Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Ketus


__ADS_3

Keyna menatap adiknya yang sibuk menghindari beberapa pengendara yang lalu lalang masuk parkiran membuat ia mendesis. Ini macam mana adiknya ini? apa yang dicari adiknya. Sedangkan Alka sekarangpun membantu Keyna untuk mendorong kursi rodanya dan fokus pada hal itu saja. Sebab disini cukup remang-remang karena lampu yang tak terlalu terang.. namun keyna yang berkata kepadanya membuat ia bingung juga. “Itu Reynao nyamperin siapa?” Tanyanya dengan ragu.


Alka mengeleng..” Itu sepertinya gembel deh.. lihat mereka saja pakek bau compang camping. Tapi kok Reyano kenal?” Tanyanya tak kalah heran menatap adiknya Keyna diujung sana. Sebab Reyano sosok yang tak banyak mengenali orang-orang.


Keyna menghela nafas sembari mendekati adiknya yang nampak berbicara dengan sosok disana. Namun ia sedikit ciren dengan ibu-ibu dikursi roda mebuat a menatapnya dingin. "Reyano kamu ngapain sii lari-lari?” Tanyanya dengan dingin kepada sang adik. Mimik wajahnya yang tadi bahagia sekarang berubah sembilan puluh derajat.


Reyano nampak membalikkan tubuhnya menatap sang kakak tersenyum, lalu menatap Alka. “Kak kenalin dia kak Fiko.. dan kak Fiko kenali.. ini kakak saya Nana..” Ujar nya pada Fiko yang menatap Keyna dengan tatapan sulit diartikan.


Semua menatap Keyna dengan tatapan sulit dartikan, terutama Fiko, sedangkan Dara dan juga lainnya diam saja menatap Keyna. Bisa mereka yakini jika Keyna menggunakan brand yang ternama semua, mulai dari sepatu dan sebagainya. Hanya saja sayang ia lumpuh.


“Ha halo Nana.. kenalin saya Fiko..” Ujar Fiko dengan gugup pada keyna..” Kam kamu Queen galaksi kan? Bu bu bukanya kamu udah men meningal?”tanyanya dengan gugup. Sebab ia pernah mencintai sosok Keyna. Ia menjulurkan tangan yang sudah ia gusuk disisi bajunya kepada Keyna.


Keyna memutar bola mata malas. “Gue kembaranya..” Tanpa membalas jabatan Fiko membuat Fiko menarik lagi tangannya.


Alka dan juga Reyano membulatkan mata, tapi jika dipikir-pikir wajar saja sii jika Keyna bicara seperti itu. Jika dia mengaku dirinya adalah Keyna pasti tak ada yang percaya.. “BTW Pulang Nnao..! ngapain disini..! kakak capek..!” Ujarnya dengan dingin. Ia membenci mereka disini.” Disini tu bauk tau nggak, kalian engak mandi atau kek gimana? Perasaan orang kaya kok jadi gembel sekarang?!!” Tanyanya sinis lalu memakaikan wajahnya masker.


“Kak..!” Reyano menatap kakaknya dengan tatapan tanya. Kenapa sikap kakaknya berubah seperti ini. ia menatap mereka yang mundur lalu menundukkan kepala karena malu. Jangan katakan ya jika Keyna seperti disinetron akan baik dan juga membantu mereka dengan mudah..! oh jangan pikir seperti itu ya..!! Reyano menghela nafas dalam karenanya.” Kalian ngapain disini? Kenapa bawah koper? Diusir lagi?” Tanyanya menatap koper disana.


Fiko menatap Reyano dengan tatapan memelas. Sedangkan yang lainpun diam saja. Daren? Ia sedarii tadi menatap Keyna dengan tatapan memanas, entah apa yang ia pikikan sehingga membuat siapapun disekitarnya terlupakan. “Kita iy i iya diusir lagi.. karena enggak mampu bayar uang rumah..” Ujar Fiko dengan gugup dan malu. Ia meremas sisi jari jarinya dengan jari lain dan terekeh sedih. Ia gagal menjadi tulang punggung keluarga saat ini.


Keyna menaikan satu alisnya. Lah.. tapi ia menatap kesemua yang ada disana. Kumuh dan juga sama sekali tak layak membuat ia berfkir keras, ada apa ini? “Bukanya kalian kaya raya? Ngapain jadi miskin? Sampek bunuh anak segalakan? Sekarang hartanya kemana? Dan pak tua mana?” Tanyanya dengan sinisnya. Ia masih sangat membenci mereka, karena merekalah kakinya lumpuh sekarang dan karena keluarga ini juga ginjalnya hancur. Ia membenci semua hal itu. Terutama kepada Riko.. ia benci Riko..


