
Karena mobilnya tertingal dirumah Handi, terpaksa Key kulia menggunakan motor sportnya yang berwarna hitam hijau. Dengan celana jins hitam longgar dicampur dengan baju hitam yang bertuliskan Supperme berwarna putih, sweter putih yang dibiarkan terbuka dan sneker berwatna putih membuat penampilannya semakin terlihat tomboy, ia juga sedang mengunyah permen karet lalu memarkirkan motornya diparkiran motor.
Ia melepaskan Helmnya lalu menggoyangkan kepalanya kekiri dan kekanan membuat rambutnya yang berantakan menjadi sedikit acak-acakakn. Bukannya jelek, tapi semakin membuat ia semakin keren. Ia meletakkan helmnya diatas motor lalu turun dari motor yang jauh lebih besar dari tubuhnya.
“Key..”
Ia dikejutnya oleh tepukan dibahunya. Ia menoleh kesamping dan menemukan Reval. Wajahnya tersenyum takut melihat Key.” Kenapa Val?” Tanya Key heran.
Reval menggaruk rambut belakangnya dengan sedikit cengengesan.” Makasih ya soal semalem. “
Semalem?
Key mengbuatkan mulutnya ber’o’riya. Ia mengangguk.” Sans sama gue. bukannya sesama temen itu saling ngelindungi?” Tanyanya santai lalu melepaskan jaket yang ia kena i.
Reval tersentum kecil.” Iyaa. Gue janji bakal jagain lo juga. Kita temenkan.” Key tersenyum kecil lalu mengangguk.” Lo malam tadi dianterin sama bang Alvaro nggak diapa-apainkan?” Tanyanya saat melihat Key hanya menganguk.
Key diam. ia ingat kejadian semalam.
Flashbackk..
“Lepasin woyy. Lo apa-apaan sii nyeret gue kayak gini.” Key tak bisa memberontak karena jika ia memberontak maka tangannya akan semakin sakit, secara tangan yang dicekal oleh Alvaro adalah tangan kiri, bekas tembakan itu. Lagipula jika ia semakin memberontak perutnya juga nyilu.
Sama sekali tak ada jawaban dari Alvaro membuat Key menatapnya tajam. Alvaro hanya membukakan pintu mobilnya untuk Key lalu mendorongnya masuk. Key hanya masuk saja, ia yakin jika pria didepannya ini tak akan berani macam-macam. “Lo makin lama makin ngeselin ya. Sedari tadi gue nanya lu diem terus. Bisu atau tuli lo haa?!” Tanya Key kesal. Dari tadi ia teriak-teriak sendiri tanpa dibalas oleh pria didepannya ini.
“Berisik.” Gumam Alvaro. Yang sedari tadi mulai bicara karena sedari tadi tergangu oleh suara Key.
Key berdecap sebal. “Bimbim... Lo tuli begooo juga. Gue bilang apa lo jawan berisik.”
“Lo kenapa berantem?” Tanya Alvaro tanpa memaingkan wajahnya dari jalanan.
“Peduli?” Tanya Key memautkan keningnya.
“Penting?” Bukannya menjawab. Ia membalikkan pertanyan. Ciih, Key memilih diam saja. Ia mengalihkan pandangannya dikaca mobil. Ia memilih untuk melihat lampu-lampu jalanan yang lebih menarik dari pada melihat wajah datar Alvaro yang notabenenya pacar.
“Lo kenapa berubah?” Suara Alvaro membuat Key menoleh.
Key mengernyit. berubah? Apakah Alvaro cukup kenal sama dia? Kenapa dia seperti sangat tau Keyna? Tapi didalam ingatan ini tidak ada memori tentang pria datar ini.” Sejak kapan kita sedeket itu?” Tanya Key. Jika berubah emang sifat awalnya seperti apa? Cupu?
“Lo bukan Keyna yang gue tau.” Ucapnya datar sembari sedikit melirik Key yang menyandarkan punggungnya dikursi.
__ADS_1
“Emang.” jawabnya singkat. Lagian juga ia bukan berubah, tapi memang orang yang berbeda bukan?.
