Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Ketahuan


__ADS_3

“Key.. Lo mau kemana?” Tanya Andes saat melihat Key menarik jaket kulit yang didekat sofa tempat keluarga Natan dan lainnya kumpul. Tak mungkin bukan Key pergi hanya mengunakan tangtop saja?


Key menggunakan jaketnya cepat.” Gue ada urusan. Lo tolong usahaain yang terbaik buat bunda Natan ya...” Ucapnya lalu berjalan tergesa-gesa mengambil kunci motor dan mobil, serta mengambil dompetnya.


“Gue ikut...” Mutlak Mike mendekati Key. Meskipun ia tak tau kemana. Ia mau menjaga Key sepenuh nyawanya.


Key mengeleng.” Lo disini aja. Gue sendiri..”


“Gue aja yang ikut. Mike lo disini aja, jangan bahayain nyawa lo. Lo harus mikirin kehesahan lo juga...!” Ketus Andes menatap Mike.


Kepanikan Key tak bisa mencerna ucapan Andes. “ Lo disini aja. Kan dokternya kenal sama lo.” Ia mentap Andes yang juga memakan jaketnya...


“Dia sudah gue jelasin. Lagi pula Mike juga kenal kok.”


“Tapi gue mau jagain Key Des...!” Ketus Mike penuh harapan.


“Lo pikirin nyawa lo dulu, baru nanti lo bisa jagain Key sepuasnya...!” Ketus Andes penuh arti. Ia mengikuti Key dan meninggalkan semua orang yang heran tak tau mau bertanya apa.


“Key mau kemana? Perlu kita temenin nggak?” Tanya Danil menahan Key.


“Nggak perlu. Kalian temenin aja Natan.” Key pergi tanpa mau mendengarkan lagi pertanyaan dari mereka.


“Gue aja nyetirnya... “ Ucap Andes merebut kunci motrornya Key membuat Key mendengus kesal. Karena Andes tak mau dibonceng saja.


Tapi ia menurut saja. Jika berdebat akan memakan waktu lebih banyak membuat ia bisa kehilangan kesempatan. Ia mengatakan pada Andes dijalan apa permaslahanya. Tentu saja kata ‘Bodoh’ atau kata ‘Manusia paling Beg*’ Dikeluarkan dari bibir tipis Andes untuk Key.


Tapi dengan tegas Key menjawab. “Gue Cuma mau nepatin janji gue sama Keyla asli...” Membuat Andes gondok setengah mati. andai saja ia bertemu dengan arwa Keyla. Ia pasti sudah mencekik sampai mati arwanya.


Tapi sayangnya arwanya tak akan mati..


saat sudah masuk diperumahan komplek elit dimana rumah Key berada membuat Andes dan Key berhenti. Mereka memilih berhenti tak jauh dari rumah Key. Ia tak mungkin bisa masuk bukan?


“Terus gimana Key?” Tanya Andes menatap Key dibelakang. “Kita masuk aja atau nyeludup ni?” Lanjutnya.


Key menatap pagar rumahnya, pagar itu terbuat dari beton yang tingginya mencapai 3meter membuat ia harus mati-matian berpikir, jika lewat depan, pasti akan ditahan, yang lebih parahnya ia akan mendapatkan penganiayaan dari papinya yang kejam. Secara dirinya masih menjadi boronan ntuk keluarganya sendiri.


“Nggak ada cara lain selain masuk denngan cara lompat pager.” Ucap Key sembari turun dari mogenya. Ia melirik kiri dan kanan dengan serous.


Andes menyusul Key “Rumah lo nggak ada CCTV?”


“Gue ngak seberharga itu kali dirumah sampek diawasin pakek CCTV dikamar. Gue tau dimana nggak ada CCTVnya.” Key terkekeh setelah membicarakannya.


Andes diam sembari melirik Key. Ia kagum pada Key yang tak pernah menangis. Jujur, ia baru tau saat Key meninggal jika Key itu sangat menderita. Ditambah Key tak pernah mengeluh dan juga selalu mementingkan orang disekitarnya. Key itu sangat tak peduli jika menurutnya tak penting. Bisa dikatakan jika setiap rang yang kenal denganya akan sangat beruntung. Tentu saja..!

__ADS_1


“Gimana cara naiknya? Tinggi banget lagi,.” Desis Key.


Andes tersenyum. Ia melirik kanan dan kiri lalu menarik Key untuk mendekat. “Naik motor, nanti lo gue naik duluan terus nyambutin lo ya..!” Ucap Andes sembari menaiki motornya.


Key diam saja melihat Andes menghidupkan motornya lalu menempatkan motor itu dipinggir tembok, tentu saja akan membuat Andes bisa naik dengan mudah, secara tinggi tubuhnya 180cm berbeda dengan Key yang hanya sebatas 150Cm saja.


Hap..


Andes sudah berada diatas tembok. Ia mengulurkan tanganya pada Key.” Key, naik motornya lalu pegang tangan gue..” Ucapnya pelan.


Key melirik kanan dan kiri, tak ada orang membuat ia menaiki motor lalu menyambut tangan kekar Andes. Tak membutuhkan waktu lama, Key sudah berada diatas tembok.


“Loncat..” Ucap Andes pada Key membuat Key mengangguk.


Ia harus loncat setinggi 3meter itu tak masalah, karena memang sudah biasa.


Bugh..


