Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Kedatangan Andes


__ADS_3

Fiko yang sedang dirumah Keyna menungu sang majikan pulang itu ditaman belakang sembari bmembersihkan taman dan memberikan makan ikan koi.. ikan yang dulu adalah ikan kesayangan miliknya.


Ia suka ikan, disana ada ikan Lohan ikan lainnya yang harganya bahkan puluhan bahkan ada yang ratusan juta karena ikan langkah. it ada dibagian dapur diaquarium. Dan ternyata masih ada disana. Bahkan masih utuh dan terawat membuat ia tersenyum dan bahagia akan hal itu.


Keyna juga tidak melarang Fiko untuk mengambil baju bajunya yang dulu masih tersimpan didalam lemari.. katanya nanti juga ia butuh dengan baju baju itu untuk kerja dicaffe membuat ia senang dan bahagia. riko dan lainya juga..


Hanya saja baju dan barang barang milik Dara yang sudah hilang karena dibakar oleh Keyna. Barang milik Dita juga sama hanya ada beberapa saja.. yang lebih parahnya bahkan kamar mereka berdua dijadikan Keyna gudang karena menurutnya suram. Fiko ditempatkan dikamarnya yang lama.. Riko dan Daren dikamar yang dimana Keyna disiksa bersebelahan dengan Dara dan Dita.. itu membuat mereka bingung akan Keyna. Keyna itu pilih kasih bagi mereka.


“Haloo Filooo... Colo.. Fablo.. kalian kangen sama aku enggak sii? Ak kangen banget sama kalian tau nggak?’' Tanya fiko kepada ikan ikan kesayanganya itu. Ikan yang berwarna oren dengan bersisik putih itu. ada juga yang berwarnah merah disana dan berwarna biru. Bermacam macam dan dijenis yang beda.


Disana juga ada ikan cuppangggg.. Memang didoble tulisanya biar nggak disensor wkwk.. Karena Fiko memang mengoleksi ikan-ikan hias... “Tapi sayangnya kalian tu bukan milik aku lagi.. kalian udah jadi milik orang lain haiss....”Fiko menghela nafas sedih.”Tapi enggak apa-apa. Ngeliat kalian aja aku udah seneng..”Lanjutnya dengan bergumam.


Tingtong.....


Suara bel drari pintu depan membuat Fiko menatapnya. sebab dia ada disamping rumah membuat ia dengan cepat bisa mendengar suara bel tersebut... “Siapa ya yang bertamu? Apa Keyna udah pulang sama cowoknya..?” Gumamnya lalu meletakkan makanan ikan itu.”Bentar ya.. aku keluar sebentar...”Ujarya dengan ikan ikan lalu melangkah cepat.


“Cari siapa ya mas?” Tanyanya Fiko dengan cepat berlari menuju kedepan menemui tamu yang ada didepanya iri. Mereka memunggungi Fiko membuat Fiko tidak tau siapa tamu tersebut... ia hanya tau jika tamu itu adalah dua orang laki-laki itu saja.. itupun tau dari baju dan juga rambutnya. Tinggi mereka juga. Akh sudahlah.. intinya dia laki laki.


Dugh.. ketika tamu itu berbalik Fiko memegang ditempatnya menatap tamu itu.. tanganya terasa gemetar karena takut. Bukan hanya itu. Bibnirnya bahkan terasa kelu saat ini membuat ia mematung ditempatnya menaapnya disana.


Tamu it tersenyum sinis kepada Fiko lalu menatap kesamping ada sosok lain yang tak lan temannya.”Halloo.. Parasitt...!!”Ujarnya dengan menekan kata terakhirnya.” Waw.. kita bisa bertemu lagi ya disini.. hmm...”Ujarnya memainkan kata-katanya. Karena suara nya bariton membuat itu terdengar sangat mengerihkan.


Fiko meremas ujung baju kaosnya itu menatap orang didepanya itu gugup.”Kal-kalian ngapain disini? Kal-kalian mau apa?” Tanyanya takut. Sebab ia sangat tau siapa didepanya ini. sosok yang membuat keluarganya hancur dan juga sosok yang mematahkan sayap kedihupan mereka. Sosok yang paling mengerihkan yang pernah ia temui.


