
Kemungkinan bsosk kamu maish bernafas itu yanya 1% dari 100%. jadi maaih mau jadi kaum rebahan?... dan lucunya hayalannya mau jadi orang kaya.. Kalian fikir kaya semudah itu?... Ayo bangun.. keluar dari zona nyaman ....
Dengan gemetar Dara membersihkan ruangan itu..Keyna tak lagi menyuruhnya membersihkan mengenakan lidahnya hanya saja ia membersihkannya secara sendiri membuat ia cukup takiut mendapat tatapan tak menyenakan dari Andes ataupun dari Keyna.
“Keyna pinjem baju adek loe.. gue mau pakek baju annjim.,.. baju gue kotor..” Teriaknya Natan dikamar mandi disana. Ya karena bajunya tadikan kena cipratan makanan yang jatuh tadi.. ia lupa jika ia tak membawa baju.. didalam kamar mandi itu ia mengendus nafas kesal karena baju kesayanganya itu kena saus… ia bahkan beberapa kali mandi karena memang dia orang yang sangat pembersih dan tidak suka dengan sesuatu hal yang bauk atau yang berbau menyengat....
Keyna mendengar teriakan itu memanatap Dara dengan tatapan tajamnya..”Iya.. tunggu bentar…!”Teriaknya membalas teriakan Natan… lalu matanya masih menatap Dara dengan tatapan datarnya. “Loe…!!” Ujarnya dengan dinginya membuat Dara meneguk saliva keringnya.”Minta baju saja Reyano disana cepet…!! Jangan lama…!!”Ujarnya dingin disana.
Dara meneguk saliva keringnya…” Tap tap… “
“Enggak ada tapi tapian cepet…!! Kalo loe enggak dapet bakal gue suru Andes bunuh dan perkosa loe disini sekarang juga mau?” Tanyanya sinis membuat Dara tertegun disana menmatap Keyna dengan tatapan tak percayanya itu.
Dara gelagapan menatap Andes yang menyungingkan senyumnya itu.. “Ba baik..”Ujarnya lalu meninggalkan tempat itu dengan cepat karena takut akan ancaman dari Keyna. Baginya Keyna sama saja menyeramkanya dengan tatapan milik Andes,. Sebenarnya ia tak suka dengan Keyna, hanya karena keadaan membuat ia harus bisa menerima keadaan saat ini.
“Keyna dan Andes terkekeh melihat Dara yang kucar kacir ketakutan itu sedangkan Natan dikamar mandi sana sudah menggigil keidnginan.”Keyna Cepetan..!! gue kedinginan ini woy.. bias mati gue lama lama..!!”teriaknya kuat disana karena tak kunjung juga mendapatkan apa yang ia mau.. ia butuh kehangatan saat ini membuat ia mengusap rambut basahnya secara gusar/”Apa gue keluar enggak usah pakek baju aja biar puas loe pada ha?!!” Teriaknya lagi karena tak dapat jawaban dari sang empuh.
Keyna berdecap dibuatnya.”Bentar akh…!!”Teriaknya juga lalumenatap Andes dengan tatapan malasnya.”Des tolong ambilin bajunya Alka didalam Almari ruang baju sana dong.. ambil yang masih dibungkus aja soalnya dia engggak suka barangnya dipegang orang lain.. Kalo mau nunggu dara yang ngambik baju bisa bisa ini ruangan hancur gara gara teriakanya natan.”Ujarnya meminta tolong. ingat ya, minta tolong karena diawal kalimat ia sudah bilang minta tolong kepada Andes.
Andes yang malas sembar meminum minuman bersoda nya itu menatap Keyna datar.”Gue engak tau Key.. loe ambil aja sendiri napa? Kan ini rumah loe bukan rumah gue…!!”Jawabnya malas. Ia masih menikmati harinya yang indah. Karena hari harinya yang kemarin tidak ada yang bahagia, semuanya ditutupi dengan rasa khawatirnya dengan Keyna.. dan hari ini ia bahagia ketika tau Keyna hidup.
Keyna menatap Andes datar dan juga sinisnya.”Loe ngejek gue?” Tanyanya membuat Andes merengut karena bingung.”Loe taukan kalo kaki gue engak biasa jalan? Loe pengen gue tampol pakek sendalnya Alka ha?”tanyanya dengan dingin lagi kepada Andes itu.
Andes menepuk jidat dibuatnya lalu tersenyum tak enak.”Soory gue lupa kalo loe udah nggak bisa jalan hehe..”Jawabnya meringis.”yaudah.. dimana si pintunya biar gue ambilin deh..” lanjutnya dengan menghela nafas karena tak tau harus apa, bagaimana bisa ia lupa jika Keyna tak bisa berjalan? Ia jadi tak enak kepada Keyna sekarang..
__ADS_1
Keyna memutar bola mata malas… menatap Andes yang berjalan..”Keyna cepetan ih.. gue udah mau jadi es disini karena keidnginan. Keluar juga entar gue ni sekarang enggak usah pakek baju..”Teriak Natan dengan kuatnya disana membuat Keyna mendengus tak kuat lagi.
