
Sedudah kasus Riko dan lainnya, mereka memutuskan untuk tetap merawat ibu mereka dirubah sakit itu.. Karena memang Daren yak. jika disana tak ada kecurangan... Meski dalam hatinya merasa janggal.
Masa maminya yang bagaikan orang ayan dan juga keracunan itu dikatakan baik baik saja dan tidak apa apa... Bagaimana bisa?
jika dipikirkan dengan logika saja tidak mungkin bukan?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keyna sekarang duduk dikursi rodanya menatap langit yang warnanya biru itu, saat ini ia sedang diinstruksikan untuk belajar jalan, disana ada Jaya dan lainya yang menyemangatinya belajar membuat ia menghela nafas. Keyna itu jika dibeginiin malas tapi harus bagaimana lagi? Disana juga ada Alka disampingnya membuat ia tak bisa berbuat banyak. Dimana sipat rajinnya yang dulu ya?
“ayoo nona sekarang biar saya bantu untuk belajar berdiri terlebih dahulu..”Ujar dari dokter disana kepada Keyna lembut dan juga tersenyum ramah, disana juga ada dua dokter lain dan dua suter, banyakkan? Ya banyaklah, sultan harus dapat yang terbaik.
Alka langsung saja menatapnya tajam dan membentengi Keyna mengenakan tangannya yang kekar itu.” Biar saya saja.. biar kamu instruksi saja apa yang harus saya lakukan… “Ujarnya dengan datar dan juga tanpa ekspresi secuilpun disana.
Baik Keyna maupun dokter itu menatap Alka mengerjab bingung.. maksudnya Alka mau jadi dokternya Keyna lagi begitu? Yang hari kemarinya saja ia tidak becus. Bagaimana bisa ia mengendong Keyna bukan mengajarnya berjalan katrena tak mau Keyna kelelahan. “ Ya tap tapi tuan…”Gumam sang dokter mengerjab bingung disana..
Alka menatapnya lebih tajam bagaikan seorang anak yang tak mau berbagi seorang ibu saja..”Kenapa gugup? Tidak boleh?” Tanyanya dengan alis terangkat. “oh jangan jangan kamu mau curi kesempatan sama kekasih saya hmm?” Tanyanya dengan tajam dan dinginnya.
“Iya..” Ujarnya dari sang dokter keceplosan dan terkejut.”Ehh bukan gitu maksudnya hehe.”ujarnya memukul bibirnya kuat.”Maksud saya biar lebih efektif saja belajarnya dengan dokter.. kan disini ada dokter perempuan dan dua perawat perempuan, jadi kekasih tuan tidak akan diganggu oleh kami kaum pria.”Jawabnya dnegan menggarut kepalanya yang tak gatal.
Alka menatap perempuan dibelakangnya dokter pria itu tajam menyelidiki apakah mereka baik atau tidak. Tapi entah kenapa wajah mereka seperti menatapnya dengan tatapan yang menjijikan, bagaikan tatapan anjing saja membuat ia muak dan benci hal itu.” Ya.. saya akan mengawasi kalian dibelakang…”Ujarnya disana lalu menatap semuanya tajam lagi.
Sang dokter hanya mengangguk membuat Keyna menghela nafas saja. Kenapa juga Alka mau si, ia tak mau dipegang orang lain tapi ia harus bagaimana lagi? Ia mau sembuh tau nggak…!! Ia mau kembali berjalan membuat ia diam saja dan dibantu oleh orang orang yang mau mengajarkanya berjalan…
Tiga perempuan itu tersneyum manis dengan Keyna membuat Keyna mendengus. Bagaimana tidak? Ia yakin jika senyum itu hanyalah Fake dan ia benci akan hal itu membuat dokter dan perawat itu mendengus melihat Keyna yang sombong.
Keyna cantik, kulit putih mulus dan juga terawatt membuat siapapun akan iri, ditambah memiliki kekasih yang super tampan dan kaya raya, belum lagi pula adek dan ayah yang tak kalah tampan dan kaya. Bagi mereka kehidupan Keyna itu sempurnah.. mereka tak yau saja apa yang sudah Keyna lewatkan sampai mendapatkan semua ini. Jika mereka tau Keyna yakin mereka akan menangis tujuh turunan tujuh tanjakan..
ala disana diam dibelakangnya Keyna membuat Reyano dan lainya mencibir.”Bucin banget ya bang Alka sama kak Keyna./l”Ujarnya dari Rafka disana sembari memakan camilan dari singkong goreng itu.
