
Hari berlalu begitu cepat, namun sayangnya kelopak mata cantik sii gadis manis ini belum juge membuka matanya, ia masih terlelap dialam bawah sadarnya. Tubuhnya yang dulu sedikit berisi sekarang sudah kurus dan menjadi lebih putih, mungkin karena sudah terlalu lama disini dan tak terpapar matahari. Bibir pucatnya tak juga berubah. Ia tak mirip dengan manusia, ia bahkan lebih mirip Barbie saat ini. siapapun yang melihatnya pasti akan mengatakan ia adalah boneka hidup. Ya.. boneka hidup.. Atau boneka nernapas saja?
“Kau sudah cantik...!!!” Ujar sang perawat yang mengurus Keyna yang baru saja memoleskan bibir Keyna lipstik berwarna Peach itu, bukan hanya lipstik, tapi juga rona wajah, rabut yang disikat dan juga perawatan kulit Keyna membuat kulit Keyna bagai bidadari tak tersentu saja.
Ia tersenyum. Usianaya mungkin sudah memasuki usia kepala Empat, tapi ia masih modis dengan pakaian Formalnya, itu, jas wanita ketat dan rok hitam sebatas lutut. Rambut disangul. “Kau sangat cantik.. tapi takdirmu begitu buruk..!!” Ujarnya mengelus pipi Keyna yang sekarang didudukkan dibrangkar itu. Keyna sudah tak mengunakan alat alat medis, hanya saja seluruh tubuhnya sudah terhubung dengan alat medis secara otomatis, itu terdapat dibelakang brangkarnya. Sistem ini memang dibuat Alka secanggi mungkin supaya Keyna nyaman dalam tidurnya. “Aku tak tau, apakah nasibmu beruntung atau tidak. Sebab kau akan beruntung merasakan cinta dari Tuan Alka, tapi pada kenyataannya kau hanya menjadi pelampisan dan Objek yang kasat mata saja..! Bahkan kau hanya menjadi boneka saja.”! Ujarnya tersenyum miris lagi.
“Tugas anda telah selesai.. silakan keluar..!!!” Suara itu membuat sang perawat itu tekejut. Ia menganguk cepat lalu pergi dari sana. Karena memang tak ada bunyi dan tanda apapun para penjaga ini masuk. Sebenarnya perawat itu juga sudah mengangap Keyna anaknya sendiri, sudah enam bukan.merawat Keyna membuat ia menyayangi Keyna, mengingat dia punya dua putri dirumah. sudahlah.. itu tak penting, yang terpenting tugasnya selesai bukan?
...
Lain tempat lain cerita. sosok arogan dan juga tak tersentuh itu diam ditengah keluarganya, wakahnya datar tanpa ekspresi karena memang terllau banya kekecewaan didalam hidupnya membuat ia lupa cara untuk pengharapan. Ia lupa untuk meminta dan ia lupa cara untuk tersenyum dalam rangkah kasih sayang. Sudahlah, hati yang rapuh dan tak tersentu memang karena terlalu banyak meminum pil pahit kehidupan bukan?
“Kak Alka..!!” Teriak gadis mungil yang baru masuk. Ia menatap sang kakak penuh kegirangan lalu menjatuhkan banyak paper Beg dilantai dekat pintu lalu berlari memeluk kakaknya erat. Ia tersenyum haru karena rindu.
Sudah taulah dari mana jika sudah ada paper beg bukan?
Sedangkan sii kakak yang tak lain adalah Alka hanya tersenyum tipis lalu membalas dengan satu tangan saya. “Kakak kenapa jarang skeali pulang? Bahkan sudah satu tahun kakak tidak pulang. Kita itu satu kota, satu negara dan satu wilaya, tapi kenapa serasa beda alam saja. Susah sekali bertemu dengan kakak. Padahal aku selalu berharap, ketika pergi ke Mall atau kecaffe aku bisa kebetulan bertemu kakak. Tapi nyatanya tidak pernah dan tak akan pernah..!”! Ujarnya sedih lalu melepaskan pelukannya.