Sosok yang tak lain adalah Andes dan Natan itu tersenyum dengan Fiko yang nampak ketakutan itu... “Hmm.. saya mau ketemu dengan tuan rumah ini.. apakah ada orangnya?” Tanya Natan dengan dinginnya kepada Fiko. Ia tau siapa Fiko.. kakaknya kejam bagi Keyna. Ia pun membenci Keyna.


Fiko membelalak.”Kalian ngapain cari pemilik rumah ini?” Tanyanya nanar,”Tolong jangan hancurin keluarga saya lagi.. saya tidak ada masalah dan urusan dengan kalian. tolonglah,, jangan ganggu keluarga kami lagi...!!”Ujarnya dengan tegas kepada Fiko. Ia takut nanti ia disuru diusir dari sini padahal baru beberapa hari Fiko merasakan punya kasur nyaman, baju yang utuh, makan dengan kenyang maski banyak peraturan dan juga makan batin. setidaknya mereka tidak kepanasan dan juga bisa punya tunjangan hidup.


Andes menaikkan satu sudut bibirnya menatap Fiko yang nampak ketakutan itu.”Kenapa kamu takut? Takut diusir dari rumah ini he? Takut kalo saya akan ngancurin kelarga kalian lagi dan lagi?” Tanyanya Andes dengan dingin.

__ADS_1


Fiko menahan nafas dibuatnya. Ia semakin meremas ujung bajunya. Ia bukan hanya kalah kekuatan, tapi juga kalah otak dan materi membuat ia lumpuh untuk melawan. Jangankan memukul Andes, mendekat saja Fiko tidak bisa. Ia sadar akan hal itu karenanya ia diam dan tak menyerang.” Saya tidak ada masalah dengan kamu.. tapi kenapa kamu jahat sekali? Tolong jangan ganggu keluarga ini.. saya mohon. Jangan.. karena cukup keluarga syaa saja yang hancur. Jangan keluarga yang membantu saya ini.. tolong..!”Fiko meminta dengan tulus kepada Andes sebab Keyna terlalu baik jika harus dihancurkan oleh Andes.


Andes menaikan satu alisnya menatap Fiko...”Saya mau mencari tuan rumah.. bukan mau berurusan dengan kamu.. lagipula kamu siapa yang berani-beraninya meminta kepada saya ha? Kenal saja tidak.. “Ujarnya sinis lalu menatap pintu. Ada tujuan lain yang harus ia temui sekarang.. bukan manusia manusia yang membuat darah tingginya kumat ini.


Fiko menatap Andes dan Natan dengan tatapan memohon.”Maaf tuan saya mohon jangan ganggu keluarga ini.. saya mohon...!!”Ujar Fiko dengan mata penuh harapnya.”Karena ini rumah yang bisa menerima kami.. kami tidak punya apa-apa lagi. semuanya habis dengan kalian...”Ujarnya Fiko lagi dengan jujur dan juga nanar...


Andes menatap Fiko dengan dengusannya... namun mereka dikejutkan dilalah pintu rumah terbuka menampilkan sosok paru baya disana menatap mereka dengan tatapan penuh seilidik.” Ada apa si ribut ribut siang bolong kayak gini..?” Tanyanya sembari menggaruk lehernya karena gatal...


Fiko gelagapan dan juga takut dibuatnya. Takut Andes berbuat macam macam dengan Jaya membuat ia gelagapan.. Jaya menatap Andes dengan tatapan bingung sekaligus senyum.”Loh ada nak Andes.. ngapain masih disini? Ayok masuk..!!!”Ujar dari Jaya kepada Andes lalu merangkulnya.


Andes pun tersneyum kepada Jaya dan menerima rangkulan itu membat mereka berpelukan.” Ini Om.. pembantu m malah nahan saya disni. Padahal panas... enggak sopan..!!”Ujar dari Andes sembari melepaskan pelukanya pada Jaya.iya.. mereka saling kenal.. kan sudah dikatakan jika Andes dan Keyna teman baik.. itulah membuat Jaya mengenali Andes dengan baik.. ia bahkan menganggap Andes bagaikan anak sendiri.


