Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Masih pesan


__ADS_3

Nana? Nama itu terlintas dipikirannya Fiko, ia ingat Nana adalah nama yang disebut oleh Keyla saat dirumah sakit waktu itu, nama yang membantu keluarganya dan juga ayahnya dulu. Apakah orang yang sama? Tapi ia membuyarkan pikirannya lalu kembali menatap Reyano dengan tatapan binar. Satu-satu orang yang masih ingin dimintai bantuan meksipun tak saling kenal.


tragedi dikalah Keyna menjenguk lili saat inhin mendonorkan ginjal saat itu. ada yang ingat?


“Ayoo... aku antarkan kalian..” Ujarnya Reyano dengan membantu Fiko berjalan. Ia memegang pundak Fiko yang tingginya hampir sama. Sedangkan Riko dan Daren sedari tadi menatap tante dan suami tantenya dengan tatapan tajam. Tega sekali keluarganya ini. sama sekali tak igin membantu mereka. Tapi apa yang hendak mereka kata, memang semua ini salah mereka bukan?


“Jangan.. nanti mobil kamu kotor... kami belum mandi sedari pagi..” Ujar Fiko menahan Reyano yang ingin menumpanginya dengan mobil yang tak lain mobil Keyna. Mobil yang diberi Keyna untuknya dulu hasil dari uang ia juara balapan.


Mobil yang harganya hanya limaratusan juta saja. tapi dimodifikasi membuat mobil ini nampak mewah dan juga menarik. pesona mobil itu bahkan mengahalkan pesona mobil yang harga milyaran rupia. Keyna memodifikasinya dengan tangannya sendiri itu...


Fino bahkan mengira jika mobil itu harga milyaran rupia saking bagusnya..


Rya yang melihat itu hanya mendengus, sedangkan suaminya hanya menatapnya dengan diam. teman-teman Reyano menatap Reyano dengan tatapan bingung. “Nggak usah caper.. bilang aja malu masuk mobil mewah orang.. cih." Ujar Riya dengan sinis, ia menatap keluarga tu dengan sedekap dada.


Dara mendengar itu sudah geram. “Tante bisa nggak jangan hina kami? kalo ngak mau bantu ya nggak apa-apa. Tapi jangan hina kami, karena dulu tante juga salah ya.. tante diam aja saat Keyla dipukul papi.. Jangan nyalahin kita doang tan.. kami memang salah, tapi kami engg---“


“Stop..!!” Riya menatap mereka tajam.” Nggak usah ngebela diri kalian, kalian ngak pantes dibelain dan dihargain. Jadi tolong sadar diri. Kalian enggak pantes buat ngebela diri kalian yang memang udah kotor..!” Potongnya ucapan Dara cepat. Ia muak mendengar ucapan Dara yang mau membela diri.


“Tan..---“


“Saya bilang diam. dan pergi dari rumah saya..!! Muak saya denger pembelaan dari kalian. saya tidak sudi mendengar semua pembelaan yang menurut kalian kalian benar..!! Saya muak..!!” Potongnya saat Riko angkat bicara lagi. Nafasnya naik turun membuat suaminya dan anak-anaknya menenangkannya supaya tak kembali meledak.


“Udah Bun...” Ujar Reyano menatap Riya dengan tatapan melemas. ”Yausah kita pergi sadari sini.” Ujar Reyano mendrong Fiko masuk mobil membuat Fiko masuk saja. Diikuti oleh Riko yang membantu ibunya. Dara dan Daren. Semuanya masuk kemobil itu dengan sedikit sempit.


"Nggak usah bantuin mereka Rey... Mereka itu orang jahat...! Jangan mau bantuin mereka. Bahkan mereka tega nyiksa anak dan adik mereka Rey...!" Ujar dari Raya masih tak ikhlas Reyano membantu mereka.


Reyano menutup pintu mobil lalu menatap tante Riya.. “Maaf bunda. Aku bantu mereka karena aku hanya mau ngikutin pesan kakakku.. aku nggak bermaksud ngebela dia.. dan nggak ngedukung bunda,” Ujarnya sopan didepan Riya. Ia bahkan sedikit membungkuk.


Ia masih kekeh ingin membantu keluarga ini.


jadi bagaimana nanti jika dia tau jika keluarga ini yang menyebabkan kakaknya hilang dan sakit? Apakah dia masih sebaik ini? atau malah membunuh keluarga ini?

