
Ini khusus pertemuan Keyna dengan Rindu sang gadis pemberontak. Yaa.. Rindu novel seblah loo yang gadis kuat itu... cuma mau gabungin sii gadis sadis sama gadis pemberontak..
.
.
.
Keyla menghela nafas panjang saat ini, ia sedang menghisap Vave yang beraroma vanila, otaknya sedang kacau karena Keyla kembali menghantuinya, kenapa Keyla menghantuinya? Karena Keyla marah soal Fiko yang tau jika ia sudah mati. ia tak mau keluarganya tau ia mati, padahal Keyna memang jujurkan?
“Eh maaf..” Ujar sii penabrak membuat Keyna melirik sii penabrak, sii penabrak mengundang baju serba hitam, wajahnya tertutup oleh kain hitam, ada seorang doter tampan dibelakangnya yang menatapnya tajam.
“Kalo jalan pakek mata..!!!” Tegur Keyna keras sembari mendorong tubuh sii penabrak membuat sii pebabrak mental kebelakang untunglah ditangap pria dibelakangnya.
“Kamu tidak apa-apa Rindu..!!” Ujar sii pria dibelakangnya manis. Namun Keyna dapat melihat jika perempuan bernama Rindu itu menepis tangan pria berjas dokter itu.
“Maaf mbak.. saya tidak sengaja.” Ujarnya menunduk Keyna mendengus menatapnya. Bajunya sedikit basa akibat jusnya yang jatuh.
“Keyyy..!!!” Teriak pria diambang pintu membuat Keyna yang masih mau marah menatap asal suara, disana ia dapat melhat Boy dan juga Alex, dibelakangnya diikuti oleh Natan, Danil dan juga Reval. Mereka baru saja kenalan dengan anak galaksi, sedangkan Keyna? Ia tak mau ikut karena malas.
“Ada apa ini?” Tanya Boy menatap sosok gadis lain dipingir meja Keyna, disana ia dapat melihat sosok misterius bersama pria yang sangat tampan. S9sok misterius serba hitam itu menunduk.
“Ini.. mereka nyenggol gue. jatuh jus gue, celana gue basa juga..!!” Ketus Keyna membuat anggota galaksi itu meradang.
“Kan sudah Rindu bilang, jika dia tidak sengaja, dia juga sudah minta maaf..!!” Ketus pria disamping gadis bernama Rindu itu. Rindu memang tak sengaja karena lantai yang lumayan licin.
Bra.
.” Loe berani sama gue? loe nantangin kita?” Teriak Alex didepan pria itu.
“Dokter Rey udah, ngak usah diladenin, kan memang saya yang salah, saya tidak apa-apa..” Ujar Rindu menghalang dokter Rey yang mau menerjang Alex.
“Nggak usah sok manis, sok baik... minggir loe...!!!” Teriak Alex pada Rindu dengan mendorong membuat Rindu menabrak dokter Rey lagi.
Brak.. “Loe jangan sentuh gue..!!!” Bentak Rindu membuat mereka terkejut, suara Bas Rindu membuat mereka merasakan jantung mereka berdetak cepat. Suara seperti preman, apa dia memang perempuan.
__ADS_1
Brak..” Loe berani sama gue?” Tanya Keyna bangkit sembari menaruh telunjuknya dibahu Rindu
“So? Gue memang salah sama loe, tapi bukan berarti gue takut sama loe.” Ujar Rindu tajam.” Dan asal kalian tau. Gue sii takutnya sama orang yang punya akhlak, belajar berahlak supaya orang lain segan sama kalian..” Ujar Rindu melengos pergi meinggalkan Keyna berkedip.
Mereka terkejut dong.. sosok menggunakan cadar dan baju serba hitam. Tapi berani sekali dengan mereka. Apa dia tidak tau jika berhadapan dengan singa hutan? Bahkan lebih mengerikan lagi.
Bugh..
Keyna menedang Rindu namun ditahan oleh dokter Rey membuat tendangan itu mengambang. Dengan gerak cepat pula ia menedang perut dokter Rey membuat kakinya terlepas dari cegkraman dokter Rey.
Ia berlari dan mendenkati Rindu yang baru saja membalikan basannya, lalu ia melayangkan tinjuannya karena malu. Tanpa ia duga jika Rindu melakukan kayang 180°lalu melakukan gerak berputar dikaki membuat Keyna jatuh.
Keyna jatuh langsung bangkit dengan gerak mengambang lalu mengarahkan terjangan para Rindu. namun tak ia duga, Rindu menahan kaki Keyna lalu menendang tulang keringnya. Itu sangat sakit namun ia tak mau kalah, harga dirinya terluka..!!!
Tak sampai disitu, ia menerjang sosok Rindu membuat ia menabrak meja dan membuat minuman dan makanan jatih menimpa kepalanya.
Kyakk..
suara teriakan yang punya meja menggema melihat itu. Namun tak sampai disitu, Ia menedang kursi kearah Rindu. Namun Rindu segera mengelak kesamping. Ia mendekat lalu menginjak kepala Rindu, tapi sayangnya Rindu mengambil kakinya dan menghunusnya kekanan menyebabkan suara yag mematahkan kaki, untunglah kakinya masih kuat menahan.
