Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Ukiran


__ADS_3

Kadang sungai yang tenang lebih berbahaya dari pada yang beriak debgan derasnya..


Slow yaa... Part mafia in aksioma...


..


Andi iam dengan nanar menatap Andes disana yang sangat mebgrihkan mengusap pisau mengkilatnya itu... Bahkan pisau itu dapan dijadikan cermin untuk orang lain. Itu adalah pisau kesayangan nya Andes untuk menghukum para kandidat mayat..


” Aku akan memberi tahumu apa salah mu disini..”Ia mengetuk ujung pisau itu dipipi itu membuat Andi semakin menahan nafas karena terasa perih.”Kamu rasakan dan kamu baca ya,... jika kamu belum juga paham nanti saya jelaskan ditempat lain. Saya akan mengukir indah apa asalan kepada kamu…!!” Ujarnya dengan menjilat bibir bawahnya sendiri..


Tangannya dengan gemulai menggores pipi sawo matang itu membuat Andi terpekik nyaring karena tak bisa menahan rasa sakit yang diberi oleh Andes, ini sangat perih dan sakt..


” Arhhh..”Erangnya tak kuat ingin memberontak tapi tak bisa, ia memalingkan wajahnya kearah lain.” Argghh. Hentikan…! Lepaskan saya…!!” Teriaknya tak terima dengan apa yang ia dapatkan saat ini, ia menahan perihnya disana dengan mengatub erat wajahnya dan menahan nafasnya dalam karena tak tau harus apa.


Andes tergelak dibuatnya dikalah ujung pisau itu malah menancap diujung mata Andi membuat darah mengalir deras disana.."Aartgghjjnbv Oh My God...!"


“ Saya hanya mau melukis dipipi kok.. jangan gerak-gerak..nanti kena tempat lain.. sttuuttt..”Ujarnya lalu menekan pipi Andi supaya menatapnya dengan setengah wajah yang sudah berdarah-darah itu.


Andi menggeleng kaku dibuatnya lalu menatap Andes dengan nanarnya. Matanya sakit dan pedih.. tubuhnya sudah sakit dan juga pedih akibat luka yang ia buat, ia memberontak membuat darah mengalir dan kawat kawat ditubuhnya itu menancap ditubuhnya “To long lepaskan saya setan..!!” Teriaknya kuat kepada Andes didepanya itu,


Andes menyipitkan matanya dibuatnya.. jiwanya semakin menantang jika ditantang.. ia kembali melukis dipipinya Andi dengan santaynya dengan tangan satu mengapit pipi Andi supaya tidak bergerah gerak.. ditangannya sekarang sudah penuh dengan darah yang mengalir… itu membuat Andi terasa mati rasa dikulit wajhnya.. wajahnya bagaikan dicakar-cakar Serigala yang tak memiliki perasaan.


Natan dan lainnya meringis dibuatnya melihat Andes seperti serigala yang buas memangsa makananya, lebih tepatnya menyiksa.. Reval bahkan mual sekarang dan memuntahkan isi perutnya melihat darah sebaganyak itu. Apalagi Andes memainkan pipi itu sampai daging putihnya menampil dan menciptakan embun embun darah membuat kulit wajah Andi sangat mengerikan..


Sedangkan Natan dan Daniel sekarang menatap tempat lain, jantung mereka berdegub dengan hati yang nyilu mendengar teriakan piluhnya Andi, mau bagaimana lagi? Mereka bahkan tak berani barang hanya melirik saja dengan Andes yang sibuk disana.. mereka hanya menatap kedepan dan memasang Earphone saja supaya tidak muntah atau apapun itu…


Reval tak kuat membuat ia berlari dari sana dan memuntahkan isi perutnya mencari toilet untuk mencuci mulutnya yang sudah tak kuat menahan mualnya itu.


“Yweekk..” Reval memuntahkan isi perutnya banyak diarah pohon besar disana dengan mengusap pipinya itu membuat tubuhnya melemas karena energi dan juga cairanya banyak keluar.