__ADS_1


Dan saya rasa pilihan nomor dua yang dipilih oleh Reyano.. Apalagi dia sangat menyayangi kakaknya bukan?


Riya mendengus, meskipun begitu dia tak marah, ia bahkan kagum akan Reyano membuat ia terpaksa tersenyum.” Nanti pulangnya jangan malem-malem ya.. kamu nginepkan disini kan?.” Ujarnya pada Reyano yang memnag menyenangkan disini.” Dan jangan dimanjain mereka, jangan terlalu dibaikin, takutnya kamu malah dimamfaatin sama mereka. Secarakan mereka itu iblis..” Ujarnya lagi dengan nada diperjelaskan supaya keluarga itu dengar.


Reyano menatap bunda Riya dengan kekehan.” kalo gitu Reyano pergi dulu ya... Bay..” Ujarnya dengan santay lalu masuk kedalam mobil. Namun betapa terkejutnya saat ia mausk mobil. Bauk pengap melingkupi mobil itu memuat ia tahan nafas.


Reyano menyegarkan kepalanya lalu membuka seluruh kaca mobil supaya udara masuk, ia mematikan AC karena memang akan membuat bauh itu tambah pengap. Sedangkan Fiko yang menyadari itu menatap Reyano dengan tatapan rasa bersalah. “Mobil kamu bauk ya? Maafin ya.. aa kita turun aja?” Tanyanya dengan tatapan sulit diartikan.


Reyano tersenyum tipis. Ia menjalankan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah yang pastinya sudah menjadi intipan para ibu-ibu lambetura. “Iya bauk si bang..” Ujar Reyano kelewatan jujur.” Tapi mobil ini bakal lebih bauk lagi dan lebih nggak guna lagi kalo enggak digunain buat hal yang baik. Jadinya mobil ini lebih bauk lagi dari ini dan lebih mrnjijikkan lagi..”Ujarnya membuat Fiko diam menatap Reyano dengan tatapn sulit diartikan.


“Dulu kakak saya pernah masukin anjing yang hampir mati didalam mobilnya. darahnya tu berceceran buat bauk anyir sama ngeri gitu.” Ujar Reyano bercerta. “Terus aku marah dong, aku jijik sama ngerih sama hal tersebut. Apalagi itu anjing liar.. mungkin anjing gila.” lanjutnya.


Keluarga Fiko mentaap Reyano dengan cermat. “Terus? Kenapa kakak kamu masukin? Nggak sayang sama mobil kalian? pasti bauk jadinya nanti.” Ujar Dara dengan nada yang sedikit jijik begitu.


Reyano terkekeh.”Saya juga ngomong gitu dulu, tau ngak apa kakak saya?” Tanyanya menatap Fiko disampingnya membuat Fiko diam. “Katanya, selagi kita bisa bantuin makhluk hidup kenapa enggak? Mobil bisa dibeli, tapi nyawa enggak, mau dia anjing yang haram, mau dia manusia yang kotor dan jahat. Semuanya sama dimata Tuhan, jadi kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan kenapa mau membeda bedakan ? kan kotornya najis ataupun darah bisa dicuci.. Kalo kita enggak nolong atau peduli sama kesengsaraan orang lain justru kita harus tanya sama hati kita..!!” Ujarnya memberi jeda.


“ Tanyaain sama diri kita, Apakah hati kita masih berfungsi dengan baik atau tidak..!! apakah hati kita yang kotor atau makhluk lain yang kotor? “Reyano terkekeh.”Jadi selagi kita bisa bantu kenapa enggak. Jangan terlalu takut dengan saya. Saya tulus kok..” Ujarnya lagi dengan senyuman.


Sedangkan Fiko tersneyum haru menatap Reyano. “Pasti kakak kamu baik banget ya...”Ujar dari Riko dia dan membuat yang lain mengangguk. Reyano terkekeh saja, tak menjawab dan tak membantah, karena menjawabpun tak penting bukan?


pasti diusir bukan? baju lusuh, bauk badan. pasti mereka pikir mereka pengemis atau pemulung nanti.


“Masih ada ya yang baik kayak dia..” Sahut Dara ketika Reyano pergi kerumah makan. “Padahal kita enggak saling kenal. Tunangan sama sahabat kita aja nggak ada yang mau nolong kita. Bahkan kariawan dan saudara kita.. tapi dia..” Ia terkekeh sedih melihat jalan hidupnya saat ini."Dia bantu kita hanya karena pesan dari kakaknya. Pasti kakaknya bangga banget punya adik kayak dia dan pasti kakaknya hebat banget..."


