Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Sehat


__ADS_3

Seteah tragedi tadi. Alka dan Keyna sekarang berada diruangan dokter. Karena memang Keyna harus konsultasi. Keadaan Keyna semakin membaik. Kakinya sudah bisa diajak untuk belajar kembali berjalan sebab tulang-tulangnya yang hancur sekarang sudah membaik dan juga sudah kuat. Karena memang Keyna rutin berobat, minum obat dan vitamin. Tentu saja Keyna senang mendengarnya.


Alka tak ada disaba. Ia dari tadi meninggalkan Keyna saja. Sebab ia menghubungi Angga untuk menyiapkan apartemennya yang selama ini ia tempati. Sebab ia mulai hari ini akan tinggal disana berdua dengan Keyna bukan? Atau entahlah. Tapi yang pasti ia ingin semuanya disiapkan.


“Bagaimana? Sudah selesai?” Tanya Alka masuk dengan mengejutkan dua insan itu. Alka memang kurang ajar. Masuk-masuk bukannya memberikan salam, malah mebuat orang lain jantungan. Mana dokternya masih duda lagi.. belum menikah lagi dan rencana akan mempunyai tujuh anak belum terlaksana. Karena sekarang baru punya dua anak wkwk.


“Bisa nggak sii sopan dikit kek.. salam gitu. Kaget tauk..” Ketus Keyna dengan mencibir. Ia mengelus dadanya karena jantungnya yang berdetak tak karuan. Sedangkan dokter hanya tersenyum canggung, sebab ia tak berani memperingati Alka. Karena Alka pemilik dari rumah sakat ini.


Alka hanya tersenyum tipis lalu mengucek rambut Keyna gemes. Rasanya ngin sekali menggigit bibir mungil yang mampu dikucir itu. “ Bagaimana hmm? Apa kamu sudah bisa berjalan lagi?” Tanyanya dengan nada lembutnya.” Bagaimana keadannya dok?” Tanyanya kepada dokter didepanya itu.


Dokter botak itu menatap Alka sedikit tertegun sebab suara Aka yang sangat lembut. sungguh ia pikir dulu jika Alka itu memilki kelainan dan juga synrom. Ia pikir Alka gey karena memang tak memiliki hasrat untuk perempuan. Karena memang bukan sedikit perempuan yang mendekati Alka. Bahkan jika dihitung tak akan dapat dihitung. Pakaia sexy yang mampu membuat mata pria melotot. belum lagi dari kalangan model sampai Ke anak kolagen bisnis sekalipun. Dari yang modis sampai dengan yang montok. Ada yang kurus bahkan ada yang pendek. Smeuanya beragam. Bahkan perempuan luar negara saja banyak. Tapi tetap saja Aka tak bergeming. Baga robot berjalan saja. Tak ada lirikan matanya sama sekali. Karena itu, dia dijuluki manusia terdingin didnia...


“Dok...” Keyna melambaikan tanganya didepan dokter itu membuat sang dokter reflek menatap Keyna karena terkejut. Diibaratkan fikiranya melayang layang layaknya awan yang mengambang disana. Ia menghela nafas karena terkejut.


Dokter itu menatap Alka yang menatapnya datar “ Maaf tuan.. “ Ujanya gugup karena ditangkap basa olehAlka. “ Keadaan nona Keyna sudah lebih baik kok. Tulang-tulangnya sudah sangat kuat. Bahkan sudah kuat. Hanya saja sekarang kita harus melakukan latiha rutin supaya bisa membuat tulang-tulang itu kembali aktif. Tapi kemungkinan jika awal-awal latihan akan terasa ntilu tuan... tapi tidak masalah.. sebab mungkin nona Keyna akan segera sembuh dalam dua bulan,,, jika dilihat dari keadannya.” Jelasnya lagi gugup karena menatap lirikan Keyna yang menatapnya horot sebagai tanda ia harus menjelaskanya lagi.


Alka tersneyum mendengarnya. Keyna yang mendengarnya on tak kalah tersenyum.” May Be.. aku sudah mengirah akan hal ini. akukan gadis kuat.” Ujarnya bangga.


Alka menghela nafas dalam mendengarnya. “ Yasudah dok. juka begitu kami pergi terlebih dahulu..” Ujarnya kembali berdiri karena akan pulang.” Dan masalah pelatihnya Keyna sudah saya siapkan. Mereka badalah orang-orag terbaik pilihan terbaik..” Lanjutnya dengan dingin.


