
Key mengeleng kepalanya lalu menaiki motornya. Ia meninggalkan Dewa yang sudah ikut-ikutan berkelahi dengan Danil dkk. Disana sudah sangat ricuh sedangkan Key sudah memasangkan helm full kacanya. Ia menghidupkan motornya lalu menarik gas. Saat berada didekat Alvaro dan Natan yang masih aduh tinju ia berhenti.” Nanti kalo udah brantemnya langsung kerumah gue ya. Entar gue sharelock.” Ia menarik gasnya lalu melesat pergi.
Tangan Alvaro berhenti diudara, begitu juga Natan dan lainya, mulut mereka menganga. Orang yang membuat mereka ribut pergi tanpa mau mererai kan merka.
Luar biasa bukan? Mereka berhenti mendadak dengan wajah yang sangat tak elit.
Bugh..
Natan bangkit dari tidurnya ditanah karena ditahan oleh Alvaro. Membuat Alvaro kembali kedunia asalnya. “Woy Key... Gue berantem demi lo, dan lo kabur...!” Teriak Natan tak percaya.
Danil dan Reval pun bangkit.” Anjhiier tu anak ya, kita aduh jotos dia kabur.” Danil mengeleng tak percaya.
“Bubar bubar. Udah nggak ada yang mau diributin. Yang diributin udah kabur.” Ucap Danil mengibas-ngibaskan tangan.
Sedangkan Alvaro mengepalkan tangan erat. Ia menatap Natan tajam.” Apa lo..!” Teriak Natan saat melihat mata Alvaro yang sudah mau keluar dari sarangnya.
“Udah ahh. Cabut-cabut..” Ucap Dewa menarik tangan Alvaro tapi ditepis oleh sang empuh.
Alvaro pergi mengendarai mobilnya meningalkan mereka yang masih mengumpul.
Benarkan tebakan Key? Tak meski capek-capek untuk mererakan mereka. Key bukan gadis lebay yang akan repot-repot berteriak histeris lalu meminta tolong kesana kemari untuk mereraikan merka. Lucu saja jika Key seperti itu. Key itu lebih suka bertindak secara logis yang berhubungan dengan masuk akal, bukan berhubungan dengan hati.
.....
Key membela jalanya dengan kecepatan sedang menuju mensiosnya. Matanya lurus menatap kedepan hinga pada saat ditempat yang cukup sepih ada satu mobil menghalangi jalanya membuat Rindu mengerem mendadak.
Cittt..
Ban motor belakang Rindu bergeser lalu membuat motor itu berputar.
Bukan.. bukan..
Ini bukan trik motor ataupun pertunjukan Key. Tapi ini dilakukan diluar kendali Key, karena ia membawa motor dengan kecepatan tingi dengan mobil yang tiba-tiba dari arah berlawanan dan berhenti tepat didepanya membuat ia mengerem motornya secara mendadak, ia tak bisa menggunakan rem depan, karena rem depan akan membuat motornya jatuh. Ia hanya menggunakan rem belakang saja membuat ban belakangnya tak bisa terkendali dan bergeser.
Key membuka Helmnya marah. Ia terkejut, untung ia bisa mengendalikan motornya, jika tidak, ia pasti sudah tabrakan saat ini. dengan berusaha untuk tenang Key menatap mobil hitam didepanya menungu sang empu turun.
Ia mau marah, tapi sayangnya ia tak bisa menunjukan sikap marah sebenarnya seperti apa, Marah, teriak teriak. Soo, Key lebih suka bertindak dari pada berbicara siasia. Ia turun dari motornya lalu mendekati mobil yang ada beberapa orang yang berotot keluar dari sana. Ada sekitar empat orang “Supir kalian buta ya?” Tanya Key tenang.
Mereka saling pandang lalu saling menganguk seperti kata isyarat.” Maaf nona. Kami ditugaskan untuk membawa anda.” Ucap salah satu dari mereka sedikit hormat.
“Disuruh siapa?” Tanya Key.
__ADS_1
“Pak Handi. Jadi tolong nona bisa bekerja sama dengan baik pada kami, kami tidak mau melakukan kekerasan pada nona.” Jelasnya.
