
Fiko menahan adiknya sendu. " Bukans Salah siapapun Dar... Ini salah kakak.. Ini kakak yang salah dan gagal... Kakak gagal hiks maaf ya... maafin kakak..." Ia menangis lagi dengan sesegukan didepannya Daren.
Baru kali ini Daren melihat kakaknya yang paling dingin ini menangis semenyedihkan ini membuat ia sedih sekaligus bingung...
"Kakak kenapa? apakah pria tadi menyakiti kakak? Atau menghina keluarga kita lagi?" Tanya Daren dengan sendu kepada kakaknya itu.
Fiko menggeleng lemah menatap sang adik." Nggak kayak gitu...! Kakak bahkan tidak pernah bertemu orang yang sebaik dia.." Ujar Fiko dengan lemahnya.
" Terus kenapa? Jangan buat aku khawatir..." Daren mulai gelisa menatap kakaknya yang dingin ini mendadak menangis seperti ini. Ini bukan kakak yang ia kenal dan bukan Fiko yang dulu.
Fiko menatap sang adik " Kakak gagal menjadi kakak kalian hiiks hiks... Kalian bahkan menderita kakak nggak biaa berbuat apapun... Kakak gagal Dar..." Ujar Fiko dengan tangisan senduhnya.
" Siapa bilang kakak gagal?" Tanya Daren kepada kakaknya.
" Enggak ada yang bilang.. Tapi kakak ngerasa gagal Dar... Kakak bahkan nggak bisa seperti Keyna.. Yang bisa berkorban apapun demi adiknya hiks hiks.." Ia menceritakannya juga.
Daren mengernyit." Apa hubungannya dengan dia kak?" Tanyanya dengan bingung.
Fiko menatap adiknya sendu " Kakak merasa gagal jadi kakak. Kakak bahkan nggak bisa berbuat apa apa ketika Riko sekarat kayak gini. Kakak nggak bisa berbuat apa-apa ketika kalian kelaparan. Kakak nggak berguna jadi kakak kalian. Seharusnya kakak yang nanggungin semua ini. Kakak yang ngasih apapun yang kalian mau. Kakak yang gantiin papi jadi tulang punggung keluarga.." Katanya dengan tangisan sesegukan.
Daren menatap kakaknya dengan nanar. " Kakak nggak gagal. Siapa yang bilang kakal gagal..? Enggak kak, cuma ya memang keadaanya aja nggak dipihak kita sekarang. Takdir kita memang sedang hancur aja.. Jangan merasa gagal Kak... " Ujarnya dengan sendu
Fiko menatap adiknya dengan sendu " Kakak nggak gagal. bahkan Daren ngerasa kalo kakak itu adalah kakak adalah kakak terbaik sedunia ini Kak... Kakak bahkan rela berubah sikap kakak. " Daren menepuk pundak Fiko " Kakak yang dulu nggak pernah ngajak kita ngomong sekarang selalu ngomong.. "
__ADS_1
Daren terkekeh sebentar" Kakak yang dulu dingin bangat sekarang kakak bahkan hangat banget Kak. Daren sampek nggak percaya kalo kakak Fiko yang dulu ada didepannya Daren... Kakak yang terbaik sedunia ini Kak.. "
Daren menepuk pundak kakaknya sayang " Nggak mesti kakak kasih kami berlian baru kami sadar Kak. Kakak cukup berdiri dengan pendirian kakak dan selalu ada untuk kami. kami sayang kakak... " Ia menarik kakaknya untuk masuk masuk kedalam pelukannya.
Fiko menangis pelukan adiknya " Thanks ya dek udah mau nerima gue apa adanya kek gini.. Makasih banget... kakak sayang banget sama kamu... Sayang banget.."
Daren mengangguk. " Iya Kak. jadi jangan sedih lagi yaaa.. Kita usaha sama sama... " Ujarnya dengan semangat kepada kakaknya itu.
" Siap... " Ujar Fiko mengusap air matanya menatap adiknya makin Baru pertama kali ia menangis, dan itu dudepan adiknya. menurutnya itu sangat Memalukan, Suasana Fiko yang dingin? dimakan Fiko yang tegas?
