Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Ruangan kerja


__ADS_3

Bentar kagi Keyna bisa jalan kok... tenang... butuh proses heeh.


“ Tapi kakak enggak mau. solnya kamu cute banget... jadi adek kakak aja hongey,,,?” Ujar Keyna membuat sema orang tetawa menertawakan Rafka yang manyun karena ditolak oleh Keyna. Ia memang benar benar ya.. pelengkap dari pertemananya Reyano dna lainnya. Didunia ini tak ada yang sempurnah kan?


Rafka yang chilldren... Reyano yang kaku dan dingin,, Haikal yang nakal dan keras... Egi yang baik dan juga santay...


“Mampus loe bocil...”Ketusnya Haikal dikalah melihat Rafka digitui oleh Keyna dan disahuti oleh Egi dengan gelak tawa yang menggema membuat suasana sangat ricuh dan juga ribut.. keyna bahkan geleng geleng dibuatnya. Mereka semua memang benar benar ya bikin rumah ini rame saja.


“Au akh gelap.. kalian pada hikin hidup gue surem tau nggak.. “Ujar Rfaka lalu mendeliki Haikal yang malah mengusap kepalanya bagaikan mengusap sang adik saja.. ya..


Rafka selalu diangap adik oleh Haikal. Mungkin karena ia adalah anak semata wayang dan tidak memiliki keluarga manapun, ta memiliki sepupu sekalipun... dan Rafka sebenarnya sangat senang karena bisa merasakan punya abang yang sayang dan menjaganya ia tak bisa membohongi hal itu.


Setelahnya ada Fiko yang datang menemui Keyna dengan sopannya dan itu mebuat Keyna dan lainnya diam menatapnya Fiko.. “Bisa saya bicara sebentar dengan kamu Key?” Tanyanya Fiko dengan gugup kepada Keyna disana karena merasa telah menganggu kebersamaan mereka.


Reyano mendelik dibuatnya.” Bisa-bisanya pembantu panggil nya panggil nama?” Tanya Egi dengan sinisnya.”Biasanya panggilnya itu Nona.. ini hanya Keyna? Woow hebat yey pembantu sekarang... ngelunjak kek tanjakan..” Lanjutnya nyelekit.


“Biasa...!” Sahut Haikal.” Sekarang pembantu udah enggak tau diri.. enggak bisa masak. Enggak bisa beresin rumah dengan bersih.. bisanya ngerusak suasana kita..” Lanjutnya lagi dengan kasarnya.


Fiko merasakan hatinya sangat panas saat ini namun apa yang diucapkan oleh mereka berdua semuanya benar.. ia memang salah dan ia memang pembantu yang seperti mereka katakan, tak bisa masak, tak bisa beres dan bersih rumah sebaik pembantu lain.. tapi bagaimana lagi?


Keyna menghela nafas dibuatnya.” Iya ada apa Kak?”Tanyanya Keyna, kebiasanya memanggil Fiko kakak dimulai dari Fiko yang membantunya.. semenjak fiko membantunya Untuk selamat.... Keyna selalu berfikir ia akan menjadi malaikat untuk orang yang menjadi malaikatnya.. namun ia bisa menjadi Devil jika seseorang merusak apa yang ia punya. Hidupnya sesimpel itu...


Fiko menatap Keyna dengan takut.” Saya mau bicara dengan kamu Ke hmm. Nona Keyna... bolehkah saya meminta waktu sebntar?sebab saya mau bicara masalah kerjaan yang nanti saya harus berangkat.”Ujarnya dengan gugup. Ia tak terbiasa memanggil seorang dengan sebutan nona.


Keyna mengangguk disana..”Hmm boleh..”Ujarnya dengan anggukan lalu menatap Reyano dnegan tatapan memintanya.”Dekk bantuin kakak kekursi roda dong..”Ujarnya Keyna kepada adiknya itu untuk meminta bantuan.


