Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Bayangan


__ADS_3

...Meskipun Serigala diabwah Singa. Setidaknya Serigala tidak pernah dijadikan binatang sirkus... ...


...


“Tidak ada siapa-siapa pak.. tolong tenang.”Ujarnya membujuk namun tetap saja mengamuk membuat ia tak punya pilihan lain kecuali menyuntiknya dengan suntikan penenang. Jika dibiarkan maka tangan Handi bisa bisa putus ini saja sudah berdarah membuat mereka tak punya pilihan lain.


“Suntik terua. Sampai dia benar-benar gila..!!” Ujar diebalakang dokter it terkekeh membuat dokter itu mengangguk gugup. Matanya mengkiilat menatap Handi yang sudah melemas. Ia mengusap rambutnya kebelakang karena rambutnya sudah memanjang sekarang. Untunglah rambutnya itu lurus dan lembut membuat ia bagaikan oppa korea. Hanya saja jika orang lain tau sikapnya orang lain tak akan mau dekat dengannya dia adalah manusia yang paling mematikan asal kalian tau.


Ia berjalan menuju Handi dengan mata kelamnya itu, membuat para dokter menjauh darinya. ia menaikkan satu alisnya menatap tangan yang berdarah dan memar, pipi yang merah, leher yang ada lukanya. tubuhnya sangatlah menyedihkan sekarang membuat siapapun akan sedikit sedih melihatnya. Hanya dia saya yang tidak. “Hallo Handi.. Are You Readdy?” Ujarnya membuat Handi yang lemah itu menatapnya degan sayup sayup.


Sosok itu menyunggingkan sudut bibirnya membuat para dokter merinding. Ia megelarkan pisau disakunya membuat semua orang mundur.” Selain dokter Mega dan juga suster Fina dilarang keluar dari ruangan ini. dan kecuali nama itu silahkan kelar dari sini sebelum saya hitung sampai angka dua.. sekarang..!!”Ujarnya membuat mereka gelagapan dan kucar kacir sebelum sosok itu menyebutkan angka.


Dokter Mega dan juga suster Fino sekarang merasakan tempurung kakinya bergetar. Sungguh sosok didepanya ini bagaikan malaikat maut saja membuat mereka menahan nafas. Sosok disana menatap mereka tajam membat mereka tambah gemetar.” Ad ad ada aa ya tuan?" ujarnya dokter Mega dengan gugup.


Sosok yang memakai baju kemeja putih dan kancing baju dua diatas terbuka membuat dada bidang yang sedikit kurus itu nampak. Iya.. dia tidak gemuk dan juga kekar, hanya saja kekatan jangan diragukan. Itu bahkan membuat ia lebih mempersona dari sosok pria yang kekar diluar sana.


Sosok itu memainkan pisau tu didepan para dokter disana. “Saya punya cerita untuk kalian.. “Bisiknya membuat mereka berdua tambah merinding. Sebab suara itu sangatlah menakutkan bagaikan terompet sangkakalah pertanda bahkan dunia akan kiamat, tapi bedanya sekarang bukan dunia yang kiamat tapi hidup mereka.


Mereka mendengar kekehan iblis dari sosok didepanya itu.” Kalian lebih takut singa atau serigala? Dan kalian kalian harus jawab dengan alasan, jika alasan kalian salah maka saya akan menghukum kalian, jika benar, maka jawaban kalian akan menyelamatkan kesalahan kalian dari saya.”Ujarnya lagi dengan berbisik. Bibir merahnya itu membuat siaappun mau mengecapimya sungguh itu sangat menggoda.


Tulang kaki mereka mendadak jadi jelly. rasanya mereka bahkan tak lagi mampu berdiri dengan cara yang benar membuat mereka menatap sosok didepanya itu gugup. Ralat bukan menatap, melihat, sebab baru satu detik saja mereka sudah menunduk lagi.” sal salah kami apa tuan?” Tanya dokter Mega gugup. Suster Fina tak mampu menjawab sedikitpun. Wajahnya bahkan sekarang sudah sangat pucat bagaian mayat.


