
Key hanya terkekeh sembari masuk. Ia memilh duduk disalah satu ruang VIP. ruangan bernuansa merah marun yang dihiasi lampu kerlap-kerlip disko yang dipadukan suara dentuman musik yang bisa dibilang memekakakan telinga, hanya saja menjadi candu bagi penikmatnya.
Sedangkan Natan dan dkk hanya melenggang masuk mengikuti Key, sorot mata pemujaan tak henti-hentinya melototi mereka, aahh, mereka bahkan menatap Natan dkk lapar. Tak sedikit juga perempuan-perempuan itu mendekat untuk menyentu dada bidang ataupun menyentu wajah tampan mereka, namun sayangnya dengan mudah mereka menepisnya, namun tidak dengan Natan yang sesekali menyoel atau menebar pesona pada mereka. All hasilnya jeritan memekakkan telinga.
“Bisa ngak sii lo tu jual mahal dikit.” Suara Reval terdengar kesal saat ini. mereka sudah sook coll namun gara-gara sii curut ini menjadi ambyar semua.
Key menduduki bangkunya dan menatap teman-temannya yang ikutan duduk didepannya. “Serah gue lah. Gue normal,” Ketus Natan.
“Normal liat tempat, nabur ditempat sampah, kan jorok otong loo.” Danil mengelengkan kepalanya.
Tak..
“Mulit lo busuk bau tahik.” Natan menjitak bibir Danil yang sekai bicara bikin sesak dada.
Danil mengusap bibirnya keras.” Monyong dahh bibir sexy gue. takut banget lo kalo jal*ng lo tergoda sama bibir gue.”
“Jangan digosok tu bibir, nggak bakal dapet hadia ataupun keluar jin.” Sahut Key terkekeh.
Danil menatap Key gemes.” Lo kira bibir gue teko ajaib yang ngeluarin jin, ataupun kotak ale-ale yang digosok dapet hadia. “
“Kali aja bisa.” Key terkikik pelan.
Salah satu pelayan pun datang menemui mereka dengan wajah ramahnya. Pelayan perempuan yang berpenampilan sexy. Ya sexy lah, karena apa? Karena memang wajib sexy kalo disini. Namanya juga kerja ditempat kotor. “ Selamat malam tuan, nona. Apakah ada yang ingin dipesan. “ Ia tersenyum lembut menatap Natan dkk.
“Kayak biasa aja mbak.” Sepertinya mereka memang sering kesini sampai-sampai pelayan saja hafal dengan pesanan mereka.
Pelayan itupun tersenyum. “ Kalo adek mau pesen apa? Soalnya saya baru liat adek.”
Key menaiki satu alisnya. Belum juga ia menjawab namun pelayan itu sudah lebih duu menyela membuat ia gondok setengah mati. “Kayaknya adek masih SMP yaa, pesennya susu aja kalo enggak shakemilk atau shakestorobery, coklat atau jus advokat aja gimana biar ngak bahaya.”
Sffuuuu..
Natan dan lainnya menahan tawa.
Helllo Keyla itu sudah kulia loo.
__ADS_1
Ini disangkah anak SMP. Segitu kecilnya kah dia?
Atau memang mukanya babyface yaa. Tapi rasanya kok dia kesal.
Karena dulu dia itu selalu dipuji dewasa, dengan tubuh bagaikan model terkenal, muka tegas dengan bentuk ovalnya, tingi badan yang jauh diatas perempuan lainnya. Ahh, ia kesal dengan kenyataannya. Wajah ovalnya sekarang dihiasi pipi cubby. Mata tajam berubah menjadi bulat jerni nan menggemaskan menampakan jika dirinya masih polos, ditambah tinggi semampai. Bisakan Key meminta dikuburkan saja dilubang semut.
“Gue pesen shakemilk aja.” Shakemilk itu susu ynag dikocok-kocok itu loo, tapi pakek ice. Sebenarnya Key tak pernah menyentu alkohol, namun dia penikmat Vave. Kalian tau vave? Vave itu semacam roko manis kalo katanya. Ada bau strobery, coklat, minyak kelapa dan juga ada bauh parpum, jika didalam mulut membuat rasa manis. Dia bukan penikmat akut, hanya saja jika ia sedang kalut baru ia merasakannya. Bukan karena ia takut vodka ataupun sejenis alkohol lainnya, hanya saja ia tak menykai pahit ditengorokannya membuat suaranya hilang sampai dua hari ahh, ia dulu pengidap amandel akut. Jika ia minum minuman terlalu manis saja ia tak akan sanggup memakan biscuit barang lembut sedikitpun.
“Lo kalo Cuma pesen itu doang kenapa kesini Key? Caffe aja loo. Ahh, kirain lo bakal minum sampek mabuk sama joget- joget kejer diatas panggung.” Natan meredakan tawanya.