“Makasih tuan sudah mampir keruangan saya dan juga mempercayai saya untk menjadi dokter yang menangani nona Keyna..” Ujarnya dengan hormat. sebenarnya terbalik, seharusnya Alka yang berterimakasih bukan? Seharusnya itu Alka yang mengucapkan hal itu tapi kenapa hal ini terbalik?


Sudahlah... jangan dibahas. Holang kaya bebas bukan? Sedangkan Alka hanya megangguk dan bergumam. “Hm..” Ujarnya degan dingin lalu pergi mendorong kursi rodanya Keyna menuju ruang depan. “Besok kamu akan saya naikkan gajinya..” Ujarnya sebelum pergi.


Dokter tu tertegun lalu menyongkel telinganya.” Ini benaran?” Gumamnya mematung.. saat sadar jika itu bukan mimpi atau halusinasi membuat ia berteriak.” Terimakasih pak.. sering-sering saja kesini ya..” Ujarnya berteriak dan terkekeh. ia berjoget layaknya anak yang diberi es krim.


Lalu alka kebali membuat dokter itu tertegun dan diam menatap Alka takut. “ Kamu mendoakan kami supaya sakit?” Tanyanya dengn sinisnya membuat dokter tu meneguk saliva kering. “Bu bu bukan begitu tuan---“


Namun ucapanya terpotong karena Alka sudah pergi lagi membawa Keyna yang sedari tadi terkekeh menatapnya. “Untung gaji nggak dipoting ..” Gumam dokter botak itu mengelus dada. sebab Alka mansia yang kejam setaunya.

__ADS_1


Sedari tadi Alka diam saja membuat Keyna risih. Sebnarnya Alka sudah biasa jika seperti ini. diam saja tanpa ada kata didalam mobil ataupun dalam kamar, tapi ini beda. wajahnya suram dan juga hawa yang dingin. Apa karena keributan dirumahnya tadi masih ia pkirkan sampai sekarang membuat ia seperti ini? tapi kenapa? Kenapa sekarang? Perasaan Keyna tadi ia sudah sehat walafiat dan juga beda. Kenapa juga bisa seperti itu?


Karena berkutat dengan rasa penasarannya membuat Keyna menghela nafas.” Kamu kenapa diam mulu dari tadi ha?” Tanyanya dengan nada penasaranya kepada Alka.


Alka menatap Keyna lalu kembali fokus dengan jalan. ia tak menjawab membuat Keyna mendengus kesal. Keyna pantang bertanya dua kali. Alka memang begini. Ia tak akan menjawab apa yang ditanyakan orang lain. inilah sikap Alka yang tak Keyna sukai. Tungu dia cerita dlu baru Keyna diam saja.. ya ya.. Alka bebas melakukan apapun.


Sampai dimall Keyna tersenyum tak lagi mmeikirkan Alka yang bagaikan es batu itu meskipun ada rasa ibah dihatinya. Ia takut Aka masih sakit hati kepada keluarganya. Ia takut Alka masih merasa kesepian. Banyak yang ia takutkan jika sudah menyayangi sesoerang, dan rasa untuk menjaga orang yang ia sayang itu membumbung tingi, sbeab memang Keyna orang yang jika sudah sayang maka dunia sekalipun ia lawan.


“Kita beli baju disini dulu..” Ujar Alka memasuki salah stau toko yang berada dilantai paling atas yang artinya barang yang harganya selangit.. iya.. Ori semua. Brandid disini barang brandid semua uy.. kaum misquin mungkin akan menjerit saat ini jika melihatnya. Sudahlah.. jangan memikirkan kaum musquin..


Tapi disinilah banyak yang mencibir Keyna yang menggunakan kursi roda. Katanya Alka tidak cocok dengan Keyna yang cacatlah. Alka terlalus sepurnahlah, bahkan ada juga yang mengira jika dirinya adalah adik Alka karena wajahnya yang masih cimut-cimut. Apalagi ia memakai masker saat ini dan juga kata mata... ia sunggu nampak kecil disana membuat smeua orang menatap Keyna iba. semua orang mengira jika Keyna sakit keras. Tapi tak apa. Sebab semua orang tak tau apa yang terjadi..


