Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Ulah Fiko


__ADS_3

Dengan langkah gemetar Handi membawa mereka memasuki gudang tempat dimana Keyna meregang nyawa, ia tak tau bagaimana ekspresi mereka saat melihat Keyna, namun ia juga tak mau mati didetik ini juga. Ia takut akan terjadi lebih buruk lagi ketika mereka menemukan Keyna dengan sendirinya. Dan mereka sudah mengancam.


“Di dia ada disini..!!” Ujarnya Handi gemetar membuat Boy masuk, sedangkan Alex masih mengarahkan pelatuk dikepalanya Handi, sedangkan Natan mengarahkan pelatuk dikepalanya Daren, Reval dikepalanya Dara yang ia seret dengan darah yang mengalir dikakinya, dan Danil dikepala Dita yang sudah hampir tak sadarkan diri. Yang lainnya membuat parmasi melingkar membuat satupun dikeluarga itu tak akan mampu keluar dari sana. Satu kata, mati...!!!


Brakk....


Pintu Gudang itu terbuka dengan kerasnya , langkah Boy memasuki gudang itu dengan dinginnya, namun ia tak menemukan apa-apa. Gelap dan pengap membuat ia mengepalkan tangannya, jadi disini Keyna disekap? Ia mencoba mengatur nafasnya mencoba mencari Keyna. Namun ia tak menemukan Keyna, yang ada hanya kawat berduri disana yang sudah menghitam dengan bercak darah dilantai, ada banyak air disana membuat bauh anyir menyeruak memasuki indra penciumannya.


“Dimana Keyna..!! Kalian menipu kami ha?!!!” Bentaknya pada Handi membuat Handi mengangkat kepalanya.


Handi dan keluarganya menatap sekitar. Tak ada lagi Keyna, sama sekali tak lagi ada, yang ada hanya kawat yang mengikatnya membuat mereka terkejut dan bingung.” Ta tadi ia ada disana. Aku tak tau dimana dia, mung mungkin dia kabur..” Dikalimat terakhir ia sedikit tak percaya dan ragu. Sebab jika Keyna manusia, ia tak akan sanggup kabur. jangankan kabur, berdiri saja ia pastikan jika ia tak akan sanggup.


Tar..


“Jangan bohongi kami..!! jika tidak kalian bakal gue matiin..!!” Bentak Alex dengan urat leher yang sudah menonjol. Ia menembak langit-langit rumah membuat mereka gemetar ketakukan. Alex sekarang lebih mirip iblis dari pada manusia.


“Sumpah kami tidak tau. Tadi memang Keyna ada disini. Kalo kalian tidak percaya. Kalian bisa cari diseluruh rumah ini..!!” Ujarnya Daren yang tak kalah takut saat ini. namun ia berusaha tetap tenang, sebenarnya jika anak galasi berjumlah sepuluh atau dua puluh ia tak apa. Tapi ini? ini jumlahnya bahkan ratusan, dengan senjata tajam itu membuat nyawanya bisa melayang kapanpun itu. Ia memilih diam dan mengikuti jalan.


“Diseluruh ruangan nggak ada Duke...” Ujar Jekson yang memeriksa semua ruangan dikawani oleh dua puluh pasukan membuat mereka menatap Boy takut.


“Argh..!!” Teria Boy mengerahkan emosinya. Ia menatap Handi dan yang lain sengit.


Dor.. arghhh.


.” Itu balasan karena kalian udah bikin Key menderita..!!” Teriaknya setelah menembak tepat diperut bawahnya Dara membuat ia terjatuh.

__ADS_1


“Dara..!!!” Teriak dari keluarganya lalu mendekat. Mereka terkejut dan juga khawatir.


“Cabut..!!!” Ujar Boy dengan sengitnya. Ingin sekali ia menghabisi keluarga laknat ini. tapi ia masih ingat ucapan Keyna. ‘jangan sakitin mereka’ andai Keyna membolehkannya, sudah dengan senang hati ia membantai keluarga ini. begitu juga Alex dan lainnya.


Suara ledakan dirumah ini dimana mana. Karena mereka menghancurkan seluruh perabotan rumah, rumah tak lagi dibilang layak, rumah bagaikan kepal tetanik yang menabrak gunung es. Akh mereka menghancurkan seluruh keluarga ini. “Buat keluarga Handi hancur dengan usahanya..!!! Bagaimana caranya..!!” Teriak Alex saat ia menelpon seseorang lalu melangkah lagi.


Sedangkan keluarga Handi membawa Dara dengan tangan gemetar. Dara sudah tak sadarkan diri. Tepat saat geng galaksi keluar, ada tiga mobil polisi yang menghadang mereka. Namun mereka kalah banyak membuat mereka mundur. Geng galaksi menatap mereka sengit lalu pergi tanpa mendengar seruan polisi. Jangankan menangkap. Menyentu mereka saja polisi tak berani saat ini. nanti, ada saatnya mereka menangkap mungkin. Tapi faktanya jika salah satu anak galaksi masuk kantor polisi, paling lama hanya bertahan tiga hari. tidak lebih. Uang bisa membeli apapun katanya..


Sisi lain...!!!


“Kamu bertahan ya dek..!!” Gumamnya Fiko memeluk sang adik dengan berlari sekuat tenaga.