Fiko menatap mereka terkejut dikalah Jaya memeluk Andes... apa hubungannya? Kenapa mereka bisa akrab dan sebaik ini? lalu ia menatap Andes yang menjawab pertanyaan Jaya sperti itu membuat mulutnya kaku. Bagaimana tidak kaku jika dituduh seperti itu.


Andes menaikan satu alisnya menatap Fiko yang menggeleng. Jaya menatap Fiko dengan wajah datarnya.” Sudah.. dia enggak tau kamu siapa.. biasa, mereka pembantu baru.. “Ujarnya tak mau membuat Fiko terkena masalah, ia ingat jika Keyna melarang besar menyakiti Fiko.”Jadi dia enggak tau dan enggak kenal sama kamu...”Lanjutnya.


Jaya mendengarnya pun menahan tangan Andes karena ia bisa merasakan rasa kebencian Andes sangat dalam kepada Fiko.”Sudah-sudah.. nanti kita beri hukuman... sekarang ayok masuk.. udah lama enggak main kesini.. ini siapa?” Tanya Jaya mengalihkan pembicaraan. Jika Keyna tau Fiko dimaki nanti ia akan kecewa dan itu tak ia inginkan.


Andes menghela nafas.”Kenalin dia Natan om..”Ujar Andes mengenalkan Natan namun matanya menatap Fiko tajam membuat Fiko yang disana gelagapan dan meremas ujung bajunya membuat seperti dikunyah sapi saja.


Jaya dan Natan bersaaman... ia tersenyum kepada Natan.”Ini temennya Keyna juga ya?” Tanya Jaya kepada Natan membuat Natan mengangguk sembari tersenyum. Jaya malah terkekeh.”Mari masuk Natan.. Andes... “Lanjutnya membuat yang lainya masuk.


“Kmau Fiko lanjutkan saja pkeraan kamud engan baik..”Ujarnya Jaya Kepada Fiko mengusir secara halus disana tak mau melibatkan lagi Andes dengan Fiko.


“Ba baik tuan..!”ujar Fiko lalu mencicit pergi dari sana membuat Andes mengikuti semua geraknya Fiko degan tajam. Natan dan Jaya abrejalan mendahuli kearah ruang tamu... Fiko mengacir dengan cepat karena takut berurusan lagi dengan Andes si manusia terejam itu.


“Keyna ini dasar ya..!”Ujar Jaya kepada Natan dan Andes yang sudah duduk disana.,.”Dia itu enggak ada temen ceweknya satupun.. semuanya cowok. Tapi sayangnya ganteng ganteng semua hehe..”Ujarnya kepada dua orang itu membuat mereka ikut terkekeh disana.


“Iya.. bener si om.. saya aja sampek sekarang enggak pernah nemu dia main sama cewek. Soanya cewek pada takut main sama dia.. takut dipalak uangnya hehe.”Ujar Andes dengan kekehannya disana membuat Natan ikut tergelak.

__ADS_1


Jaya mengusap perutnya yang sakit itu.” Bener banget..!”Ujarnya kepada andes.”tapi kalian kesini karena mau jenguk Keyna yang dah sembuh kan?” Kalian udah dikasih kabar sama keyna memang?” Tanyanya kepada kedua temanya Keyna itu jujur.


Andes dan Natan saling tatap dibuatnya.”Keyna pulang dan sehat gimana om? Bukannya Keyna udah meninggal?” Tanya Andes pura pura tidak tau disana karena mau mencari tau tentang Keyna disana... ia menatap Natan juga karena Natan tak kalah terkejut,


Iya.. Andes mencari tau tentang Keyna sendiri tanpa bantuan geng galaksi sedikitpun.. hanya bersama Natan saja.. ada juga Reval dan danil.. hanya saja mereka bertiga sedang ada urusan membuat mereka tak bisa ikut sekarang mencari Keyna... karena memang mereka lebih care sama Andes dari pada yang lain. karena Andes nampak lebih dari pada yang lain. lagipula ia bisa melihat jika Andes itu jujur jika Keyna masih hidup. Tapi satu hal.. mereka tidak pisah ataupun pecah ya dari geng Galaksi... mereka hanya seang mencari Keyna saja.


