Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Bab 75


__ADS_3

Kadang dunia terlalu kejam pada setiap penghuninya, hanya gelap menjadi teman penghantar tidur. bintang-bintang seakan mengejek manusia yang sedang memandaninya sendirian. Memeluk lutut sendiri lalu tersenyum lembut pada langit, langit yang begitu terang dan ditemani banyaknya bintang.


Kadanga ada yang bilang, jika kau merindukan seseorang, maka kau hanya perlu memandang bintang, anggap jika bintang itu adalah orang yang sedang kau rindukan. Bintang juga teman manusia yang kesepian? Nyatanya tidak untuk seseorang ini, ia iri dan benci pada bintang, meski mereka kecil namun mereka bersinar dengan beramaan, menciptakan keindahan yang kompak pada kegalapan. Dunia segitunya tak adik?.


Dengan bunga mawar satu tangkai ditanganya, mata yang mengabur, ia menatap lisan didepan matanya,,, ‘Maheza Renaldo’ sosok yang mampu memporak porandakan jiwanya, sosok yang mampu membuat ia meningalkan dunia gelapnya.. ia berjongkok didepan gundukan itu, dengan mata yang basah dan hati yang disayat-sayat. “ Maaf karena gue enggak bisa menjadi baik kayak yang loe mau..” Itulah yang ia ucapkan, namun mampu membuat ia menitihkan air matanya.. ia mengelus lisan itu sayang.


Lalu mendongak menatap langit. “Loe bilang, kalo gue rindu sama loe, gue harus liat bintang dan bayangin muka loe..” Ia menjeda ucapannya karena sesak didadanya. “Tapi nyatanya gue engak harus liat bintang supaya bisa liat muka loe. Soalnya gue merem aja loe ada dimata gue..” Ia memukul dadanya sendri karena sakit mencekik, perasaanya yang sakit.


Ia menaburkan kelopak bunga yang ia bawah. diatas tumpukan tanah itu,“ Maafin gue, karena gue, loe harus meningal. Dan maafin gue, karena gue masih sama, masih jadi orang jahat. Gue harap loe disana tenang ya.. “ Ujarnya berusaha berdiri. Tangan dan kakinya lemas saat ini. “ Gue masih tetap milik loe, dan gue masih cinta sama loe Love you..” Ia mengusap air matanya lalu meninggalkan makam itu dengan berat hati.


Saat sudah tiga langkah ia kembali menatap nisan. Ia berbalik lalu mencium nisan itu penuh nikmat.. “ Gue enggak pergi ningalin loe. Gue masih sama. Jangan sedih.” Setelahnya ia bangkit untuk pergi dari sana. Tak seharusnya ia berlarut larut dalam kesedihan. Seseorang didepan matanya ini tak akan senang melihatnya menangiskan?


Hari sudah menujukan pukul delapan malam, namun tak membuat ia takut dipemakanan itu, malah ia sudah merasakan legah saat ini. Lega karena ia sudah mengangguk seseorang yang membuatnya rindu, rindu akan suatu hal...


...


“Pagi Naanaa.” Ujar bunda Farah pada Keyna yang baru menuruni tangga, setelannya biasa, tak terlihat rapi namun keren. Tas disandang sebahu saja, wajahnya tersenyum tipis. Ingat ya..! Keyna tidak pelit senyum ataupun Cool Girls, tak terlalu dingin juga, namun ia bisa bersikap sesuai keadaan saja.


“Pagi Tan.. Om..” Ujarnya memilih duduk disamping Natan. Ia bisa melihat Natan sedang memasukkan nasi goreng udang kedalam mulitnya wajah Natan searang sudah jauh lebih cerah dari biasanya, jika dulu penampilan Natan urak-uraan dan tak terurus, tapi sekarang Natan sangat tampan dan rapi. Dengar-dengar Natan akan mengurus perusahaan ibunya beberapa bulan lagi.


“Loe enggak ngucap selaat pagi sama gue Key?” Tanya Natan cemberut saat sesudah menelan makanannya, setelahnys ia memunum susu putih disampingnya.

__ADS_1


Keyna tersenyum lagi.” Enggak loe enggak ngucap tadi..” Ujarnya lalu meminum susu coklat.. yaa,, Keyna itu pecinta susu, apa lagi susu colat ia bahkan bisa meminum susu sepuluh kali dalam satu hari.. jika ia dipilih memesan minum, maka ia akan memesan susu coklat. Padahal ia kejamkan? Entahlah Keyna.


Natan mendengus mendngar ucapan Keyna. “Nana makan dulu.. ini bunda ambilin..” Bunda Farah mengambil piring Keyna cepat.” Nana mau maan apa?” Tanyanya mengerjab polos


Keyna menatapnya gemes “Key mau roti selai keju aja tan. Enak kayaknya, tapi lima lembar ya, kalo Cuma satu enggak kenyang Nana ma.. Cuma nambah taikk gigi aja itu mah hehe....” Ujarnya jujur.


