
Buaya sekarang udah banyak di darat ya bun... wkwk
Berlari terus berlari menjadi rumah itu menuju mobil miliknya Andes sampai pada suatu suara membuat ia tertegun ditempat.”Siapa disana..!!” Teriak dari belakangnya namun cukup besar dan juga berteriak membuat jantungnya terasa mau jatuh. Maklum baru pengalaman pertama membuat ia mati kutu.
Namun hasratnya yang bilang harus kembali berlari dan jangan berhenti membuat ia segera lari cepat lagi.”Untung gue pas kecil sering lomba lari..”Gumamnya dengan keteteran.. Tir Torr,. Suara itu membuat ia terkejkut karena ia hampoir terkena peluru membuat ia memegang kepalanya.. ia melirik kebalakang rupanya ada empat orang mengejarnya membuat matanya melebar karena takut.
“Reval loe harus bisa…!” Terikanya pada drinya sendiri membuat ia mengengam erat pistolnya dan
Tor.. menyerang kebelakang namun tak mengenai sasaran membuat jiwanya kembali mengebu gebu dan kembali mencoba sembari berlari sekuat tenaga..
Toir.. Yes.. satu lawan terkena kekepalanya.. yaps.. dimafia harus ada titik yang diajukan.kepala, kaki dan juga lengan, sebab mereka pasti mengenakan pelindung jika dibagian dada dan juga perut.. karena memang itukan bagian sensitif mereka. Jika dikepalakan tidak ada yang mengenakan pelinding.
toh Tor
Tebal. terkejut dikalah ia hampir mati tapi tetap ia berlari dan menghindar.
Reval kembali berlari sekuat tenaga dihutan yang lebat itu diikuti oleh sisa orang yang mengejarnya tanpa ada rasa lelah itu… Reval capek membuat ia menatap kesekeliling dan ia menemukan sungai membuat ia mendekati sungai itu.. ia melirik kebelakang yang terjata mereka masih mendekat membuat ia berlari dan mengumpet sebagainya semak semak dipinggir sungai disana..
Tiga dari mereka melihat sungai yang masih tenang itu terkejut.”Dimana dia? bukanya tadi dia kesungai ini?” Tanyanya salah satu dari mereka menatap sungai nan tenang itu disana. Mereka menatap kesekeliling dan melihat penuh dengan kejelian. Jika dipikir-pikir pasti airnya akan bergerak dan tak lagi tenang bukan jika sudah dilalui oleh seseorang?
“Sepertinya dia lari kearah sana.. cepat cari kearah sana.”Ujar dari salah satu mereka membuat mereka mengangguk dan berlari menuju jalan dimana Natan bersembunyi.. Natan berbelok dan… Arghj.. ia menutupi mulunya sendiri dikalah melihat dua buaya yang sedang mangap menatap kearah lain dan membelakanginya itu…
__ADS_1
Sedangkan pasukan tadi sudah berlari dan berhenti dibuatnya mendengar suara itu..
”Siapa disana..”Ujarnya membuat Reval dugdugan. hidup segan mati tak mau inilah yang ia rasakan sekarang. Menatap kebelakang dan ternyata mereka sangat dekat jaraknya hanya semak yang menghadangi membuat ia mencari akal.
Tuwings…. Bagaikan ada lampu yang keluar dari otaknya membuat ia mengambil batu didekatnya itu. Dikalah semua orang disana melihat kesekeliling ia melempar batu itu kesungai yang datar dan juga berwarna hijau disana itu
Dur,. Membuat air muncrat dan menimbulkan suara.
Tiga orang tersebut melihat kearah sungai dan itu membuat mnereka terkejut.”Dia sembunyi didalam air.. cepat masuk dan tangkap dia..!”Teriak salah satu dari mereka lalu dua orang disana langsung saja masuk kedalam sungai dengan cepat dengan sembari melepaskan pistol dan beberapa bahan ditubuhnya mereka yang berpotensi memberatkan. Memang semudah itulah mereka ditipu kah?
Byuttrr.. bunyian air itu bergemuyur disana membuat Reval terkekeh disana. Itu membuat dua buaya disampingnya itu menatap air dan merangkak mendekati air… Nafas legah Reval keluar dikalah itu dimana buaya itu memasuki air dan mendekati para pengejarnya tadi dan hanya tinggal satu lagi musuhnya dan lawanya sekarang.
“Buaya..!!”Teriaknya yang ditepi dikalah melihat dua ekor buaya mendekat dengan badan yang sunggu besarnya itu histeris.”Buaya cepat keluar dari air cepat…!!!”Teriaknya kuat dimana teman temanya masih didadalm sana mencari Reval disana tapi mereka tak mendengarkannya membuat yang diatas panik..
Ia mengeluarkan pistolnya lalu.. Tor.. Tor..”NAIK CEPAT.. BUAYA.. BUAYA…!!”Teriaknnya kepada teman temannya itu hingga parah Disana, namun apa daya temanya masih sibuk mencari Reval. Buaya belum juga mati karena mereka menyelam dikalah merasakan ancaman dari luar.
