
Keyna menyelusuri Leher adiknya. Memang ada merah merah bergaris disana membuat ia mengepalkan tanganya. “Dimana Adik Jesy?” Tanyanya pada Guru disana. Matanya dingin saat ini. ia sudah berfikir macam macam tentang aduknya. Ia kira Reyao berbuat ulah ternyata tidak.
“Buat apa loe nyaru adik gue?” Tanya Jesy sengit menatap Keyna.
Keyna menaikkan satu alisnya. Ia bangkit dari dudiknya dan mendekati Jesy. Matanya tajam saat ini. keyna berjongkok disana. Dan berbisik. “Nanti tunggu pulang ya. Gue punya kejutan buat loe yang udah nyakitin adek gue..!” Bisiknya lembut, tak terdengar siapapun namun sangat mengerikan ditelinga Jesy.
Reyano meneguk salivanya kering. Ia mendegarkan itu, dan ia tau kakaknya pasti berbuat ulah nanti. Ia tak bisa menghalanginya.” Jika sudah selesai saya mau pergi. Reyano kalian bisa kasih hukuman apapun, termasuk skors jika memang ia bersalah. Jika pun dikeluarkan saya tak masalah, sebab diluar sana masih banyak sekolah yang bisa menampung adik saya. Dan untuk Gadis ini.” Ia menunjukkan Jesy dengan mata tajamnya. “Beri dia hukuman dua kali lebih berat dari adik saya jika tidak mau melihat sekolah ini saya bakar.” Setelah itu ia melangkah tanpa santunnya.
Reyano mendengar itu menjadi tersneyum. Kakaknya sangat peduli padanya kan? “Makasih ya buk..” Ujarnya lau mengejar Nananya itu. Guru disana meneguk saliva kering. Keyna nampak seperti ana kecil, tapi ancamannya mampu membuat bulu kudu mereka meremang. Bagaimana bisa?
“Nana..” Teriakan Nano mampu menghentikan langkah Nananya. Nano menatap Nananya penuh sayang lalu memeluknya.” Makasih ya Nana udah mau dateng, padahal tadi aku nggka disuruh manggil orang tua atau wali loo.. Cuma alesan aja supaya bisa liat muka khawatirnya dan kasih sayangnya Nana.” Ujarnya.
Wajah Keyna tengelam saat ini. bauh harum adiknya menenangkan hatinya. ia sakit saat ini, ia tak bisa menjaga adiknya 24 jam. “Nana sayang banget sama kamu, jadi jangan berulah ya...” Ujarnya mengelus pungung adiknya
Reyano menatap kakaknya sayang. Lalu Cup..
Lalu ia berlari menjauh...
“Nano mau selalu jadi yang pertama jadi maafin Nano yang curi ciuman pertama kakak..!” Teriaknya sampai kehujung lorong. Lalu kembali berlari. Ucapannya mengema saat ini. dan itu didengar banyak orang, ini jam hampir sitirahat ai banyak yang diluar kelas.
Dihujung sana Nano tertawa karena ulahnya...
Keyna memegang bibirnya yang dicium adiknya. Ia mengeleng tak mengerti, lalu ia terkekeh.” Ini yang kedua de. Soalnya kemarin udah dicuri orang lain duluan. Tapi tenang aja. Kamu tetap nomor satu dihati kakak...!” Ujarnya menggeleng. Ciuman pertamanya sudah dicuri oleh Alvaro dan adiknya yang kedua.
Semua orang menatap Keyna dnegan tatapan sinis. Ia tau pasti meteka berfikir tidak tidak tentang dirinya. Ia mengehela nafas lagi. “Mau gue colok tu mata?” Ujarnya dingin membuat sang empu berpaling.
Keyna mengeleng. Ia mengambil Hapenya disaku jinsnya. Ia mencari nomor seseorang disana dan memencek ikon Telepon.
Berselang beberapa saat sambungan telepon itu diangkat. “Halo Kenapa Queen. Ada yang bisa gue bantu?” Itulah suara yang pertama ia dengar saat ini.
Keyna tersenyum sinis. “Jam Tiga nanti loe harus kesekolah HSI, cari gadis yang namanya Jesy Angeline J dan kembarannya. Bawah kemarkas, jangan sampai enggak bisa. Kalo enggak loe tau akibatnya ya..!” Ujar Keyna dingin, lalu ia menutup telepon itu tanpa sahutan. Dari mana ia tau nama lenhkap Jesy? Karena ia melihat Nametag nya tadi, memang harus seperti itu Keyna mahml Dia teliti.
__ADS_1
Ia mengepalkan tanganya dan mengeratkan peganganya dihp. “Siapapun yang berani nyakitin adek gue. bakal tau akibatnya...” Ujarnya dingin lalu pergi meningalkan tempat itu. Ia memutuskan tak kulia hari ini, ia tau kabarnya yang kemarin tersebar luas dan itu mengusik hidupnya.
Kejadian pak Kio dan dirinya itu masuk sampai keperusahaan-perusahaan dalam bidang tenologi, bidang Retas dan sebagainya. Mereka berlomba-lomba datang untuk merengut Keyna menjadi anggotanya. Bahkan perusahaan besar sekalopun.
lalu bagaimana kabar pak Kio? Nanti liat bahas dibab berikutnya ya..
...
Byur....
Mata dua gadis itu terbuka lebar karena siraman air garam itu... Mulut mereka mangap-mangap karena terkejut. Mereka menatap asal air itu dan betapa terkejutnya mereka saat melihat jika diri mereka sedang diikat oleh rantai, mereka seperti anjing saat ini.