“Saya bilang jawab pertanyaan saya ya jawab bodoh..!!” Ia tak berteriak hanya berbisik. Tapi bisikkan itu bagakan bisikan iblis. Mereka bahkan lebih suka dibentak jika bisikan itu seprti ini. sungguh jantung mereka terasa mau copot saat ini dibuatnya.


Mereka meneguk saliva kering. “Tap-“..


“Saya bilang jawab ya jawab..!! Atau mau eksekusi sekarang hmm? Saya tidak keberatan..!!”belum dokter Mega menjawab tapi sudah dicela oleh sosok didepannya keras membuat suster Fina hampir lunglai. Untunglah dokter Mega menahan tubuhnya meksipun tubuh nya juga butuh sanggahan.

__ADS_1


“Saya lebih takut dengan Tuan dari pada serigala ataupun singga’ ingin sekali rasanya dokter Mega menjawab seperti itu tapi nyaliya sangat kecil. Lagipula taruhannya sekarang itu adalah nyawa. “ Saya lebih takut singa Tuan. sebab singa adalah raja hutan.”Jawabnya dengan gugup.


Sosk itu mengaguk mendengarnya sembari memainkan pisaunya. Ia mengmambil kursi disana lalu dusuk dengan gaya sok berkuasanya. Matanya tetap tajam menatap kedua sosok wanita didepannya. “kamu...”Ujarnya menatap suster yang sudah sangat pucat itu tajam.


Sosok suster Fina gelagapan, ia merasa jantungnya jatuh keperti sekarang. “Sa sa saya lebih takut dengan Serigala Tuan. sebab Se-se-sebab Serigala it-it itu menjijikkan...”Ujarnya dengan terbata-bata dan terputus purus bagaikan nafasnya saat ini.


Sosok didepanya itu mengangguk lalu mengambil kucir rambut ditanganya. Ia mengikat rambutnya yang hampir panjang itu santay membuat ia tambah tampan, sungguh..!! “Kalian bodoh.. kalian manusia yang paling bodoh...!!"Itulah yang ia ucapkan membuat dua sosok didepanya itu tambah gugup dan tak mengerti.


Sosok yang sudah megucir rambutnya itu mendekat dokter mega, ia mengelilingi sosok itu dan cap..


Kyakk... terdengar suara teriakan dua gadis sekaligus. Ia memberikan suntikan dipinggul mereka berda dengan suntik tanpa ada rasa ibah sama sekali. Ia bahkan tak ada meringisnya menatap rok putih mereka berdua sekarang ada bercak darahnya.


“Tu-Tutuan. Am ampun.. ken kenapa kami diperlakukan seperti ini? apa salah kami?” Tanya dokter Mega dengan sakitnya. Ia bahkan sekarang sudah duduk dilantai karena melemah. Itu sangat sakit lebih dari suntikan biasanya.


“Kalian menanyakan apa salah kalian?” Tanya sosok itu degan dinginnya membuat mereka meremang.” Salah kalian karena kalian mengasihanikan sosok iblis ni. Handi.. jangan kira saya tidak tau jika selama dua minggu ini kalian tidak memberikan obat gila untuk Handi lagi..”Ujarnya membuat dokter Mega tertegun. Bagamana bisa sosok didepannya itu tau.


Sosok didepannya itu menatap mereka tajam.” Saya usdah memberiman kalian kesempatan menjawab, tapi ternyata jawaban kalian salah semua..”Ujarnya menggeleng dengan tegasnya membuat mereka bingung. Kenapa ? bagaimana bisa? Bukankhah kedua binatang itu disebut semua tadi. “Klian mau tau jawabanya?” Tanyanya dengan lugunya. Membuat mereka mengagguk bodoh.


“Hahah mansia bodoh dan munafik kalian.”Ujarnya berbisik.” Bodoh karena tak tau jawabannya dan munafik ketika kalian memilih salah satu binatang itu. Munafik jika kalian hanya takut dengan satu binatang itu..!! kalian para wanita ataupun pria sekalipun itu takut semuanya..!! mau singga dan mau serigala..!! jangan beragak memilih jika kalian bahkan bisa mati hanya dengan melihatnya saja...!!”Ujarnya dengan keras membuat ruangan itu menggema.


