
Dugh..
Ia menyenggol barang seseorang membuat seseorang itu menjatuhkan barangnya..”Ehh maaf..” Bukan Keyna yang meminta maaf, tapi orang tersebut. orang yang Keyna tabrak atau orang itu yang nabrak Keyna tak paham.
Orang tersebut menunduk dan mengambil berkas yang jatuh membuat Keyna diam dan Menatapmu dengan tatapan heran saja. Kan seharusnya ia yang minta maaf.
"Maaf ya.. saya tidak sengaja tadi... "Ujar sosok itu tersenyum kepada Keyna lalu duduk disampingnya Keyna. "Saya duduk disini ya.. soalnya mau ada urusan... "Ujarnya kepada Keyna.
Keyna menatap orang tersebut dengan tatapan tak terbaca... "Ya... "Jawabnya singkat lalu menatap. kedepan.
"Kamu sendiri disini? "Sosok disampibg Keyna bertanya dengan sendunya lalu. menatap kaki Keyna yang disana.
Keyna hanya. mengenakan celana sebatas lutut karena memang ia tak terlalu suka mengenakan celana panjang semenjak ia lumpuh itu. menata sosok Disana dengan alis terangkat lalu menggeleng.
"Lalu? "Tanya seseorang itu dengan bingungnya. "Saya lihat jamu sedari tadi sendiri... "Lanjutnya dengan heran kepada Keyna.
Keyna menatapnya dengan tatapan sakitnya. "Saya dengan teman.. Hanya saja dia sedang keruangan dokter... "Jawab Keyna dengan sangat saja.
Sosok itu bergumam o saja dan mengangguk. Namun nampak raut wajahnya berubah setelah mendengar suaranya Keyna karena merasa tak asing. "Apa kita pernah bertemu? "Tanya sosok itu dengan heran pada Keyna. "Soalnya suara kamu terasa tak asing sitelinga saya.. Dan matamu... "
"Saya tidak tau... memangnya kenapa? ada masalah? "Tanya Keyna sok tak tau. Ia sangat tau sosok didepannya itu membuat ia sedikit tak senang karena diusik.
Keyna menaikkan satu alisnya dengan menatap sosok didepannya itu. lalu mengangkat sudut bibirnya.”Saya tidak ingat. karena dikehidupan saya teralu banyak orang yang singgah ...”Jawabnya Keyna dengan jujur.”Memangnya suara saya kenapa?” Tanya Keyna dengan bingung lagi.
Sosok itu malah meringis lalu mengusap lehernya tak enak. Lalu tersenyum tak enak...”Iya hehe.. saya saja lupa mungkin jika kita pernah atau belum bertemu hehe.. tapi yang pasti suara kamu mengingatkan saya dengan seseorang. Emhh.. mata kamu juga..”Ujarnya lagi dengan senyumnya lembut bersamaan dengan rasa rindu. keyna bisa lihat itu dimata pria itu.
Keyna menaikan satu alisnya menatap sosok itu.. ia menatap arah dimana Alka pergi tadi kenapa terlalu lama sii. Itu membuat ia tak nyaman...”Memangnya siapa?” Tanya Keyna kepada orang itu.
Sosok itu malah meringis.” Oh iya.. kita belum kenalan..” Keyna tau itu hanya alibi dan pengalihan sosok didepanya itu membuat ia menaikan satu alisnya.”Kenalin nama saya Bima Alvaro.. biasa dipangil Al atau Bim-Bim ehmm Bima...”Ujarnya kepada Keyna dan meralat panggilanya itu. Ia menjabatkan tangan kepada keyna.
Iya...dia Bima Alvaro sosok yang dulu pacar taruhannya Keyna. Itulah yang membuat Keyna risih tadi.. Keyna yang mentap tangan Alvaro itu bergumam ‘sudah tau’ didalam hatinya.. namun memaksa tersenyum dan menyambut jabatan itu.
Namun sebelum ia menjabat tangan Alvaro tangan Alvaro sudah ditepis kasar oleh seseorang dibelakangnya Keyna membuat Keyna menatap kebelakang sesegera mungkin.
Glegghh..
kaaann...
__ADS_1
Tatapan Alka sangat tajam disana menatap Keyna dan juga Alvaro. sedangkan Alvaro malah mengernyit bingung menatap Alka. Mungkin ia bingung kenapa tangannya ditepis tadi.” Jangan sentu sembarangan orang Keyna.. ini tempat umum. Bagaimana jika dia korona...!!” Ujar Alka menarik kursi roda milik Keyna.
Keyna terkejut dibuatnya lalu menatap Alka dengan tatapan biasa sajanya.”Oh aku lupa.. hehe maaf.. “Ujarnya kepada Alka dnegan cengengesan dan juga mengerjab.”Jangan marah dong. Nanti keriput gimana coba? lagipula dia nggak jahat kok.”Elaknya.
