Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Dimulai


__ADS_3

kau yang bisu, dan Bagaimana caranya aku mengungkapkannya cintaku padanya yang buta... Story


.


Fiko menatap kedua saudaranya itu dengan bingungnya dan juga tegang. "Jangan jangan..! "Gumam Fiko tak jelas.


"Jangan jangan apa Kak? jangan bikin Darq tambah takut deh Kak... "Ujar Dara memeluk Fiko dengan erat itu serak.


Fiko menggeleng karena tak tau harus menjelaskan bagaimana, sebab semuanya diluar kembalinya. "Jangan.. jangan sedih.. kamu enggak boleh nangis... "Alibihnya kepada Dara yang menatapnya aneh itu.


Dara menatap kakaknya dengan sendu. Lalu ia menatap barang didalam ruangan itu dengan sendu dan takut. "Jadi sekarang kita harus gimana kak? "Tanya dari Dara serak kepada kakaknya. tanpa tau jika Dita ikut menangis karenanya.


Fiko. menghela nafas pusing lalu memijit pelipisnya. "Goni aja deh Dar. malam ini kita tidurnya satu ruangan aja, kamu.. Kakak... Riko... Daren dan juga mami... Jadi nggak usah pusing.. nanti kalo kakak ketemu Keyna kakak bisa minta sama dia buat pindahan semua barang barang ini ke tempat lain, atau kota ganti kamar lain aja oke... "Jelas Fiko.


"Yap tapi kalo Kayna nanti nggak mau gimana Kak? Dara takut disini.... dara enggak mau dsiinii.. "Ujar Dara. menggerutu.


"Dar km ada kita... Jadi jangan takut ya... "Dari.. dan Riko. menimbrung dalam pembicaraan membuat Dara tak bisa membantah lagi.


"Sudah.. Kamu tidak sama gitu... Kakak juga mau istirahat dulu disini. kita sama sama bobok disini aja ya... "Ujarnya Fiko. menenangkan mereka.


Dara mengangguk lemah dibuatnya. membuat mereka masuk kedalaman ruangan tersebut dengan takut itu.


sedangkan dilamar Keyna tersenyum sinis menatapnya. "Gue nggak bakal. keluar batas siii.. Cuma mau kasih kalian pelajaran aja... "Ujarnya bergumam. "Kalo dibuat kayak gitu sakit... "Desis nyq dengan mata yang sinis menatap mereka semua.


Sedangkan Jaya hanya diam menatap anaknya itu, ia tak terlalu tau kenapa anaknya sejahat ini..Matanya sendu, ternyata apa yang ia perbuat kepada anaknya sangat ber efek... sekarang lihatlah.. anaknya bagaikan binatang yang ganas. Yang tidak suka barangnya disentuh barang secuil pun..


.....


Malam harinya Disana Keyna makan malam dirubah itu bersama keluarga. Beda nya keluarganya yang menyiapkan makanan dan dia yang menjadi tuan putrinya...


"Spada... "Suara itu membuat Keyna mode banget... ia rindu akan suara itu membuat ia menatap kerah pintu.


"Haikal... Rafka ... Egi... kalian ngapain malam malam kesini? "Tanya Keyna ketika mereka. masuk. karena sekarang ia sedang dikejar makan dan Fiko dan lainnya sedang menyiapkan makanan.


Haikal dan lainnya cengengesan. "Tadi kami habis latihan basket Ka... Karena tempat latihan kami dekat sama rumah baru kakak jadi ya Reyano bajak kami kesini aja... katanya kakak yang nyuru... "Ujarnya sembari salim kepada Keyna.


"Kapan.. Kapan ada gue bilang gitu ha?"Reyano bersuara karena tak terima difitnah dan dipakai namanya. "Loe aja sih yang mau numpang makan. Tadi kita bajak Mekdi ehh malah ngajakin kerumah kita Kak. katanya biar hemat ka.."Ujarnya sinis menatap Haikal yang masih cengengesan.


"Tapi loh yang ngajak kita main kasini ngeeeppp..! "Ujar dari Haikal tak terima.


"Iya.. Tapi nggak usah makan.. Rugi gue.. "Lanjutnya Reyano sinis.


"Bukan teman gue Rey.. Bukan..."ujarnya dari Egi dengan berbisik ngeri menatap Haikal yang tak tahu malunya.