“Gue lebih suka lo yang dulu.” Ucap Alvaro datar.
Key berdecap.” Bimbim.. sejak kapan lo brisik ha? Ngomong mulu dari tadi. Diem aja napa, suka-suka gue gue mau gimana. Lo bukan siapa-siapa gue.” Ketusnya heran.
“Gue pacar lo. Dan nama gue Bima Alvaro bukan Bimbim.” Jawabnya. Ia menjalankan mobil tak terlalu kencang membuat suasana menjadi sedikit santai.
“Kalo masalah pacar itu, hmm. Kalo lo anggep serius. Oke kita putus. Jadi jangan usik hidup gue!.” Talak Key memutusnya. Ia malas berhubungan dengan pria yang berisik.
Ciiitt..
“Lo apan sii ha? Jangan ngerem mendadak. Mau mati bareng lo ha...!" Ketus Key kesal karena Alvaro menghentikan mobilnya secara mendadak. Apalagi ia tak menggunakan sabuk pengaman. Membuat kepalanya hampir menabrak kaca.
Alvaro menatap Key tajam. Ia mendekatkan tubuhnya pada Key membuat Key mundur dan memepetkan pintu mobil.” Lo .. Lo mau apa jangan macem-macem. Gue pukul lo...!” Ketusnya. Ia bisa melihat wajah tampan Alvaro secara dekat. Bulu mata lentik, alis lebat namun rapi, bibir tipis, rahang tegas dengan rambut yang lurus bagaikan jarum suntik itu diarahkan kebelakang sedikit acak-acakan.
Alvaro semakin mendekat dengan wajahnya hampir menempel diwajah Key membuat Key ingin membuka pintu namun sayangnya dikunci dari dalam membuat Key mengumpat dalam hati. “Bilang sekali lagi kalo mau putus.” Ucapnya berbisik.
Nafas itu menerpa wajah Key. Bau alkohol sangat menyengat dihidung Key. Siall. Alvaro sedang mabuk, wajar saja sifatnya berubah-u bah sedari tadi.” Kita putus.” Ucap Key keras dengan jantungnya yang hampir jatuh dari sarangnya.
Mata Alvaro memerah. Ia mencengkram dagu Key dengan kasar Key menepisnya, namun sayang Alvaro mencengkram sangat erat membuat Key menahan tangan Alvaro didagunya.” Mimpi.. “ Ia menatap bibir Key dengan mata berkabut membuat Key bergidik ngerih. Ia mendekatkan wajahnya lagi kepada Key.
Key berdecap sebal ketika Alvaro jatuh dipangkuannya.” Bikin hidup gue susah aja ini orang. Ahh.” Ia mengangkat tubuh Alvario yang beratnya seperti karung beras. Ia memilih membuang tubuh Alvaro dijalanan, tapi sayangnya ia tak setega itu. Ia memilih membawa mobil lalu menancapnya kemensionnya. Ia mau membawah Avaro kemana lagi? Ia bahkan tak tau rumah Alvaro itu dimana.
“Lo tidur disini aja ya. Gue masuk. Bye....” Ia meningalkan Alvaro didalam mobil dan melenggang masuk kemansionnya. Ia tak peduli mau badan Alvaro pegal, mau sakit kek. Mau muntah kek. Ia tak peduli.
Saat ia keluar rumah pagi haripun Alvaro masih diposisi yang sama. Masih tidur dalam mobil dengan posisi yang semalam Key buat.
Of plashback,..
“Giila lo Key. Tega banget lo sama kak Al.” Ucap Reval heran dengan cerita Key. Yaa, Key itu orangnya terbuka jika menurutnya hal itu bis dibuka dan tidak penting.
“Dia resek sii. Gue jadinya nggak bisa main.” Ucapnya sebal. sedangkan Reval menggeleng tak percaya akan kelakukan Key yang nggak ada akhlak menurutnya. biasanya cewek itu kan peka. Penuh perhatian dan nggak tegaan. Naah ini Key bahkan hampir meningalkan Alvaro dijalanan kan sadis.