“Kakak sibuk..!”! Jawab Alka tersenyum tipis. Ia kembali duduk tanpa mempedulikan adiknya yang masih berdiri memuat adiknya mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
“Lihat ma.. pa.. kak Alka sama saja, tetap dingin dan juga tak tersentu. Apa susahnya sii elus kepalaaku, peluk aku erat atau kecup kening aku kayak bang Eza. Kayaknya memang engak ada sayang-sayangnya ke aku..!!” jarnya cemberit. Ia memamg manja dan juga tak tau membilas ucapannya. Bukannya bodoh. hanya begook saja...
Lagipula dia hanya mau bermanja pada kakaknya, hanya saja ia salah kata kata.
Alka yag sudah anteng tadinya menatap adiknya dingin.. sudah cukup ia selalu dibandingkan. Ia terlalu banyak mengalah dan disudutkan karena memang perbedaan sifat. Jika Eza sosok yang ceria dan penuh canda, dia sosok yang pendiam dan tak suka bicara. Ia terlalu apatis untuk sekitarnya. “Jadi kamu mau apa? Mau kakak yang mati terus kembaran kamu yang hidup?” Tanya Alka dingin.
"Bukan Gitu kak..." Gumam si adik takut. Bukan itu yang ia maksud.
Ibunya dan ayahnya Alka mulai menelan saliva kering dikalah sang anak pertamanya sudah berbicara seperti itu.” Sayang.. kak Alka baru pulang dia duduk. Dia capek dan dia butuh istirahat. Kamu bicaranya nati aja ya.. !!” Bujuk sang ayahnya lembut selembut lembutnya kepada sang putrinya itu.
Sedangkan sang adik Alka memajukan baibir lalu menggoyang goyangkan bagaikan memperaktekkan ucapan ayahnya.” Selalu aja. “ Ujarnya. Ibunya hanya tersenyum miris tak bisa berkata-kata lagi. Padahal anak pertamanya baru hari ini menginjakkan kakinya kedalam rumah ini.
Ayah Alka da Ibunya saling tatap. Ia ta tau harus bicara apa, lebih tepatnya takut putranya marah dan menyetujuinya.” Ayah dan ibu ingin bertanya tentang kelanjutan perjodohanmu dengan Lhea Al. Kapan kalian menikah? Karena kedua orang tuanya Lhea sudah menanyakan hal ini dari bulan lalu...” Ujar sang ayah lembut sekaligus tegas layaknya soetrang ayah.
Alka hampir mendendengus. Sudah ia tebak pembicaraan inilah yang ayahnya angkat malam ini.” Alka bicara hanya satu kali yah.. jika Alka suah bilang tidak, maka tidak. Jangan membuat Alka bicara dan menekan suatu hal sampai dua kali. Alka benci bicara dua kali dalam topik hal yang sama..!!” Ia sahudah menolak perjodohan ini sedari dulu. Tapi yang namanya orang tua, selalu mau menang sendiri tanpa memikirkan perasaan anaknya. Begitulah orang tuananya Alka. Selalu tak mendengarkan kata-katanya.
“Tapi Al. Kamu taukan, kalian dijodohkan sedari kecil. Kamu tidak boleh seperti ini terus, jangan terperangkap dimasa lalu..!”! Ujar ibunya keras membuat suasana menjadi sengit. Adiknya Alka bernama Mahezi pun menciut dan tak berani menatap orang tuanya. Sekana mereka sedang berperang dingin saja.
Alka membanting sendoknya keras kupiring membuat bunyi menengking didengar.” Lhea dijodohkan sama Eza dan kalian melimpah peran ke Alka karena Eza sudah memiliki pasangan dan pilihan, sedangkan Alka tak diberikan kesempatan pi... Sampai detik ini Eza mati kalian masih maksa Alka buat nikah sama dia tanpa ada pilihkann. Apakah kalian adil jika seperti itu?” Tanyanya dingin lagi.
