
Dengan senyum mengebangnya Keyna meminta kepada ayahnya membantunya keluar rumah menyambut keluarga Handi. Ia ingin melihat langsung wajah-wajah bodoh itu didepan matanya. “Kayaknya seneng banget ni anak papa.”Ujar Jaya dengan kekehan menatap mata binarnya Keyna. Meksipun nampak mata itu lebih kemata jahat nan kejam dari pada mata baik atau lainya.
Keyna mengangkat bahunya dan terkekeh.”Papa tau aja hehe..”Ujarnya dengu cengiran membuat papanya mengusap rabutnya.”nanti ingat ya Pa. Muka papa harus kejem dan garang.. jangan kasih muka memelas atau apapun itu. Bila perlu dicaci pi.”Lanjutnya Keyna dengan jahat kepada papanya.
Jaya tergelak mendengarnya. Ia menatap Keyna dengan kekehan jahatnya.”Siap.. jangankan sama mereka, sama kamu aja papa bisa kejam kan haha.”Ujarnya dengan getir membuat Keyna diam dengan menatap lurus tak mau membahas hal yang akan membuat hatinya sendiri sakit atau papanya yang sakit. Big No...
Mereka sampai didepan pintu besar disana, bertepatan dengan Fiko dan keluarga membuka pintu. Keyna dengan senyum sinisnya serta papanya yang sudah dengan wajah garangnya bahkan wajah Jaya sekarang sangatlah kejam membuat siapapun merinding.”Selamat datang dipermainan ku.... Keluargaku.. ehh keluarga sedarahku tapi bukan sejiwa denganku wkwk..”Gumamnya Keyna didalam hati. benar bukan? Mereka bersuadara dan sedarah. Hanya saja tidak sejiwa.. Keyla tetaplah Keyla yang memiliki tubuh dan darah ini. yang artinya tubuh ini masih mengalir darah kotor miliknya Handi dan darah kotornya Dita sang ibundanya. Mengingat itu saja membuat Keyna malas makan..malas minum,, dan malas lainya. Sungguh...
Fiko menatap Keyna dengan senyum gugupnya. Ia menelan salivanya menatap Jaya sang papanya Keyna. Sangat menyeramkan.”Per-permsi Om... ”Ujarnya dengan gugup. kepalanya naik turun karena takut. Sunguh Fiko bertanya. Dimana sikap percaya dirinya dulu.. dimana sikap sombongnya dulu. Jangankan peraya diri, menegakkan epala saja sekarang ia tak berani. Sunguh...
Jaya tak menjawab ataupun merespon. Ia meihat Keyna yang tersenyum sinis. Fiko yang tak mendapatkan respon itu mengubah gaya bahasanya.” Siang Keyna.. Om.. “Ujarnya lagi karena tak tau harus bicara apa.
Sedangkan kelarganya hanya diam kaku disana, tak tau harus apa. sebab Keyna sangat cantik sekarang, sungguh..!! Ia mengenakan baju putih tulang yang sangat bagus ditubuhnya. Bahunya bahkan terlihat, bibir pink alami, kulit mulus dan juga wangi. Dara bahkan Insecur menatap Keyna yang jauh diatasnya itu. Dirinya yang terawat dulu saja bahkan kalah dengan Keyna yang sekarang.
“Oh hay.. siang juga kak.”Ujar Keyna dengan senyumnya “Ayyoo ka masuk. Disana panas tauk.”Ujarnya karena tak mau terkena panas. jujur saja ia terasa nyilu dikakinya jika terlalu panas, ataupun dibagian tubuhnya terasa nyeri karena pemulihan ditubuhnya. Karena operasi pelastik itu mengenakan bagian tubuhnya yang lain, nah bagian lain itulah yang belum terlalu sembuh.
“Ehh iy iya..”Ujarnya Fiko dengan mengangguk. Ia memegang pemegang kursi roda ibunya kuat karena takt”Ayok masuk.”Ujar Fiko kepada saudara-saudaranya itu dengan mengabaikan tangannya.
Sedangkan satpam yang tadi menghantarkannya itu nampak merinding. keluarga tu bukan bagaikan tamu. Tapi bagaikan orang yang akan dieksekusi mati oleh tuan barunya itu. Tatapan matanya Jaya errr...