“Kakk..! Kak Riko..! kak Riko kenapa kak.. bangun kak..!” Dara membuat siapapun disana menatapnya karena kaget. Sebab suaraya sangat mengelegar ditelinga siapapun. Ia menepuk-nepuk pipinya Riko Dnegan rasa takut. Mereka melupakan pertahyaan Keyna.


“Yaampun.. Riko kenapa?!! Riko..!” Dengan segera Fiko dan Daren mendekati Dara membuat Keyna menatap drama keluarganya itu dengan santaynya. Ada si rasa ibahnya sedikit namubndengan cepat ia tepis semuanya dan ia tutupi, ia tak ada dendam kok, ia juga tak akan pernah membalaskan dendam, sebab membalas dendam sama dengan menjadikan diri kita temanya setan. Tapi ia akan dendam jika sudah menyangkut orang yang ia sayang... yang artinya berani mengusik lingkunganya maka dirinya tak akan segan mejadi setan sekalipun.


“Ayo bawah kerumah sakit saja yuk..!! ayo cepet..!!” Reyano dengan paniknya membantu Fiko dnegan yang lain menduduki Riko yang sudah terkulai.” Yaampun ini kenapa badannya dingin banget? Dan kenapa bibirnya sampek biru gini?” Tanyanya dengan takut menatap Riko yang hampir jadi mayat tu.


“Ri riko baru saja pulang dari rumah sakit..!! dia keluar karena kami nggak mampu bayar dan juga ada yang ngeluarin dia dari rumah sakit. Karena itu dia disini dan maksain buat jalan. Padahal dia masih sakit dan harus melakukan operasi secepat mungkin..!” Daren biara dnegan nafas beratnya. Air matanya jatuh juga melihat keluarganya seperti ini.


Fiko menatap Riko dengan genangan air matanya.” Riko maafin kakak ya. Jangan gini dek.. maafin kakak yang gagal..!! argh...!! jangan tinggalin kakak...!” Teriakan Fiko keras karena tadi adiknya tak terdengar. Itu sangat memiluhkan didengar siapapun.


“Kalo sakit ya bawa rumah sakit jangan ditangisin lah...!!!” Ujar Keyna sinis kepada Fiko.” Cepet bawa kerumah sakit.. pakek mobil kamu aja Reyano..!! cepetan..!”! Ujarnya dengan cepat membuat Reyano menatap kakaknya dengan tatapan tak percaya.

__ADS_1


“Tapi kami nggak punya uang..! kami nggak punya apapun dan badan kami bauh. Nanti mobil kalina bau gimana?!!” tanya Daren dengan memelasnya. Karena Keyna nampak menatapnya dengan tatapan penuh kebencian membuat ia tau dan yakin. Tapi ia tak tau apa salahnya membuat gadis didepanya ini membencinya.


Keyna memutar bola mata malas menatap Daren.” Saya membantu kalian karena kak Fiko..! saya tidak suka dia menangis..! jika masalah mobil bauh jangan dipikirin. Saya kaya nggak bakal bangkrut kalo Cuma buang mobil yang udah kalian dudukin itu cih..!” Ketusnya menghina lalu menatap Alka diatasnya.” Ayok kita pergi.. nanti bangkenya disini siapa yang mau mungut.. “Ujarnya dengan malas.


Alka yang paham akan keyna dan masalahnya pun terkekeh geli akibatnya. Ia menatap Keyna dnegan tatapan senyum tipisnya.” Rey bawain mereka ya.. kita iring dari belakang saja.” lalu membawa Keyna dengan hati hatinya menuju mobil.


Fiko tertegun akan ucapan Keyna. Karena dirinya? Memang dirinya siapa? Mengapa ia tak suka dirinya menangis? Lalu kenapa rasanya sakit sekali saat Keyna mengatakan ingin membuang mobil yang mereka duduki, apakah mereka semenjijikan itu dimata keyna? Tapi kenapa? Ia menghela nafas karenanya. Tak ada waktu untuk memikirkan itu.


Reyano menatap mereka dengan perasaan tak enak akibat ucapan kakaknya.” Kalian pernah buat masalah ya dengan kakak saya..!” Ujarnya dingin sebab ia tau kakaknya tak akan sedingin dan sekasar itu dengan orang lain.. kakaknya tak pernah seperti itu.” Sudahlah... kalian tungguh disini saya akan bawa mobil saya kesiini..!” Ujarnya lalu berlari mengambil mobilnya. mobil yang terparkir tak jauh disana.


