
Haloo Readers semua..
Maaf ya bulan ini suka telat up. yaa gitu de.. tapi tetep lanjut kok. Dan disisni ada yang baca Putri Zhu Qira Han kan? ada yang nanya, aku kasih Ekstra Part atau enggak. Maka jawabannya iya, aku kasih tapi nanti ya...
.
.
.
.
.
.
Ini Part jangan ditiru ya... Agak keras memang hehe... jangan sampai ketahuan, bisa dicabut ini novel... Tapi mau bagaimana lagi? ini jalan ceritanya.
.
.
.
Kepala Keyna sakit saat ini, ia meringis pelan karena merasakan beban bertonton menimpah kepalanya, kenapa bisa? Ia meringis lalu menyentuh keningnya. Namun tak bisa mmebuat ia membuka kelopak matanya, tanganya diikat mengunakan kawat berduri membuat ia terkejut bukan main, semakin ia bergerak semakin sakit pula tangannya.
Bukan bukan..!! bukan hanya tanganya, tapi juga tubuhnya, kakinya dan tangannya. Akrghh.. Keyna tak sanggup menahan sakit ditangannya. Dia haus dan ia lapar. Sungguh..!!! Ia belum makan sejak petang kemarin. Tunggu, yang ada pertanyaan sekarang, berapa lama ia telah pingsan?
“Sudah bangun kau rupayanya anak sialan?!!!” Samar-samar Keyna dapat melihat pria gelap yang ditutupi cahaya lampu. Silau.. Karena tubuhnya memunggungi cahaya membuat ia meringis. Ia tak memberontak dan tak berteriak karena itu membahayakan dirinya sendiri.
__ADS_1
Plas.... Tubuhnya disiram air dingin. Air yang dicampur dengan bongkahan Es membuat lukanya sangat perih. Tapi ia masih bersyukur karena air ini bukan air panas. “Enak mandinya? Pingsan udah dua hari, langsung mandi. Baik'kan Papi..!!!” Ujarnya membuat Keyna membuka lagi kelopak matanya. Wajar saja ia merasa lapar dan haus, ia sudah dua hari pingsna rupanya. Ia bahkan menjilat air yang menetes diwajahnya supaya meredahkan hausnya.
“Rupanya haus ya...!!!” Ia terkekeh geli lalu disertai beberapa orang masuk dengan santaynya menatap penderitaan Keyna.
Mereka tertawa kecuali satu orang. Dan yang Keyna tau, jika mereka adalah keluarganya. Papinya Handi, Maminya Dita. Darah, Daren, Riko dan Fiko. Tak ia sadari jika Fiko merasakan jantungnya diremas menatap sang adik. Ia tak dapat berbuat apa-apa saat ini.
“Mau kalian dengan gue apa sii?” Tanya Keyna lemah namun masih terdengar. Perih mengerogoti tubuhnya. Ia hanya lah Keyna, bukan Putri Zhu Qira Han yang tak bisa merasakan sakit, dan bisa membaca pikiran orang lain. ia hanya manusia biasa.
Mereea terkekeh. Handi mendekat dengan sedikit pincang. Mungkin akibat operasi itu masih ada. “Salahmu karena kau terlahir dari Mani nya pria berengsekk itu. Salahmu karena kau keturunannya..!!! Salahmu karena Ayahmu menghancurkan hidupku.. Salahnya karena KAU LAHIR DIDUNIA INI..!!! DAN jika kau tak terima akan hal itu. Salahkan kenapa kau dilahirkan dari Mani ayahmu..!!!” Suara itu semakin lama semakin membentak dan semakin lama semakin keras membuat suara itu menggema disetap sudut ruangan. Nafas Handi tersendat-sendat saat ini.
Keyna itu sedang didalam gudang. Bauh, debu, dan sebagainya bisa dicium oleh mereka, namun tak membuat penyiksaan itu terhenti. Keyna mengangkat kepalanya sayu.” Gue bukan Keyla... Keyla udah mati, gue orang yang beda. Gue Keyna bukan Keyla...!!” Aduhnya jujur. ia kesal dengan dirinya, kenapa ia hidup dalam hal semacam ini, kenapa ia sealu disiksa oleh takdir? Apakah takdir sedang mempermainkan dirinya?
Handi mendekat dengan langkah pincangnya lalu menarik rambut Keyna keras. Keyna meringis merasakan kulit kepalanya ingin berpisah dari kepalanya. “Ini tanda lahir kamu..!! Kamu mau menyalahkan saya? Mau bohongin saya ha?!!!!” Teriaknya ditelinga Keyna setelah melihat tompel dibagian leher Keyna. Yaa Keyla punya tanda Tompel yang tak terlalu besar dibagian lehernya, tepatnya dibawah Leher, antara leher dan bahu.
“Tapi gue bukan anak sialan loe itu..!! Jiwa kami berbeda. Loe enggak liat gue sama dia beda? Gue keren dia buluk. Gue pintar dia begook dan yang pastinya gue lebih dari dia..!!! Dan anak loe memang sialan, keparat, anjing, babii dan juga setan. Anak loe iblis tau nggak..!!” Keyna menumpahkan kekesalannya keras.. Ia tak sanggup menanggung hidupnya yang semakin lama semakin berat. Ia tak kuat dan ia tak sudi akan hidup semacam ini.
