
Ada yang lebih sakit dari pada mencintai dalam diam. yaitu ketika. merindu dengan sosok yang sudah tiada..!
Ada yang lebih sakit dari pada rindu.. yaitu sakratul maut.... NVS31
ya.. Didunia ini banyak orang baik ya.... jadi jangan pikir jika dunia kejam dan banyak yang tak baik. Disini Dara dan keluarga baru sadar jika mereka selama ini itu singguj apatis. Merska sering tak mempedulikan orang lain. mereka bahkan tak pernah bersedekah dengan uang mereka.
Manusia merupakan makhluk sosial, karena itulah kita selalu membutuhkan bantuan dari orang lain. Namun tak semua orang memiliki kepekaan sosial terhadap hal-hal di sekelilingnya.
....
Dara dan keluarganya telah sampai sisipan rumah besar dan megah itu. Semua berwarna putih dan itu tak asing dimatanya. Semuanya mereka ketahui.
Hanya saja sekarang rumah yang dulu. mereka ketahui itu berwarna putih saja sekarang sudah dipermak lagi membuat rumah itu menjadi tambah mega dan mewah.
Dara bahkan mengerjap beberapa kali dibuatnya menatap rumah didepannya itu. semuanya membuat ia terteg7n.
Bukan hanya Dara. bahkan Fiko saja tertegun menatap rumah itu, ekspresinya sulit diartikan saat ini. karena kehilangan kata kata.
Riko dan Dita mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan penglihatannya. Dan berfikir beberapa kali apakah yang ia lihat itu memang rumah yang ia kenal atau bukan. Namun berapa kali ia clmengucek dan memutar ingatannya rumah itu teta rumah yang tak asing diingatannya.
"Kakak yakin ini rumahnya? " Tanya Riko kepada Fiko dengan mata yang berkedip. satu mata Foto sudahbbrrwarnah putih karena buta itu menatap Fiko dengan wajah bodohnya.
Fiko mengedipkan matanya menatap Riko. " Iya.. " Ia membuka kertas ditantangannya yang sudah lusuh itu "Dialamat ini beber log Beneran... "Ujarnya lagi" Jika kalian tidak percaya cek aja sendiri."Lanjutnya lagi dengan memberikan keras ditangannya itu kepada Riko.
Riko yang masih tak percaya itu menatap Fiko dengan tatapan bingung nya lalu mengambil alamat ditangannya itu. Ia menatap kertas itu dengan teliti dan nyatanya hasil itu berasal sama membuat ia mengerjap.
"Gunanya Kak? "Tanya Dara kepada Riko namun Riko malah diam menatap kertas itu. Dan Disana ia bahkan mematung.
"haus... "Daren yang menatapnya geram sendiri jadinya, bagaimana bisa Riko mendadak bodor. Ia merebut kertas tag ada ditanganinya Riko dan menatap gerbang nan mega yang menutupi istana dibaliknya itu.
Daren tak kalah jauh responnya dari Riko, ia bahkan mengerjap beberapa kali dikalah itu, karena memang tak bisa menebak apa arti darinkertss ini. Disini memang rumah nya dulu.
Rumah ini sekarang sudah menyatu dengan rumah disambungnya itu membuat ia tak bisa mengelak lagi. Ia bahkan bingung sendiri.
__ADS_1
"Ini memang alamatnya. Tapi gimana bisa.? Kan ini rumahnya nggak bisa kita tempati lagi karena rumah ini miliknya Keyla?,"Tanyanya Daren kepada saudara saudara nya itu.
"Apa Keyna salah nulis ya? Atau dia salah jalan gitu. "Gunanya Riko. dlmenatap saudara saudaranya itu.
"Tapi masa si.? Layaknya enggak deh. ngapain dia jauh alamat palsu? "Ujarnya Fiko mengelak paradikmanya itu.