Namun belum Reyano membantu dan mendekati kakaknya Fiko sudah mendekati Keyna dan bilang.”Biar saya saja bantu kamu.. biar saya yang gendong ya..”Lanjutnya dengan gugup kepada Keyna.


Namun Keyna menahannya dan menaikkan tanganya.. itu membuat Fiko menjauh dari dekatnya dan menatapnya dengan tanda tanya.”Sorry.. kamu bukan siapa-siapa saya.. saya tidak suka disentuh dengan orang yang bukan siapa-siapa saya..”Ujarnya membuat Fiko tertegun disana dengan menelan saliva kering.. ia lupa jika dirinya bukan siapa-siapa.


Sudah dikatakan jika Keyna tidak suka bernteraksi secara fisik dengan orang lain, ia memang lumpuh tapi tak sembarangan orang bisa menyentuhnya. Itu membuat Reyano tersenyum dan mendekati kakaknya.. ia mengeser Fiko dari sana membuat Fiko meminggir dengan menatap lantai nanar.


Reyano membantu kakaknya dengan mengendongnya.. “Kakak inget nggak kak? Dulu pas aku kecil kakak yang suka gendong aku gini karena aku males jalan kaki kesekolah hehe.. dan sekarang cita-cita aku kesampean hehe.”Ujar Reyano dengan cengengesan membantu kakaknya itu dengan baik dan telaten.


Keyna mengerutkan kening dibuatnya lalu menatap Reyano dengan tatapan tanyanya.” Kakak inget kok hehe.. kamukan nggak mau jalan karena mau naik mobil tapi kita enggak ada yang mau nganterin..”Ujarnya membuat Reyano terkekeh.” Emang cita cita kamu apa Rey?” tanya Keyna ketika dirinya sudah diatas kursi rodanya dengan tangan yang mengalung dileher sang adiknya itu.


Reyano tersneyum kepada kakaknya.” Cita-cita aku kecil dulu gini. 'Andai aku bisa lebih gede dari kak Nana.. dan nanti kalo aku dah gede aku yang bakal gendong kak Nana.. tapi pas aku udah gede aku malu bilanginnya sama kakak kalo aku mau gendong Nana.. tapi sekarang bisa tanpa aku minta.. hehe.”Ujarnya tersenyum manis kepada Keyna.

__ADS_1


Keyna terkekeh dibuatnya..”Kakak lumpuh mungkin memang supaya cita cita kamu tergapai ya Rey hehe.. Reyano harus jadi anak baik terus ya...”Ujar Keyna mengusap kepala adiknya sayang membuat Reyano mengagguk.


Fiko disna menatapnya tertegun. Jujur dari awal ia sempat mengira jika Keyna itu adalah Keyla yang ingin balas dendam.. tapi melihat hal didepanya ini membuat ia sadar jika Keyna bukanlah Keyla.. mereka dua orang yang berbeda.. sebab Keyna dan Keyla sangatlah berbed. Tapi hanya saja Keyna sekarang mirip dengan Keyla si gadis culun berubah jadi gadis tomboyy. Apakah mereka dua orang yang sama? Apa beda?


“Ehem.. dari pada bengong ayok kalo mau ngomong. Kita keruang kerja saya saja.. “Ujar Keyna kepada Fiko yang termenung dari tadi membuat Fiko mengangguk ngangguk “Ikuti saya.”Ujar Keyna dengan datarnya disana.


“Mau saya bantu?” Tanya Fiko kepada keyna yang mengenakan kursi rodanya itu.. ia kasihan jika Keyna harus mendorongnya sendiri nanti disana. Lagipula ia tak keberatan untuk membantu Keyna karena itu memang tugasnya kan?


“Tidak perlu.”Ujar Keyna lalu menampilkan remot ditangannya.” Saya punya ini. kursi roda ini sudah dimodifikasi oleh saya dua hari yang lalu. Jadi saya bisa kemana saja tampa bantuan orang lain meskipun saya lumpuh..”Ujarnya dengan bibir terangkat.” Karena saya lumpuhnya Cuma dikaki bukan diotak.” Sinisnya.


