Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Belajar berjalan


__ADS_3

"Bisa diam tidak..! saya tidak terima saran dari kamu..! " Haikal menarap Fiko dengan tajamnya saat ini.


"Stoopp...! "Keyna memijat keningnya yang terasa sakit itu dengan lelahnya "Kamu Fiko antarkan saat kekamar.. ada yang harus kita bicarakan... "Ujar Keyna lagi memerikan karena tak mau melihat wajah menyedihkan milik Fiko saat ini.


"Tapi kamu belum selesai makan Nasi... Kay. "Ujar dari Jaya dengan lembut kepada anaknya tersebut.


Keyna mengangguk"Suruh bik Yanti antarkan makanan untuk kami berdua diatas saja... Kepala Keyna pusing cuma mau dengar keributan.. "Ujar Fiko dengan memijit keningnya itu.


"Kamu sakit.? "Meskipun marah tapi Alka masih tetap perhatian terhadap Keyna . apalagi Keyna mengaku kepalanya sakit membuat ia khawatir.


Keyna menatap Alka dengan alis terangkat...


"Ehemmmm... Ehemm... "Haikal berdehem begitu kerasnya membut Keyna dan lainnya menatapnya. Haikal. menatap Alka dengan ekor matanya. "Tadi ada yang marah marah.. tapi sekarang ada yang khawatir... hehe.lucu ya kan Rey... "Ia menyenggol Reyano disampingnya itu.


Rafka mendengar ikut menyahut. "Biasa itu.... Biasanya yang kek gitu cuka ekting ngambek biar dimanjakan in... Soalnya aku sering.. "Ujar Rafka... Ia terkekeh dengan ucapannya sendiri.


Keyna menatap Alka dengan senyum menggodanya mendengar ucapan mereka. apa benar manusia batu ini sedang mau dimanjakan.? heeeeee tidak ingat umur apa ya...


Alka mendengarnya merasa panas dingin karena amarah sekaligus geram melihat Keyna malah tersenyum menggoda nya itu membuat ia berdiri....


Ia mendekati Jaya untuk salam.. "Saya pergi dulu ya pa... Permisi... "Ujar Alka. Ia memang memanggil papanya Keyna dengan sebutan papa juga atas izin dan permintaan Jaya sendiri Karena merasa jika Alka sekarang itu anaknya.


Biasanya Alka Setiap pergi selalu mencium keningnya Keyna tapi sekarang tidak. membuat Keyna merasa kurang menatap punggung Alka yang menjauh menuju pintu keluar. lalu ia mendapatkan ide.


ahaaaaa...!


"Aduuhh... sakit... Aduh.... "Keyna terteriak kencang dengan mengaduh kesakitan memegang dadanya itu membuat suaranya Disana khawatir sekaligus terkejut.


Jaya bahkan langsung berdiri dan mendekati putrinya itu... "Apa yang sakit? kenapa sakit..?, "Tanya mereka serentak.

__ADS_1


Dihujung sana Alka yang mendengar Keyna berteriak kesakitan itupun dengan cepat. menuju Dimana Keyna ada...


Ia menarik tubuh Haikal dan juga Egi mundur supaya bisa maju paling depan "Minggirrrrr..! "Ujar Alka dengan cepat berjongkok didepan Keyna.


Keyna terkekeh dalam hatinya mengintip Alka dari ujung matanya itu. "Ini yang sakit ...."Ujar Keyna memegang dadanya memberikan wajah memelasnya.


"Yang mana? Sakit gimana? kita kedokteran sekarang mau? "Ujarnya Alka khawatir mengusap kepala Keyna.


Keyna menatap Alka, dan ayahnya bergantian. "Iya sakit Dimana Na? Atau bawa kekamar aja... Biar kamu istirahat tadi katanya kamu juga pusing... Sini papa bantu ya... "Ujar jaya khawatir mengusap tangan anaknya itu.


Keyna menggeleng "Ini yang sakit papa.."Ujar Keyna.."Sakit hati karena Alka marah marah terus dari semalam... "Ujar Keyna cemberut...


Alka dan lainnya menatap Keyna tidak paham membuat yang lain saling tatap. hati? Marah? Semalam?


"Maksudnya gimana sih Kak? "Tanya Reyano dengan kakaknya lembut.


Cuppp...


"Jangan marah terus...! "


Keyna mencium pipinya Alka untuk pertama kalinya membuat yang lain menganga dibuatnya "Jangan marah marah lagi.... Uduh ya... "Ujar Keyna lembut mengusap pipi Alka.


