
Reyano menghela nafas dan melihat sekeliling. Disini lumayan sepi membuat ia nampak melihat siapapun.“ Tadikan kakak bilang tunggu direstoran xx ya kami disini sekarang. Bahkan kami duduk dibartedernya loh supaya bisa lihat kakak secara langsung kalo kakak masuk..” Ujarnya menata pintu. Memang benar semuanya.
“Lah.... kakak bukan diresto itu... ini rest XXY heheh. Kakak salah omong berarti... direstoran sebelahnya dek..” Ujar Keyna cengengesan dan menggaruk tengkuknya.
Adiknya menghela nafas mendengarnya.” Yaudah.. kita kesana sekarang ya kak.Kakak Tunggu disana ya... jangan kemang mana mana. Reyano sayang kakak... Bay..” Ujarnya lalu mematikan teleponnya.
Tiga temanya saling tatap karena heran akan Reyano yang nampak sibuk dengan teleponnya, sedari tadi mereka menguping tapi tak mendengar apa-apa. “Ada apa sii Rey?” Tanya Haikal dengan tatapan bingungnya da diangguki oleh teman-temannya itu.
Reyano berdecap lalu mengelarkan uang beberapa lembar dari dompet kulitnya itu.” Kita salah restoran cuy. Kakak gue disamping..” Ujarnya memberikan uang itu kepada penjaga bartender dan bartender itu tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Reyano hanya menganguk saja. “Tadi gue udah curiga sii. Soalnya kakak gue enggak suka sama tempat yang kek gini hehe.. udah akh yuk kesamping udah gue bayarin tu minumnya.” Ujarnya lalu pergi meninggalkan kursinya itu.
Sudah menjadi kebiasaan Reyano suka mentraktir teman temannya itu... Karena itu juga banyak yang mau berteman dengan Reyano hannya saja Reyano pilih pilih orangnya jika mau menjadikan seseorang menjadi teman.
“Makasih Reyano sayang. Muach..” Egi memberikan kisiing ntuk Reyano dari jauh membuat Reynao mendesis jijik lalu menghindari Egi membuat yang lain tergelak kencang karenanya. Rafka? Ia hanya tergelak disampingnya Egi.
Sungguh mereka menjadi sorotan sekarang. Haikal yang mengunakan baju alah badboy itu kepala yang diikat, celana sobek-sobek berwarna hitam menampilkan kakinya,baju yang juga warna hitam jangan lupa kalungnya. Kalung kebanggaannya itu.
Sedangkan Rafka terlihat seperti anak kecil, menggunakan baju pelangi cela putih dan sepatu cream itu membuat ia sangat imut. Apalagi tanganya yang tengelam karena baju yang oversize.
Ezi? Dia Gooboy. Menggunakan jins yang basa sja. baju kaos biasa saja, dia pecinta BTS membuat ia menggunakan baju ala-ala BTS yey.. astaga mereka memang sangat tampan wey..
Reyano? Dia sedari tadi tersenyum membuat penampilannya tambah mengkilau. gaya dia hampir sama dengan Haikal, hanya saja jins ia berwarna abu-abu dan mengunakan baju berwarna putih oversize yang hanya sebatas lengannya. Matanya tajam mengumbarkan aurah yang mematikan bagi kaum hawa. Tante tante saja banyak yang lirik dan mengedipkan satu matanya.
Ting..
Suara dari bel restoran membuat Keyna menatap kedepan . ia tersenyum lebar dikalah melihat adiknya paling dengan dan mengedarkan pandanganya. Dibelakangnya ada tiga pria seumuran dengannya membuat dadanya bergemuru riang.” Nano...!!” Teraiakan Keyna membuat pengunjung menatanya terkejut. Soalnya suara Keyna sangat lantang.
Reyano yang baru saja sampai direstoran itu mengedarkan pandangannya. Namun tak menemukan kakaknya. Sesaat setelahnya ia mendengar namanya dipanggil oleh seseorang membuat ia menatap keasal suara. Dugh.. jantungnya membunca dikalah melihat kakaknya yang juga menggunakan hodie putih itu. Kakaknya ada disana duduk dan melambaikan tangan.