Key hargai itu. Tapi ia tak akan semudah itu ditaklukkan.” Sampek'in salam gue sama tuan kalian, bilang sama dia, Gue ngak bakal mijak rumah dia, yaa walaupun seharusnya itu rumah gue.”
“Tapi nona harus ikut kami..” Ucap salah satu lainya.
Key menaiki kembali motornya membuat mereka mendekat.” Gue nggak mau ketemu dia, tolong bilang sama dia. Gue ngak bakal pulang kalo gue nggak mau pulang.”
Sepertinya Key tak bisa diajak kompromi dengan baik, membuat mereka berniat untuk menyeret Key secara paksa saja. Mereka dengan cekatan menarik tangan Key membuat Key memberontak.
Key berdiri diatas motornya lalu melatangkan satu tendangan talak pada yang menarik tanganya.
Bugh..
Key melepaskan Helmnya lalu menghantukkannya pada kepala yang lain membuat ia mengaduh sakit.
Key melompat lalu melakukan salto tinggi. mereka mengangkat kepala terkejut, dengan satu tinjakan tepat didepan dari salah satu mereka Key langsung mengarahkan sabitan dan jurus C, Yaitu sabit tinju yang mematikan syaraf orang lain.
Yang lain tak tingal diam. mereka menyerang Key dengan cekatan. Key sebenarnya kalah orang dan kalah tenaga, tapi ia menang dalam taktik dan teknik berkelahi. Satu kali ia memukul, maka pukulan itu terkena titik lumpu,
Seperti pangkal ketiak itu akan membuat sakit sampai ulu hati, tulang tusuk, membuat orang tak akan bisa bernafas dengan baik dalam 5jam mendatang dan juga antara bahu dan juga leher, itu titik inti membuat sakit sampai keseluru tubuh, hinga pada dada atas tepat dibawah bahu akan membuat orang bisa mati ditempat, bahkan bisa menjadi gila jika mengenai titik akupunturnya.
Hanya mengunakan 10menit mereka terkapar dengan memegang titik-titik Key serang. Bahkan ada yang pingsan membuat mata Key menyeringai. Ia menjilat bibir bawahnya meremehkan.” Bilang sama Handi. Kalo mau tangkep gue jangan sewa manusia yang ngak guna kayak kalian, sekali gebuk udah tepar, malu gue liatin badan kalian.” Ia berbalik lalu menaiki motornya, tapi sebelumnya ia mengambil Helmnya.
Ia memakai helmnya lalu menyalahkan motornya. Ia meninggalkan mereka dengan kelumpuhan ditubuh mereka. Sebenarnya jurus pelumpuhan ini akan diketahui oleh orang yang pandai bela diri, setidaknya adalah seorang yang sudah sabuk hitam. Jadi ini bukan hanya cerita novel saja, tapi memang rahasia sang pesilat dan pembela diri. Salam terate...
..
Key itu tak suka tidur siang. Ia lebih suka menghabiskan waktunya dengan olahraga, membaca dan juga latihan beladiri. seperti saat ini, ia menggunakan tangtop hitam dengan celana traning hitam panjang, keringatnya bercucucran membuat kulit putihnya licin, ditambah keringatnya membasahi leher dan juga dahinya.
“Key.... Temen lo udah dateng tu..” Ucap Mike yang menemui Key yang berlati dihalaman belakang, yang memang ada tempat untuk berolaraga.
Key menganguk sembari menghentikan kegiatan shit upnya. Ia sudah tau jika itu Natan, karena bundanya akan melakukan praktik itu dimension sesuai kesepakatan, karena mereka tak bisa melakukanya ditempat rumah sakit umum.” Tungu bentar bilangin.” Ucap Key. Dengan cepat Mike menganguk.
Key mengambil sebotol air mineral yang sudah ia siapkan dimeja dekat sana, ia meneguknya dengan rakus lalu mengelap lehernya dengan handuk kecil. Ia melangkah pergi keruang tamu.