Keyna dan lainnya malah terkekeh melihat mereka membuat ia menatap mereka dengan tatapan gelaknya. "Udah Rey nggak apa apa. kasih mereka makan enggak bakal bikin kita miskin kok. tenang saja."sukar Keyna sok perhatiannya. "Kitakan kaya... Bebas memainkan ngapain aja. "Lanjutnya sombong.


"Duh kakak. kakak Loe aja nggak pusing t.. ? dia baik banget. Napa loe nya si malah baper sama cewek.."Ujar Haikal "Kak aku boleh duduk. enggak Kak? "Tanya Haikal. membuat Keyna mengangguk.


"Boleh kok.. Duduk la. "Jawab Key santay.

__ADS_1


"Iya.. tapi bukan duduk di sini kak. Tapi duduk dipelaminan nanti berdua sama kakak.."Ujar Haikal dengan ngewink beberapa kali. Bikin orang lain Bad mood gitu... Tapi gimana lagi.. Dia bagian dari cerita ini. Ya kan.?


"Apa kamu bilang.? "Tanya dari seseorang dibelakangnya Haikal dengan dinginnya"Pelaminan?"Tanyanya dengan sinis.


Haikal cengengesan sama sekali tak takut. Hanya merinding saja. "iya iy iya.. hehehe .. Pelaminan. Kan kata orang kata kata adalah doa bang. Jadi gimana ya.. Nggak apa kali doa. Siapa tau Dijabah.."Jawabnya mengangguk.


"Mimpi kamu...! "Ujarnya sinis lalu duduk ditampung Keyna sembari memberikan tasnya pada Bik Yanti yang ada Disambungnya Keyna.


Cup...


ia mencium kepala Keyna sayang membuat Keyna memutar bola mata malas. Alka seakan mengatakan jika Keyna adalah. miliknya Disana.


Haikal mengerucutkan bibirnya sembari duduk didepannya Keyna lancang. Padahal belum ada yang duduk. " Yeeeyyyyy. Sebelum janur kuning melengkung maka gue tetap main punya kesempatan bang... Jadi jangan sombong dulu... kita bersaing secara jantan..."Ujarnya sembari mengambil apel dan memakannya tanpa dibuka atau dicuci dulu.


"Dan sebelum janur kuning kami melengkungkan, saya bakal yakinkan jika bendera kuning akan berkibar didepan rumah kamu... "Ujar Alka tersenyum pesykopatnya.


Haikal menelan Apelnya dengan gugup hampir saja tersedak apel. "Issss serem banget si bang pembahasannya.. Nggak boleh gitu bang... "ujarnya gugup.


"Iya kan saya bilang jika kamu berani..emangnya kamu punya apa ngajak saya bertarung secara jantan ha? kayak ayam jago aja kamu.. Padahal kencing aja masih lurus... "Ujarnya lagi.


"Osh Abang mah kalo ngomong nggak paket penyaringan. Sakit denai bang...! "Ujar Haikal menepuk dadanya seakan orang yang paling terzolomi.


"E'ek kau Haikal.. !"Ujar Egi menjulak kepala Haikal membuat Haikal mendengus dan yang lain tertawa.


"Permisi.... "Itu suara Dara yang baru saja sampai dengan sop iga ditangannya untuk diletakkan diatas meja. ia menepuk celemek dan juga baju yang cukup sexy... Celana Levi's yang hanya sebatas paha dan baju tangtop yang sampai bahunya terlihat.


"Idih.... Pembantu Loe kok kek gini si Rey.? Mulus kek papan tulis... "Ujar Egi menatap Dara dengan tatapan bad nya.


Disana juga ada Daren dan Fiko yang menghantarkan makanan nampak jika mereka melihat ayam goreng dan juga makanan yang enak lainnya. seperti ingin mengupas ayam saja mereka.


"Udah tadi sore... "Jawab Keyna dingin.


Dara menatap yang lainnya dengan senyum terpaksanya. ia. menatap Alka yang ada disampingnya Keyna, yang nampak sibuk dengan rambutnya Keyna yang kelihatannya sedikit kusut dimatanya.


Wow.... ini bukan cerita pelakor sih... Tapi assshhhh.