Dara menghela nafas lalu mengambil lagi apa yang dibawah oleh mereka. Riko yang masih belum sembuh benar itu masih tetap dikursi roda didorong oleh Daren.baru satu langkah mereka masuk namun mereka mendengar seperti ini.”Sendalnya dibuka saja. Sebab sendal kalian jelek banget.”Itulah yang diucapkan oleh Jaya disana membuat Fiko dan lainya tertegun dan menatap satu sama lain.
Fiko mengangguk kepada sudara dan saudarinya itu karena memang ia tau. Fiko sendrii tak memakai sendal sekarang. Karena tadi sendalnya putus ditengah jalan, jadinyalah ia hanya mengenakan kresek hitam untuk mengalaskan kakinya supaya takkepanasan dan terlalu sakit. Dibawah kakinya ia letakkan beberapa ertas bekas atau kardus. Mangkanya ia malu sekarang.
“Ba baik Om.”Ujarnya Fiko dengan gugup sembari membuka keresek dikakinya itu membuat bunyi yang kurang sedap. Wajahnya memerah saat ini karena tak bisa menahan malu dengan ayahnya Keyna dan Keyna sendiri.
__ADS_1
Jaya menatap Fiko dari atas kebawah. Kebencianya mengubun tapi ketika ingat salah satu dari mereka yang membantu anaknya itu membuat ia merenda. Ia tak tau yang mana.”Nggak usah panggil sama Om. Saya bukan paman kalian ataupun keluarga kalian. panggil yang lain saja...”Ujarnya dengan dingin mentap Fiko lalu membawa Keyna masuk.
Dara menatap Jaya dan Keyna tak suka. tangannya mengepal saat ini.”Buah memang nggak jatuh ya jatuh dari pohonnya. “Ujarnya sinis namun pelan itu.” wajah aja si Keyna itu songong. Ayahnya aja songongnya enggak ketulungan he.”Ujarnya lagi dengan geram. Ia tak suka direndahkan.
“Saya mendengarkanya.”Ujar Jaya membuat Dara menegang ditempatnya. Jaya tersenyum sinis tanpa membalikan tubuhnya.” jIka tidak suka silahkan angkat kaki dari rumah saja. “Lanjutnya dengan dingin lagi.
Fiko mencubit pertnya Dara membuat Dara meringi sakit merasakanya sungguh Fiko tega sekali. Fiko menjelitinya dan menyurunya diam dengan bahasa isyarat kali itu. “Ayok kita masuk..”Ujarnya lalu membantu Dita masuk kedalaman.
Keyna menahan tawanya dikalah itu. Papanya sangat bisa ya diajak bercanda dan juga diajak akting. Wow. Kenapa papanya tidak mau jadi artis saja ya? jika papanya ikut casting atau lombah drama. Keyna yakin papanya aka mendapatkan peran ataupun juara wkwk.
Fiko memasuki rumah itu bersama keluarganya. Mengikuti jalanya Keyna dan juga papanya yang ternyata menuju ruang tamu. Ternyata disana memang masih tetap sama. Itu rumahnya bahkan tak ada yang diubah sedikitpun tata letak atau apapun didalam sana membuat dita menangis. Dara dan Daren pun tak bisa mengalihkan pandanganya kepada rumah itu.
Rumah yang awalnya diisi dengan poster dan juga foto keluarga sekarang sudha tidak ada lagi. Isinya banyaklah fotonya Keyna bersama Reyano.. Jaya dan juga Foto mereka bersama. Ada juga Foto mamanya Keyna dikalah Keyna masih berumur empat tahun. Disana mamanya yang sudah sakit namun masih terlihat sangat cantik. Uhhh.. mata sipit mamanya membuat siapapun berpaling. Wajar saja si jika Keyna cantik. Memang dari mamanya saja cantik. Jika mamanya cantik anaknya tidak bisa jadi pertanyaan dong ya kan?
Keyna menatap bik Yanti. Bibir yang masih sama pemilik rumah ini dulu, iya.. ia yang dulu merawat Keyla dan itu membuat keluarga itu tertegun. Sungguh mereka mendapatkan kado yang luar biasa malam ini dari Keyna.”Bik Yanti.. sini dong bik.”Ujar Keyna memanggil bik Yanti yang sekarang baru saja dari lantai atas karena membersihkan sisa makanannya Keyna tadi.