“Selamat daang ditoko kami tuan..nona... mari saya antarkan dan temani..” Dua pelayan datang. Pelayan perempuan semua yang menggunakan sanggul sama dan juga make up sama. Baju juga serasi dan juga warna bibir yang serasi. Bedanya satu lebih tinggi dan juga gendut sedangkan satu lagi sedikit pendek dan juga kurus. Mereka sangat ramah kepada Keyna dan juga Alka.


Tak semua pelayan sama dengan dinovel-novel kok. Manis pada pria saja tapi tidak dengan perempuannya. Ini beda, mereka bahkan tersenyum sangat ramah dengan Keyna membuat Keyna tertegun. sepertinya dia terlalu tercandu dengan novel akhir-akhir ini.. iya.. karena dia yang tak bisa berbuat apa-apa membuat ia menjadi penikmat handal tulisna karya tulis orang-orang.


Sedangkan Alka hanya bergumam dan masuk. Ini bukan Mall miliknya, sebab dia bukan pengusaha mall atau pusat pembelanjaan. Dia hanya pelanggan tetap saja disini. “Kau mau apa hmm?” Tanyanya lembut dengan Keyna yang masih duduk manis dikursinya.


Alka tidak membatasi Keyna mau memakai apapun. Mau menggunakan apapun itu, terkecuali baju kurang bahan dan juga celana ketat. Ia suka Keyna yang pecinta baju oversize. Ia suka keyna yang suka style pria karena gaisnya dulu juga sama dengan Keyna.


“Kalian boleh pergi jika begitu.. kasihan kalian capekkan..” Ujar Keyna menatap dua pelayan yang sedari tadi mengkuti Keyna kemanapun dia berada. Dimanapun Keyna dan Alka melangkah maka mereka juga akan ikut bagaikan anak ayam saja..


Pelayan yang sudah memegang semua barang yang sudah Keyna ambil itu hanya tersenyum.” Ini sudah tugas kami tuan.. nona..” Ujar mereka ramah namun diati mereka keyna yakin mereka mengerutu.. Keyna tak ambil pusing ia kembali berkeliling dan mengambil apapun yang ia mau.


Jujur saja. Keyna gukan perempuan yang pemilih handal. Bisa shoping sana sini.. ia tak bisa, mangkanya ia asal ambil saja. Jika bagus dimatanya maka ia akan ambil. Hanya Alka saja yang menyaring apa yang Keyna ambil seprti ia kembalikan lagi ketempatnya tanpa banyak kata. Sebab banyak Keyna mengambil jins yang bolong-bolong, yang bahkan bolongnya sampai kepaha. Dan Alka benci akan hal itu.


“Capek..” Ujar Keyna membuka kaca matanya menatap Alka yang berada dibelakangnya. Ia mengibas-gibaskan tanganya diwajahnya seperti kepanasan saja. Padahal disinikan pakai AC Dan tu membuat ia kelihatan norak.


“Capek?” Tanya Alka dengan nada mengejek.” Sari tadi kamu duduk saja dan aku yang berdiri mendorong kamu sana sini gimana?” Tanyanya lagi.” Dan bagaimana keadaan dua pelayan yang membawa semua pesanan kamu dan juga harus bolak balik untuk menyimpannya hmm?” Ia menyentil kneing Keyna lembut karena gereget.

__ADS_1


Keyna cengenegsan.” Ya itumah Derita kalian..” Ujarnya dengan kekehan geli membuat Ala menggeleng saja.


“Mau mencoba beberapa yang kamu pilih?” Tanya Alka yang duduk dikursi dismapingnya Keyna. sebab ia juga lelah sedari tadi harus keliling sana sini menatap dan juga memilih apa yang Keyna sukai dan tidak sukai. Ia sangat lelah.


“No.. aku yakin semuanya akan cantik kok jika aku yang memakainya. Secaraan aku cantik..” Ujarnya bangga membuat Alka terkekeh. Alka mengusap kepala Keyna sayang dan juga mengecup pipinya membuat seketika disana ricuh.


Benar saja. Mereka menjadi tontonan gratis sekarang... dan bodohnya Keyna tidak sadar. Alka acuh saja. Mereka sedang menunggu barang yang Keyna beli dihitung jumlahnya. Alka tak akan bangkrut jika harus memborong pakaian-pakaian disinikan? dengan sekali gesek saja langsung pulang.” Sudah disini kita makan ya.. aku mau ketemu dengan adikku. Kamu sudah janji loh..” Ujar Keyna dengan manja menatap Alka.


