Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Jangan ganggu orang didekatku


__ADS_3

Pria itu risih dengan Key. Ia bisa merasakan aurah intimidasi dari gadis kecil itu.” Gue ketoilet bentar ya.” Ia berdiri lalu pergi kearah toilet.


"Iya bang." Jwab Reval.


“Lo kenapa Key kayak nggak suka sama bang Pion?”Tanya Reval menatap Key.


“Ada urusan apa lo sama dia? Lo mau nyabu?” Tanya Key ketus.


Pias wajah Reval. Natan dan Danil langsung menatap Reval dengan raut tanda tanya. Apa yang dimaksud Key?” Bener Val? Lo mau nyabu?” Tanya Natah cepat.


Reval menggeleng kaki.” Eng enggak. Gue Cuma temen aja kok.” Ia menjawab dengan gugup.


Key tersenyum tipis.” Lo gob*og kalo mau nyabu. Buang duit. Mending lo gantung diri aja, ngak akan ada masalah dalam hidup lo. Sabu ngak bakal ngilangin masalah lo, yang ada malah bikan tambah banyak masalah lo. Gue tau setiap orang nyabu karena ada masalah, tapi ya namanya hidup ya nggak luput dari masalah. Intinya saran gue jangan berurusan sama dia, dia itu bahaya.” Jelas Key.


Ia tak mau temennya makan ucapan sang pembawa masalah itu, ia tak mau Reval nantinya menyesal. Ia sangat tau siapa pria yang bernama Pion itu. Hidupnya didunia gelap itu sudah sangat lama, sudah berlalu lalang.


Namun beberapa detik kemudian sang Pion itu kembali dengan wraiter yang membawa makanan dan juga minum pesanannya mereka. Senyum pria itu mengembang sembari kembali duduk ditempat duduknya lagi.


“Silakan diminum Tuan. Adekk..” Sang pelayan pun memberikan minuman itu dengan sopan. Ia meletakkannya dimeja yang cukup besar didepan Key. Lalu pergi saat Reval dan lainnya mengucapkan terimaksih


Mata Key menatap minuman biru yang berada didepannya miliki Reval. Ada sesuatu yang menganjal disana. Ia sudah sangat tau tak tik pria didepannya ini. ia dulu juga hampir menjadi korban dia.”Lo udah pesen minum bang?” Tanya Key pada Pion.


Pria yang bernama Pion itu menggeleng sembari yersenyum.” Kalian aja minum, nanti gue pesen ko.”


Key mengangkat gelas berisi minuman milik Reval.” Minum aja dulu yang punya Reval bang, biar dia pesen lagi.” Ia mengarahkan gelas itu kepada Pion. Sang Reval hanya mengaga melihat tingkah ajaib Key.


Wajah Pion berubah menjadi gagap. Ia melambaikan tangan didada tanda tidak mau.” Nggak usah, nggak enak sama Reval." Ia melirik Reval dengan wajah pias.


“Itu minum gue Key. Apaan sii lo.” Reval merebut minuman itu namun ditahan oleh Key.


“Lo kan yang ngajak dia kesini, masa lo minum duluan dia kagak. Lo pesen lagi aja, tamu itu harus jadi raja. Benerkan bang.” Key menyeringai dengan senyum manisnya.


Glegkk. Mengapa rasanya susah sekali meneguk salivanya sendiri. Pion masih menggeleng dengan raut pucatnya.” Enggak usah. Gue nggak enak sama Reval.”

__ADS_1


Key semakin menyeringai.” Lo ngak mau kasih bang Pion Val?” Tanya Key pada Reval.


Revalpun berdecap.” Minum aja lah bang, entar gue pesen lagi, gampang.”


“Tuh kan bang. Ayoo minum.” Key mengarahkan gelas itu lagi pada Pion namun dengan cepat Pion menepis sedikit kasar tangan Key membuat minum itu tumpah dibaju Key.


“Ma maaf. Gue ngak sengaja. Gue ngak minum itu soalnya.” Ucap Pion sedikit gagap.


Ia tak sengaja melakukannya. Membuat amarah Key memuncak. Rencananya ia mau membuat pria itu melu, dan sekarang ia yang malu dengan switer yang basah.


Brakk..


Key menggeprak meja membuat semua minuman jatuh diatas meja, airnya berceceran jatuh kelantai membuat teman-temannya meningkir karena takut sepatu mahal mereka terkena noda bandel. Ia mendekat pada pria yang berama Pion itu dengan air minuman yang masih tangannya, ia menggeprak meja dengan tangan kiri.”Minum..!” Tegas Key.


“Key. Apaan sii lo. Kok ngancem dia buat minum?” Tanya Reval tak enak hati.