Keyna menghela nafas menahan gejolak amarahnya. Ingin sekali rasanya ia memukul kepaa Dita yang menatapnya dengan tatapan menangis. Dita sosok perempuan yang teganya menancapkan pisau kepahanya dan mengatakan dirinya anak haram. sakit sekali rasanya. Jiwanya dan Keyla sudah menyatu membuat ia merasakan sakitnya hati Keyla..! ia benci akan Dita, Dara dan Riko.. Fiko? Ia tak lagi membencinya karena tau perjuangan Fiko dikalah membantunya dulu.


Saat mencengkram erat bajunya dia, dia merasakan ada tangan mengelus tangannya lembut membuat ia menatap kesamping, disana ada Alka yang sibuk menyetir dan menatap kedepan.” Jangan mengingat masa lalu. Sebab masih ada masa depan yang menantikan senyum dan pembuktian kamu..” Ujarnya lalu menaruh tangan itu dipipinya.


Keyna menghela nafas. “Tapi siapa yang membuat mereka seperti itu? Apa geng galaksi? Tapi aku rasa iya.. dan bang Michel kek nya turun tangan ya..” Ujarya sinis dan banga akan sahabat-sahabatnya itu. “ Mereka mematahakan sayap mereka dengan tepat.!” Ujarnya dengan sinis.


Alka diam mendengarkan saja. Sebab ia sudah tau apa yang dilakukan geng galaksi. Geng galaksi bahkan juga mengancam perusahaannya jika menerima keluarga itu bekerja. Jadi ia tau akan hal itu, belum lagi geng galaksi juga mengunakan jasa dari teknologinya untuk mencari Keyna.. ia hanya sok tidak tau dan tidak mendapatkan jejak saja. Padahal ia sudah melepaskan jejak Keyna..!! karenanya gang galaksi tak menemukanya.


Alka mengikuti mobilnya Reyano dengan damainya. Sedangkan Reyano menahan bauh menyengat didalam mobilnya. mereka menuju rumah skait terdekat disana dan juga membawakan mereka dengan kecepatan tinggih, sebab tubuhnya Riko semkain membiru dan juga semakin pucat..


Mereka memasuki lobi rumah sakit dengan khawatrir..Doker bantu adik saya dok..!! dokter..!!” Teriak Fiko dengan tak kuas menahan laju air matanya memaksa berlaju menatap adik yang sudah mampir kaku itu. Ia menatap keluarganya yang juga sudah menangis itu.


Beberapa suster pun datang menatap penampilan kumuh dari Fiko..” Loh bukannya kalian yang tadi siang keluar karena nggak mampu bayar?” Tanya dari salah stau suster yang memang masih ingat akan Fiko dan keluarganya ini.


“Iya dok..! bantu adik saya. Lihat,.. wajahnya pucat. Dok bantu saya saya mohon..! saya akan bayar dan saya akan usahakan uangnya tapi tolong selamatkan adik saya..!” Tangan Fiko sudah bergetar dan bibir yang sudah gemetar.. ia menangis dengan piluhnya matanya memelas dengan keadaan seperti ini. Keluarganya yang lain pun meminta tolong.


“Tap tapi mas.. ruanganya sudah habis.. dan sekarang kami tidak menerima pasien..!” ujar dari salah satu suster disana dengan gugup menata mereka. Apaagi Dara yang memegang tangannya penuh harap dan Daren membantu kakaknya memeluk sang adik.. Reyano disana menatap mereka dengan tatapan nanar.


“Ini rumah sakit atau mall si ? atau restoran?” Teriak Keyna keras menggelegar dikalah masuk..” Siapkan satu kamar terbaik dan obati dia.. jika tidak saya hancurin rumah sakut ini mau?!!!” Teriaknya kepada suster itu saat suster itu mau menjawa dia sudah menyerang duluan.” Cepat...!!” Teriaknya membuat mereka gelagapan. Apalagi dibelakangnya ada Alka.


Reyano mendekati kakaknya dan mendorong kursi roda kakaknya dengan takut. Alka bergeser karena tak tau drama apa yang dilakuan ini. sebenarnya apa yang dilakukna oleh keyna adalah rasa balas budi saja kepada Fiko dan juga Keyla. Sebab Keyla sudah memberikan tubuh ini dan Keyna sudah memintanya untuk melindungi kelarganya ini.