“Pastinya karena didikan keluarganya. Liat aja, dia bahkan bangga banget sama kakaknya..” Ujar Daren lagi membuat Dara mengangguk. Dita hanya diam saja, ia tak bisa berkata-kata karena ia tak bisa bicara.


Setelahnya Reyano memasuki mobil, ia mengendarai mobilnya sampai kekontarakan rumah yang tak terlalu besar, hanya berisi 3kamar, lalu menyewa rumah itu. Sewanya tak terlalu mahal, tapi ia menyewa rumah itu selama tiga bulan kedepan, supaya keluarga ini tak terlalu memikirannya. Dia juga memberikan makanan yang ia beli tadi membuat keluarga ini bersyukur. Mereka fikir mereka akan mati karena kelaparan. “Makasih ya Rey.. kalo enggak ada kamu, pasti kami akan tidur dijalan malam ini..” Ujar Riko dengan tulus. Saat ini disana hanya ada cowok-cowok aja. Dara da Dita dikamar.


Reyano menganguk lalu bangkit dari kursi kayu itu. “Makasihnya sama Tuhan aja. Soalnya saya hanya perantara..” Ujarnya menadakan kepalanya kelangit.” Dan ini buat pegangan keluarga kalian ya..” Ia memberikan beberapa lembar uang biru kepada Riko.


Riko menahan tangannya” Enggak usah.. kita udah sangat merepotkan kamu.. ini aja udah jadi hutang buat kami. jadi tolong, jangan lagi..” Ujarnya. Ia cukup malu dan sadar diri jika harus meminta uang lagi saat ini.

__ADS_1


Reyano terkekeh.” Uang saya banyak banget sampek saya pusing mau narohnya dimana..” Ia kembali meletakkan uang itu ditangannya Riko santay. “Itu buat kalian aja.. saya Cuma mau minta doa, doain kakak saya supaya bisa sembuh cepet.. soalnya kata kakak saya doa orang teraniaya itu mudah dikabulinya..” Ujarnya jujur.


“Jadi kamu pikir kami orang-oramg yang teraniaya gitu? Menyedihkan gitu?” Tanya Daren memicingkan matanya menatap Reyano.


Reyano menganguk.” Iya. Tapi kan memang kenyataanya begitu..” Lanjutnya dengan nada serus membuat gelak tawa mereka pecah disana. Bukannya mereka marah tapi malah menjadi terkekeh dengan nasib mereka yang memang menyedihkan.


"Memangnya kakak kamu sakit apa Rey?" Tanya Daren pada Reyano yang masih tertawa.


Reyano mengangkat bahunya tanda tidak tahu " Sakit biasa saja... Doain biar cepet sembuh dan pulang ya."


"Pasti kami doain yang terbaik kok..."


Reyano pamit dari sana membuat keluarga itu menatap satu sama lain.” Makasih ya.. lain kali mampir kesini kita ngobrol lagi..” Ujar dari Fiko kepada Reyano yang memaski mobilnya.


Reyano mengangk lalu melajukan mobilnya meninggalkan Fiko dan lainya tersenyum. “Makasih Tuhan.. Terimah kasih..” Gumam Fiko dengan sendunya. Sedangkan yang lain tak kalah menyedihkannya darinya.


“Gue laper.. Yuk kita makan, sumpah gue dari tadi nahannya. Gue mau makan tapi ngak sopan dan malu..” Ujar Dara membuat yang lain terkekeh lalu masuk kedalam. Untuk malam ini dan tiga hari kedepan mereka bisa bebas hidup dengan sedikit nikmat. Tapi entah untuk beberapa hari berikutnya. Kita lihat saja apa yang terjadi dan apa yang dilakukan oleh geng galaksi nanti...


...


“Ayo dimakan...” Paksa Alka pada Keyna yang sedari tadi diam tak mau makan, Keyna sedari pagi diberi makan bubur cair ini. tanpa kunya saja langsung dicerna. Ia juga lelah tak bisa duduk dan tak bisa berdiri. Ia lelah menjadi lumpuh. Padahal baru dua hari dia tidur disini. Bagaimana jika seterusnya? Ia yakin ia lebih memilih bunuh diri saja nanti..


Keyna menahan tangannya Alka. Hhfh


.


.


.


.

__ADS_1


.


Malam nanti up lagi nggak ni?


__ADS_2