Sedangkan wraiter tadi sudah pergi dengan pesanan mereka. Key menatap mereka santai. “Gue nggak bisa minum gituan. Har-Ran.” Ia terkekeh.
“Sok malaikat lo. Tadi aja mukul orang nggak har-Ram.” Sahut Danil.
“Sorry gue ngak ada mukul orang ya, gue Cuma diem aja tadi. Cuma jadi penonton setia.” Key mengalak ketus. Benar bukan? Ia tak ada menyengol ataupun memukul, hanya diam dan menatapi kakak-kakaknya yang lemah itu, ahh, masa dengan Mike saja kalah ckckck.
Ditempat lain ada sepasang mata menatap Key intens sedari ia masuk tadi. Mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala ia menilai Key dengan teliti. Datar dan juga dingin adalah definisi yang diutarakan wajahnya.
“Lo liat apa sii Al?” Dewa menepuk bahu temannya yang sedari tadi diam melihat satu titik membuat ia heran. Ia mengarahkan pandangannya tempat manik mata temannya berlabu dan sontak saa matanya menyipit untuk melihat lebih jelas,
“Itu, itu bukannya pacar lo itu yaa, yang nembak lo waktu itu..” Matanya melebar sembari menepuk temannya beberapa kali.
“Apaan sii yang kalian omongin?” Sahut pria bernama Jino salah satu temannya Alvaro. Ia melirik teman-temannya yang antusias sekali dilengan kanannya ada seorang perempuan sexy yang bergelayaut manja.
“Itu pacarnya Alvaro.” Dewa mengarahakan telunjuknya pada Key yang sedang bersenda gurau pada temannya.
“Idiih mainannya Club mans. Gue kira dia masih polos dan cupu hanya penampilan aja berubah.” Ia menggelengkan kepala tak percaya.
Alvaro menghela nafas panjang.”Lo nggak mau nyamperin Al?”
“Buat apa? “ Ia melirik Jono datar.
“Lo ngak cemburu liat dia akrab sama temen-temenya. Liat mereka deket banget ngobrolnya.” Jino masih memberi petua panas untuk Alvaro.
“Gak peduli.” Alvari menyeruput alkohol yang berwarna biru didepannya. Dengan gaya minumnya yang sangat manis, ahh, perempuan saja kalah manisnya.
__ADS_1
Salah satu pria yang sangat Key kenali. Ia menghampiri mereka dengan senyum manis. Ahh, matanya tertuju pada Reval.” Hay sob. Udah dateng lama ni? Sorry bikin lo nunggu.” Reval berdiri dan bertos ria pada pria itu. Wajah mereka full senyum.
“Lo bang Pion kan?” Ternyata Reval tak mengenal pria itu, ahhh mengapa mereka bisa menjadi seperti kenal jauh.
Pria yang bernama Pion itu terkekeh.” Iya. Lo ngak mau kenalin gue sama temen-temen lo.”
“Kenalin temen gue . sorry lupa.” Ia mengarahkan Danil dan juga Natan untuk bersalaman.
“Danill.
“Natan..”
Mereka bersalaman sebari tersenyum satu sama lain. Namun tidak untuk Key. Ia bahkan tak melirik, bagaikan tak menyukai pria didepannya. Ia tau busuknya pria didepannya ini. topong ingatkan jika Key adalah mantan pembersi toilet dulu. Jadi ia sangat tau pria didepannya ini,
Namun pria itu masih tersenyum manis, cihh, palsu..!
“Duduk bang.” Pria itupun duduk didepan hadapan Key. Mata Key tajam menatapnya bagaikan jarum suntik yang kapan saja bisa menghunusnya, membuat pria didepannya sedikit menelan saliva. Mengap gadis didepannya ini sagat menyeramkan?
“Gimana bang? Bisa?” Suara Reval membuat Key menarap Reval dengan alis kanan terangkat. Apa yang sedang temannya ini rencanakan?
“Bisa kok. Kita masih butuh orang juga. Tapi syaratnya lo harus setia sama kita.” Pria tu melirik Key lagi yang sedari tadi menatap pria itu seakan mau membabatnya habis.
“Mau gue bang. Pokonya gue mau.” Reval menjawab dengan antusias. Ciih, Key mendengus kesal. Apa yang dibicarakan mereka ini.
Pria itu risih dengan Key. Ia bisa merasakan aurah intimidasi dari gadis kecil.
.
.
.
.
**Maren aku udah Up. tapi lama sirefew amaa NT. bahkan ampsk 2hari. nah klo ini lama diup. tandanya salah pihak Revew yaa.
__ADS_1
jangan lupa Like komentar dan vote oke**.