“Habis deh pitza gue makan tadi..”Gumamnya menatap muntahannya tak kuat.. ia tak ikhlas dan tak ridho dibuanya.

__ADS_1


Lalu Reval menatap kesekeliling yang sepih itu.. “ Kayaknya gue mnemange nggak cocok jadi mafia deh… masa dengan hutan sepih kayak gini aja gue takut, liat darah muntah, belum lagi kalo mukul atau bunuh orang… mental gue mental lemah deh keknya.. memang seharusnya jadi anak baek baek deh keknya.”Gumamnya mengusap perutnya itu…


Tiittitittiii… mata Revbal membesar dikalah soflen yang ia gunakan berbinyi didalam earphone nya itu, tanda bahwa ada bahaya diluar sana membuat ia mengaktipkanya dan memfokuskan mencari sesuatu sembarangan arah.. ia melompat dan menyembunyikan dirinya dibalik pohon yang didepanya itu supaya tak ketahuan..


Glekk.. Earphone itu semakin berbunyi ditelinganya menandakan keadaan yang gawat darurat.. ia menatap keseleliling namun tak ada orang membuat ia panik.. lalu ia menatap kearah lain yang tak lain adalah hutan liar disana..


Glek.. benar adanya.. titik merah berkumpul disana menandakan banyaknya senjata tajam.. bahkan ia bisa melihat banyaknya senjata tajam disaja.. berapa saja senjata tajam yang mereka bawah.


Waw.. gumamnya kagum akan alat Shoflen Eys nya ini yang dibuat oleh Andes. Dengan ini bisa membuat ia melacak yang mana saja senjata tajam yang aktip dan mana saja yang tidak, mana saja yang memiliki peluru dan mana yang tidak, bahkan jumlah peluruhnya saja bisa diprediksi. Lalu kekuatan dari senjata api mereka tertera disana..


Hanya saja satu yang harus orang miliki ketika mengggunkana alat ini… Harus ., cerdas dan bisa tuggas.. pengingat yang handal dan focus, ia juga harus pandai dalam melihat strategi orang lain, mudah memahami situasi.. jika tidak bisa maka percuma juga mengenakan alat ini seperti Reval. Ia bahkan bingung harus bagaimana saking canginya alat ini dan saking banyaknya senjata api yang ada didepan matanya itu.


“Lapor komandan.. jika p2 ditahan didalam dan disiksa oleh marga Jhon..”Itu membuat Reval terkejut.. bahkan penyadap suaranya berfungsi sangat bagus, dengan jarak dari beberapa meter bisa menedengar laporan dari sana dengan nyaris sempurna ditelinganya. Ia sangat kagum dibuatnya membuat ia menggeleng disana..


Disana ada seseorang yang lebih mudah dibandingkan Andi,, bahkan seusia dengan Andes dan juga lainnya.. yang dimaksud dengan P2 itu adalah pemimpin ke2.. dan marga Jhon adalah marga yang disebutkan oleh mafia kelas kakap.. mafia tak pernah menyebutkan nama-nama mereka dalam setiap kasus, mereka selalu mengenakan nama marga yang dikenal didunianya. Supaya semua orang bisa tau jika mafia mereka kelas berapa. Kelas kakap atau kelas rendahan.. seperti marga Jhon.. marga Jhon itu kelas elit jadi sangat disegani termasuk di Mafia mereka sekarang.


Sosok itu menatapnya dengan datar dibuatnya… “ berapa orang disana? Dan bagaimana keadaan P2 Kita?” Tanyanya dengan dinginnya. Wajahnya sekarang bahkan ditutupi topengnya yang berbentuk serigala itu. Itu adalah keunikan miliknya. Tak pernah menampilkan wajahnya dikalah bertarung didunia gelap.. ia tak pernah mewujudkan wajahnya.


Kalua 1 mereka tersemnyum dibuatnya lalu menggertakkan lehernya kesamping membuat bunyi yang cukup keras…” Cari mati rupanya.”Gumamnya dengan sinis dan menaikkan satu alisnya terkekeh mendengarnya.”Jika begitu persiapkan pasukan dan serbu berbagai arah, mangsa jangan sampai lolos…!!” Tekannya.


