
Happy Reading...
.
.
.
.
.
.
.....
Pak Kio mengeram menatap Keyna, namun orang pintar tak marah pakek mulut, tapi pake otak.
Tapi lagi ni ya,,
Jangan terlalu sombong, sebab kesombongan bisa menjerumuskan kita loo..
“Karena kamu katanya ‘pintar’ Saya mau kamu retas akun dan aplikasi saya. Katanyakan ‘pintar’ jadi mudah dong ngeretas suatu sistem. Jika belum bisa membuat sistem maka kamu belum dikatakan pintar dan genius. Saya mau liat, kamu lebih genios dari saya atau tidak.” Ujarnya lagi sembari menaikkan kaca matanya yang sedikit turun. Ia tersenyum penuh makna...
....
Keyna mengangkat satu alisnya.” Bukannya saya masuk kekelas Managemen pak? Lalu kenapa ke Tik? Itu bukan sitem saya dan bukan pelajaran managemen. Bapak salah jalur kalo gitu,.” Ujarnya masih tenang.
Bukannya tak mampu, namun memang benar yang Keyna katakan. Managemen keTIK, itu jauh beda loehh, bagaikan langit dan bumi, bukan bagaikan langit disore hari, berwarna biru sebiru hatiku...
Nyanyikan eaa...
__ADS_1
Pak Kio tertawa membuat semua orang heran. “Kamu bilang kamu pintar. Jadi jika kamu tidak bisa jadi kamu ‘pintarnya dimana ?, orang bisa dikatakan pintar jika ia mampu berbuat lebih dari jalurnya. Masa ngeretas saja tidak bisa, saya yang buat saya tidak sesulit itu biasa saja, INGAT.... Menghancurkan lebih mudah dari pada membuatkan?” Ujarnya memberi jeda dan menekankan kata 'Ingat'
” lagi pula managemen itu sangat berpaut dengan TIK, Sekarang didunia sangat berpengaruh dalam globalisasi, mau kamu jadi pedang saja sekarang mengunakan teknologi. Negara lain maju ketika teknologinya maju, jadi kamu jika belum bisa terknologi, kamu masih bodoh...!” Ujarnya lagi.
"Dinegara jepang sudah membuat satu Cief yang berguna supaya tak membuat manusia tak sakit lagi. Cief. Cief itu diletakkan dalam otak supaya berlangsung kedalam syaraf. Jadi bisa berkemungkinan jika Cief itu berhasil. Maka populasi dokter tak dibutuhkan lagi. Dari pada berobat, orang lain akan lebih memilih membeli Ciefnya kan? Lebih mudah dan kita tak takut lagi akan serangan Virus... Belum lagi alat untuk memuaskan hasrat birahi manusia. Sekarang ada alatnya supaya laki laki bisa menuntaskan nafsunya menggunakan alat itu dan perempuan juga mempunyai alatnya... Dunia sekarang sudah berputar pada sistem TIK..." Jelasnya lagi
nyata ya ini...
Kok semua orang tersinggung ya? Yang diomong Keyna tapi berefek keseluruh mahasiswa dan mahasiswi yang ada, ada apa dengan hati? kenapa kau tersentil?
“Jadi jika saya bisa, apa yang bisa saya dapat selain diakui selain pintar? Sebab diakui pintar tak mampu membuat saya puas dan kenyang.” Ujar Keyna tenang.
Yaiyalah, siapa yang akan kenyang jika dipuji? Jadi heran ya kenapa orang lain suka dipuji, padahal dipuji tak berpengaruh apapun pada diri kita, yang ada malah tambah sombong dan tambah ngelunjak, iya nggak? Ya iyalah. Coba saja jika tak percaya.
Pak Kio menatap Keyna mengangguk.” Saya akan mengelilingi kampus tanpa menggunakan busana dan bergoyang sepanjang jalan.” Tantangnya lagi. Ia mengangguk yakin, sebab siyistemnya sangat ketat dan teraga, ia tak akan mampu kecolongan, sebab ini data kampus dan negara, jadi tidak mungkin sii Cupu ini mampu merusak sistemnya.
Keyna menyeringai. Dan itu mampu membuat semua orang meneguk ludahnya. “Tapi jika kamu kalah, kamu harus kulia hari ini tanpa pakek paju. Bagaimana? ” Tantang pak Kio lagi. Ia sekarang tersenyum puas saat mengatakan hal itu. Mana berani gadis didepannya ini. ini sangat berat dan sangat beresiko bukan? Tolong ingatkan ya.. dia bukan orang bodoh yang bisa memberi pilihan dengan mudah. Dia adalah Kiono berjabatan Dekan II Difakulas managemen.. kepercayaannya Rektorat dan seluruh kampus mengenalnya. Ia bangga akan hal itu.