Alka mendengus dalam dibuatnya lalu menatap Alvaro yang menatapnya.”Lagipula saya tidak sakit corona kok kak.. Tenang saja saya hanya menemani temannya anda. soalnya saya lihat tadi temanya sendiri.. dan saya juga sedang menunggu antrian nama saya..”Ujarnya menjelaskan kepada Alka.
Namun Alka tuli dan tak peduli membuat ia hanya menaikan satu alisnya dan berkata.” Siapa yang bisa jamin? Lagipula saya tidak meminta jawaban dari kamu. Jadi lebih baik kamu simpan saja suara kamu itu..!!”Jawabnya dingin lalu membawa Keyna pergi dari sana.
“Nakal ya..!!” Ujar Alka berbisik dan didengar oleh Keyna membuat Keyna meringis lalu menatap Alvaro dengan tatapan biasa sajanya dan tersenyum. Ia tak memiliki masalah kok dengan Alvaro. Sebab dulu Alvaro jga salah satu orang yang peduli denganya bukan? Dan Alvaro adalah salah satu orang yang sangat mencintai Keyla..
OMG.. kenapa keyna baru kepikiran.. jangan-jangan yang dimaksudnya tadi mirip suara itu. Suaranya Keyla? Dan mata matanya Keyla? Iya pasti miriplah. Kan semua ini memang miliknya Keyla... cekcekcek.. dasar ya..
Sedangkan Alvaro menatap Keyna dan Alka menjauh dengan tatapan sulit diartikan.. lalu ia menatap keatas.. dimana ia mengenang seseorang, ia memegang jantungnya dengan helaan nafas tanpa terasa sampai air matanya jatuh.”Kamu dimana si Key? Aku sekarang sedang butuh kamu tau nggak... aku sakit...”Gumamnya dengan sendu dan sedihnya mengenang Keyla yang ia sayangi dan ia cintai.
Beda hal dengan Keyna yang sudah tak lagi memikirkan Alvaro. Hanya satu yang ia pertanyakan. Kenapa Alvaro kerumah sakit? siapa yang sakit? ibunya? Ayahnya/ atau dirinya sendiri? Namun Keyna tak terlalu peduli lalu terlalu peduli dengan kesehatan dan usahanya untuk berjalan lagi itu.
Perjalanan belajar dan terapinya Keyna berjalan sangat lancar dan juga damai. Hanya saja Keyna merasakan jika tulang kakinya masih sangat nyilu. Namun kata dokter itu wajar karena salah satu bentuk pemulihan.. lagipula itu efek karena Keyna sudah lama tak berjalan secara normal dan juga salah satu alasanya karena efek operasi kemarin..
Disetiap LANGKAHNYA Keyna belajar berjalan pasti ada Alka dibelakangnya yang siap supaya Keyna tak jatuh.. Alka selalu sigap jika Keyna terasa ingin jatuh. Sungguh Keyna tak pernah menyangkah jika belajar berjalan dan terapi sesakit ini. ia bahkan sudah menyerah sedari memulai belaja tadi. tak kuat karena kakinya bagaikan jelly yang dipaksa berdiri. Mana nyilu dan mana sakit. Ia tak kuat.
Tapi didukung Alka.. diberi kata kata mutiara dan harapan harapan kepada Keyna tentang Keyna yang bisa berjalan lagi nanti.. tentang bagaimana nanti Keyna bisa memakai mobil dan motor lagi.. kebut kebutan dijalanan membuat Keyna belajar dan belajar lagi. Berusaha dan terus berusaha membuat Alka senyum bahagia.
“Bagaimana perkembangannya dok?” Tanya Alka kepada dokter yang telah selesai memeriksa Keyna yang baru selesai kemoterapi itu dengan kenya. Keyna sendiri sudah tertidur dibrankar karena memang ia kelelahan akibat belajar tadi.
Dokter itu tersenyum.” Nona Keyna sangat cepat berkembangnya tuan.. dia bahkan sekarang sudah berkembang sejauh ini. padahal baru sekali latihan.. jika begini terus.. maka saya yakin nona Keyna akan sembuh secepatnya...”Jawabnya dengan senyum kepada Alka.
Alka tersneyum tipis dibuatnya. Namun saking tipisnya tak dapat dilihat orang lain. lalu ia menatap wajah damainya Keyna yang terlelap itu. “Kira-kira berapa lama ia bisa berjalan lagi dok? apakah bisa secepatnya lagi?”Tanya Alka dengan kepo lagi.