Alka menghela nafas.” Nana..” Saranya mendada serak menatap Keyna membuat Keyna teregun.” Kamu janji ya sama aku.. jika nanti kamu bisa jalan kamu ngak bakal ningain aku. Jika nanti kamu sudah bertemu adik dan keluargamu kamu jangan tinggalin aku.. soalnya kau hanya punya kamu untuk alasan supaya masih berada dimuka bumi ini. sebagaimana yang aku katakan tadi. mungkin aku akan hilang jika kau pergi dari hidupku..” Ujarnya.


Oh jadi ni yang membuat Alka sedih dari tadi? batin Keyna membuat Keyna menghela nafas menatap Alka. Ia mengelus tangan Alka.” Don't Worry oke... I stay With You... “ ujarnya dengan lembut membuat Alka memeluknya dari depan..Keyna diam membalas pelukan Alka. Sejujurnya ada rasa sakit dihatnya Keyna. Entah kenapa sampai detik ini ia masih tak mengingat Alka. Ia bingung padahal ia selama ini sudah mengingatnya. semakin hari rasa sayangnya kepada Alka semakin bertambah dan rasa rindunya kepada dunianya seakin bertambah. Apakah dunianya nanti akan bahagia?


“Tuan. Pesanan kalian sudah siap. Silahkan melakukan pembayaran..” Pelayan datang membuat Keyna dan Alka melepaskan pelukan mereka dan juga tersenyum satu sama lain. mereka sama-sama terharu sampai lupa jika mereka masih ditengah keramaian.


Alka menghela nafas dan bangkit. Ia memberikan ponselnya pada keyna membuat Keyna menaikan satu alisnya.” Kamu hubungi adik kamu dulu supaya nanti kita langsung bertemu direstoan XX “ Ujarnya dengan lembut membuat Keyna menganguk mengerti lalu tersenyum. Lalu apka membuka dompetnya “ Aku bayar dulu ya barangnya. Jangan kemana-mana.. jika ada apa-apa teriak saja.” Ujarnya lalu pergi meninggalkan Keyna yang masih berkutat dengan ponsel Alka. Iya.. dia bahkan tak lagi mendengar ucapan Alka yang terakhir.


Saat Alka sudah pergi ada beberapa perempuan mendekati Keyna dan menatap Keyna dengan tatapan kepo.” Hallo adekk.. boleh nanya nggak?” Tanya salah satu perempuan disana diantara dua perempuan lainya. Sedangkan ada perempuan lain yang menyimak saja.


Keyna mengangkat kepalanya menatap mereka dnegan alis terangkat lalu memainkan selurainya yang menganggu pandangannya. “ Ada apa ya Tan?” Tanyanya polos. Jujur saja iyaa. Didepannya ini memang seperti tante tante girang.


“Enak aja tante.” Ketusnya dengan sinis menatap Keyna karena kesal dipanggil tante padahal ini bukan pertama kalinya dia dipangil seperti itu.” Saya itu kelahiran tahun dua ribu loh dek.. jadi jangan asal bicara kamu. Saya bahkan masih sangat muda sekarang.” Ujarnya dengan sinis.


“Lah seumuran dong kita.” Keyna mengangguk karena ia memang kelahiran tahun dua ribu sebagaimana ia katakan.” Btw langsung aja kak. Kenapa? Mau nanya saya siapanya pria tadi ya? Mau minta Wanya? Dan mau apa? Mau tau nama Ignya? “Tanyanya membuat para perempuan itu mau menjawab dan menyahuti Keyna.” Tapi sayang mbak. Kalian sudah terlambat. Soalnya dia sudah punya istri. Bahkan sekarang saya mengandung anaknya loh. Anak saya kembar tiga kek anak Putri Zhu Qira Han.. dan belum lagi anak kami yang dirumah yang umurnya sekarang sudah enam tahun. Kami nikah muda... apa lagi yang mau kalian tahu hmm?” Tanya Keyna ketus. bukan karena ia cemburu. Tapi ia rasa peremuan didepannya ini tidak pantas untuk Alka...


.


.


.

__ADS_1


.


Like ya gays jangan lupa tinggalin jejak


__ADS_2