Kenapa jiwa merusak hubungan orang meronta didirinya Dara ha.? Alka yang baru pulang dengan setelan jas itu sungguh menawan. apalagi ia nampak sangat penyayang membuat ia kagum akan ketampanan Alka.


"Ngapain liatin calon suami kakak gue.? Dia nggak suka pembokat kek Loe..! sadar ya sadar...! Bangun cuci muka sono.."Ujarnya Rafka polos. Ia sedari tadi memang melihat Dara menatap Alka membuat ia tak tahan.. ia dari tadi memang diam, karena memang ia adalah penyimak yang handal.


Dara gelagapan sekaligus mau dibuatnya. "Maaf.. "Ujarnya dengan gugup lalu pergi dari sana dengan memeluk nampan ditangannya.


Alka mendengarnya pun menatap Dara dengan tatapan datarnya. Ia tak tau siapa Dara dan tak mau tau siapa Dara. ia tak suka privasinya diganggu.


Keyna menaikkan satu alisnye mendengarkata kata dari Rafka tadi. Dara menatap Alka? kok ia tak suka ya? Ia tersenyum sinis dibuatnya. Karena ia tak suka miliknya diganggu...


"Ini siapa yang masak? "Tanya Reyano memakan sop yang ada didepannya itu dengan sinisnya.


"Saya tuan..! "Daren angkat bicara dan Keyna mengusap kepada Reyano.

__ADS_1


"Ini sup apa an..?"Tanya Reyano dengan sinisnya menaikkan centong sup supaya bisa melihat jelas


"Sa saya tuan.... Itu itu sup iga Tuan. "Jawabnya jujur.


Reyano merempaskan sendok ditangannya itu kasar dan menatap Daren tajam. "Sup apa ini? Kenapa kek air.? enggak ada rasa... enggak ada wangi wanginya..! Kayak Muka Loe yang datar itu... "Ujarnya dengan kasar. Saat melihat Daren dan keluarga membuat ia selalu saja sakit hati atau kemarahan. Karena ingat kakaknya yang disiksa..


"Masa si.? "Tanya Daren dengan bingung.


"Dicobaain aja..! Siapa tau kan lidah kita beda karena Loe orang kismin... "Ujarnya Rafka lugu. "dan kita Holang kaya... iya nggak.?"Tanyanya pada Yang lainnya.


"Iya iya.... boleh juga toh... Cobain dulu sini..."Ujar dari Jaya dengan dinginnya.


"Ba baik.... "Ujar Daren lalu mendekat. Tanpa babibu ia langsung mencoba sop yang ia buat. Dan nyatanya memang benar... hambar.... Tapi ada sedikit sih rasanya. tapi ya jika dirasakan memang tidak ada enak enaknya.


"gimana? "Tanya Reyano kepada Daren.


"Maaf tuan. biar saya masak lagi saja. biar saya tambah garem dan lainnya. maaf tuan... saya tadi masaknya belajar lewat Youtobe. Jadi ya gini... Saya belum bisa masak. "Ujarnya jujur. seharusnya Dara yang masak.. Tapi karena Dara tidak mau dan tidak bisa membuat ia yang turun tangan.


"Kamu mau masak ini lagi? tambah garem? "adanya Reyano lagi membuat Daren mengangguk "Kamu pikir kita mau makan bekas dari mulut kamu itu ha? Kamu pikir kami mau gitu? Jet.... Dipikirkan paket otak... "Ujarnya lagi keras dan pedasnya.


duh..


Nyut.. Seperti ada yang teriris tapi bukan bawang, ada yang buat menangis namun tak mampu diluapkan. Dari merasa harga dirinya sangat diinjak saat ini.


"Rey..! Siapa yang ngajarin kamu nggak sopan dan bicara kasar kayak gitu.? "Tanya Keyna datar. ia tak suka adiknya kasar dan juga bicara tidak sopan seperti itu.


"Enggak ada yang ngajarin sih kak..."Jawab Reyano jujur dengan mata yang mencekik tak suka. "Cuma Ya setiap orang berekspresi dengan perasaannya... Dan sekarang Reyano cuma ngeekspresiin apa yang Reyano rasaain. "ujarnya sinis lagi. "Kadang kejahatan enggak diajari si. tapi karena kelakuan orang itu bikin kejahatan itu timbul sendiri dalam hati dan lisan... Jadi jangan salahkan Reyano. tapi salahkan aja mereka yang udah bangkitan rasa emosi Reyano bangkit tanpa diminta.. "Ujarnya.