Haikal mengangguk sembari duduk santai melihat kak Nana mereka.”Bener tu, kek nggak mau kak Keyna jauh aja gitu wkwk.. kalo nanti gue punya pacar gue bucin nggak ya?” Tanyanya dengan dirinya snediri.
Egi terkekeh disana mendengarnya."|Ya kalo gue si pasti bucinlah kalo ceweknya aja kek kak Nana. Kalo bukan kak Nana gue enggak bakal bucin keknya.”Ujarnya dengan menyeletuk teman-temannya yang sedang mengerumpi Alka yang bucin kepada Keyna itu.
“Iya sii Hai..”Ujarnya Rafka dengan polosnya.”Kak Nana cantik udah, pinter juga udah, kejam banget, baik apa lagi? Uhh pokoknya kak Nana itu paket komplit deh bagi gue… udah sempurna banget kalo dalam typenya gue.”Ujarnya memuki Keyna kepada teman-temanya itu.
__ADS_1
Haikal menganguk dibuatnya.” Bener banget tu. Andai aja dulu pas gue lagi dibikin sama mama papa gue ya, gue bisa reques lahirnya barengan sama kak Nana gitu supaya ada kesempatan dan saingan sama kak Alka. Kalo sekarang rasanya gue Cuma upil bang Alka bikin gue ngefly duluan buat berjuang hahaha.. gue Cuma peran bayangan doing.”Ujarnya menghela nafas jujur, jujur hanya saja ia mengikhlaskan Keyna wey.
“Jadi kalian suka sama kakak gue ceritanya?” Itu suara Reyano yang dari tadi nyimak disana melirik tiga temannya itu dengan tatapan menggoda dan menyelidiki saja.. sebab ia memang duduk disampingnya Haikal membuat ia bisa menguping pembicaraan mereka disana.
Haikal dan lainya menatap kearahnya Reyano dengan tatapan cengengesan karena ketahuan sedang ghibah perasaan.” Ya gue Tanya sama loe. seandainya kak Nana itu bukan kakak loe, apa loe bakal suka sama dia dan memperjuangkan dia?” tanyanya Haikal kepada Reyano.
Dugh.. Reyano mendadak bungkam dibuatnya membuat tiga temanya terkekeh melihat wajah polos miliknya Reyano itu. Reya terkekeh Reyano bentar lalu menjawab.”Banget.. kek nya gue bakal suka sama kakak gue dan gue bakal berjuang meski gue berondong dekalipun..”Ujarnya terkekeh.” Tapi sayangnya kita saudara dan sedarah bre..” Ujarnya menghela nafas.
“Tuh kan..!” kompak sekali Rafka dan lainya bangun dan menatap Reyano.”Loe aja yang sedarah suka sama kakak loe, gimana kita yang enggak sedara begoo..!|"Ujarnya Haikal dan lainnya kompak kepada Reyano yang sudah menutupi kupingnya karena kaget teriakan dari metreka disana.
Reyano mendengus melihat teman temanya itu.” Inget.. sadar diri.. loe tu Cuma bulu keteknya kak Alka doang,, kekayaan loe sama kak Alka aja Cuma seupritnya kak Alka doing… muka? Cuma idung doang sama, punya bulunya.. haha.. ngimpi teros… Inget... jatuh sakit bree.. ”Ujar Reyano tak terima.
“Loe juga sadar diri bre.. seengak-enggalnya kita yang nggak bisa ditandingin sama kak Alka, sengaknya kita punya kesempatan enggak kayak loe yang enggak punya kesempatan sama sekali buat berjodoh sama kak Nana.”Lanjutnya Egi mencibir Reyano disana.
“Sialan..”Gumamnya Reyano membuat yang lain tergelak kencang mendnegar kalimat estetik itu.. sedangkan Reyano mendengus dan melihat kakaknya lagi.. sebenarnya rasa cinta Reyano wajar kok, hanya kakak dan adik, tidak ada yang lain. Tapi jika disuruh milih dunianya atau Keyna, maka dia akan memilih Keyna. Karena apa? Karena Keyna adalah dunianya. Apa jadinya ia memilih dunia tanpa ada Keyna, maka ia yakin jika hidupnya bagaikan manusia tanpa jasat dan tak terlihat.. ia sadar akan hal itu dan iotu juga yang membuat ia sangat mencintai dan menyayangi kakaknya itu.