Natan yang berteiak memang sudah keidnginan disana membuat ia tak kuat lagi namun bagaimana lagi. “Iya begokk akhh. Tunggu bentar Andes ambilin. Kaki gue engak bisa jalan ini…!! Gue timpuk juga loe pakek dosa gue.,.. mau loe ha?” Teriuaknya Keyna membalas.
“Terserah mau pakek apa aja yang penting baju.,,..!!”Teriak Natan lagi membuat Keyna memutar bola mata malas menatap kakinya dengan miringis… keyna menghela nafas lalu menatap kelangit… sebenarnya bohong sekali jika ia sudah sembuh. Ia suka capek dan juga merasa nyilu dikakinya bagaikan terkena silet.. ia juga suka merasakan rasa skait yang mendalam ketika kakinya disenggol secara kuat mungkin efek dari kakinya yang hancur itu. Mangkanya tadi ketika ia lelah belajar untuk berjalan ia sangat kecapean..
Sedangkan ditempat lain Dara gugup sekali ketika ingin masuk kekamarnya Reyano. Ia menggigit kukunya takut melihat pintu didepannya itu yang tingginya bahkan hampir dua meter itu.. ia menghela nafas “Dyh gimana ni ya.. nanti kalo aku masuk dimarahin engak ya..”Gumamnya takut disana karena memang Reyano semenjak ketemu Keyna berubah baginya. Reyano bagaikan orang yang jahat saja..
Karena takut akan Keyna yang memberikan hukuman ia memaksakan diri untuk mengetuk pintu dan mengucapkan kata permisi..”Tikkktok.. tok.. permisi…”Gumamnya takut, tanganya bahkan sudah basah karena keringat sekarang.. sembari menunggu pintu dibuka ia menatap kesembarang arah saja..
Didalam kamar Reyano dan tiga temannya yang lain itu berdecap karena permainannya diganggu.” Kal bukain pintunya cepet.. siapa sii gangggu aca orang lagi asik main lagi..”Ujarnya. yaa. Mereka libur karena berhasil membujuk ayahnya Reyano karena memang mereka sudah sangat telat. Jikapun mereka berangkat mereka tak akan belajar,, melainkan hanya mendapatkan hukuman, masuknya paling jam terakhir.. nah jam terakhir mereka capek.. mending bolos beneran kan. Sesekali juga..
Haikal yang sibuk memakan camilanya itu berdecap.” Rafka loe aja sono Gih.. gue lagi sibuk makan ini.. jangan ganggu gue napa.. “Ujar Haikal malas sembari menatap Egi dan Reyano yang masih bertanding dalam gamenya itu.
Haikal memutar bola mata malas.. beda halnya dengan Dara diluar dengan deg degannnya karena ingat ancaman Keyna tadi. Ia takut nanti kena hukuman.."Eh loe msih kecill. Nggak boleh nongon gituan..."Ujar Haikal kepada Rafka membuat Rafka mencibir..
“Tol Tok Tok.. permisi Tuann…” Ujarnya Dara dengan gugupnya sekali lagi mengetok pintu.
Reyano menatap teman temanya sangat datar lalu membanting stik yang ia punya.”Punya temen enggak ada gunanya semua..!”Dengusnya membuat yanmg lain yterkejut dan menghindar padahalkan stik yang dilempar Reyano itu tak sampai kepada mereka.. tapi karena kaget membuat mereka mengelak.
Haikal yang masih mengunyapun keseleg dibuatnya lalu menatap Reyano sinis.”Yey santai dong.. liat kita lagi punya kesibukan masing masing..!”Dengusnya namun sebnarnya melihat Reyano marah membuat nyalinya menciut tapi apa dayanya ia tak mau dimarah marah.
Reyano mendengus karena tak mau meladeni temanya yang tak ada akhlak itu membuat Haikal turun.”Gue gantiin Rey oke…!”Ujarnya mengambil stiknya Rey tadi yang tidak ada rusak stikanya itu.. kan Disana mereka menngenakan steak mahal diatas karpet jadi enggak rusak.
__ADS_1
Sedangkan Reyano mendengus menatap kedepan kamarnya.. dan membukanya dengan sinisnya.”Siapa si ganggu aja..”Gumamnya dengan dengusan ia tak mengenal suara itu membuat ia tau jika ini bukan kakaknya Keyna atau ayahnya melainkan orang lain.dan ketika terbuka benar saja..
Benar saja disana ada Dara yang tercengir kepadanya dengan tangan yang melayang karena ingin mengetuk pintu lagi membuat wajahnya Reyano semakin datar menatap mereka.. “Ngapain loe kekamar gue? Berani loe ya..”Gumamnya bertanya kepada Dara. Satu tanganya menyangga pintunya supaya tak terlalu yerbuka.dimana ia tak mengenakan baju lagi menampakkan tubuh atletisnya itu.