Keyna menatap mereka dengan satu alisnya. “Oke...” Dan keputrusannya mampu membuat semua orang menggeleng tak mengerti jalan sii cupu ini. “Minjem laptop loe Nil.” Ujar Keyna pada Danil, didepannya ada laptop yang bermarga alpe itu, laptop yang berwarna Siver, dengan kekuatan memori dan kecepatan maksimum memang sangat berpengaruh dengan kerja kita dan aktivitas kita.
“Loe yakin Key?” Tanya Dnil sembnari memberikan laptop itu kedepan. Ia menatap Keyna serius supaya ia merubah pikiranya.
Keyna mengangguk. “Tenang aja... Kalo gue menang nanti loe harus traktir gue oke..” Ujarnya bercanda, ia hanya mau menenangkan teman temannya yang mulai tak berdarah. Tubuh mereka bahkan berkeringat dingin dan pucat.
Danil mengeleng. “Kalo loe menang gue bakal traktir loe kapanpun loe mau dan gue enggak akan nolak, gue janji itu buat loe, tapi Key tolong pikir lagi keputusan loe..” Ujarnya memelas. Malu jika keyna kalah, terus harus membuka bajunya dikampus. Itu menyangkut harga diri loo.
Keyna mengerti namun ia tak mau diremehkan sebagaimana yang ia ucapkan. “Loe Cuma boleh doa in gue, jangan buat gue ngedown gini dong.” Ujar Keyna.
“Dengerin aja sii temnnya. Nanti kamu malu sendiri..” Ujar yang lain dan berakhir disorak sorak..
“Diem loe pada...! atau mau gue remas remes tu mulut supaya jadi remangan rengginang.” Ketus Natan yang tak mau Keyna dihina.
__ADS_1
Keyna mulai duduk dibangkunya, dan mejanya. Ia membuka laptopnya dan mulai melihat siystemnya, ia membuka hpnya terlebih dahulu supaya bisa menghubungkan HotSphot bagaimana bisa membuka internet tanpa data. “Disini ada Wifi?” Tanya Keyna pada yang lain.
Yang lainpun kompak menganguk.” Tapi kayaknya kamu harus modal ya.. Soalnya disini ada ratusan orang didadalam sini menggunakan Wifi, balum lagi yang didepan, pastinya Wifi nya lelet.” Ujar pak Kio pada Keyna.
Bapak bisa baik juga ya.. bisa menasehatinya.. Keyna terkekeh, Kayaknya orang yang ia angap jahat tadi bisa baik. Namun semuanya ambyar saat pak Kio mengataan. “Tapi mau kamu pakek Wifi atau pakek Kuota sama saja, sama sama bodoh dan bakal kalah sii..” Ujarnya sinis.
Keyna mengangguk. Ia masih fokus dengan laptopnya. Ia juga sudah menciptakan satu aplikasi, itu aplikasi yang memang untuknya digeng Galasi dan mafianya dulu. “Saya hanya kasih kamu waktu Dua jam ya...!” Ujar pak Kio pada Keyna.
“Haya dua jam pak?” Tanya Natan tak terima. Dua jam itu waktu yang sangat singkat jika untuk meretas, jika meretas wifi saja sampai setengah hari bagaimana bisa hanya menggunakan waktu dua jam, ini tidak adil.
Keyna hanya mengangguk. “Sudah mulai?” Ta nyanya sudah mengaktifkan akunnya. Ia menatap pak Kio yang memantau laptopnya dan melihat perubahannya.
Pak Kio mengangguk. Lalu membuka hapenya. “Dimulai dari sekarang, saya buat tameernya ya..
Satuu.. Dua.. Tiga.. Mulai..” Ujarnya sembari memencet ikon merah tanda mulai menghitung waktu.
Keyna mulai memfokuskan matanya kelaptop, tanganya lincah kesana kemari, tanpa melihat saja ia hafal mana Control Controlnya, kegunakan dan sebagainya. Ia menggunakan situs yang emang ia sudah rancang untuk membuat meretas. Mata fokus kedepan tanpa melihat kesamping dan kebelaang, tak ada orang disamping kanan dan kiri, yang ada hanya ia dan pak Kio, yang lain hanya menonton dan melongo saat melihat Keyna mengetik tanpa jeda, terus membuka kesana kemari... Bahkan dihpnya ada beberapakali notifikasi dari orang lain, ada telepon tapi tak ia hiraukan, ia yakin itu adalah adiknya atau gengnya. Ia tak peduli dan ia harus memenangkan ini.
.
.
.
.
**Menurut kalian menang atau kalah ni? hoho...
Like komen nd vote ya.... Nanti aku up lagi klo banyak yang likr komen and Ranknya naik sampek 10besar...
Tepat janji ya.. Soalnya banyak yng Vote and komen**...
__ADS_1