Keyna menahan sakit dilututnya, pangkal paha dan juga pergelangan kakinya. Disana titik titik yang membuat ia sulit berdri.. ia bahkan harus menutupi matanya larena merasa sakit yang luar biasa.. dan ini juga alasanya kenapa ia memberikan obat sakit kepada Dita, supaya Dita merasakan sakit yang ia rasakan, dan ia akan memberikan obat rasa sakit itu sampai ia sembuh, bukanya Keyna kejam. Tapi bikankah Keyna memang sudah kejih sedari awal cerita?
Beberapa kali Keyna mau jatuh namun ditahan.. didepanya ada Alka yang menatapnya dengan senyum menawannya menyemangati Keyna yang setengah mati menahan sakitnya itu… “Ayooo semangat.. nanti kita bakal jalan jalan kalo kamu udah sembuh..”Ujarnya. senyumnya Alka yang menawan itu membuat para perawatt dan dokter lupa diri dan juga lupa waktu membuat mereka melepaskan tangan mereka dari Keyna dan merapikan rambut mereka.
"Keyna..!!”
Teriak semua orang dikalah Keyna jatuh disana bagaikan kayu yang jatuh itu karena kaki yang kaku.. itu membuat perawat yang membantu keyna pun tak kalah terkejut dibuatnya membuat mereka membelalak kan mata dan menutupi mulut mereka panik. Haikal dan lainnya mendekati Keyna dan juga terkejut.
Keyna merasakan pinggangnya dipeluk erat dengan tangan yang ditarik cepat oleh seseorang, ia jatuh dipelukan seseorang. Lebay si, tapi inilah kenyataan sekarang. Ia dalam pelukan Alka yang juga menjatuhkan dirinya demi melindungi Keyna supaya tak jauh. Alka bahkan merasakan tulang belakangnya terhantam tanah cukup keras dan Keyna berada diatasnya itu.
“Kak.. kakak enggak apa-apa?” Tanya Reyano disana mendekati kakaknya itu lalu dengan cepat membantu Keyna duduk disampingnya Alka supaya Alka bisa bangun, disaat itupula Haikal dan lainya membantu Alka duduk juga disana..
Keyna diam dengan memejam erat matanya, bibirnya bergetar meringis rasa sakit yang dikakinya itu rasakan, sungguh ini sangat sakit membuat Alka langsung memeluk Keyna dan mengusap kakinya itu. “kamu engak apa-apakan sayang?” Tanyanya mengusap pipi Keyna dan memeluk kepala Keyna takut tanpa mementingkan dirinya sendiri disana. Yang pastinya ia juga tak kalah sakit...
Reyano langsung saja mengambul air putih untuk kakaknya dan Haikal duduk didepan Alka yang menenangkan Keyna yang Nampak diam saja menahan rasa sakitnya.”Bilang kak dimana yang sakitnya. Biar kak Alka urutin..”Ujarnya Rafka polos disana.
“Eghh.. lu mau bantuin atau kek gimana bege..!! nawarin tapi orang lain yang loe suruh urutin, sekaligus aja loe suruh pak Haji Biurhan disamping rumah gue tukang urut.” Ujarnya Egi menjitakkan kepala Rafka disampingnya itu.
Rafka mendengus membalas kepala Egi dengan jitakan.”Gue serius weoy.. karena gue enggak bisa ngurut, kalo gue yang ngurut nanti bukan nampak sehat, tapi malah nambah salah urat.. mending jujurkan njiingg..!” Jawan Rafka dengan dengusan.
__ADS_1
Alka disana memutar bola mata malas dibuatnya.”Ini kak minum dulu,, ini obat obat kakak..” Ujarnya sembari memberikan obat dan juga air mineral kepada Keyna namun Keyna masih diam disana tampah menjawab, ia bahkan masih meringis menggigit bibir bawahnya. Rasa sakitnya memang tak tertahankan.