Fiko menangis sejadi-jadinya dikalah adiknya dibawa kebrangkar. Dia memeluk Dara dengan erat menyalurkan rasa sedihnya. Daren mendorong Dita yang sudah menangis dengan bibir stuknya itu.. Dita memang tidak terlau diperhatikan oleh mereka karena memang Dita cukup bersalah dengan semua masalah ini.

__ADS_1


Mereka berjalan menuju pintu ruangannya Riko... Keyna menguap lebar dan ditutupi oleh Alka membuat keyna terkekeh, kebiasan emang.. “Capek? Pulang saja ya..” Ujarnya mengelus rambut panjangnya Keyna.


Kyena menghela nafas. Ia memang sangat lelah... namun ia tak mau pulang sebelum tau apa masalah dari keluarga ini. ia mau tau kenapa sampai diusir menjadi gelandangan seperti ini? apalagi tadi Fiko nampak babak belur bagai dihajar babii ngepet saja... akh sudahlah.. intinya ia kepo dan belum sempat menyakiti mereka semua.


“Siapin kamar aja. Aku capek nggak mau naik mobil lagi..” Ujar Keyna kepada Alka membuat Alka mengangguk dan mengatakannya pada suster membuat suster gelagapan dan juga menyiapinya. Ini tadi katanya ruangan sudah habis? Ih...! inilah ya namanya yang beruang maka dihormati dan yang miskin malah ditindas dan dilupakan.. sungguh kejamnya dunia.. huoo...


Alka mampu melihat jika sebenarnya Keyna sudah sangat sakit dibagian pinggangnya. Karena memang Keyna hanya menggunakan satu ginjal dan seharian ini ia duduk..Kan tidak boleh...sekarang membuat ia menghela nafas. Ia menurunkan kursi roda itu membuat punggung Keyna bersandar.. nampak sekali saat ia menghela nafas nyaman. Lalu membawa Keyna mendekati Reyano yang menatap empat orang berpelukan itu.


Fiko dan semuanya berpelukan dan menangis terisak. Mereka takut sekali rasanya saat ini.” Kenapa sii kak.. kita menderita kek gini..! kenapa Tuhan nggak adil banget sama kita.. kita buat salah apa emagnya kak..” Ujar Dara dengan memukul dada kakaknya.” Dara mau mati aja kak, sumpah Dara enggak kata kalo hidup kek gini terus. Dara mau mati...!!” Ujarnya dengan histeris.


Keyna memutar bola mat malas. Bipantnya Tuhan tidak adil nah kemarin kemana? saat susah bilang Tuhan tidak adil. Mana nanya salah apa lagi. Nggak salah t?


Fiko memeluk adinya dan mengelus rambutnya.” Ini salah kakak dek. Seharusnya kakak yang mati... kakak yang enggak becus buat jagain kalian dan beri kalian kebahagiaan. Bahkan makan aja kakak nggak mampu kasih kalian.. hiks hiks. Maafin kakak..!” Ia menangis dengan seraknya. Ia hari ini belum makan dan sekarang sudah malam kalian bayangkan saja ya...


“Kalian mau mati serentak?” Tanya keyna sinis.” Bunuh diri aja tu loncat dari atas.. beban dunia memang panas sii mati. apalagi tu udah tau nggak ada gunanya dan ga ada rasa malunya.. cih..” Keyna meludah didepan Dita dengan amarahnya. Entahah amaranya mudah meledak jika melihat Dita seperti itu.


Dita menejamkan matanya karena takut saat ini..Maya Keyna sangat tajam menatapnya.


“Kak...!!” Reyano menatap kakaknya dengan memelas karena kakaknya sangat jahat sekali sekarang. Ini bukan kakaknya.” Kalian ada masalah apa si sama kak Nana?” Tanyanya dengan keluarga itu tajam dan dingin.


“Kita bahkan enggak kena sama kakak kamu..!! emang kami semenjijikkan itu ya sampek kamu segitunya sama kami dan ibu kami? Kami miskin tapi kami punya hati ya.. kami punya perasaan..!!” Teriak Dara dengan kerasnya didpean Keyna.


Keyna memutar bola mata malas.” Iya menjijikan banget malah.” Keyna mendesis menatap Dara.” Sampek-sampek bunuh adiknya sendiri bahkan membenci adiknya sendiri. Ih.. binatang aja nggak gitu sama adiknya.. apalagi tua bangka itu. Ih.. anak sendiri dibenci hanya karena harta.. cuih.” Ujarnya lagi dengan lagak smbongnya.


.


.


.


Hey yang berharap Keyna baik ingat ini bukan sinetron wkwkw....


Tapi nanti nggak tau lagi...

__ADS_1


__ADS_2