Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Natan


__ADS_3

Reval baru tahu jika Key itu orangnya seorang yang menerapkan senggol bacok. Ia bahkan bergidik ngerih melihat Key yang tak ada senyum senyumnya.


Dengan lancang Key mengambil makanan yng baru saja kakak kelasnya yng dulu pernah ia hajar. Jeck, Lano dan Timol. Tulang bully dulu iti loh...


mereka baru saja memalak adek kelasnya dan merampas cupcake dn coklat. ada ciki ciki dan lainnya.


"Wahh enak ni... " Dengan lancang key memakan cupcake coklat yang lumer dimulutnya.


Jeck menatap key dingin. "Main comot comot aja loo. Udah berani ama gue...!" Bentaknya membuat yang lain tahan nafas.


Key mendelik matanya. "Nantang nggak usah pakek mulut. Gue tantang loo disirquid. atau mau diring?" Tanya Key meremehkan. Kalian masih ingtkan jika Key itu pembut onar?


"Gue nggk lawan cewek...!" Key mengangguk lalu mengambil satu coklat batangan ditangan Jeck lalu membukanya.


"Woy settaannnn... Blikin coklat kita...!!!" Teriak Timon saat melihat Key sudah melenggnang pergi yang dikuciri oleh reval yang sedari tadi diam saja. Sebenrnya mereka sudah sangat takut dengan Key. Karena itu mereka tak mau menerima tawaran Key ataupun menerjang Key.


Sepertinya kebiasaan buruk Key kembli lagi. Yaa malakin orang ketika lapar. Ia lapar karena belum makan sedari malam tadi. Tadipun ia tak saarapan karena tak sempat. Ia terlalu lelah.


.....


Jam mata kulia Key selesai. Ia memilih memasuki bindernya didalam tas lalu bangkit.


"Pulang Key?" tanya Danil.


Key mengangguk. "Yukkk Bareng aja..." Ajak Natan merangkul bahu key. Ia tersenyum manis dijalanan.


"Jangan sentuh gue Gue nggk suka terlalu deket sama cowok.." Gerutu Key sembari melepaskan rangkulan Natan.


Natan berdecap. Tapi tetap saja merangkul Key menuju mobil. Sesekali Key menendang mereka yang usil dan mereka yang menarik rambut Key yang panjang." Jangan trik ahh. Ntar rambut gue bauk tahik...! " Serga Key berkali kali.

__ADS_1


“Kita makan sate madura dulu yuk.. Soalnya gue rindu banget makan sate.” Ucap Danil tiba-tiba membuat mereka menghentikan jalannya.


“Boleh... Enak juga nii sore-sore makan sate.” Sahut Natan semangat.


“Ya udah. Kalo gitu kita otw pakek mobil gue aja ya. Masa mau bawah sendiri-sendiri. Nanti kita balik sini lagi buat ambil mobil kalian.” Saran Danil sembari tersenyum.


“Bolak balik berarti...” Sahut Key. Ia tak masalah jika mau makan dulu.


“Santai.. Itung itung jalan-jalan..” sahutnya Danil menaik turunkan alisnya. Gigi ginsulnya terlihat karena senyumnya yang manis.


Key dan lainya pun mengangguk lalu menuju mobil Danil. Namun terhenti saat suara dari belakang mereka membuat mereka menoleh..


“Natan...” Suara bariton itu terdengar serak.


Key dan lainnyapun membalikan tubuh.


Disana ada seorang pria paru baya, alis Key terangkat menatap pria itu. Pria yang sudah tua namun masih terlihat gagah. Ia hampir mirip dengan Natan, hanya saja pria itu sudah tua. Tubuh pria itu dibaluti jas hitam yang sangat icin.jika semut mampir saja bisa terpeleset.


Mata pria paru baya itu memelas.”Maa maafin ayah nak. Ayah mau nemuin bunda. Beri ayah kesempatan buat nemuin bundamu untuk meminta maaf..” Suara itu sangat memelas bagaikan permintaan memohon yang sangat mendalam.


Key mendekatkan diri diknop depan mobil Natan lalu melompat. Ia duduk disana uuntuk melihat serial drama gratis saat ini. Ia tak mau repot repot sok dramatis yang akan memarahi atau membela orang yang menurutnya benar


Pria itu adalah ayahnya Natan. Ia masih dengan wajah yang sangat memprihatinkan. Ia menggenggam tangan Natan namun dengan kerasnya ditepis Natan seakan-akan pria itu sangat hina membuat Key menguap. Ia mengantuk melihat drama manusia.