Alka melihatnya khawatir.” Sayang.. kamu enggak apa-apakan? Helloooo..”Ujarnya dengan nanar kepada Keyna yang masih diam saja itu, ia menarik kepala Keyna dari pelukanya itu menepuk nepuk singkat pipionya itu.” Dokter cepat bantuin gue setan..!! mau gue bunuh loe semua disini ha?!!” Teriaknya membuat dokter laki-laki Disana yang diam itu langsung mendekati Alka dan membantu Keyna meski tulang mereka gemetar disana sekarang.
Jaya melihat Keyna begitupun sangat khawatir dibuatnya.. Keyna memang jika metasakan sakit begini, tak mau berteriak dan sebagainya karena dulu ia yang mengajarkanya dan ia juga sudah terbiasa.. atau jangan-jangan Keyna itu trauma dengan rasa sakit yang diberikan keluarga Handi dikalah penyiksaan itu?
Semua itu membuat ia menatap perawat dan dokter itu tajam.. dan
Plak.. plak.. pla… pipi mereka ditampat dengan secara bergantian olehnya...
tanganya mengepal disana menatap geram mereka yang sekarang gugup, bahkan ada yang menangis karena tamparan itu.” Saya bayar kalian tiga kali lipat buat kesembuhan anak saya, bukan jadi pelaccurr yang bagaikan anjing melihat tulang..!!”Ujarnya geram disana. “ ia sudah curiga sedari awal sebenarnya, hanya saja ia ingin memberikan peluang untuk mereka supaya mereka diberikan kesempatan untuk membuktikan akreditasi pekerjaan mereka yang 'katanya' terbaik itu..
“Ma maaf tuan. Kami kami tidak sengaja..”Ujar dari perawat disana.”Tad tadi tangan nona Keyna sangat licin dan kakinya tidak bisa menyanggga sebagaimana yang kami ajarkan.. dia dia tidak menurutinya.”Alibih dari suster yang paling cantik disana, ia menunduk meremas baju bawahnya itu.
“Kamu pikir anak saya bodoh?” Tanya Jaya dengan senyum mengerikanya.
”Plak.. plak.. arggh.” Dua kali tamparan mengenai wajah gadis itu dan Jaya menjambak kepalanya membuat ia mendongak menatap Jaya dengan tatapan tajamnya.” berani kamu bilang begitu dengan anak saya ya.. . padahal kamu hanyalah gadis murahan yang kegatalannn dengan kekasih orang. Suka lirik sana sini. Kamu fikir saya tidak liat tingkah murahan kamu kepada Alka tadi ha? Kamu pikir saya rabun?!!” Tanyanya membentak, kaki sang perawat itu bahkan sampai menjinjit karena Jaya itu menjambaknya menarik keatas bukan kebawah.
Yang lain hanya diam menatapnya takut dengan rekanya itu.. “Am ampun tuan.. tap tapi memang anak anda yang salah bukan kami.. dia lem lemah.”Ujarnmya dengan ujaran yang sangat meringis dikepalanya yang terasa ingin copot itu. Ia memejamkan mata perih, bahkan sudut matanya sekarang sudah basah.
Keyna yang mendengarkanya dikalah nafasnya yang naik turun itupun menatapnya tajam, baru saja ia diperiksa dan matanya baru bisa dibuka.. namun kali ini bukan dia yang bertindak, tapi Haikal, ia bangkit dan menatap perawat tu tajam membuat Keyna mengangkat tanganya. "Apa Loe bilang? "
” Haikal..!!| Ujarnya menahanya dengan nafas sakitnya disana membuat Haikal menatap Keyna dengan Tanya.”Jangan halangin gue kak. Mulut dia memang harus gue ramas buat ngajarin dia kalo muncungnya itu busuk..” Ujarnya dengan tatapan tajam.
Keyna menatapnya tajam.” Kumpulin semua dokter dan perawat ini kedalam ruangan gue . Biar kakak yang kasih tau siapa yang lemah dan siapa yang mengemis pengampunan nantinya.!!” Ujarnya....
.
.
.
. Berita bahagia buat pencinta nice autur yang Putri Zhu Qira Han... Lingling balapan Rilis yeettett... Kalo enggak besok ya ya baiknya lagi... Disana juga akan ada lanjutan Qira ko tenang wkwkwk....
judulnya besok aku kabarin lagi ya..
__ADS_1