Glugh… kering dasanya tenggorokan Reval mendengarnya.. ia mendadak lemas disana dibuatnya lalu menatap kedepan, apa yang harus ia lakukan sekarang? Apa ia harus masuk kedalam menghubungi Andes dan menyutuh mereka kabur sesegera mungkin atau menyelamatkan dirinya sendiri?


Ia mengambil sistemnya diearphonenya dan mengatakan kepada semua pasukanya yang ada didalam.. ? iya… itu adalah pilihan yang paling bagus dari pada yang lain, setidaknya ia bisa menyelamatkan pasukanya didalam dengan cepat atau bisa membuat mereka gesit untuk keluar dari sana.


Didalam sana Andes yang sudah membuat banyak lukisan diwajah dan juga dilehernya Andi itu tersenyum manis dibuatnya.. lalu ia melihat tangan Andi yang sekarang juga sudah banyak lukisannya. Andi sudah tak lagi bisa bicara dengan bibir yang sudah dipenuhi darah itu…


Andes menyiolpitkan matanya menatap Andi yang diam dengan meringis, matanya bahkan bukan lagi air yang keluar, tapi darah akibar tak sengaja kecolok tadi itu. “Ini karena kamu membuat teman saya hampir mati..!!! saya tidak tertarik membunuh kamu..”Ujarnya dengan anggukan jujur itu.


Andi disana meringis dengan matanya yang tak lagi bisa dikontrol rasa sakit dan perihnya, teriakan miliknya sudah hilang entah kemana saking piluh dan juga saking kerasnya tadi.. bajunya yang berwarna biru sudah menjadi warnah merah karena darah yang keluar akibatt dari tusukan demi tusukan dari kkawat yang meliliti tubuhnya itu karena ia memberontak dikalah Andes menyiksanya tadi…


Lalu Andes mengambil pisau ditangannya itu menuju hadapanya Andi itu.” Saya tidak pernah mengganggu kalian Marga Jhon.. apa lagi teman kamu…!| Ujarnya Andi dengan paraunya disana.. “ Dari pada kamu siksa saya seperti ini lebih baik langsung bunuh saya sekarang,,!!” Ujarnya. Dari pada disiksa seperti ini lebih baik langsung mati, tak merasakan dan menemukan penyiksaan seperti ini.. ini sangat sakit asal kalian tau.

__ADS_1


Andes terkekeh dibuatnya… “ Shutrr…!!” Ia menaruh telunjuknya dibibirnya menatap Andi yang sudah lunglai itu.. andes terkekeh dengan mata sayunya itu bagaikan orang mabuk itu.. “Disini saya rajanya bukan kamu.. jadi saya yang memainkan permainanya bukan kamu, jangan mengatur sesuatu hal yang bukan hak kamu Andi…!|'’ Ujarnya berbisik dengan Andi itu namun penuh penekanan.


“SAYA TIDAK BERSALAH...! LEPASKAN SAYA ATAU BUNUH SAYA ITU LEBIH BAIK,…!!” Teriaknya Andi keras disana karena tak lagi kuat menahan perih ditubuhnya itu.. ia mendesis dengan wajah yang mengelinang darah.. pipinya merah karena terrantuk kursi akibat Andes marah ia memberontak tadi.. bagian wjahnya bahkan tak lagi terlihat akibat tertutup banyaknya darah itu.


Clap… Argghh.. Andes menusuk perut bagian bawah dikananya Andi itu tanpa eksptresi membuat Andi memekik kesakitan untuk kesekian kalinya. Andes melihatnya dengan tatapan membunuhnya itu..” Saya kan sudah bilang.. saya yang memulai dan saya rajanya… jadi kamu tidak berhak…”Ujarnya lalu menatap perut yang sudah penuh darah itu.” Bukanya ginjal harus dibayar dengan ginjal bukan?” Tanyanya..