Alka menatap Keyna dengan wajah memerah dibuatnya.... Tanpa kata lagi ia mengangkat tubuh Keyna dari kursi roda dan membawahnya keluar "Hari ini saya enggak kerja... Yaahhh... "Teriaknya pada orang rumah membuat yang lain bingung.


"Kalian mau kemana He? Kita mau ikut...! "Teriak Jaya kepada Alka tak terima.


Haikal menatap Egi disampingnya lalu menatap Rafka yang makan tanpa peduli apapun enggak ada akhlak memang itu anak. "Sekarang cekek gue Rey... Capek gue liat keuwuuwuan terus.. "Ujar Haikal mengerjap.


"Tapi nanti Loe juga cekek gue ya... Soalnya gue masih nggak ikhlas berbagi Nana gue... "Ujar Reyano. menatap keluar nanar. Sungguh ia belum sanggup dan belum mau berbagi Kakak tersayangnya.

__ADS_1


"gimana kalo Gue aja yang cekek kalian berdua semua.... Mau nggak? "kanya Egi samping mereka dengan menarik turunkan alasnya.


Haikal dan Reyano menatapnya dengan datar. "Boleh tapi kayanya kita yang bakal bunuh Loe duluan hehe... "Haikal tersenyum psikopat nya kepada Egi..


"Eh kalian dari pada bunuh bunuhan... Mending pergi sekolah sana. liat jam udah telat lima menit. kalian.. .!!"Ujar Jaya kepada mereka bertempat Disana.


Mata Reynao dan lainnya menatap jam dengan cepat nya melotot. Benar saja sarang susah jam tujuh lewat dua puluh lima karena disekolahnya masuk jam tujuh dua puluh.


"****** kita hari ini... Pagi ini ada ujian lagi sama ibu Bone... kimia Asataga... "Teriak Egi.. "Mana gue ketua osis masa gue telat sii Astaga... " Egi menepuk keningnya karena baru teringat akan amannah yang ia embani itu.


"Yaudah sana pergi..! Ngapain masih disini si? "Jaya menaikkan satu alianya menatap keempat anak itu dengan heran. katanya telat tapi masih berdiri kokoh Disana tanpa ada niat untuk pergi dari sini menuju sekolah.


"Aannuuu om.. "Rafka memainkan ujung jari jemari lain dengan wajah gemoynya menatap papanya Keyna dan Reyano itu. "Kan kami sudah telat nih ya om... Nah boleh nggak kita libur aja gitu hehe... "Ujarnya dengan cengirannya.


Dan itu diangguki oleh yang lain juga menatap Jaya penuh harap. "Boleh ya pah. Sekali aja ya... "Reyano mulai ikut membujuk"Lagian kita tunggu udah telat lima. menit. Mana boleh masuk nanti, bukan bisa belajar kami malah kena hukuman pah, Nah lebih parahnya nanti kita malah disuruh bersihan WC... dirumah aja kita enggak pernah bersih WC masa papa tega kita malah disuruh bersihan WC sekolah.... "Lanjutnya dengan berharap. Matanya ia mirip miripkan dengan mata kucing supaya papa nya terbujuk.


Jaya menatap mereka datar. "Itu kan karena kalian sendiri kenapa kalian telat... Ngapain Nyalahin papa? kan kalian yang telat jadi wajar dong dihukum... "Jawab Jaya.


Haikal menatap mereka semua dengan jelas nafas lelah. "Ini gara gara Egi sama Reyano nggak main PS om jadi ya gini... Kita tidurnya kesiangan... "Jujurnya.


Jaya menatap mereka dengan alis terangkat "Itu namanya derita kalian. Saya tidak pernah nyuruh kalian tidur.. Yang saya tau kalian harus sekolah sekarang...! "sukar Jaya laku pergi.


"Oooommmmmm...! "


"Papi.... ....! Ayolah pa kali ini aja ya....."Ujarnya Reyano menyejar Jaya yang pergi dari sana tak mau mendengarkan penjelasannya itu.


Jaya menlmutar bola mata malas melihat mereka yang mengejarnya untuk meminta izin itu, namun ada rasa bahagia dihatinya ketika seperti ini, ia merasa anak anaknya kembali lagi dalam hidupnya.


disisi lain Fiko menggarukkan pipi kanannya karena heran. "Terus ini gue gimana? "Gumamnya karena tadikan Keyna menyuruhnya untuk menemuinya....

__ADS_1


__ADS_2