“Ambilin minum dongbik... Buat mereka.. “Ujarnya Keyna dengan santay...”jangan upa tadi ada kue diatas meja. Tolong bawa kesini juga. Soalnya itu ‘sisa aku makan tadi’ dari pada enggak dimakankan. Mending dikasih sama mereka. Kan mubazir..”lanjutnya tanpa pri kemanusiaan dikalah menekan kata kata sisa disana.
Fiko dn lainya tak tau harus senang atau sedih marah atau kesal mendengarnya. Sisa? Mereka bagaikan manusia sampah saja dimatanya Keyna bukan? Bagaimana bisa ia dikasihi makan sisa seperti itu? Keyna yang merasakan perubahan mereka membuka mulut bertanya.”kalian maukan? Soalnya kata orang mubazir tu engak baik loh.. mangkanya aku bagi-bagi.”Lanjutnya dengan sok manisnya.
Fiko yang belum juga duduk karena belum dibolehi oleh orang rumah itu hanya tersenyum paksa,”Eng engak apa-apa kok... Lagian juga kita memang belum makan, jadi enggak apa apa.”Lanjutnya jujur.
Nmaun kejujurannya itu semakin menjatuhkan keluarga mereka. Mata Keyna membulat mendnegarnya.”Beneran? yaammpun.. sayang banyak banget kan makanan sisa dikulkas itu.. masih banyak tapi aku enggak suka jadi Bik Yanti bawain semuanya kesini ya.. biar mereka aja yang makan.. jangan dikasihi sama kucing lagi.”Ujranya dengan sok polos.
Tanganya Dara terkepal mendengarnya namun ditahan oleh Daren. Sebab ia tau Dara sebentar lagi akan meledak disini. “Baik non.”Ujar bik Yanti menatap Fiko dan keluarga dengan tatapan gugupmya.
__ADS_1
Jaya duduk dikursi kebesaran disana. Kursi single disana membuat Fiko bergetar kakinya ingin duduk. “Bolehkah kami duduk?”Karena tak kuat menahanya lagi Fiko bertanya dengan kegugupanya.
“Enggak..”Bukan Keyna yang menawab. Tapi Keyna. Ia menatap Fiko dengan tatapan dinginya.”Kalian bau.”Ia menutup hidungnya dengan sinis” jadi nanti shofa rumah kami kutan bau.”Lanjutnya sinis.
“Pa..”Ujar Keyna sok menahan membuat Jaya mengela nafas. “Duduk aja enggak apa-apa kok. Nanti kami bisa beli parpum mahal.. lagian juga saya bukan orang jahat yang menyuruh orang lain duduk diantai sedangkan diri saya duduk diatas haha lucunya.”Keyna tertawa hambar.
Fiko dan lainya menatap Keyna dengan bingung. Apa yang lucu. Keyna yang memandang itu membuat Keyna kembali angkat bicara.”Kemarin saya dengar diberita. Jika ada seorang kakak yang ninggalin adiknya dijalanan dikalah sekolah karena tak mau kursi dan mobilnya bauh. Ia bahkan menendang adiknya disana membuat saya ingat disana saja akok hehe.. oh iya.” Ujarnya lagi menyingung.
“Siapa? Dimana kamu nonton?” Suara Riko mengawali pernyatanya Keyna. Ia terasa tersingung saat ini. sebab ia dulu suka meninggalkan Keyla ditengah alan. Ia sangat ingat dulu bahkan Keyna juga pernah lecet semua tubuhnya karena ia paksa keluar dari mobilnya. Padahal dikalah itu Keyla sedang ujian akhir semester membuat Keyna mendapatkan nilai merah dikalah itu. Bukan hanya stau kali. Tapi berulang kaki tanpa tiada hentinya.
Bukan hanya Riko saja yang tertampar. Tapi juga Daren dan Dara.. Fiko jangan tanya. Mereka semua terasa tertampar membuat Keyna tergeak melihat wajah pucat pasih mereka.” kemarin saya lihat dihape teman saya.. “Lanjutnya dengan kalem.”Duduk dong.. enggak apaa apa duduk.”Lanjutnya dengan menyuruh mereka duduk disana dengan damainya. Sunggu Keyna bampak sangat seram saat ini.