Disana sudah ada bunda Farah bisa Key lihat, ia pingsan, lebih tepatnya mungin diberi bius supaya tidak sadarkan diri, ada sosok paru baya yang sudah berumur namun masih tetap gaga. Bahkan dari wajahnya ia masih sangat awet muda, dia adalah pak Johar, laki-laki yang akan mencintai bunda Farah dengan sepenuh hati, ada Reval, Natan dan juga Danil disana..
Mata Natan dan Lainya melebar saat melihat keadaan Key yang menurut mereka. Rrrrrrr sexy, sangat bahkan..!. “Udah nyampek.” Ucap Key basa basi meski sudah basi.
“Jadi bisa langsung jelaskan apa rencana kamu, tapi jika saja rencana kamu akan membuat dampak buruk bagi Farah, saya pastikan jika kamu akan hancur.” Tiba-iba pak Johar berbicara tegas untuk memperingati Key membuat sang empu mengerutkan kening.
__ADS_1
“Santuy om. Sini duduk dulu, kita ngomong.” Ucap Key tenang.
“To the point saja, saya tidak suka ngulur waktu.” Ketusnya.
Key sangat malas sebenarnya berurusan dengan pak Johar ini, datar, dingin dan juga sangar.” Kita bakal hilangin ingatan bunda Farah, nanti kalo dia nanya, bilang kalo om adalah suaminya dan Natan adalah anak kandung kalian.” Jelas padat dan singkat. Ia. Menyandarkan tubuhnya disofa lalu melipat kakinya santai
Tentu saja pak Johar senang mendengarnya, ada senyum kecil dibibirnya. Nikah coy...” Tapi apakah itu berbahaya?”
Key mengeeng.” Enggak. Hanya saja bunda Natan nggak bakal inget apapun dan sampai kapanpun, jadi ya siapin semua keperluan yang menurut kalian perlu, seprti surat nikah, foto prewet yang diedit dan sebagainya. Soo, seengaknya dia bisa hidup dengan kertas putih dari pada dikertas hitam yang udah ngak bisa dicoret lagi, diibaratkan ditifX bakal buat kertas rusak bahkan jebol, mending beli kertas baru.”
“Apa jaminanya jika ini tak memakan perkara?” Tanya pak Johar.
Susah memang jika berbicara dengan orang politik dan juga cerdas..
“Om kalo nggak percaya ngak apa-apa. Soalnya niat temen saya baik, lagian juga kami sama sekali ngak rugi kalo om ataupun kalian semua nggak nerima bantuan Key.” Andes bersandar dibalik pintu, tepatnya ia menguping pembicaraan mereka sedari tadi. Ia cukup panas ketika denger kalo Key ditekan, padahal Key berniat baik.
“Bener tu. Menurut gue sii kalo ngak mau ambil resiko ya nggak bakal berubah hidup, karena semua ada kosequensinya, baik buruk maupun baik, kalo nggak bisa nerima yang buruk kita nggak bakal maju. Jadi manusia jangan pengecut sama takdir, soo bukanya Tuhan ngajarin kita buat usaha dulu baru meminta hasil?” Sahut mike yang berada disamping Andes,
Key tersenyum melihat temanya, mereka sangat tau jika Key sangat malas membujuk atau berbicara panjang.
Pak Johar seprtinya menahan emosi sekaligus malu. Ia menatap bunda Farah yang berada dikursi ruda, ia mengelus serulainya lembut.” Saya akan lakukan apapun demi Farah.”
Key mengangguk. Tapi beberapa saat kemudian ada yelepon yang bergetar disaku celananya membuat ia melihat bebda pipi itu, disana teetulis nama Jordan " Sorry, gua angkat telepon bentar. kalian duduk aja dulu."
Tanpa mau mendengar persetujuan mereka, ia menjauh. Tak terlalu jauh, ia menggeser ikon hijau "Hallo. Kenapa Jor?"Tanya key to the point.
"Pak Andi merencanakan buat ngeblong rem mobil Daren, Riko, Dara, Fiko dan jiga pak Handi. Sekarang lagi oprasi, mereka falam bahaya...." Terdengar suara disebrang sana sedikit tergesa gesa.
"Gue OTW kesana sejarang...!" Ucap Key lalu mematikan handphonenya.
.
.
.
.
.
Like komen and vote ukay
__ADS_1