"Ya siapa tau kan dia cuma mainan kakak. Atau mau balas dendam gitu... diakan benci sama keluarga kita. Jadi ya dia ngerjain kita dan masih kita harapan palsu kayak gini. "Ujar Dara yang masih tak. mempercayai Keyna itu. Jadi ya kotor begitu. lagipula wajar saja dia berfikir seperti itu karena memang srtahunya keyna tak menyukainya.
"Masa si Keyna kayak gitu? "Tanyanya Fiko tak yakin. ia menatap Dara dengan tatapan tak percyanya.
"Tukan Kakak bahkan enggak percaya sama Dara cuma karena cewek lumpuh itu. " Dara memutar bola malas menatap mereka semua itu.
Dilain sisi ada dua satpam yang melihat itu semua menjadi bingung dan juga curiga akan keluarganya Fiko. Mereka bgaikan gembel yang sangat mencurigakan saat ini mekbuat mereka saling lirik dan juga saling menduga duga.
Karena takut dan juga sudah risih akan keluarganya Fiko membuat mereka berdua mendekat dan menangkan saja kenapa mereka berdiri Irwan gerbang rumah yang ia jaga tersebut.
"Permisi pak... "Fiko dan lainnya terkejut dikalah gerbang itu terbuka menampilkan rumah nan mega itu. Disana ada dua sarapan yang berbaju rebah warna putih itu menatap mereka.
Fiko dan lainnya gekagapan menatapnya. mereka memaksakan tersenyum lembut. "Maaf ya Mas... Ini rumah orang bukan tempat buat minta minta. Jadi jika boleh minta tolong jangan menghadang jalan... "Ujar dari salah ayu mereka.
Tentu saja malu keluarga Fiko. tapi bagaimana lagi? Mereka memang salah sih.. Bagaimana bisa mereka disini dengan pakaian seperti ini. "Anu maaf pak. Kami boleh tanya? "Mengabaikan rasa malunya membuat Fiko bakat mulut untuk bertanya akan apa yang ia bingung kan sedari tadi. bukan mengabaikan malu hanya saja ia sudah tak punya malu...
Dua satpam itu menatap mereka dengan anggukan. "Mau nanya naon teh? "Tanya salah Satunya dengan busa kebanggannya.
"Goni pak.. "Fiko mengambil keras ditanganinya Daren tadi lalu mendekati satpam tadi. "Ini alamatnya bener bukan ya? "Tanyanya memberikan alamat itu.
mereka mengambil keras alamat itu dan mulai membacanya. "Iya. m ini adalah rumah yang ada dialamat ini tuan.. Jika saya boleh tanya ada perlu apa ya? "Tanya salah satunya yang bernama Agung.
"Gini pak..."Fiko mengusap pipinya yang tak gatal itu. "Annuuuuu.. Emmm itu teman Saya kasih alamat ini kesayangan dan sebenarnya rumah ini dulu rumah saya dan keluarga mangkanya kami nanya sama bapak.. apa benar ini rumah nona Keyna? "Tanyanya Fiko.
Dua satpam itu malah mneahan tawanya yang hampir meledakd ihadapannya Fiko. "Teman.?"Tanya Agung dengan kekehan sinisnya"ini memang rumahnya nona Keyna Tuan.. Tapi mungkin tuan salah orang... mana mungkin nona kami kenal dengan tuan dan kelurga tuan ini. "Lanjutnya dengan menahan tawa.
Siapa yang percaya Ketika mereka yang miskin berteman dengan orarang kaya.? Dan mereka yang nampak iww... sedangkan tuannya yang nampak WOW.... Who Its?
__ADS_1
Fiko yang kendangan itu nampak merasa sakit hati membuat wajahnya memburum dan menatap ia tajam dan datar.
"Jas judi ini rumah Keyna beneran? Tapi gunanya bisa? "Tanyanya Dara dengan mata yang berkedip layaknya orang bodohnya. Mata menatap rumah yang mega didepannya itu.