Mereka merasakan sakit kepala saat ini.” Siapa kalian? Kenapa kalian menculik kami?” Tanya salah satu dari mereka, dia Jeny adik sang Jesy. Ia menatap sekitar dengan rasa takut. Mereka tak ingat apa-apa, yang mereka ingat mobil mereka dicegat oleh beberapa orang. Mereka memukul pundaknya dan kakanya membuat mereka pingsan. Tau taunya mereka sudah berada disini.
Jacson menyeringai. Ia lah yang menyiram Jesy... ia terkekeh sinis saat ini, wajahnya? Jangan salah, sebab ia sudah mengubah dengan topeng kulit, jadi wajahnya tersangka. Disana juga ada Keyna yang menggunakan topeng kulit. Ia menatap tajam dua gadis didepannya ini. Jesy sii gadis tomboy sedangkan Jeni sang gadis cabe-cabean. Baju tipis dan ketat membuat Keyna mendengus tak suka. Wajar saja Reyano tak menerimanya ataupun menyukainya. Dia bahkan lebih buruk dari pada banci dijalanan.
“Loe engak perlu tau siapa kami dan mau kami apa. Sebab kami mau senang senang..” Ujar Jecson sii Pecykopat. Yaa,, karenanya Keyna mengajak Jacson. Jacson itu memiliki kelainan mungkin, sebab ia suka mengambar ditubuh manusia, suka mengoleksi tangan lentik manusia. Entah Keyna tak mengerti, tapi Jacson sahabatnya.
Keyna menyeringai melihat ketakutan mereka. “Berani menyusik hidup gue. tau akibatnya.” Gumamnya dalam hati. Keyna memilih duduk dikursinya dan melihat aksi mereka saja. Ia tak mau mengotorkan tanganya. Ia cukup menyiapkan Popcron dan menonton santay. “Kita mulai Queen?” Tanya Jacson menatap Keyna...
Jacson menyeringai.” Senang memiliki teman seperti Queen..” Ujarnya mengedipkan satu mata... lalu..keluarlah satu pria disana.. ia berbadan kekar dan bertubuh tinggih. Anak galaksi namun bukan anak inti.
“Langsung boleh?” Tanyanya semangat membuat Keyna terkekeh. ia mengangguk membuat sesoerang itu melompat girang. Dia Candra, sang pria yang berhormon tinggih, ia suka main wanita dan Bastart.
“Kalian mau ngapain?” Tanya Jesy terkejut meihat dua pria didepannya ini.
“Apa-apaan ini. lepaskan kami..! kalian mau apa?” Tanya Jeni saat ini. mereka sama sama panik dan takut.
Jecson mengeluarkan cutternya lalu memainnya didepan Jesy “Gue suka gambar. Jadi gue mau kasih tau gambar terbagus didunia ini diwajah loe. Boleh ya cantik.” Ia mengerjab polos membuat Jesy maupun Jeny tahan nafas.
Sedangkan Candra sudah mendekati Jeny.., Dengan satu tarikan saja baju seragamnya terbuka suara detingan kancing bajunya mengeruak saat ini. “Wahh... Hitam.” Gumamnya melihat Bh Jeni.
__ADS_1
Jeni menggeleng.” Ma ma mau apa kalian?” Mereka sama –sama panik saat ini.
Namun tak ada yang mendengarkan mereka. Candra mulai menelentangkan Jeni. Ia tak menggunakan pemanasan apapun. Ia membuka semua baju Jeny tanpa sisa membuat searang menjadi Nakerd... nyatanya. Candra mulai dengan aksinya langsung memasuki liang yang ia cari, tak ada ciuman sebab ciuman mereka mahal, hanya untuk orang yang mereka sayang.
“Dia udah ngak perawan Queen..” desah Candra dikalah miliknya sudah memasuki Jeni. Matanya mendesa sekarang namun itu tak membuat ia berhenti.. Jeni merasaan sakit diliangnya. Namun ia mendesah kenikmatan.
Sedangkan Jecson sudah membuka baju Jesy. Ia mulai mengukir nama disana yaitu’ Pelac*r’ dan Bicht’ ia juga memberi goresan abtrak dileher sebagaimana Jesy berikan pada adiknya. Wajahnya juga.
Teriakan diruangan sana menggema bagaikan alun musik terbaik bagi mereka..
Mereka parah. Dara mengarir ditubuh Jesy. Sedangkan Jeny sudah tak sadarkan diri. Keyna diam tak mealingkan tatapannya. Inilah hobbynya. Berani menyakiti dan menyentuh adiknya. Maka mati lebih baik. Ia akan membalas dua kali lebih kejam. Jeny sii gadis pengusik hidup adiknya. Ternyata tak perawan, Keyna pikir masih, tapi nyatanya tidak.
Tapi tak masalah, sebab ia tak butuh itu, setidaknya mereka sudah merasakan kehancuran dua kali lebih besarkan?
Dua kembarr itu sudah pingsan membuat Keyna tertawa. “Balikin mereka dimobilnya. Main-mainnya sudah selesai..” Ujarnya lalu mengambil jaketnya. Wajahnya wajah laki-laki. Sidik jari sudah ditutupi dengan sistem canggi. Penjahat harus pintar ya..
Jacsn cukup puas.” Iya. Soalnya gue juga enggak tertarik sama jari-jari dia. Jelek bantet bantet..” Gumamnya lalu mengangkat tabuh Jesy. Sedangkan Candra menggunakan bajunya lalu mengangkat Jeny kemobil. Mereka membawa mobil itu kesemak-semak lalu pergi.
.
.
.
.
.
Perbah berantem sama Kepala sekolah angkat kaki... Eh angkat tangan deeng hehe
.. Kita Reunian wkwk.
__ADS_1
Gabut hm.... Nggak da inspirasi ku hadee...
Jangan lupa like komen and vote ya... 2377kata