__ADS_1
“JANGAN OMONGAN KAMU Alka? Mati mati mati..!! kamu pikir adik kamu itu binatang ha? Binatang yang mati?!!! kamu orang terpelajar bukan? Kamu taukan apa itu mati? malu dengan titel kamu itu. Malu..!! lagipula dia itu adik kamu.. dan sudah sewajarnya kamu sebagai kakak mengalah..!!!” bentak ayahnya marah membuat Mahezi gemetar ketakutan. maklum umurnya masih 16 memasuki 17 tahun.
Sebenarnya ini yang Alka benci. Dulu yang diijodohkan dengan Lhea itu adalah adiknya Eza, tapi Eza menentang dengan alasan ia sudah memiliki pilihan, karena memang Lhea itu baru berumur 17tahun dan itu artinya ia seumuran dengan Eza bukan Alka. Tapi dengan gampangnya orang tuanya membatalkan perjodohan antara Eza dan gadis itu demi Eza, karena Eza memiliki pilihan sendiri, sedangkan Alka? Ia tak diberi kesempatan, bahkan bicara saja ia tak diperuntukan. Ia mengalah dan juga diam saja. Padahal ia mengalah untuk adiknya, apakah kakak selalu mengalah untuk sang adik? Meskipun mengorbankan kebahagiaannya sendiri?
Alka beranjak dari duduknya .” Alka sudah punya pilihan, jadi jangan pernah mengatakan perjodohan ini lagi kepada Alka. Jadi, jika kalian masih membicaran hal ini. maka Alka pastikan jika haram bagi Alka menginjakkan kaki kerumah ini, selamanya..!!” Ujarnya tega dan dingin.
“Berani kamu membatalkan perjodohan ini dan pergi dari rumah ini. Maka ayah pastikan perusahan itu tak akan ayah kasih sama kamu..!! Lebih baik, ayah jual dengan teman ayah dan memberikannya pada Ezi..!! Seharusnya itu milih Eza.!!” Ujarnya keras membuat suaranya menggema lagi.
Alka tersenyum sinis.” Ambil yah..ambil..!! asal. ayah tau uang perusahan ayah itu hanya menghasilkan sepuluh persen dari perushaan ku yah. Dan ayah taukan jika aku sukses bukan karena uang ayah. Aku bahkan lebih kaya dari ayah. Jadi dengan ayah mengambil perusahan itupun tak akan membuatku miskin ataupun mengurangi secuil hartaku..," Bentaknya sombong.
" Kamu berani dengan ayah? " Teriak ayahnya Alka keras. Yang dikatakan Alka memang benar. Alka merajut asa dari ia masih kelas 1SMP. Ia menyimpan uang sakunya sedari SD menjadikan ia bisamendapatkan modal usaha.
Udaha pertamanya adalah Membuat Caffe, lalu melaju menjadi salah satu pemilik perusahaan penerbit buku dikotanya, setelahnya merajut keteknologi dan membuat ia setinggih ini
murni hasil usahanya secara diam diam tanpa bantuan ayahnya. Iya... Karena ayahnya baru tau anaknya sukses saat Alka memasuki study tingkat atas. Anaknya terlalu tertutup akan suatu hal. Pendiam dan juga susah ditebak. Jarang tersenyum dan jiga tertawa.
"Alka pamit...! "
"Alka.. Tunjukan peremouan mana yang bikin kamu membatalkan perjodohan ini. Jika dia baik dan cocok untukmu maka ibu tak akan memaksamu. Karena kebahagianmu yang terpenting..." Ujar ibunya lembut membuat ayahnya menatap tajam istrinya... "Malam ini keluarga Lhea akan datang, jadi ibu minta supaya kamu bisa bertemu dan menghormati mereka. Itu saja...."Lanjutnya lagi...
__ADS_1