"Katanya tadi teken nona kami. Tapi Kok enggak tau ya... Kalian mau bulu kami ha? "Tanya si pria temannya yang berbahasa anda tadi. Dia tipekal. orang yang lembut tapi tegas Melihat orang didepanny sangat mencurigakan menbuat ia menanyakan hal demikian.
"Tapi bukan gitu... Ini aja de pak. Kami. memang temannya Nona Keyna.. Jadi Bisa kah kami ketemu sama beliau sekarang pak? "Tanya dari Fiko menengahi.
"Hm.. Kalian tunggu sebentar.. Biar saya hubungi oke... "Ujar dari Agung memutar bola mata malas. Sebab tau jika ini joker saja. "Lagipula nona Keyna memang berkesan jika ada tamu kami harus menyambutnya. Tapi saya tidak yakin jika tamu itu adalah kalian. "Ujarnya sinis menatap Fiko dan keluarga "Nyambut kalian hehe... Lucunya.. jUjarnya layaknya orang yang paling suci saja.
"Bisa diam tidak...! Kamu cukup hubungi tuan kamu... "Fiko mengeluarkan aura dingin dan juga mengerikannya membuat satpam itu. memutar bola mata malas lalu pergi meninggalkan satpam satunya lagi dan keluarga itu Disana.
Ditempat lain Keyna yang sudah siap menyambut Fiko pun terkekeh melihat kejadian itu. iya... Dia sudah melihat dan mendengar. Hanya saja melihat keluarga itu bagaikan orang bodohnya dan juga baikan orang hilang akal membuat ia keras terhibur dikalah itu. Ia bahkan tak bisa mengobrol rasanya dikalah keluarga itu nampak sangat bodoh menatap rumah mereka sendiri. Bagaikan orang yang hilang arah.
"Suruh mereka masuk sekarang..! "Itulah yang ia perintahkan dikalah satpam menelponnya. marah? " eh justru nanti ia akan memberikan bonus karena sudah membuat ia tergerak dan terhibur.
Satpam itu sendiri yang belum bicara apa apa tapi Keyna yang sudah menyerah DNA mengetahui tujuan dirinya menghibunginya membuat ia mengerjab bagaikan orang linglung. "Gunanya gimana? Nyiru mereka masuk? itu artinya nona tau dah kenal. mereka. Tapi dari mana dia tau? "Gunanya menahan jagad.
Nampak ia sudah menahan pucat kepasihna diwajahnya itu membuat ia tak bisa berkata kata. Ia kembali mendekati Keluarga itu dengan wajah pucatnyan"Mari ikuti saya.. "Ujarnya.
"kenapa Mas? disuruh sama nona? "Tanya temannya dengan pertanyaan bodohnya. Fikrar namanya.
Agung mengangguk membuat Fiko dan lain mengangguk. Mereka tak mau besar kepala atau apapun itu Karena mereka aekarangbbagaikan orang yang hilang arah membuat mereka masuk mengikuti satu satpam itu dan satunya lagi satpam itu tinggal karena menjaga gerbang.
Langkah kaki mereka mendekat keruma itu. Rumah yang hampir seumur hidup mereka tempati itu sekarang beda didepannya membuat mereka bergetar dan juga bersedih .
Rumah itu masih sama. Hanya saja sekarang rumah itu nampak lebih cerah dan mega. Tambah luas juga membuat mereka cukup pangling.
"Silakan masuk... "Ujar Agung yang masih saja kaku kepada mereka. Ia takut dipecat saat ini karena kelancangan dengan mereka membuat ia tak bisa biasa saja.
Fiko dan lainnya melihat satpam itu membuka pintu yang bahkan tingginya 5metwmer itu membuat mereka kebetulan saliva kering. "Selamat datang dirubah saya....! "Suara itu.
.
__ADS_1
Sorry ya kalo ada typo... Nanti aku revisi lagi... Jangan lupa tinggalin jejak nggookkhey...
salam sayang dari author...