Fiko menganguk kaku,”Makasih Ke Keyna.”Ujarnya gugup lalu mendudukkan shofa didepannya itu, disana diikuti dengan Dara Daren. sedangkan Fiko duduk disampingnya Fiko. Karena tak mau shofa itu kotor. Fiko mendudukinya diujungnya saja. setidaknya ia sudah bisa duduk itu sudah cukup batinnya.
“Ini non makanan sisa dan minumannya.”bik Yanti membuat suasana canggung itu cukup mencair sedikit. Ia meletakkan kotak kotak ke yang berbagai jenis tu diatas meja. Mungkin jumlahnya ada enam kotak. Itu fariannya banyak, ada yang coklat stroberry, pisang,, blueberry. Vanila dan juga taro.. itu cukup mebuat air liur pada keluarga Handi itu ingin menetes karena rasa lapar mereka. minumnya disana ada jus pepaya dibuat oleh bik Yanti. Itu cukup dimata mereka. Ada juga minum air putihnya.
“Yaudah diminum.. dan dimakan, nanti jika selesai kita bicarakan ya..”Ujarnya Keyna disana. Sedangkan Jaya menghela nafas, ia tak terlalu paham akan permainan Keyna. Tadi disuruh kejam tapi dia sendiri yang baik. Bukan baik si sebenarnya. Jika Jaya mengenakan cara kasar untuk menyakiti hati rang. Namun Keyna mengunakan cara dan kata kata yang kasar. Bahkan kekasaranya Keyna menusuk sampai ketulamg bukan?
Fiko yang mendengar itu mengangguk.”Terimakasih ya Key sudah mau menerima keluarga saya. Terimakasih ya Om.. meskipun kami jelek dan bauh.. kami minta maaf sudah merepotkan kalian.,”Ujarnya Fiko tak enakan.
Jaya memutar bola mata malas.”Terpaksa..”Jawabnya dengan mata malas. Fiko dan lainya menatapnya takut.”Lah iya.. jika bukan karena Keyna ngapain saya mungut kalian he? Mana mantan orang jahat lagi. “Lanjutnya. Meskipun saya juga jahat dulu.. kita sama. Batinnya sendu dikalah itu.
“Udah.. makan makan. Tu Ibu kalian natap minum terus dari tadi. nanti mati pulak karena dehidrasi.”Ujar Keyna membuat Dara mengangguk meski tak ikhlas diinjak. Sugguh rasa lapar mereka hilang sekarang. Yang ada hanya rasa tertekan baik hati maupun batin. Rasanya akh.. menelan tangisan itu skait banget loh.
“Mmmm iya.. makasih.”Fiko mengangguk sembar mengambil minum itu dengan getirnya. Kenapa sakit banget ya??? Lalu ia mengambil kue didalam kotak kotak kecil yang masih ditutup itu yang katanya sisah. Ia sangat lapar dan juga mau menghormati orang rumah.”Say saya makan ya..”Ujarnya dnegan gugup mengambil rasa coklat itu.. diikuti dengan Daren dan Riko.. diakhiri dengan Dara karena rasa lapar dari kemarin tak tertahankan. Mana bauh nya uh..
__ADS_1
Ternyata Keyna tak sejahat yang mereka kira. Isi dari kue itu memang sisa. Namun hanya dimakan satu atau dua suap saja. Masih sangat utuh. Ada si beberapa yang dicolek membuat mereka memakanya. Rasanya ? jangan tanya. Roty mahal bre..
Keyna tersneyum sinis menatap Riko dan lainnya. Kenapa ia memberikan kue dan makanan sisa seperti itu? Itu karena dulu Keyla selalu dikasihi makanan sisa seperti itu. Tak pernah dikasih makanan bagus oleh keluarganya membuat ia ingin membalaskan rasa sakit itu. Disana tak ada yang menyadarinya. Kecuali satu orang.. Yiatu Dita. Bahka Dita bisa melihat mata Keyna penuh kebencian menatapnya.