Ia mendarat dengan sempurna bersama Andes membuat mereka melirik satu sama lain lalu menaikan alisnya beberapa kali.”Jadi, udah gini apa rencana lo?” Tanya Andes.


“Kempesin ban mobil mereka, atau rusakin mesinnya sekalian.” Jelas Key membuat Andes mengangguk.


“Jekson dimana?”


Key mendekati mobil Dara terlebnih dahulu.” Lo beresin mobil yang merah sama yang Abu-abu. Gue mobil Item ini sama Pink ya..” Ucap Key membuat Andes menganguk. Disana masih sangat sepi.


Sekarang itu masih jam siang, dan membuat Key heran itu mengapa keluarga ini kumpul. Apakah mereka tidak keluar atau kerja? Tapi Keya tak mempedulikan itu. ia harus selesai dalam waktu cepat.


Tapi sebelumnya ia harus memperbaiki mobilnya, karena ia sadar jika semua mobil ini pasti disabotase oleh Andi. Mobil Key memang masih tinggal karena dulu saat ia keluar, ia hanya membawa mobil membuat ia rindu akan mobilnya.


Tapi saat ditengah jalan. key yang baru membereskan satu mobil dan Andes yang juga baru selesai satu mobil membuat mereka terkejut saat mendengar ucapan dari Handi. “Apa yang kalian lakukan?!!!!” Teriaknya. Untung Key sedang mengecek mobilnya.


Andes segera mendekati Key. untungnya Andes baru saja menyelesaikan satu mobil. “Gue mau ngambil mobil gue lah. Ini masih hak gue kan?” Tanya Key beralibih. Ia seberanya sangat terkejut sekaligus panik. Karena mereka belum selesai membereskan masalah mobil.


Habib tersenyum devil. Ia mendekai Key lalu menarik rambut panjangnya. Tapi ditepis oleh Andes. “Dasar anakk bodoh. datang kedalam kandang singa.” Desisnya. Ia kan mencari Key selama ini, dan hari ini Key datang sendiri membuat ia akan memberi perhitungan pada Key


“Pi. Nanti aja, kita harus segera pergi, kita harus menemui dia...” Ucap Fiko yang tak jauh dari sana.


“Bener pi. Nanti dia bisa kita selesaikan. Kita harus pergi sekarang juga..” Sahut Riko menatao tajam Key. Ia masih dendam pada Andi dan berdampak pada Key. Ia berjanji akan membunuh Key dengan tanganya sendiri.


“Iya sudah. Kau sedang beruntung. Dasar anakk sialann..!” Maki Handi membuat Key hanya menatap datar.


“Jangan pakek mobil ini....!” Bentak Key saat Handi membuka pintu mobilnya, karena Key belum membereskan mobil ini.

__ADS_1


“Singkirkan tangan sialan mu itu. Aku mau pergi..!” Teriak Handi membuat Key bingung. Ia harus apa.


“Mobil itu rusak. Kau pakai saja Mobilku..” Tawar Key membuat Andes tak mengerti jalan pikiran Key.


Bugh...


Tak ada yang sadar pipi Key diterjang oleh Daren dari samping membuat Key terpental kemobilnya. Mata Daren merah menyalah membuat orang-orang disana membelalak. “Sialan kau... Berani kau kerumah ku..!!! Mati kau..!”


“Bugh..


Bugh..


“Jahuin tangan kotor lu dari Key..!” Bentak Andes menghajar Daren. Tak sampai disitu, Riko yang melihat itupun juga turun tangan membuat Andes berkelahi dengan dua orang sekaligus, sedangkan Krey sudah merasakan sangat sakit dibagian perutnya, karena perutnya terhentak sangat keras pada mobil..


“Sudah Pii. Biarkan saja mereka. Kita harus cepat..” Ucap Fiko melihat papanya.


“Tapi—“


“Tidak akan apa-apa. Riko dan Daren itu kuat. Mereka pasti bisa menghabisi mereka..” Ucap Fiko menenangkan. mereka tak tau saja jika Andes adalah ketua mafia.Handi mengangguk, tapi ia bisa merasakan jika nanti akan terjdi sesuatu yang buruk, tapi ia tepiskan sedemi kian rupa.


Handi dan Fiko mengendarai mobil masing-masing, sedangkan Daren dan lainya masih sibuk berkelahi, sedangkan Key mengerang. Namun sadar ketika mendengar mobil Handi mulai pergi..


“Berhenti...!” Teriak Key pada mobil Handi. Tapi Handi hanya melihat sepion tanpa mau berhenti. Begitu juga Fiko.


Key mengejar mobil mereka, namun sayangnya mereka tak mendengar membuat ia harus menahan perutnya dan memaki. Ia menarik Andes yang masih berkelahi.” Nggak ada waktu kita harus pergi sekarang juga..!”


Ia membuka pontu mobil membuat Daren dan Riko mengerang marah.


“Keluar pengecut..!” Teriak Rko saat melihat Andes masuk didorong oleh Key. Key memasuki mobil dengan mengacukan jari tengah terlebih dahulu pada Riko dan Daren membuat mereka terkejut.


.


.


.


.


Welll **Sorry baru up yaa. Solanya masih buat tugas sekligus harus on going novel.


sabar ya sampek author sudah UAS saja ya.


jangan lupa dukung dengan cara like vote nad komen yaa**...

__ADS_1


__ADS_2