Om Johat terkekeh disana mendengarnya yang dikatakan Keyna benar adanya “ Kamu bisa aja Key..” Ujarnya.. sedangkan Farah hanya terkekeh lalu memarut keju untuk diroti Keyna,Farah tau jika selain suka minuman susu coklat, Keyna juga suka parutan keju untuk rotinya.. Key itu tak suka yang manis manis sebagaimana perempuan lainnya. Keju saja ia suka keju yang asin. Sedangkan Keyna tak keberatan, ia itu orangnya santay, jika orang sudah menawarkan ia akan terima, meskipun orang itu hanya berbasa basi. Sebab Keyna orangnya tak suka ucapan saja ia orangnya realistis, perlu bukti.


“Kita masuknya jam berapa?” Tanya Natan pada Keyna.


Keyna mengangkat bahu acuh” Kayaknya sii jam 9 dehh.. loe mau kemana? Loe jadi ngantor? Ngurusin perusahaan tante Farah?” Meskipun ia sudah disuruh memangil Farah itu bunda, johar ayah, ia tak mau, sebab ia terlalu canggung dan masih menganggap keluarga Natan asing.


Padahal dulu Natan tak ada niat untuk jadi CEO. tapi sekarang ia berubah karena ibunya....


“Ini sayang..” Makanan Keyna sudah siap. Pas 5keping roti keju tabur...


Keyna menerima dengan senang hati “ Makasih Tan..” Ujarnya Farah tersenyum lembut pada Keyna. Layaknya kepada putrinya sendiri.Johar menatap Keyna hangat ia bahagia sesali saat ini. sudah lama ia menginginkan keluarga yang seperti ini, Farah yang mengurusi anak-anak. Anak-anak yang mengobrol satu sama lain dan yang terpenting Farah sekarang sembuh. ia mendapatkan doble dari apa yang ia harapkan. Mendapatlan Farah dan juga keluarga. Penantiannya bertahun-tahun tak sia-sia.


“Teriakasih ya Key. Karena kamu, ayah bisa ngerasaan keluarga yang hangat. “ Ujar Johar mencelos ia bahkan memangil namanya ayah.


Keyna mengangkat bahu acuh.” No.. semuanya sudah dialurkan Tuhan, Nana Cuma perantara saja, jadi jangan sungkan.. selagi Nana abis bantu, Nanq akan bantu kok om..” Ujarnya acuh, sebenarnya Keyna bukanya tak sopan, tapi ia tak suka dipuji dan tak suka ditatap sedemikian tupa. Dia tak suka ditatap dengan tatapan memujinya orang baik, sedangkan ia itu jahat ia bahkan tak dapat menghitung seberapa banyak orang yang sudah ia bunuh.

__ADS_1


“ Kamu baik sekali Key.” Ujar Johar haru tak mengerti akan Keyna” Orang tua kamu pasti bangga sama kamu.” Ia tersenyum sembari meminum air putihnya.


Keyna merasakan dadanya sesak “ Keyna enggak sebaik yang om kira kok.” Ujarnya mengangguk-ngangguk “ Kalo keluarga? Mereka nggak pernah liat saya om. Meksipun saya udah buat dunia ini jungkir balik mereka engak bakal liat saya.” Itulah balasan Keyna, namun itu hanya terlontar dalam hati, ia tak mau terlihat sebegitunya menyedihkannya, dia gadis kuat.


“Oh ya. Nana mau temenin bunda nggak nanti? Soalnya bunda mau belajar masak kue, seru loe...” Ujar bunda Farah menyeletuk tak melihat situasi, namun tak ada yang marah, mereka bahkan terkekeh tertawa saat melihat bunda Farah bertepuk tangan seperti anak kecil.


Keyna menggeleng.” Nana enggak bisa masak kue Tan Eh Bun. Maaf ya.” Ujarnya. Sebenarnya ia tak bisa dirumah berlama-lama, ada banyak yang harus ia kerjakan, belum lagi geng Galaksi sekarang ada ditangannya, keluarga Handi, Andi dan juga Reyano. Semua nya menjadi tangung awabnya sekarang.


Bunda Farah mengerucutkan bibirnya. “Padahal bunda tu pengen banget punya anak perempuan yang bisa masak, bisa nemenin bunda ahh Keyna bahkan enggak pernah dirumah. Pergi terus mana pulangnya malem terus, kalo Natan mah enggak seru diajakin masak kue....” Ujarnya jujur. Namun Johar menatapKeyna dengan tatapan 'minta maaf’ mungkin takut jika Keyna sakit hati.


.


.


.


.


.


Like komen and vote... ntar malem aku up lagi kalo banyak yang respon hoho

__ADS_1


__ADS_2