Reval keluar dari persembunyianya lalu menculik semua senjata api disana lumayan buat mainan dirumah kan, harganya mahal.. ia meletakannya didalam ransel miliknya dan mendekati pria yang dipinggir sungai itu..
Bugh.. Byurrr.. satu tendangan membuat pria itu terjatuh kedalam sungai itu dengan senjata api yang jatuh kebawahnya… semua peralatan besi ditubuhnya membuat ia tak bisa naik membuat Reval terkekeh disana dan menepuk tangannya.”Seru juga ya jadi mafia..” Gumamnya bangga dengan senyum manisnya, menatap kesekeliling.
Matanya melebar dimana dua orang itu keluar dengan darah yang juga muncrat membuat danau hijau itu berubah menjadi darah.|Tolong…. Tolong..” Teriaknya dengan mangat mangap salah satu dari mereka tadi.. ada juga yang tak bisa berkutik itu diam dengan memunculkan wajahnya didarat.. dua buaya tadi sudah memnghajar dua manusia yang ditengah mencari Reval tadi..
__ADS_1
Kembali terkejut dikalah sungai itu mengeluarkan tujuh buaya berikutnya membuat Reval mundur dengan mata melototnya.. iya baru tau jika ini adalah sungai buaya? Atau danau buaya? Rawa rawa buaya.. waw.. ia bahknan menggenggam pistolnya erat dikalah itu karena seram.
“Tolong..”teriak dari seseorang yang masih bertahan disana sembari menahan buaya yanus semakin beringas melawan mereka itu, satu yang berbaju besi sudah berhamburan darah banjir dengan darah dan daging daging yang sudah diperebutkan oleh buaya.
Reval menatapnya kasihan juga dibuatnya. Mereka disana bertartung dan mati dimakan buaya membuat ia menatap kearah lain, dan dikejutkan oleh satu buaya yang hampir saja melahapnya membuat ia mundur.. ‘kYakkk.. teriaknya keras, dan ia hamper jatuh kesungai jika ia tak bisa menjaga kestabilan tubuhnya, tepat dipinggir sungai membuat jantungnya pindah kelambung dan mata yang nyaris keluar dari sarangnya.
Reval menahan nafas dibuatnya lalu mengengam erat pistolnya itu Dor Dorodoor.. dror… doro.. berapa banyak tima yang ia keluarkan karena takut itu, dengan mata yang tertutup menuju buaya tadi sampai pada ia melihat lagi dan ternyata biuayanya sudah hancur disana, bahkan sudah berwarnah merah dengan darah yang juga mucrrat ketubuh dan kewajahnya.
Ftyuuuhh.. gumamnya menghela nafas lega lalu merasakan celananya ditarik membuat ia terkejut dan menendangkan sesuatu itu. Dna itu adalah buaya membuat ia mundur lagi kedaratan.. ia memegang dadanya lalu berlari menjauhi tempat itu.”Bisa bisa jadi santapan buaya juga gue.”Gumamnya dengan memeluk senjata tajamnya itu kuat karena takut akan hal tadi.
Nasibnya tiga orang tadi? Bisa dikatakan tidak ada baik-baiknya. Mereka sudah menjadi santapan buaya.. dan sebenarnya tempat ini itu adalah tempatnya milik Andes, buaya buaya itu memamng menjadi tempat menipu para musuhnya. Dan ternyata berguna untuk Reval saat ini.
Tanah yang ada dihutan itu bahkan tanahnya milik Andes, disetiap jalan banyak jebakan yan tidak diketahu oleh banyak orang.. jumlah buaya didalam sungai itu dua puluih ekor, beserta dua puluh anaknya yang baru saja menetas.. waw enggak tu? Nah yang tadi didarat tadi sedang bertelur. bayangkan saja bagaimana ganasnya buaya yang sedang bertelur..
Setelah itu membuat Reval kembali menyusuri jalanan menuju mobilnya Andes tanpa lagi mau meliuhat kebelakang,,, Sampai lontang lantung dan kaki yang gemetar ia dikejar satu **** besar disana membuat ia menembaknya secara paksa dan membunuhnya dikalah ia sedang ngumpet diatas pohon. Bolehkan Reval menangis disaat ini? Tapi disisi lain ia tak pernah merasa semenantang ini, sebebas ini dan sehebat ini.
Disisi lain p1 yang sedang dikejar serigala itu sudah tak lagi tahan karenanya membuat mereka mengarahakan pistol metreka kesana.. mereka membunuh semua serigala keculai satus erigala yang tak mati mati membuat P1 Tau jika itu bukan serigala hidup, melaikan hanya robot serigala pemakan manusia, mangkanya tak bisa mati..
.
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa... jejak kalian penyemangat saya..
__ADS_1