Dokter maah tersneyum dan terkekeh dibuatnya.” Tidak bisa tuan.. ini tergantung dengan bagaimana nona Keyna rutin belajarnya atau tidak, dan didukung dengan kakinya nona Keyna. Jika tulangnya cepat pulih dan beberapa yang kemarin pecah itu sudah pulih maka ia akan cepat sembuh.. dan lagi belajar berjalanya juga harus mengenakan waktu ya tidak boleh semarangan. Karena takutnya nanti bukan memperaiki tapi malah merusak yang karena kaki nona Keyna kelelahan dan membuat kakinya semakin rusak.....”Ujar dokter menjelaskan.
“nanti jadwalnya akan kita atur dan buat sceajul sebagaimana yang tuan ingin kan tadi. kita akan melakukan terapi dirumahnya kalian saja.. dan itu akan kta konfirmasi kepihak rumah skait.. “ Lanjut dokter sebagaimana yang mereka rindingkan tadi.
“Oke.. jika begitu saya perisih dan masalah dokter yang akan dikirimkan untuk Keyna harus terbaik sebagaimana yang saya katakan tadi ya... saya berani bayar berapapan asalkan Keyna bisa segera berjalan secepatnya..”Ujarnya lagi membuat dokter mengangguk setuju.
Alka meninggalkan tempat tampa terima kasih dan juga senyum. Ia mendekati Keyna lalu memindahkan keyna kegendongannya saja.”Tolong bawa kursi rodanya kemobil saya..”Ujarnya kepada dokter tersebut dan dengan cepat dokter itu menganguk dan membantu Alka.
Alka mengendong Keyna karena tak mau Keyna terganggu nantinya. Lalu ia membawa Keyna tanpa ada rasa malu atau apapun itu. Namun dikalah ia ingin memasuki mobil ia menatap ada pria tadi yang mendekati Keyna membua ia mendengus. Sapa pria itu beraninya ia mengajak Keyna berkenalan ditempat umum.
__ADS_1
Tanpa mau memikirkan apapun lagi ia memasuki Keyna kedaam mobil dan berputar mengambil kursi rodanya Keyna.. memberikan tips pada dokter maski tak diterima tapi ia tetap memberi membuat dokter itu tersenyum. Lumayan buat jajan mobil baru kan wkwkwk..
Sepanjang jalan Alka menatap wajah Keyna beberapa kali lalu fokus kedepan...” Key.. aku enggak tau.. ini tu takdir atau apapun itu. Tapi aku bersyukur banget karena bisa ketemu sama kamu lagi.. aku fikir kamu memang benar benar pergi dan hilang dari dunia ini.. sampek aku hanya ingin hidup biasa saja dan juga hidup bagaikan air saja.. namun Tuhan memberikan aku kesempatan buat bersama kamu..”Ujarnya terharu akan hidupnya sendiri.
“Dan lucunya pertemuan kita itu dipertemukan karena kebiasaan buruk kamu hehe..”Ujarnya mengusap air matanya. Ia lemah sebenarnya. Hanya saja kuat karena adanya Keyna. “Kamu yang memberikan piala yang nyatanya sudah kebiasaan kamu sedangkan aku mengangap itu sangat luar biasa dan penyelamat tak. Sampek aku enggak berani cerita kekamu jika sebnarnya piala itu membuat aku bisa sesukses ini. dan karena piala itu membuat aku secerdas dan setinggi ini Key.. kamu penyemangat aku supaya aku bisa berdiri seperti ini..”
Alka menghela nafas mengingat semuanya. Ia merindukan ayah dan ibunya namun pantang baginya untuk menjilat ludahnya lagi. Ia pantang megemis kepada keluarganya dan tak ada niatan untuk kembali kesana..” Da karena bola salju yang kamu berikan nyatanya hasil malak hhah. Lucunya aku malah baper Key.. Yampun Key... aku nggak tau lagi jelasinnya gimana.. kamu adalah karunia didalam kejadian yang tak terduga. Sekai lagi temakasih Tuhan karena sudah mempertemukan aku dengan dia..” Ujarnya lalu mengusap kepala Keyna yang berada disampingnya itu lembut. ingin rasanya mencium pipi Keyna hanya saja tak bisa karena ia membawa mobil sekarang.
Tapa Alka sadari jika Keyna itu setengah tidur dan setengah sadar. Kalian tau kan? Keyna mendengarkanya namun ia juga tidur..Keyna menyngingkan sudut bibirnya dibuatnya dan bergumam.” Iya.. kamu juga anugera. Jika tidak ada kamu. Aku yakin sekarang aku sudah ada disyurga... ehh ralat dineraka hehe. Soalnya dosa aku banyak hehe..”Ujarnya tergelak lalu kembali lanjut tidur.
Alka yang hanya samar samar saja mendengar itu hanya tersenyum tips sembari mengelus sayangnya dengan Keyna supaya ia kembali lelap dalam tidurnya. Keyna pun terlelap lagi dengan lelahnya. Tubuh Keyna terasa mau remuk dan terlepas dari tulang-tulangnya saat ini.. sungguh Keyna ingin menangis saja dibuatnya. Andai ia tak punya cita cita setinggi langit. Ia pasti sudah menyerah saat ini.