Alka menghela nafas. "Ada apa ini Dar.? "Tanya Fiko yang baru masuk kedalaman ruang makan itu. Tanyanya sedang memegang sayur kangkung ditulis pedas dan- itu menatap heran pada orang orang yang nampak sangat serius bagaikan sedang menghakimi tersangka saja.


"Ini Kak... Masakan Daren enggak ada rasanya. "Jawab Daren dengan nada yang bergetar karena dibina. Jujur saja dihina tapi tak bisa berbuat apa apa itu sangat sakit. lebih sakit dari apapun. Meskipun Daren lelaki sekalipun ia tetap merasa kan sakitnya.


Fiko menatap semua dengan tatapan sendunya."Maaf kan adik saya Tuan... karena adik saya memang baru kali ini masak dan juga mencoba hal yang berbau dengan dapur... jadi tadi dia masak sambil. liat Google. "Jawabnya jujur.


"Masa udah lihat google tapi masih tetap salah dan enggak enak si? Kamu niat nggak sih kerja nya ha? Kalo enggak niat ya bilang... "Ujarnya Jaya dengan sinisnya.


Dara yang mendengar itu merasa dejavu akan hal ini. ini pernah mereka lakukan dan berlalu. ini pernah ada dikehidupan masa lalu mereka. Dulu mereka yang memperlakukan seorang seperti ini. tapi sekarang mereka yang ada disposisi ini, mereka yang ada disposisi dihina daj dimaki. Mereka yang diinjak harga dirinya.


Daren dengan laju air matanya dan menghela nafas, mengepalkan tangannya dan menatap Keyna sendu meminta bantuan, Keyna melihat itu tak sanggup membuat ia berpaling dan menatap Reyano dan lainnya saja. Mata Daren sudah merah dan berair soalnya. Dia juga manusia yang memiliki hati Wey...


"Iya.. Tapi Kami tidak bisa membedakan yang mana bawang dan yang mana bumbu lainnya, yang lengkuas dan yang mana jahenya. Apalagi tad tadi kami masaknya terburu buru karena jam sudah sore. "Jawab Daren menghela nafas. bibirnya bergetar dikalah menjelaskannya. ia menatap lantai saja supaya tak nampak menyedihkan.


"Pembantu apa ini? masak enggak bisa. terus bisanya apa? "Tanta Egi dengan dasarnya mendengarnya. "Masa bawang aja enggak tau? gue aja yang masih muda dan SMA tau bedainnya. Masa Loe yang udah tua enggak bisa si.? selama hidup ngapain aja.? "Lanjutnya Egi.


"Bener tu... "Sahutnya Rafka dengan anggukan lucunya. "Rafka aja mi ya cowok bisa masak... Meskipun dirumah ada kakak yang banyak dan mama yang juga cantik tapi Rafka bisa masak san bedain mana aja bumbu bumbu.. "Ujarnya lalu menatap Dara "Dan kamu... Kamu ada cewek enggak bisa masak sih? enggak malu sama Rafka ha? is iss... Enggak ada gunanya tau... "Ujarnya.


Dara dan lainnya teridam mendengarnya. Ini penghinaan tapi mereka bisa melawan keren semuanya kenyataan, apa yang mau dilawan lagi?


"udah udah..!"Keyna menghela nafas dibuatnya. "Kita makan diluar aja... Dan makanan dirubah biar mereka aja yang makan... Aku udah laper. "Ujarnya dengan sendu. karena kasihan, ternyata hati Keyna masih berfungsi sangat baik.

__ADS_1


"Tapi Rugi Kak... Masa makanan sebanyak ini dimakan sama mereka si?"Tanya Haikal mencibir.


"Emangnya kamu mau makannya ha? "Tanya Keyna dengan melotot membuat Haikal menggeleng cepat. Bisa sakit perut mereka nanti. "Mangkanya kalo enggak mau kita makan diluar aja. Biar mereka makan masakan mereka dan bisa evaluasi menjadi lebih baik lagi besok nya.. "Lanjutnya lagi dengan datar. Akhhhhhh kenapa hati ini bisa tak tegas.


__ADS_2