Kok Fiko terseinggung ya? Padahal dari awal Keyna tak mengatakan nama atau singgungan deh? Keluarga Handi lumpuh. Lupuh masa depan dan lupuh otak bukan? Dan itu membuat ia sadar akan kenyataan membut ia merasa jika Keyna seang mengejeknya..


“ Kakak hati-hati.. kalo dia ngapa-ngapain kakak teriak aja supaya Haikal maju paling depan..!!”Seru Rafka keras membuat Haikal menatapnya mendelik.”Jual nama gue juga loe ye..”Ujarnya sinis pada Rafka.”tapi engak apa-apa kak. Hai siap kok jadi pelindung kakak nomor dua setelah Reyano.. soalnya Hai tau kak.. Haikal enggak bakal bisa jadi nomor pertama..”Ujarnya.


Cekk.. mau bantuin orang saja harus gombal dulu gitu? Membuat Keyna terkekeh dan Reyabo memutar bola mata malas. “Kakak pergi dulu bay.. nanti kalo ada kak Alka pulang bilang kaka diruang kerja ya..”Ujarnya membuat mereka mengangkat jempol dan menjawab Asyiap..


Keyna memainkan Remot Digtalnya itu. Remot yang ia buat untuk kursi roda yang ia gunakan. Itu dibantu dengan Andes dan Natan.. karena ia sudah merancang sistem ini sedari seminggu yang lalu. Tapi ia belum bisa mengaksesnya karena belum ada rang yang bisa. Alka bisa hanya saja Alka tak bisa memasang alat-alatnya dan memodifikasinya. Jika sistemnya gagal satu kali maka tak bisa lagi dibongkar dan dipasang. Sitem yang satu kali harus jadi.. jika tidak maka akan rugi. Mangkanya harus orang yang tepat..


Keyna memauski dirinya ke lift rumahnya itu. Ya.. itu ada liftnya dan itu mempermudahnya tanpa harus menaikki dengan tangga.. ia menuju ruang kerjanya diikuti oleh Fiko dengan diam menatap kursi roda milik Keyna yang nampak sangat canggi itu.. jika benda itu sudah dijual belikan rasanya enak sekali yang lumpuh. Tanpa harus bisa berjalan ia bisa menjelajahi dunia.. kenapa ia tak kepikiran membuat kursi roda seprti ini.


Nampak Keyna menatap lubang kecil disana dengan matanya.. cling.. dengan bunyi sensor membuat Fiko baru tau jika itu ruangan mengenakan sidik mata.. Waw... jadi tidak bisa ditipu barang sedikitpun bukan?.


Duaarrrrr...


Itu membuat Fiko terkejut dikalah ada peluruh hampir nyasar menembaknya dikalah ia baru masuk dengan satu langkah kedalam ruangan itu. Bukan hanya itu..


Capp.. Dor...


Satu bat tobak yang terbuat dari bambu runcing menuju perutnya dan juga bunyi perut yang menembak membuat ia sangat terkejut dan menutupi matanya.


Namun ia merasakan tubuhnya melayang dan itu membuat ia merasakan pantatnya panas.. karena takut ia membuka matanya sebelah menatap kedepan. Ternyata disana ada Keyna yang menatapnya dengan tatapan datarnya diatas kursi roda..” Sebelum saya suruh masuk kamu engak boleh masuk... ini ruangan berbahaya. Kan sudah dijelaskan didepan. :”Ujarnya dingin.


Fiko menatap kesebelanya.. ternyata bambunya tadi mengambang dan jatuh. Begitu juga peluru disana membuat Fiko bingung ini bagaimana si? Kok bisa? Ia bagaikan orang yang sangat bodoh saat ini melihat semuanya yang ada sekarang...