“Lepasin gue..!!!” Teriaknya nyaris tak terdengar. Suaranya hilang dengan rasa lapar dan hausnya. Disana ia dapat meihat Keyla yang juga ikut menangis, menangis karena mengejek atau karena apa Keyna tak tau dan ia tak peduli. .
Keyla menangis karena ia merasakan sedih akan keluarganya yang tak menginginannya. jika dirinya disana sudah pasti ia akan menangis histeris. Ia menggumamkan kata maaf berkali-ali untuk Keyla. Ia memang jahat, namun ia tau sakitnya Keyna saat ini. namun ia tak tau harus berbuat apa.
“Pi.. jangan gitu pi.. Lepas..!!!” \=Fiko sudah tak tahan melihat hal itu. Ia menarik tubuh Handi keras, namun bukannya terlepas Handi malah lebih erat menarik rambut Keyna membuat tubuh Keyna tertarik dan tertusuk duri kawat itu, tubuhnya sudah dipenuhi darah segar karena itu. Ia ingin menangis, tapi ia harus kuat. Kenapa ia tak mati saja Tuhan? Kenapa? Mau bicara saja ia sudah tak mampu saat ini.
“Pi dia anak papi, jangan gila..!!!” Teriak Fiko sembari menahan Handi lagi. Namun tak membawa hasil.
Brak...” Lepasin papi Kak. Dia mau bales apa yang Keyla lakuin. Dia pantes ngedapetinnya..!!” Rio menari tubuh Fiko dengan keras membuat Fiko tak lagi memegang tubuh Handi. Sedangkan Darah ikut ikutan menarik paksa tubuh Fiko.
“Lepasin..!! Lepasin woy..!!! Dia adik kita..!! Adik kita..!! Keyla.. maafin kakak. Key..!! Key..!!” Suara itu mengalir dengan tertutupnya pintu. Tanpa rasa iba Daren menatapnya datar dengan kedua tanganya yang ia sakukan. Dita? Ia bahkan sempat memakan buat jeruk dan Pir saat ini.
Handi sudah menjadi gila!! Ia mengambil Tongkat Golf disana lalu mengarahkannya didekat Keyna. Pla.. Pla.. plak... Arghh...” Sakit.. gue bukan Keyla.. Gue Keyna..!!” Suaranya habis, tak terdegar sedikitpun, yang ada hanya pukulan yang mengarahkan diginjalnya.
__ADS_1
Berkali kali Handi memukulnya dibagian pingangnya.” Hancur.. Hancur..!! Hancur..!!” Sudah ia katakan bukan? Jika ia akan menghancurkan ginjal Keyna ..!!! dan inilah dia saat ini....
Semakin ia pukul, maka semakin tertancap kawat berduri itu membut Keyna menahan nafas. Saat ini ia berdoa kepada Tuhan supaya ia mati saja..!! Ia mau mati saat ini Tuhan..!!
Handi menarik napasnya setelah setengah jam memukul ginjal Keyna. Ia sudah bisa pastikan jika tulang kaki Keyna hancur dan Ginjalnya rusak. Impas..!!! ia melempar tongkat itu kesembarangan arah. Kesadaran Keyna sudah mulai hilang, ia hanyalah manusia bisa yang bisa merasakan sakitnya dan bisa mati apan saja.
Handi kembali mengambil termos yang diletkkan dibelaang Keyna. Ia menatap Keyna garang,”Muka kau mirip dengan ku sialan..!! Aku tak sudi anak sialan sepertimu mirip denganku..!! Aku mau mukamu hancur..!! Hancur,.!”! Teriak Handi sembari menyira Keyna dnegan air panas itu.
Keyna kejang-kejang. Ia merakan hangus dibagian kepala dan wajahnya. Rambutnya ditarik paksa oleh Handi membuat ia mendongak. Merasakan sensai panas yang luar biasa. Sunggu ia tak mau hidup lagi. Wakahnya hancur saat ini..!!! Untuk pertama kalinya ia menangis setelah bundanya meninggal..!! bahkan bundanya meningal ia tak menangis..!!!
Keyna. memejamkan matanya erat saat ini dengan nafas yang naik turun.
Prang... Termos itu Handi banting kesembarang arah lalu mendekati Dita.” Biarkan dia disana. Mati dan membusuk dimakan tikus,,!!” Ujarnya membuat Dira mengangguk namun sebelumnya Dita melemar pisau dipegangannya menuju tubuh Keyna membuat pisau itu menancap dipaha keyna.
Argh...
“Kerja bagus..!!” Handi menepuk kepala Dita sayang karena hal itu lalu merangkullnya dan keluar dari ruangan itu. Fiikuti Daren dengan datarnya. Tak ada hati memang.
Keyna? Ia ingin pingsan dengan wajah Keyla yang menatapnya menangis. Tubuhnya bukan lagi sakit. tapi sudah mati rasa, sudah tak terkendali lagi.
“Key..!! Jangan mati..!! Aku bakal bantuin kamu keluar dan selamat kok. Tenang saja. Kamu jangan mati dulu ya..!!!” Ujar Keyla namun Keyna samar-samar mendengarnya sebelum kegelapan merengut semuanya. Lebih baik pingsan dan tak sadarkan diri dari pada merasakan sakit ini bukan?
.
.
.
.
__ADS_1