Rindu menjulak kaki Keyna membuat Keyna terjungkang dan meja makanan orang. Tubuhnya juga terkena saus dari ayam Rica-rica, nasi dan juga Juss jeruk. Namun mata Rindu menjelajah dikalah melihat dokter Rey dihajar lima pria sekaligus. Dengan cepat ia mengambil satu kursi pengunjung.
Prang..
Rindu menghusukan kursi itu kekepala Alex dan mengibaskan ke yang lain membuat dokter Rey yang hampir dikeroyok mundur. Rindu dengan cepat menedang perut Boy dengan keras membuat Boy menerjang Danil dan Natan.
“Berhenti.,..!!!” Ada dua scurity menahan mereka membuat Rindu diam ditempatnya lalu melirik sekitar, ternyata Keyna mendodomgkan pistol dikepala Rindu. Rindu tersenyum sinis dibalik cadarnya. “Mati loe..!!” Teriaknya.
Hanya karena tertumpah sedikit jus? Dan sedikit tertabrak? Namun gadis itu bagaikan orang yang sudah gila saja. Bagaimana bisa ada gadis seperti ini. “Mau bunuh gue?” Rindu terkekeh geli. “Bunuh sama pistol loe? Pengecut..!!” Rindu menatap mereka tajam.” Kalo mau bunuh jangan pakek senjata, sebab gue enggak pakek senjata. Malu gue liatin kalian. mental pistol semua.” Ujarnya membuat mereka meradang.
Satpan meneguk saliva kering menatap itu. Keyna memasukkan pistopnya kedalam jaketnya karena malu.” Udah hebat loe ya? Berani nantangin Gue?”
“Hebat sii enggak, tapi yaa seenggaknya, nggak sepengecut kalian. cih, Cuma gara gara jus kalian mau bunuh gue. gila..!!” Ujarnya sinis. “ Kalo negrasa hebat jangan nyerang rame-rame, lucu aja liatin kalian.” Ujarnya sinis lalu meningalkan Keyna dan kawan kawan.
“Salam sii calon mayat..!!” Rindu melambaikan tanganya membuat mereka tertegun. Pria bernama Rey itupun mengikuti Keyna.
__ADS_1
“Gila..!! Dia cewek? Diih bisa ngalahin loe Key..” Ujar Boy kagum. ia menatap Rindu yang meningalkan rcafe dengan santainya.
Ternyata dia baru saja memesan es cream begitu banyak. “Siapa namanya tadi?” Gumamnya.
Keyna memegang dadanya. Ia mengedip beberapa kali.” Rindu..!!” Gumamnya. Ada sesak didadanya saat mendengar’ Salam dari sii calon mayat’ padahal ia sudah mati membuat ia merasakan ada getaran sesak. Apa karena ia sudah mati? atau karena ia sadar, jika ia salah, ia tau jika sikapnya berlebihan. Tapi ya memang begini, jika ada yang menyengolnya ya bacok ‘sengol bacok’ memang sangat diterapkan oleh Keyna dan kawan-kawan.
"Mbakk.. mas.. gantiin kerugiannya..!!” tegur manager membuat mereka membuyarkan lamunan.
“Ehh.. kenapa enggak minta sama yang tadi? Siapa tadi? Kan dia juga yang ngajak gue berantem.” Ujarnya Sinis.
“Itu tadi Rindu, san saya tau jika kalian yang mengajanya berkelahi. Saya mengenalnya jauh lebih lama, jadi saya tau jika dia tak akan berulah jika tidak kalian yang mencari gara-gara sama dia. Dia memang jago silat, tapi dia engak jago cari masalah kayak kalian. cepat ganti rugi..!!!” Teriak pak Jeje. Ada yang tau? Mantan atasan Rindu. Apa lgi ini cafe pak dokter rey.
“Ngga sudi.. cabut guys..!!” Ujar Boy mengajak yang lain.
“Woy..!! gue laporin kalian saa polis ya..!!” Teriak Jeje membuat mereka mencebik.
“Bodo amat..!!” Mereka melambaikan tangan, sedangkan Scurity sudah menahan namun mereka sudah terkapar kena tendangan.
Sialan.!! Gumamnya manager Jeje menatap mereka.
Sedangkan Alex? “ Siapa sama bang Rey tadi?” Gumamnya pelan dalam hati, dia kenal dokter Rey dan dia tau, sangat tau malah. Sedangkan yang lain masih mengangumi soso Rindu. dan masih bertanya tanya, bagaimaa wajah Rindu dan bodynya. Ahhk, ternyata yang tertutup lebih menggoda dari pada yang terbuka, sebab yang tertutup membuat mereka berfantasi liar dan menebak isi dari bungkusan tebal itu..
Keyna? kakinya terasa patah tapi ia tak mau memgakuhinya. Ia malu mengakuinya..,
.
.
.
.
Gimana klo mereka disatuin?.hoho.
Ceweknya hebat hebat yaa...
__ADS_1