Ya.. Fiko yang mengeluarkan Keyna dari gudang setelah keluarganya pergi tadi. Ia mau bawah mobil. Tapi tak bisa takut keluarganyacuriga. Ia berlari dengan tangisan yang menetas. Tanganya gemetar dikalah meihat betapa Mengenaskan tubuh sang adik.


Ia memilih jalan belakang rumah yang sepi, saking sepinya tak ada mobil yang lewat untuk diminta bantuan. Tadi ada dua tapi mereka hanya lewat saja membuat ia berlari dan berlari semakin jauh. Ia menangis sepanjang jalan karena merasa menjadi kakak tak berguna, andai Fiko tau, jika Keyna sebenarnya merasakan ia memeluknya erat. Tapi kini ia tak sadarkan diri.


Namun naasnya ia mau menghadang mobil “ Pa.. tolong..!!” Ujarnya dengan melambaikan tangan. Tapi tak dijawab oleh pengendara atau diklakson membuat ia menepi, tapi tak sempat, sebab mobil itu kembali melaju membuat ia tertabrak, sedangkan tubuh Keyna terguling jauh darinya.


Mobil yang diberhentikan Fiko itu dikendarai oleh orang yang sedang mengantuk. Mobil travel. Karenanyan lah ia tak melihat Fiko menghadang jalannya “ Astaga. Gue numbur orang..!!” Gumamnya terejut dengan rem yang ia injak mendadak.


Ia berhenti lalu menatap Fiko yang telah tergeletak. “ Astaga.. “ Gumamnya terkejut. Tanpa melihat arah lain. ia membawa tubuh Fiko menuju rumah sakit tanpa tau jika sosok lain disana juga ada. Sosok Keyna yang berada diujung jurang itu tak seimbang. Bertepatan dengan Fiko yang menghilang dan tubuhnya terguling kejurang


Tubuhnya jatuh tepat dibawah tebingan, ternyata itu bukan hutan, melainkan jalan lain, bukan hanya jalan, tapi ia jatuh dibelakang gedung yang baru saja dibangun. Jatuhnya dia, bertepatan dengan mandor yang sedang mengurus proyek.


Bugh..

__ADS_1


“Astagfirullah..!!” Mandor itu mengelus dada.” Mayat..!!” Teriaknya melompat karena ketakutan. Jujur saja. Siapa yang tak kaget melhat Keyna yang mengenaskan? Wajah yang membengkak, tubuh dipenuhi darah dan juga wajah yang tak terlihat lagi.


“ Ada apa pak?” Tanya pekerja lain melihat sang mandor kucar kacir mendatangi mereka. Disana juga ada pemilik bangunan yang sedang berkunjung untuk mengawasi proyek.


“Ad ada mayat..!! Ada mayat jatuh dari langit..!”! Teriaknya histeris membuat yang lain bingung,


Mandor itu menarik yang lain membuat yang lain mengikitinya. Salah satu dari mereka menatap itu datar dan tak terbaca. Mereka melangkah kemana mandor itu membawa.


Tepat mereka melihat tubuh yang dipenuhi darah. Wajah yang tertutup rambut yang sudah melekat-lekat pertanda bahwa darah disana sudah kering. Wajah yang memerah dan membengkak. Kaki dan tangan dipenuhi darah. Si Bos mereka terkejut dan juga menedekat..


Ada juga yang menangis karena hati mereka itu melankonis iya nggak sii yang suka mewek itu... Ia tak sanggup menatap itu, kok tega ya manusia membuat manusia yang lain semacam itu. Ituah yang mereka pikirkan.


Namun satu sosok yang lain menatap itu tak dapat diperkirakan. Ia menatap cincin ditangan sosok itu membuat ia terkejut.” Keyla..!!” Gumamnya pelan. Ia masih ingat cincin putih yang berbandul huruf R itu. “Cepat bawah kemobil saya. Biar kita bawah kerumah sakit..!”! Ujarnya dingin membuat yang lain tersadar.


“B a baik pak..!!” Ujar mereka.


Dengan rasa takut dan gemetar mereka membawa tubuh Keyna memasuki mobil. Tubuh yang terasa lengket dan juga menyedihkan itu. Bahkan ada yang muntah karenanya. “Jangan sampai ada yang tau berita ini. Bisa bisa proyek saya gagal jika media tau disini pernah ditemui mayat..!”! Ketus nya


“Ba baik pak..” Mereka menelan ludah kering saat ini lalu memandang sang bos pergi membawa tubuh itu dengan kecepatan tinggi.


“Woy Nyet..!!” Tungguin gue..!!” Teriak pria yang lain memakain kemeja biru tua itu. Ia sibuk memperbaiki resleting celana yang macet.


“Sialan sii monyet, gue ditingalin, padahal ditingal pipis sebentar, yang lamakan gara-gara ni resleting..!”! Gumamnya benci. Namun ia cukup heran melihat para pekerja yang diam dengan wajah yang pias.” Woy kerja..!”! Teriaknya.


“Iy iya tuan..!” Ujar yang lain lalu terbirit-birit.

__ADS_1


“Ini kenapa sii?” Gumamnya kesal. Ia terpaksa memesan taksi online jika begini.


__ADS_2