“Lohhh...!”Jaya malah bicara terkejut.’Kalian tidka tau toh? Keyna sehat.. dia bangun lagi.. dia sekarang ada dan masih hidp loh, Cuma ya itu.. da ada sedikit masalah..!;Jawab Jaya dnega ragu kepada Andes.


“Permisi.. Ini minumnya drai ik Yanti..!!!”Itu membuat pembicaraannya mereka terputus.. disana ada Dara dengan menawa naman berisihkan jutst jambu membuat mereka berdua menatapnya tajam karena tak suka diganggu.


Sedangkan Dara belum ngeh jika itu adalah musuhnya. Orag yang membuathidupnya melarat.. ia menaruh minuman itu didepannya Andes dan Natan.”Silahkan dimakan... dan diminummmm..!!”MMMM Mliknya Dara sangatlah panjang dikalah melihat sosok didepanya itu.


Kyakkk... Dara bahkan mundurd engan memeuk nampan, merosot dan juga menatap Andes horor.. “Ngapain kamu disini iblis? Kelar sana... keluar kamu pesikopat terahat yang ak kenal.. keluar,.. jangan ganggu keluargaku lagi...!!”Teriaknya lagi tak terima akan kehadirannya Andes.


Jaya mendengar treiaan Dara itupun terkejut dibuatnya sampai-sampai minuman yang diatas meja itu jatuh semua disana membuay Jaya berdiri dan menatap Dara tajam.”Kamu ngapain teriak-teriak ha? Umpahin minumans egala lagi ha...!!!!”Teriaknya Jyaa keras membuat saranya bergema disana.


Dara menatap Jaya dengan takut lalu menatap Andes dnegan gemetar... andes tersneyum seram kepada Dara membuat Dara memeluk nampan kuat.”Ma mafa tu tuan... say saya tidak sengaja..!!”Ujarnya dengan gugup. Mau mengakuthi mengenal Amdes ta[i ia takut. Takut jika akan membuat nds tambah marah.


Jaya menatap Dara tajam... Llau ia mendekat.. “Ceai lap dan bersihkans eua inis ecepatnya.. jika tidka bis adalam hitungan menit.. maka kamu harus bershkan dnegan lidha kamu.. CEPAT...!!”Teriaknya Jaya lagi kuat tak berpetrasaan menunjukan telunjuk menuju dapur.


Dara mendengar bentakan itu gelagapan dan juga gemetar. Riko dan lainnya maju dibuatnya dan keruang tamu..”Ada apa ini?” Tanyanya kepada Dara yang ketakukan itu. Memeluk Dara membuat Dara memeluk Riko dan juga menyembunyikan kepalanya takut.


“Adik kalian ini enggak guna..!!”Ujarnya Jaya menunjuk Dara sinis.”Naro minum saja tidak bisa... Keyna udha baik banget sama kalian tau ngak..!! enggak bisa masak kita cari chaf saja buat tukang masak. Tapi masa nyiapin teh saja tidak becus.. taunya apa ha? Jadi apa?!!”Jaya membentak kuat disana. Tak bisa mengontrol diri jika mengingat keluarga ini sangat kejam pada anaknya.


Daren menatap adiknya.”Dara kamu kenapa? Ha? Kenapa kamu tumpahin minumannya? Masa kasih minum aja enggak bisa si?” Tanya Daren marah. sebab Dara sedari tadi tidak kerja. Tapi sekali kerjanya malah berbuat ulah dan marahnya Jaya.


Dara mengintip disela bahunya Riko dan berbisik.”It itu orang jahat kak.. yang udah bikin keluarga kita hancur...!!!”Ujarnya dengan serak kepada Riko yang mengelus punggungnya itu... Dara tak berani membuka matanya karena tak mau menatap Andes.


Riko dan Daren menatap kedepan dimana Dara mengatakan tadi. dan benar saja.. disana ada sosok yang membuat keluarganya hancur membuat tangan Riko terkepal dibuatnya.. lalu menatap kedepan ada Natan juga.. “Ngapain kamu disini?!!”Tanya Riko tanpa rasa takutnya pada Andes karena muak akan Andes yang sok menghancurkan keluarganya itu. Ia membuang tubuh Dara menuju Daren karena mau menghadapi Andes...Daren memeluk Dara dengan erat karena ingin menenangkannya.

__ADS_1


__ADS_2