“Nana..!!” Teriak Reynao membuat tatapan pengunjung beralu kepada Reyano juga. Tanpa malu Reyano berlari tanpa menghiraukan pelayan yang lewat. Ia menghampiri kakaknya yang dduk saja itu. Entahlah, apa yang ia rasakan saat ini. tapi ia melompat dan ingin kakaknya berdiri, tapi kakaknya tidak berdiri membuat ia mengernyit.
Ia tertegun disana dengan tatapan sulit diartikan dikalah melihat kaki kakaknya ditutupi kain berbulu itu. Ia fikir kakaknya juga akan berdiri dan berlari menyambut pelukannya tapi kakaknya malah duduk sana. Ada rasa kecewa dihatinya. Keyna yang sudah melambungkan tangannya tertegun dikalah sadar kakinya tak bisa bergerak. Ia diam dengan sulit diartikan, bagaimana bisa ia lupa dengan keadaannya.
Dia menatap adiknya yang tertegun dan menatapnya dari atas sampai bawah. Dan tatapan itu terhenti tepat dikakinya yang dibungkus dengan kain sialan itu. Ia menghela nafas kasar.” Kaki kakak lumpuh dek.. maaf ya.. kakak bikin kamu malu.” Ujar Keyna memamerkan gigi putihnya itu. Air matanya menutupi matanya saat ini.
__ADS_1
Reyano tertegun mendengarnya. Ia menatap kakaknya nanar, dan dibelakangnya diikuti oleh tiga orang temannya yang lain menatap Keyna dengan tatapan sama dengan Reyano. “Tapi nggak apa-apa kok kalo kamu enggak mau sama kakak lagi alsal kamu bahagia dan nggak malu hehe. “ Ujarnya dengan sedih. “Tapi kaki kakak itu enggak lama lagi sembuh kok beneran, ka-“
“Kakak..” Reyano yang mendengar ucapan kakaknya yang memiluhkan itu tak tahan lalu langsung mendekat Keyna dan merangkulnya erat. Ia memeluk tubuh mungil itu kedalam pelukan hangatnya. Ia tak menyangkah kakaknya menjadi seperti ini. “Kenapa kakak ngomong gitu kak? Kakak tetap kakak terbaik Nano dan kakak nggak bakal tergantikan dihidupnya Nano.. kakak adalah malaikat terindah yang diberikan oleh Tuhan untuk Reyano..” Ujarnya Reyano dengan sesegukan dan memeluk kakaknya erat menaruh kepalanya dileher kakaknya.
Keyna yang mendengar itupun tak kalah menangisnya. Air matanya jatuh juga kali ini. ia memeluk adiknya sayang dan setengah menjambak rambut Reyano menyalurkan rasa sayangnya dan juga rindunya rasa pedihnya dan juga rasa kalutnya. “ Maafin kakak ya. Kakak nggak bisa jagain kamu ek dulu... maafin kakak kakak sekarang nggak guna banget..” Ujarnya dnegan sedih.” Tapi kakak janji bakal sehat lebih cepet supaya bisa lindungin kamu lagi dan selalu ada buat kamu.” Ujar Keyna dengan sedih.
Reyano terkekeh sedih,” Nanti biar Reyano yang jaga kakak ya.. kakak jangan gitu..” Reyano melepaskan pelukannya tanpa menjauhkan tubuhya ia menatap wajah kakaknya yang memerah itu. Ia mengusap air mata kakaknya.” Nano sayang banget sama Nana. Jangan pergi lagi ya. Reynao rasanya mau mati nggak ada kakak. Kakak taukan, alasan Reyano ada karena kakak. Dan Reyano adalah alasan kenapa kakak hidup saat ini. “Ujarnya dengan sesegukan.
Keyna tersenyum lebar kepada adiknya membuat matanya menyipit. Ia megelus pipi adiknya itu. “ Kita bakal sama-sama terus. Kita satu rumah, kakak yang bakal jagain kamu lagi. Kita bakal main lagi dan kakak yang bakal ajarin kamu banyak hal. Reyano maukan?” Tnayanya.
Reyano terkekeh.” Kak Reyano udah gede..” Ujranya membuat Keyna terkekeh geli.” Tapi nggak apa-apa deh kak, asal sama kakak Reyano mau kok..” Ujar Reyano dengan sayang.” Bahkan Reyano bakal bahagia banget..”