Slap.. arghh.. kembali teriakan Andi teredengar dikalah pisau itu dicabut dari tubuhnya.. bukan dicabut.. melainkan menyerong kesisi lain membuat luka itu semakin besar dan juga panjang… andes tersenyum sengan menyipitkan matanya melihat daging putih itu menciptakan darahnya…


Namun ia terkejut dikalah mendengar Earphonenya bernunyi dan mengatakan “ Keluar.. kita sudah ketahuan cepat… mereka sedang masuk kedalam ruangan ini gue Reval.. .!!”Itulah suaranya yang Nampak sangat panik.”Jumlah mereka puluhan dengan senjata api level 9 .. cepetan…!! Kita dalam bahaya..!” Pekiknya disana dengan nafas yang naik turun Nampak sekali ia sedang takut dan ia sdeang khawatir…


Natan dan Daniel saling tatap dibuatnya mendengar itu laliu menatap Andes yang baru saja menarik pisau itu.. Andes menatap Andi dengan tatapan membunuhnya.”Sial..”Gumamnya karena kesenanganya diganggu.. ia tak bisa berdiam disini terus jika mau tetap selamat disini…


Andes mundur dari sana “Kita selesaikan permainanyaa.!”ujarnya. ia tak boleh egois dengan apa yang ia lakukan, sebab masih ada tiga nyawa yang ia bawah disini.. ia harus memikirkan bagaimana supaya bisa menyelamatkan tiga nyawa yang belum bisa terlalu diandalkan ini.


Natan dan Daniel sudah gugup disana sudah waspada disana membuat Andes mendekati mereka dan menatap kesekeliling “Kenapa kalian tidak bilang jika lokasi ini sudah diketahui?” Tanya Andes dengan dinginnya kepada mereka bertiga.


“Maaf Des.. kek nya mereka bersembunyi cukup jauh jadi enggak bisa pakek alat ini… atau mungkin kami belum terlalu paham.. soalnya banyak banget bunyi tititit… gue kira ini rusak hehe. Karena disini kan enggak ada senjata tajamnya.. Cuma ada tembok..”Ujarnya Daniel dengan bodohnya.


”Sial..”Gumamnya Andes, ia lupa memberi tahu bagaimana caranya mengenakan alat-alatnya dengan baik dan beberapa sitem dan gunanya.. ia pikir mereka sudah paham dengan semuanya itu.”Jika begitu kita harus pergi dari sini lewat lantai atas.. cepat... soalnya mereka sudah tiga puluh langkah mendekati kita.. jadi kita vcuma punya satu menit untuk kabur…1”Ujarnya Andes membuat mereka mengangguk dan terkejut...


Andes disana mengenggam erat pistolnya. "Persiapka senjata tajam kalian.. biar gue dibelakang.. jangan lengah sedikitpun dan liat sekeliling.. bantu status sama lain dan hubungin Reval supaya langsung kemobil jangan nyusul dan balik kesini lagi…!”Ujarnya kepada pasukanya dengan berlari itu..


“Baik Des..!!” Ujarnya Natan dengan cepat lalu langsung melaporkan hal itu kepada Reval lewat telepon elektronya disana.” Natan liat depan terus.. Daniel kanan kiri liat dan biar gue liat kebelakang ngawasinya . aktifkan pelindung badan kalian… bagaimana yang gue ajarin dulu…!” Arahnya Andes lagi membuat jantung mereka tambah berdetak.


Tak sampai disitu dikalah Andes menaiki tangga itu sempatkan melihat kebelakang menatap mangsanya tadi dan...


Tor…..


suara itu bertepatan dengan pasukan yang masuk kedalam dan kepala Andi itu sudah tak lagi berbentuk dengan darah yang sudah dimana mana membuat para mereka meringis dan menatap kearah atas membuat Andes memalingkan wajahnya karena tak memakai wajah samarannya…


“Pakai topeng sekarang juga…!!” Ujarnya berteriak membuat mereka mengaktifkan lagi masker mereka membuat wajah mereka berubah… “Waktunya kalian berpetualang… dan bermain.. bersiaplah..!!” Andes terkeh disana dibuatnya menatap kesekelilingnya. rindu akan suasana seperti ini...

__ADS_1


__ADS_2