Lah benar juga.. Batin mereka dengan mengerutu kebodohan mereka. Kenapa mereka malah memilih jika pada Faktanya mereka tak bisa memilih bukan? Dan sialnya mereka menanggung kebodohan mereka sekarang.


“Dan satu lagi. Supaya otak kalian tidak bodoh saya beri kalian jawaban lainnya.”Ujarnya dengan dingin membuat dua sosok diam itu meringis memegang pinggul mereka.” Serigala yang nampak menyeramkan, berkoar-koar dilangit malam dan berngang dengan kerasnya. Beda dengan singa yang hanya tidur saja dengan malas dan juga tak peduli ditatap atau dpuja. Tapi sayangnya Singa masih tetap singga si raja hutan yang bahkan ditakuti oleh serigala. Sama dengan saya. Saya diam saja ketika melihat kalian bergonggong mengatakan kalian baik. Tapi tetap saja saya rajanya dan saya mengendalikanya. Jika saya kataan kalian harus jadi iblis ya kalian harus jadi iblis. Sampai sini paham?” tanyanya dengan tajam.


“Dan kamu...”Ujarnya mengangkat dagu suster Fina dnegan pisuanya membuat ia mau berteriak. Tapi suaranya hilang dan itu membuat ia panik setengah mati.” Dan kamu jangan sok jadi malaikat yang mau membantu iblis itu.”Ia menatap Handi yang menatap mereka disana. Ya Handi masih sadar dengan sehatnya disana.” Sebab kalian itu membnat Ular. Ketika ia lepas maka kalian yang akan dipatuknya. Dan satu lagi... saya juga bisa jadi serigala sesuai yang kamu pilih tadi.”Uarnya dengan dingin.


Ia mendekati bibirnya ditelinganya membuat bulu kuduknya meremang.” Meskipun Singa siraja hutan, dan serigala dikatakan kamu tadi jorok. Tapi setidaknya serigala tidak pernah jadi bahan sirkus. Dan itu sama dengan syaa. Meksipun saya diam, bukan karena saya tidak tau akan kelaukan busik kamu itu. Bahkan kamu yang sudah membunuh ibu kamu saja saya tau. Kamu membunuh ibu kamu hanya karena sakit hati tak diberi hanpone baru yakan? dan kamu kubur dibelakang rumah. saya tau.. “Ujarnya membuat ia tertegun.

__ADS_1


Sosok itu menatap mereka tajam.” Karena kalian sudah mulai bermain dengan saya. Maka jangan salahkan saya jika saya mengukir kata-katra indah itu ditubuh kalian ya..”Ujarnya membuat mereka menggeleng dengan kuatnya dan bergumam jangan, maaf ampun’ tanpa suara.


Kenapa bisa? Karena tadi sosok itu memberi bius yang mampu menghilangkan kotak suara dan juga membuat badan mereka kaku. Itu efek dari obat itu dan itu juga yang membuat mereka tak bisa membanta dan juga lari.. berteriak bahkan melawan barang seinci saja.


Sosok itu yang mengenakan baju kemeja putrih dan bermasker hitam itu diam menatap mereka. Matanya biru sebiru pantai dengan tangan yang telaten memegang pisau itu. Ia menggigit bibir bawahnya menatap mangsanya dan mengukir kalimat. Bodoh dan munafik ditangan sosok dokter Mega membuat dokter Mega menjerit dalam diam. mau memberontak percuma saja. Sebab ia tak bisa. Tubuhnya bagaikan dililir ular sekarang.


Srek.... ia membuka baju dari dokter Mega itu degan ujung pisaunya membuat ujung pisau itu menggoreskan pinggang mulus itu lurus. Akh.. darah segar tercium dan mengalir membuat ia menjilat darah segar yang ada diujung pisua itu dengan mata pecykopat miliknya. Sungguh ia bagaikan serigala kelaparan saat ini membuat sosok Mega itu gemetar ketakukan.


Sosok Fina tak kalah tak saat ini. ia bahkan berteriak sekeras mungkin, tapi suara itu sama sekali tak keluar membuat ia tak mampu berkata-kata. jantungnya berdetak cepat melhat adegan didepanya itu. Ia bahkan memejamkan matanya, sungguh ia tak sanggup berada disini.