Akh sudahlah. Yang kuat dan juga tega boleh menangiskan? tidak ada salahnya bukan?
.....
Reyano sekarang sedang sekolah karenanya dia tidak ada disini sekarang... Alka mendekati Keyna dan mengelus punggung tangannya yang mendingan itu... " Kita baru aja ketemu Key.. Tapi sekarang loe udah ninggalin gue lagi... Loe jahat banget jadi orang...! Jahat... Hiks hiks.. " Alka kembali rapuh karenanya. Ia menutup wajahnya dengan tangannya sendu.
Angga menatap bisnis itu dengan tatapan sendu nya. Ia memang disini untuk menenangkan bosnya itu. " Sebenarnya dia siapa sih? Kenapa Kek bisa kayak gini? " Tanyanya dengan sendu.
Alka tersenyum kepada Angga. " Loe tau nggak? dia Keyna yang gue Cari.. Dia Keyna yang gue sayang dan gue rindukan.. Dia Keyna... Keyna " Ujarnya mengulang kalimatnya.
Angga terkekeh " Loe gila?!!! " Tanyanya sinis. " Keyna udah mati Al..! Dia usah pergi ninggalin loe dan sekarang udah bahagia sama adek Loe... " Ujarnya karena ia tau Keyna sudah meninggal. Dia adalah bahu dikalah Alka Mati rasa saat Keyna meninggal.
Alka menatap Angga dengan tatapan seriusnya " Kapan gue main main dalam hal semacam ini Hmm? Dia memang Keyna... Nana.. " Ujarnya menekan kata kata nya.
__ADS_1
Angga menelan salivanya kering. " Ta ta-Tapi gunanya ceritanya? Bu bukannya makamnya waktu itu kita lihat?" Tanyanya sendu.
Alka menghela nafas " Panjang ceritanya... Nanti kalo ada waktu gue cerita lagi.." Ujarnya sedih " Soalnya orang yang gue sayang dan kita ceritaan bahkan sekarang nggak bangun-bangun. Apa sejajar itu dunia dengan Gue Ga? " Tanyanya sendu.
" Jangan kayak gitu Al... dia pasti baik baik aja. Kan kata dokter Keyna cuma sakit aja.. Dia memang harus istirahat.." Ujarnya sendu.
" Gue tau..! " Ia mengelus wajah Keyna lembut " Tapi kenapa sih dia tuu hobby banget tidur. sekali tidur lama banget. Nggak mau bangun bangun. Nanti kalo dia bangun gue nggak bakal biarin dia tidur lagi.. Nggak bakal.. soalnya gue nggak mau dia kayak gini lagi... " Ujar Alka menekan kata katanya.
Angga menggeleng " Gila...! "
"Iyaa gue gila..! Gila karena dia..! dia hidup gue. dunia gue, nggak ada yang bisa ngambilin dia, termasuk takdir. Kalaupun takdir merebut dia lagi. Gue bakal ikut aja, gue akan susul dia supaya kami ditakdirkan ditempat tempat yang sama. " Ujarnya dengan mata yang tajamnya.
" Terserah Loe Al... Yang penting Keyna bisa bahagia aja... " Ujarnya dengan dingin.
" Prioritas gue itu.."
Dilain tempat Riko sudah bangun Dia sekarang bahkan sudah duduk bersandar ditempat tidurnya menatap keluarganya yang sekarang sudah tak lagi menggunakan baju lusuh itu. Mereka bahkan setiap harinya makan enak. Karena diberi oleh Alka. sebenarnya Alka tak mau. memberikannya. Hanya saja ia sudah janji dengan Keyna untuk memperlakukan keluarganya nanti dengan keluarganya dengan baik. Ya...
Alka tidak tau saja jika keluarga ini bukan keluarga Alka. sebab masih banyak yang Alka tidak ketahui tentang Keyna yang sudah bangkit dari kematiannya itu. ia pikir Keluarga ini adalah keluarga yang juga harus ia jaga dan ia rawat..
" Siapa yang bayari biaya operasi gue? " Tanya Riko. sebenarnya di kemarin ia ingin menanyakannya. Tapi ia takut.. Ia belum mendapatkan nyali sebesar ini. ia takut keluarganya bingung.
....
__ADS_1