Ayahnya Natanpun menangis.” Nak ayah khilaf. Maafkan ayah, beri tahu ayah dimana bunda. Ayah sangat mencintai bundamu, biarkan ayah tebus kesalahan ibundamu. Biar ayah yang merawatnya nak. Tolong jangan siksa ayah seperti ini. ayah tau ayah salah. Tolong nak---“..


“Pergi lo.. Gue ngak sudi liat muka brengse*k kayak lo.. bugh..” Tega sekali Natan menedang ayahnya hingga membuat pria paru baya itu tersungkur.


Tak sampai disana. Pria itu masih mendekat lalu menarik tangan Natan. Natan sekarang posisinya memungungi ayahnya yang sudah duduk diatas lantai parkiran. Banyak sekali sorot maa tajam melihat aksi mereka..

__ADS_1


“Bubar.. gue colok juga mata kalian yang masih liat...!” Serga Danil yang membatasi orang-orang yang lewat tapi berhenti untuk melihat kejadiaan itu..


“Hiks hiks.. Ayah sangat menyesal nak. Maafkan ayah, biarkan ayah tebus kesalahan ayah pada ibumu nak. Tolong...” Ucapnya pilu. Ia sangat terlihat meraka bersalah.


“Gue bukan anak lo. Urus aja selingkuhan lo yang muda itu. Gue nggak sudi punya bokap kayak lo... Bahkan gue jijik ngakuin kalo gue lahir dari sperm* lo..!” teriak Natann tegas. Ia mengentakkan kaki dan tanganya membuat pria itu melepaskan tanganya untuk memohon.


Natan mendekat lalu memasuki mobil Danil tanpa izin.” Cepetan pergi woy...!” Teriakn ya karena teman-temannya masih melihat ayahnya kasihan. Sedangkan Key hanya diam saja. Ia melompat dari knop depan mobil lalu masuk. Ia memilih duduk dikursi belakangan dekat dengan Natan. Sedangkan Danil mengemudi dan Reval duduk disamping Danil..


Natan mengusap wajahnya sedikit kasar membuat Key menatapnya datar. Ia menghela nafas seakan dadanya sangat sesak saat ini.”Lo mau nanya dia siapa terus mau nasehatin gue biar gue sopan sama orang tua. Basi...!” Serga Natan menatap Key. Ia sadar Key menatapnya.


Key tertawa sinis. “ Manusia punya privasi. Dan gue nggak sesuka itu mencampuri urusan orang lain. Apalagi mengurusi masalah orang lain. Masalah gue udah banyak, ngapain juga gue ngurusin masalah orang lain...” Ucapannya terdengar santai dan datar. Ia menyenderkan kepalanya sembari memejamkan matanya.


Reval menatap Natan miris.” Lo memang nggak bisa buka hati lo buat bokap lo? Udah 12tahun loo. Gue aja kasihan liat bokap lo yang setiap hari ngemis maaf sama lo. “ Ucapnya lembut..


“Bener... Kayaknya bokap lo itu serius mau minta maaf. Setiap orang punya salah broo. Jadi menurut gue kasih aja kesempatan...” Ucapnya..


Dari sini bisa Key simpulkan jika ayahnya Natan itu memiliki kesalahan yang fatal dan membuat Natan membatu dan membencinya dengan darah dan daging.


“Jujur gue kasihan liat ayah lo. Kadang nyamar jadi tukang becak Cuma mau lewat depan rumah lo. Jadi tukang bakso demi menumin lo dirumah dan ngemis sama lo. Padahal dia kan udah tua...” Ucapan itu sama sekali tak membuat Natan melembut. Matanya masih merah dengan amarah yang membarah. Benar adanya, dulu ada saat Reval dan Danil yang main dirumah Natan kadang ayahnya lewat, kadang jadi tukang becak lah, tukang bakso lah dan tukang bubur. Bahkan ada saat itu ia menyamar jadi pemulung. Mengapa mereka tahu? Karena ayahnya Natan selalu berhenti dan memandang rumah Natan cukup lama membuat mereka juga turut sedih.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Mau tau cerita Natan? Nanti author bikin squelnya aja kalo cerita ini udah seledai hohoho...


like komen and vote yaa


__ADS_2