Rafka memeluk Egi karena sedih menatap Keyna dan Reyano berpelukan sperti itu. Begitu juga dengan Egi yang tak kalah menangis, hanya saja Rafka terlalu lebay mebuat suara sesegukanya lebih besar dari pada sesegukanya Reyano yang pemilik hari bahagia.
Haikal yang memiliki tiga temanya itupun mengernyit dengan jijiknya. Llau menatap para pengunjung yang tak kalah terharu akan pertemuan Keyna, “Kalian lebay banget sii..” Ujarnya dengan sinis.
Haikal menatap mereka dengan tatapan sinisnya.” Loe aja yang ngak tau rasanya Kal.. coba loe liat tu Reyano sama kakaknya. Kek rindunya udah dalem banget tau nggak..” Ujarnya Egi sinis dan diangguki oleh Rafka.
Keyna melambaikan tangan pada Haikal.” Sini peluk kakak.. terimakasih ya udah jagain Reyanonya kakak. kakak sayang kalian semua..” Ujarnya dengan sendu. Ia tau temannya Reyano pasti orang baik semua bukan?
“Akahh kakak...” Ujar Haikal mendekat lalu memeluk Keyna dari disampingnya Reyano.. sedangkan Egi dan Rafka saling tatap. karena tak terima ya mereka menarik meja yang menghalangi mereka itu lalu mendekati Keyna yang sudha jauh lebih leluasa itu.” Kita ikutan wey.,..” Ujar mereka srentak lalu memeluk mereka dari belakagng.
Reyano mendengus menatap temannya itu. Bisa-bisanya mereka menarik meja dan memindahkanya ketempat lain hanya untuk memeluk kakaknya itu. Tapi ia cukup bahagia karena kakaknya mudah menerima keriga temannya, teman yang menerima dia meskipun kehidupanya sangat misterius sekalipun. Siapa yang tak kenal dengan Reyano sang pria tampan tanpa tau dari kalangan mana dia?
dimana Alka sekarang? Jawabanya adalah ditoilet. Tadi dia pamit ketoilet sebentar karena ia mau buang air kecil. Namun ketika dia sudah selesai dan ingin kembali kekursinya, ia melihat Keyna seng haru-haruan degan sosok lain membut dia diam dan tak jadi kembali. Ia memberi ruang kepada Keyna untuk mereka supaya bisa melepas Rindu dan sebagainya. Wajar saja si mereka rindu bukan? Karena memang sudah hampir satu tahun mereka pisah. Dan parahnya tanpa kabar dulunya.
Namun sata tiga makhluk astral datang dan ikut memeluk Keyna membuat ia mengertakkan tangannya. Ia tak cemburu sii, Cuma ia tak suka melhat Keyna yang terpenyek seperti itu keyna bagaikan ayam geprek digerumbuni empat pria yang tubuhnya jauh lebih besar. Kalian ingatkan jika itu uh Keyla itu mungil? Bisa rerak lagi tu kakinya Keyna batinya Alka.
Ia melangkah dengan tegasnya mendekati lima orang itu. Ia memang belum melihat wajah aslinya adik Keyna dengan teman-temannya ini. saat sudah dekat ia berdehem keras saja.” Ehem... sudah selesai?” Tanyanya dengan keras.
Mereka reflek melepaskan pelukannya. Sebenarnya Keyna menahan sakit dikakinya karena terhenyak oleh adiknya. Tapi ia engak adiknya nanti sakit hati atau khawatir. dan baru kali ini Keyna bersyukur Alka datang. Sungguh.
Reyano yang merasa terganggu menatap Alka. Tatapan mata mereka bertemu membuat mereka saling tatap.” Loh kak Alka ngapain disini?” Tanyanya dengan bingung. sebab setahunya Alka sangat sibuk.
__ADS_1
Alka menatap Reyano dengan tatapan bingung.” Tolong jauhkan kaki kalian dari kaki Dia. Soalnya tulang kakinya yang hancur masih dalam masa penyembuhan, takutnya nanti dia kenapa-napa dek.” Alka mengatakan hal itu dnegan lembut membuat Keyna tertegun. Setahunya Alka hanya lembut denganya dan juga Angga. Tapi ini? what?
“What?” Reyano dan tiga temannya reflek berdiri tegap menatap Keyna dengan khawatir.” Hancur? Gimana bisa?”Tanya mereka serentak karea memnag terkejut dan khawatir. “ Kak sakit ya? Mafin kami.” Mereka kembali kopak membuat Keyna terkekeh. Alka? Hanya menakkan stau alisnya. Mereka bagaikan pausa suara saja sii.
