergi kedapur mencari barang dan menemukan sapu.
Plak..” Jangan sakitin Nanonya Nana...!"
Plak..
Plak..
Ia memukul ibu tirinya secara berutal lalu memukul ayahnya sama sekali tak berperasaan.
“Keyna...! Berhenti..!” Teriak Pak Jaya tak bisa menahan Keyna. Ia menahan sapu yang Keyna pegang.
Keyna memberontak lalu menedang Jaya secara brutal.” Jangan sakitin Nano... Nanan bunuh kalian biar mati.. Mati.. Mati..!” Teriak Keyna dengan bibir yang bergetar.
Pak..
pak..
Jaya menepuk kepala Keyna keras membuat Keyna semakin gencar dengan sapunya. Ia memukul Jaya dan ibu tirinya secara brutal membuat pak Jaya kualahan dan ibu tirinya berteriak histeris. Seluruh tubuhnya memar karena Keyna tak tangung tangung saat memukul mereka.
“Dasar anak gila..! Psycopat...! “Teriak Jaya lalu memeluk istrinya erat supaya istrinya tak dipukul oleh Keyna. Ia maju lalu menghindar Keyna masih dalam mode mengamuknya. Ia merasakan punggungnya sakit dan memar.
“Nano..” Ia mendekati adiknya yang memeluk tubuhnya sembari menangis. Keyna dapat melihat jika wajah adiknya memar akibat tamparan dari papanya. “Nano maafin kakak. Kakak engak berguna jagaan Nano..” Ucapnya bergetar. Ia memeluk adiknya sayang membuat Ano memeluk kakaknya juga. mereka berpelukan sembari menangis dipojokan dekat sofa..
“Punggung Nano sakit Nana. Sakit karena tadi didorong sama Nenek sihir..” Ucap Ano manja. Keyna mendengar itupun membuka baju adiknya untuk melihat punggung adiknya. Ia melihat pungung adiknya memar membuat ia meradang. Ia melihat adiknya lalu tersenyum.”Maafin kakak ya enggak bisa jagain Nano.” Ia mengelus pungung adiknya sayang.
“Tapi Nana punya lolipop buat Nano. Nano maukan? Supaya punggungnya enggak sakit lagi.” Ucap Keyna senang. Ia membuka tas sekolahnya lalu mengeluarkan lolipop yang ia rebut dari temannya itu.
Ano yang tadinya murung sekarang tersenyum lalu mengambil lolipo itu senang.” Makasih kakak..” Ucapnya lalu memeluk adiknya.
Keyna terkekeh lalu mengelus kepala adiknya.” Maafin kaka ya. Kakak engak bisa jagain dan bahagiaan Nano kayak mama suruh. Maafin kakak.” Gumamnya dalam hati. ia merasa menjadi kakak yang tak berguna saat ini, ia merasa jika ia kakak yang tak tau diri membuat Nano tersiksa.
Of flashback...
Ingatan itu membuat Jaya memegang dadanya. Ia melihat punggung Keyna yang sudah menghilang dibalik pintu.” Keyna..” Gumamnya.
“Keyna udah mati. ditangan Loe, jadi jangan harap kalo Nana bakal maafin Elloo...!” Cetus Ano pada sang papanya kesal.
__ADS_1
...
Keyna mengendarai mobilnya dengan Lisa disampingnya. “Kita mau kemana Key?” Tanya Lisa pada Keyna. Ia tak tau jika Keyna lebih tua darinya, mengingat wajah Keyna bagaikan anak kecil.
Keyna menoleh melihat Lisa. “Mau donoron ginjal loe. Loe enggak lupakan tugas loe?” Tanyanya pada Lisa.
Lisa meneguk salivanya dulu lalu menganguk.” Tapi nanti dibayarkan?” Tanyanya pelan karena takut.
Keyna menganguk.” Pasti.” Padahal gadis ini dudah ia beli. Tapi Key malaa ribut.
“Kamu juga bakalan bantu aku buat balas dendam sama keluarga akukan?” Tanyanya pelan lagi.
“Bahkan kalo loe mau kita bisa bakar keluarga loe hidup-hodup malam ini juga.” Jawab Keyna cepat..
Keyla meneguk salivaynya keras lagi.” Ka kam kamu Pcykopat ya?” Tanyanya takut. Ia sudah melihat bagaimana Keyna membunuh orang . kepala polisi bahkan hancur, ia juga tak segan menacapkan pisau di mr. P saat malam menolong Ano. Keyna itu terlalu kejam jadi perempuan.
Keyna tersenyum tipis.” Kadang kita memang harus ngebunuh orang yang memang enggak pantes hidup Lisa..” Jawabnya membuat Lisa diam.” Tenang aja. Gue masih manusia normal, selagi loe enggak ngusik hidup gue, gue nggak bakal bunuh loe kok.” Lanjutnya membuat Lisa menganguk.
Lisa yang sekarang sangat berbeda dengan Lisa ia beli malam tadi. Lisa malam tadi yang kumuh dan hitam sekarang sedikit bersih dan juga cantik, rapi dan manis, apa lagi menggunakan baju Keyna membuat ia bagaikan anak konglomerat saja. Sayang sekali Lisa ini adalah korban pemerkosaan membuat mentalnya terganggu, dan Keyna tau itu. Karena mentalnya yang terganggu inilah membuat ia mau membunuh keluarganya dan membalaskan dendamnya, tapi Keyna suka.
“Gue harus tetep hidup demi Ano gue, demi Nano, gue harus menang ngelawan arwa Keyla bajjingan anak bajaang ini..” Keyna mencengkram stir erat dengan jantung berdebar. Ia harus menang melawan Keyla sialan itu, dan ia tau, kelemahannya adalah keluarganya, ia akan memafaatkan keluarganya nanti.
.
.
.
.
.
**Tenang. Author tepat janji kok. Thanks yang udah komen like and vote yaa....
Salam sayang dari kakak...
jangan lupa Like vote anda komen ya.... Terimakasih atas dukungan kalian....
__ADS_1
Mari follow IG kakak dengan nama #novivuspitasr Nanti bakal Follback kok**.