Sedangkan Key memikirkan Alvaro. Apakah pria itu baik-baik saja? Mengapa ia belum bangun juga? Apakah ia terlau kejam? Mengapa ia baru berperasaan saat ini? malam tadi ia tak memusingkan hal itu kok. Karena Key melamun ia tak sadar jika ia menabrak orang yang sedang bercerita ria dengan teman-temannya membuat Key hampir jatuh, untung ia hanya mundur beberapa langkah saja. Sedangkan orang yang ia tabrak terjatuh dengan tak elitnya.
Bugh..
Key berdecap sebal.” Lo begoo ya. Udah tau gue ngelamun, mau aja gue tabrak ahhkk....!” Teriak Key kesal.
__ADS_1
Pria itu dan temannya melongo. Apa maksudnya? Dia yang ditabrak dia yang kena maki maksudnya apa coba? Pria itu bangkit dari jatuhnya dan menatap tajam Key.” Lo anak kecil tengil yang bakal gue singkat jadi Cingil. Lo bilang gue begoo. Lo sadar nggak lo salah, lo yang nabrak gue karena ngelamun seharusnya minta maaf bukan maki'in orang, “ Ia menunujukan telunjuknya kewajah Key membuat Key memundurkan wajahnya menurut telunjuk itu supaya tidak menyentuh wajahnya..
Key berdecap lalu menepuk tangan itu.” Lo yang salah. Lo yang bogoooo dan lo yang tengil. Guekan ngelamun, seharusnya lo yang sadar itu ngehindar kalo gue mau nabrak. Tu otak mikir, mana ada yang nggak sadar itu salah. Menurut undang-undang aja kalo orang nggak sadar ngelakuin kesalahan itu ngak apa-apa, jadi gue ngak salah. Lo yang salah.” Ketusnya tak terima.
“Lo bener bener ya.. Lo yang salah. Ngapain juga lo ngelamun dijalanan ha? Serasa jalan milik nenek moyang lo ha?” Teriak pria itu memajukan wajahnya. Ia sedikit membungkuk supaya menyamai tinggi Key yang hanya sebatas dadanya.
“Jalan maaah buat umum jadi mau gue ngelamun kek, mau gue tidur kek nggak ada masalahnya tu sama lo. Dasar nggak waras.!” Ketus Key galak.
“Lo ngak waras. Mana ada yang waras nggak mau ngaku kalo dia salah.!” Ia menaruh telunjuknya didahi lalu memiringkannya. Sinting maksudnya
“Key udah. Lo yang salah kenapa lo yang nyolot. Malu kita diliatin banyak orang.” Reval menarik tangan Key supaya mundur. Ia malu temannya yang salah temannya yang nyolot. Rasanya mau ngumpet saja.
“Tu.. temen lo aja tau kalo lo salah.” Teriak pria yang Key tabrak..
Key mendorong bahu pria itu dengan telunjuknya. Bibir tipisnya menjadi makin tipis.” Bukannya para cowok sering ngomong kalo cewek maha benar. Naah sekarang gue buktiin kalo cewek maha benar. Jadi jangan sewot.” .
“Sarap..” Ia memajukan wajahnya dengan mengatakan hal itu keras.
“Cihh. Cowok mulut kaleng rombengan lo.. lo yang sarap.” Key tak mau kalah. Ia masih memajukan wajahnya dengan dagu yang terangkat.
“Untung lo masih bocah. Kalo engak udah gue abis lo.” Maki pria itu lalu pergi.
“Untung untung pale lo buntung. Gue botak in juga pala loo ..” Key hari ini itu adalah hari PMS. Jadi wajar jika moodnya hancur. Tolong jangan dekatkan singa yang mengamuk.
.
.
.
.
hallooo Hehe
sorry nii key nya jrang up. Ini **author kasih tau, mungkin dalam waktu sampek akhir bulan ini rada susah up semua novel author. karena apa. karena author banyak tugas sampek akhir buln Mei.
Author harus nyelesein tugaa akhir semesteer jadi sabar yaa...
Jangan lupa like komen and vote ya. Author nggak doble up. tapi up kali ini lebih panjng dri biasanya**.
__ADS_1