“Aduh.. tadi sakit tapi sekarang udah enggak kok..” Ujar Keyna tak terlalu bohong dan jujur, faktanya masih sakit.” Tapi Btw gimana bisa kalian saling kenal Nano? Alka?” Tanyanya dengan dua pria itu. Ia kepo sekarang wey.
Alka mendekati Reyano dan Reyano pun memeluk Alka membuat mereka saling berpelukan. Keyna tambah bingung dibuatnya membuat ia diam dan menyimak saja sekarang. Alka dan Reyano melepaskan pelukan satu sama lain dan menatap Keyna..” Dia kak Alka . dulu pas kakak pergi dia yang jagain Reyano, dan dia juga yang bantin Reyano apa-apa kak. Masa kakak enggak tau sii kak. Kak Alka katanya dia temen akrab kakak..” Ujarnya kepada Keyna.
Dugh... Keyna tertegun mendengarnya. Benar dugaannya kepada Alka itu. Dan benar yang dimaksud oleh Alka itu adalah dirinya Wey. Bagaimana bisa? Alka? Ia menatap Keyna dengan tegunan. Dunianya serasa linglung. Ia bagai orang bodoh saat ini. “Lah...” Gumam Keyna tak tertahankan.
“Lebih baik kita duduk dulu Wey.. capek gue berdiri terus ini.” Ujar Haikal membuat yang lain menganguk setuju.” Woy bocah. Tu meja balikin ketempatnya baru duduk. Kalian mah bisanya ngerusak aja ih.” Ujarnya kepada Rafka dan Egi yang duduk itu.
Rafka yang disuru duduk ya duduk. Begitu juga dengan Egi. Namun ketika mendengar seran Haikal membuat mereka cengenegsan dan mendekati meja yang sudah tak ditempatnya itu. “Santay Wey. Gue pria tangung jawab. Berani berbuat berani tangung jawab. Minggir bang tamvan..” Ujar Egi dengan soknya llau mendektai meja da. berujar sopan pada Alka.
Rafka diam saja. Lalu menyalahkan kipasnya membuat yang lain menatapnya. Mengerti tatapan itu membuat dia menghela nafas berat.” Kata Mami gue gue enggak boleh capek-capek guys. Nanti kalo gue pulang tangan gue merah kalian mau kena jewer mak gue ha?” Tanyanya.
Retano dan lainya bergidik ngeri mendengrnya. Faktanya memang begitu. Maknya Rafka sungguh keterlaluan, dulu pernah Rafka jatuh karena terpelesat dan ibunya menelpon Haikal untuk menyuruh ketiga teman Rafka kerumah. Dan tak taunya mereka dijewer dan ditampol pakek sapu lidi. Padahalkan Rafkanya saja jatuh tak terlalu hati-hati dikalah Haikal menjahilinya memberikan cicak.
“Alasan aja loe.. “Ketus Haikal dengan sinis lalu turun tangan juga. Sebab ia juga takut dengan maknya Rafka Wey. Matanya tajam, tubuhnya gendut. Apalagi kakak-kakaknya Rafka juga sangat menyayangi Rafka. Wuys. Jangan salah. Itu karena Rafka anak laki-laki sendiri dari lima saudara perempuannya. Mana tidak disayang tu sama emak sama bapaknya?
Keyna dan Alka diam saja. Beda dengan mereka berempat. Keyna sibuk merinci wajahnya Alka. Kenapa dia tak mengingat Alka Wey... tapi ia merasa hafal dengan tahi lalat dihidungnya itu. Tapi ia lupa. Sebab ia tak pernah dekat dengan orang kaya manapun kecuali sahabatnya Eza dan anak galaksi. sedangkan Alka mencerna kata-ata Reyano tadi. dia mengatakan Keyna kakak, dan juga mengatakan saat dulu kakaknya pergi dirinyalah yang menyemangatinya. Apa itu artinya?
.
.
.
Halo Para pembacaku.. aku punya satu novel baru ya berbeda dari yang lain.
Judulnya "…*Bukan Pangeran*"
Ayo mampir. siapa taukan kalian tertarik nanti... Aku tunggu ya komentar kalian disapa hehe
__ADS_1