Lajuan mobil itu sampai keresturan membuat Alka membelikan beberapa jenis makanan untuknya dan Keyna serta lainya. Ia tau jika bik Yanti tadi tak dirumah dan makanan dari masakan Dara pasti tak akan dimakan karena tak enak. Siapa yang mau makan makanan gosong? Coh.
Setelahnya Keyna kembali kerumah Keyna dengan santaynya.. ia membatalkan semua metting dihari ini membuat Angga diserang dan mengeruru dan juga menyumpahi Alka supaya cepat cepat nikah dengan Keyna.. bagaimana bisa ia yang dijadikan kambing hitam oleh Alka..
Sedangkan ditempat lain.. tepatnya dirumah nya Keyna. Sekarang Riko menatap Andes dengan tatapan permusuhannya. Mata yang satunya yang sudah btua itu menatapnya tajam sedangkan Andes menatapnya dengan sudut bibir yang terangkat itu menatapnya remeh.” Saya kesini karena ingin bertemu tuan rumah.. tak ada urusanya dengan kalian..!!” Ujarnya dengan mengejek.
Riko mengepalkan tanganya menatap Andes dan Natan...” Jangan percaya kan mereka tuan. Mereka orang jahat,,!! Mereka yang membuat kelarga saya hancur. Rumah ini disita bank. Kami diusir dari rumah kami sendiri dan juga membuat kami sengsara. Semuanya gara gara mereka manusia bangsattt ini...!! keparatt kau setannn...!!” Teriaknya dengan amarah membuat aurah disana mengelap.” Dia membakar rumah makan dimana kami bekerja. Dia juga membakar rumah orang yang menjadi tuan kami bekerja. Dia manusia terkejam yang kami kenal. Bahkan ia sudah cocok menjadi raja iblis..!!” suaranya bahkan sampai parau karena berteriak disana.. ia mengepalkan tanganya karena tak terima akan hal itu.
Andes malah terkekeh dibuatnya menatapnya. “Iya.. dia jahat.. dia jahat.. dia yang buat keluarga kami hancur tuan.. jadi tolong jangan dekat dengan dia. Kami takut nanti keluarga tuan akan dihancurkanya juga...!!”Ujarnya Daren dengan mendukung ucapan Riko,
Natan dan Andes malah saling tatap dengan senyum evil mereka. Sedangkan Jaya mendengarnya hanya biasa saja..” Lalu urusan saya dengan urusan kalian apa hm? Saya tidak ada urusannya dengan masalah kalian.. tapi Ades ini adalah temannya Keyna. Jadi bagaimana bisa saya mengusirnya hm?” Tanya Jaya dengan bingung membuat Andes dan Natan malah terkekeh.
Dugh... Riko dan lainya malah saling tatap dibuatnya... namun Beda dengan Riko.. ia maju dengan cepatnya dan
Bugh... satu oukulan mendarat diudara karena ditepis oleh Andes cepat. Ya.. Riko memukul rahang bawah milk Andes namun sayangnya Andes tak semuda untuk dikalahkan atau dipukul. Jangankan dipukul. Disentuh saja harus mengenakan perhitungan yang tepat.
Krak.. arhhh.. Kan sudah dibilang...
Tangan Riko dipelintir oleh Andes secara santaynya. Wajahnya bahkan tak berubah sedikitpun saat ini. namun wajahnya Riko memerah menahan rasa sakitnya tulang pergelangan tangannya retak saat ini..
Krakk.. arhh.. lagi dan lagi tangan Riko dipelintir..
“ Hentikan.. lepaskan..!”! Teriak Fiko dan Daren. Mereka mendekat namun ditahan oleh Natan sengan maju kedepan membat Andes dengan cepat menghempaskan tangan itu.”Jangan kalian pikir mau menyentuh saya mengenakan tangan kotor kalian ya..!!!” Ujarnya dingin lalu menatap keluarga itu tajam.
Bruk.. satu tangan dengan mudahnya ia menghempaskan tubuh Riko sampai terterjang kemeja tamu...Membuat Riko dan lainnya terpekik.. Andes mengusap tanganya mengenakan tisyu yang ada diatas meja seakan mengusap virus saja membuat keluarga itu menatap Riko nanar...” Kamu... !!” Teriak Fiko keras dikalah melihat Riko yang terhempas dengan jauhnya seperti itu.
__ADS_1
Kakak mana yang tak sakit hati dibuatnya.” Riko.. kamu tidak apa-apa..!!” Teriaknya membantu Riko lalu menatap Andes dengan tatapan marahnya. Marah tak terima akan perlakukan Andes kepada adiknya itu.. sedangkan Andes hanya menaikkan satu alisnya seakan manusia yang polos saja.