“Gue bilang minum..!” Bentak Key. Mendadak tempat itu seketika diam, suara musik berhenti dengan tatapan mengarah pada Key yang marah.


“Gue nggak mau.” Ucap pria bernama Pion itu tegas.


Pria itu menggeleng keras tak mau meminum minuman itu membuat Key menarik rambut pria itu dan membenturkannya dilantai.. berkali-kali.” Minum atau mau mati ha.. Minum bangshatt..” Teriak Key. Dengan hentakan lagi.


Semua orang cengo tak berani mendekat.” Udah Key., apaan sii lo Key..” Reval hanya berteriak tanpa berani mendekat, takut ia menjadi korban juga nantinya. Tak ada perlawanan dari pria itu, entah karena tubuhnya terkunci oleh Key, atau karena tendangan Key terkalu keras membuat ia kehilangan kesadaran dengan cepat. Key kembali menekan pipi pria itu lalu memaksa minuman itu masuk ditenggorokan pria itu, saat cairan itu keluar dengan cepat Key menutup mulut pria itu dengan keras membuat sang pria tak bisa tak meminumnya, karena rasa pahit memenuhi mulutnya.


“Al cewek lo brantem...” Sahut Dewa segera berdiri karena melihat keributan dibuat oleh Key. Ia menarik tangan Alvaro untuk mendekat.


Sedangkan Alvaro masih dengan diamnya, ia menatap sang gadisnya yang masih dengan amarahnya.” Biarin aja.”


“Cowok macem apa sii lo. Ngak guna banget dia macarin lo. Mending pacaran sama gue aja ahh.” Desa Jino yang tak kalah heboh.


Key tersenyum tipis lalu menepuk pipi pria itu pelan.” Anak pintar. Lain kali cari mangsa jangan yang gue kenal oke. Kalo engak, nasib lo sama gue oke. Habis lo.” Key pun berdiri dan menatap sekitar, ternyata sangat ramai yang menatapnya.


Saat dirasakan switernya basah ia membuka switernya itu dan hanya memunculkan baju putihnya yang hanya sebatas pusarnya, saat tangan itu terangkat membuat perut yang berlapis tengtop itu muncul, namun ada tonjolan-tonjolan ABS seperti pria membuat para kaum hawa dan adam iri. Bagaimana bisa seorang perempuan punya ABS. Ia mengelap tangannya diswiter itu lalu menentengnya. Sebenarnya ia tak mau mengunakan tangtop tadinya, hanya saja disana masih ada bekas jahitan karena pluru membuat ia menutupi luka tersbeut.

__ADS_1


“Pulang..” Seseorang menarik tangannya membuat Key menoleh kearah suara.


“Nggak.” Ucap Key ketus.


Dengan kasar pria itu menggeret Key.” Apasih. Lo tu jangan sok kenal de..” Teriak Key.


“Pulang. “ Ia masih saja menggeret Key.


“Woy. Key belum jelasin maksudnya apa ini..!” Teriak Reval tak terima. Ia membantu Pion untuk duduk.


“Mana Key? Mana Key? Katanya dia brantem. Mana mana?” Boy datang dengan tubuh tanpa bajunya membuat para kaum hawa menjerit histeris. Ia baru saja bersenang-senang disofa lain dan mendengar teriakan Key membuat aktifitasnya berhenti.


Ia khawatir.


“Key berantem dengan temen gue bang.” Sahut Reval kesal.


“Mana Temen lo?” Tanya Boy melewati tatapan ganas dari manusia berjenis kelamin perempuan itu.


“Ini. dia maksa bang Pion minum minuman yang untuk gue.” Dia menunjuk Pion yang tak sadarkan diri. Ia menceritakan tragedi itu lalu membubarkan orang-orang sekitar membuat hanya mereka disana.


Boy menatap pria yang menjijikan dimatanya, dengan air yang memenuhi wajah yang dicampurkan darah. Ia mendengarkan penuturan Reval sedari Key yang memaksa Pion meminum minumannya Reval. Key dilawan.“Minuman lo berisi obat pencuci otak, karena itu dia ngehabisin ni orang.” Ucap Boy enteng.


“Mak masud lo?” Tnya Reval tak percaya,


“Dia tu nama aslinya Roger, lo mau dicuci otaknya supaya lo mau nurutin apa yang dia mau, nanti lo bakal masuk disalah satu organisasi mafia ataupun terori* karena itu Key marah. Kami udah tau kebusukan dia tu, soalnya dia udah pernah bermasalah sama anak galaksi. Makanya Key ngehajar ini orang."


.


.


.


.

__ADS_1


Maaf kyun oke author jarang up. bikin kalin nunggu, tapi ya gini. kadang bikin novel, kadang bikin tugas.


jagan lupa like, komen and vote oke


__ADS_2