Dara menatapnya pun gugup. Ia terkejut dikalah pintu itu dibuka secara tiba-tiba dan melihat Reyano yang sangat kusut begini membuat dadanya bergemuruh karena terkejut. Mana penampilan Reyano sangat kacau lagi membuat ia Eeeerrrr.. sexy.. dada bidang yang lebar meski kurus ia memiliki roti sobek yang tak boleh diragukan lagi membuat Dara terpanggil untuk menyentuhnya, hanya saja ketika ia ingat ia bukan siapa-siapa membuat ia menunduk sembari meremas tangannya.
Reyano melihat tingkah Dara begitu pun mendengus. Malah menatapnya dengan bengong lalu menunduk dengan tak jelas membuat ia mendengus kesal.”Eh toloolll..!!”Ujarnya kasar kepada Dara membuat Dara terkejut.”Loe bisu apa tuli ha? Apa dua duanya? Gue nanya loe ngapain kekamar gue? Ha? Mau jual diri? Tapi sorry kita engak doyan cewek kayak loe…!!” Ujarnya dengan kasarnya lagi.. iya benci Dara.. membuat ia lupa pesan kakaknya.. salahkah? Tidak ya..
Dugh..
Dara tertegun mendengarnya, meremas sisi-sisi bajunya kuat karena menahan tangisanya.. hatinya sakit sekali mendengarnya membuat ia menatap Reyano dengan tatapan berkaca kacanya. “Say-saya disuru sama Keyna kesini untuk ngambil baju kamu untuk Natan.. tadi dia terkena tumpahan makanan..”Ujarnya dengan nanar.”Dan saya tidak jual diri sama kamu.. ngapain saya jual diri dengan cowok kayak kamu.. masih kecil juga.. enggak diajarin ya sama ayah kamu tentang sopan santun? Masa bicara sama orang yang lebih tua begitu… ingat ya meski saya pembantu saya masih lebih tua dari kamu yang seharusnya bisa kamu hargai meksipun sedikit saja…!” Ujarnya nanar. Ia tak mau diucap jual diri, ia dulu memang sempat mau jual diri tapi tak jadi karena tertangkap kakaknya.. ia tak mau dicap sejelek iyu didepan orang lain, apalagi Reyano masih kecil.
Reyano mendengus dibuatnya lalu menatap Dara dengan alis terangkat.”Terus gue harus bilang waw gitu?” tanyanya dengan sinisnya lalu mengusap rahangnya.. satu tanganya ia letakan diatas dada sembari memposisikan kakinya menatap Dara supaya lebih dekat menatap mata yang sudah berkaca-kaca itu. “Tapi loe memang tooollol kan? Tulli dan juga bisu? Gue nanya loe enggak jawab jadi yang salah sekarang itu siapa? Loe atau gue? Murahan…!!”Ujarnya.
Plak… tangan Dara terangkat ingin menampar pipi Reyano karena tak kuat mendengar kata kata menyakitkan itu. Namun sayangnya tangan Reyano lebih duluan menangkisnya karena reflek.. ia menatap Dara dengan tatapan mematikanya.”Berani-berainya loe nampar gue.siapa loe ha? Sampah..!”Ujarnya pedas lagi.
Dara menatap Reyano dengan nanar sembari merasakan sakit ditangannya. “ Jaga bicara anda tuan Reyano.. saya memang pembantu tapi saya bukan gadis murahan.. bisa kan anda sedikit saja hargai saya.. kenapa anda sangat membenci saya ha? Jelaskan apa salah saya sampai-sampai saya seburuk itu dimata anda?” Tnayanya.
Reyanio mengangkat sadut sudut bibirnya menatap Dara.” Kamu bahkan pernah berbuat lebih dari ini bukan? tidak mengakuhi adik kamu dibanayaknya orang dan mengatakanya jika dia anak haram membuat ia sama sekali tak punya teman semasa kecil.. sampai pada kamu menuduhnya jual diri dan wanita murahan hanya karena orang yang kamu suka lebih suka dengan adik kamu padahal adik kamu itu cupu dan culun nggak tau apa apa?” Ujarnya dengan sinis.
Dugh.. dara menatap Reyanod engan terkejut. Bagaimana bisa Reyano mengetahui hal itu? Siapa Reyano sebenarnya? Apakah mereka saling kenal? Atau hanya sebatas kenal saja..
ia ingat dikalah itu.. ketika ia menampar Keyla ditengah keramaian ketika Keyla datang dan memanggilnya kakak. Ia tak terima dikalah Keyla memanggilnya kakak dengan pakaian yang begitu terang mencoloknya namun tak nyambung. . Yang tak lain adalah baju berwarna biru dan rok sebatas lutut berwarna merah.. belum lagi sepatunya berwarna hitam dengan kaus kakinya yang berwarna hitam juga itu. Siapapun juga tak akan mau dekat denganya membuat ia membentak Keyla dan mengatakan Keyla bukan adiknya. Ia maluu dikalah itu...
__ADS_1