Ukiran demi ukiran ia buat ditubuh dokter mega. Ada bentuk bunga dan juga tulisan tulisan bodoh, ideot.. dan sebagainya ia beri disana dengan santainya. Ia menatap sister Fina dengan seringayan.”Sekarang giliran kamu.. sudah tidak sabar hmm?"Ujarnya mebuat suster Fina mau mati saat itu juga.


Ia memberntak dengan kuat dibawah alam sadarnya. Saat ujung pisau itu menacap diujng kukunya membuat ia terpekik nyaring dalam hati. tak bisa keluar membuat ia merasakan nyawanya diujung tanduk. Sosok itu menduduki sosok dokter Mega dengan teganya lalu mulai mengambar ditubuhnya suster Fina membuat dua sosok itu menangis pilu.


Sosok dokter Mega tak lama setelahnya pingsan karena darah yang cukup banyak keluar dan tekanan batin. Sosok suster Fina? Ia rasanya sudah menangis darah ketika kuku-kuku tanganya dkukik dan dilepaskan dari tempatnya, dijari jari itu tertulis bodoh dan lainnya. Ia bahkan bisa merasakan kulit itu memanas dengan darah yang mengalir menyusuri ruas kulit itu. Tulang yang gemetar menahan sakitnya. Ia mau pingsan tapi tak bisa.


Dilain tempat Handi menatap itu dengan gelengan, ia berteriak kencang menatapnya. Kalian tau apa yang ia lihat? Ia menatap sosok lain yang menyiksa sister dan dokter itu adalah Keyla. Ia bahkan menata Keyla yang sedang menghukum mereka bagaikan pesykopat itu.


Sedangkan dokter Mega itu adalah Dita istrinya dan sosok suster Fina adalah Dara anaknya. Ia bahkan melihat Keyla dengan teganya itu membuat ia menggeleng keras dan memberontak ingin menolong, ia berteriak tapi sama saja, ia ta bisa. Suaranya hilang sektika. tubuhnya bahkan kejang-kejang ingin membantu Dita dan Dara dalam penglihatannya itu. Tapi sayangnya semua bagian tubuhnya diikat.


“Jangan.. Keyla jangan..! maafin papi, papi salah nak. Jangan sakiti mami kamu dan kakak kamu. Mereka tidak bersalah. Sayang maafin papi. Sayang.. lepaskan mereka nak..”teriaknya dengan keras tapi tak bersuara menyuarakan rasa sayangnya.


“Papi tau papi suka menyiksa kamu. Tapi jangan lalukan itu nak..papi mohon, kamu orang bak. Nak.. maafkan papi. Nak tolong.. maaf..”Teriaknya berkali kali tapi sayangnya tak bersuara. Ia hanya bisa menangis dengan memberontak. Ia tak bisa berbuat apa-apa selain melihat penyisaan itu didepan matanya. Sungguh itu sangat pahit dan menyedihkan dimatanya.


Sedangkan sosok lain itu tersenyum sinis menatap dua sosok itu. Lalu matanya menatap sosok Handi yang menatapnya dengan gumaan tak jelas mata yang memerah dan juga bibir yang kelu bicara. Itu membuat ia menyeringai tajam. Dua sosok itu sudah tak bersuara..”Itu adalah balasan untuk papi jahat seperti kamu... selamat menikmati pertunjukanya papi..”Ujarnya terkekeh dengan menjilat darah yang ada dipisau itu dengan lidahnya yang ia julurkan lidahnya. Ia sudah membuka maskernya tadi, itu sungguh menjijikan dimata Handi.


Lalu sosok itu menelpon sosok lain dihapenya dan mengtaakan untuk pergi keruangan ini. ia mematikan teleponya dan menatap Handi.”Selamat menunggu pertunjukan berikutnya Papi..”Ujarnya lalu tersenyum sinis. Ia berjalan duduk dikursi menatap korban yang tergeletak. Darah segar banjir disana tapi tak membuat ia jijik. Bahkan penampakkan itu sungguh membuat ia bergelora dan bahagia.

__ADS_1


Hayyo.. siapa kah sosoknya?


__ADS_2