Keyna memainkan sudut pipinya dengan lidah menatap kesampingnya dan sekitarnya.. “ Jangan berherak sebelum saya suruh...” Ujarnya Keyna kepada Fiko yang mau bangkit itu.. ia pergi menuju suatu tombol dan mengaksesan suatu sitem disana dengan beberapa pola dan lainnya baru bicara.” bangunlah.”Ujarnya dengan tegas.


Fiko gugup dengan jantung yang berdegub kencang karena masih terngat dengan hal tadi. bisa dikatakan ia trauma bukan? Ia mencoba bangkit meskipun tulang kakinya gemetar.”Ma ma makasih K Ky”Ujar nya kepada Keyna.

__ADS_1


Keyna megagguk disaa kepada Fiko lalu melanjuti jalanya kedalam."Jangan sentuh apapun...! "Seru Keyna tegas membuat Fiko mengangguk gugup.


Ruangan bernuansa berwarna hitam itu.. disana banyak sekali barang-barang seperti komputer besar yang bisa Fiko tebak itu sudah mati.. ada juga benda lainnya.. namun hal yang sangat ia terkejut dikalah semakin dalam ruangan itu dimasuki maka orname disana berubahh..


Dari dinding yang terbuat dari beton itu berubah jasi kaca bening. itu seiring dengan Keyna lewat. Dinding berubah menjadi kaca yang berisihkan banyak senjata tajam dan api.. baik dengan beberapa model dengan beberapa kekuatan membat Fiko menggeleng dibuatnya..


Keyna memang membuatkan sistem ruangan ini dengan demikian. Sensor mata, sensor sidik jari dan juga aurah, jadi jika sesoerang yang masuk bukan dari orang yang Keyna daftarkan dikosurnya.. maka bambu dan juga pistol senapan disana akan bergerak sendiri. Ditengah nya terdapat CCTV yang diugaskan untuk melihat.. jika Keyna yang datang dan ingin dituju maka tak bisa.. benda benda itu mengambang saja atau mati lebih tepatnya,,Karena dihujung bambu itu ada cameranya membuatnya bisa mengenali tuannya.


Mangkanya tadi saat Keyna datang menyelamatkan Fiko tak ada yang menyerangnya dia disana.. dan tak ada yang ditakutkan lagi, ditengah dari bambu itu ada sistem yang berhubung dengan kamera kecil yang bisa membedakan aura Keyna dan bukan membuat Keyna tak apa-apa.


Yang Keyna atur ketika Fko amsuk pun itu tdi aksesnya supaya tak ada lagi serangan lainnya dan membuat Fiko terkena masalah.


Tapi Fiko malah menjuki jarinya kedindingnya.’ “Kok bisa berubah ruba? Ini dua dimensi ya?” tanyanya Fiko gugup kepada Keyna jujur.


Keyna menghela nafas.. “Kau lihat disatiap sudut ruangan ini?!!” Tanyanya membuat Fiko menatap setiap sudut..


glek.. sungguh banyak membuat ia terkejt.” Bicara disini harus pakek tata kerama. Jika masih mau keluar dengan tabuh yang utuh...!!” Ujar Keyna dingin lalu lebih masuk lagi kedalam raungan.


Fiko meneguk saliva keringnya.. ruangan itu sangat dalam membuat ia terkejut bagaimana bisa? Sampai pada ia bertemu dengan stau foto.. yang isinya adalah foto anak kecil dua orang dipeluk oleh seseorang perempan kurus dirumah sakit membuat ia salFok.. ia melupakan ucapan Keyna membuat ia mendekati foto itu..


Ia mendekati foto itu mengabaikan seruan Keyna tadi. karena ia tertarik melihat anak kecil yang memeluk adiknya dengan memamerkan gigiynya sangat mirip dengan Keyna yang sekarang dan Reyano membuat ia yakin jika foto itu milik Keyna..


Tanganya terulur ingin mengusap fotio itu.. namun ia terkejut dikalah ada sinar leser mengenai tanganya.


Slap..” Arghh...”Fiko memekik kesakitan dikalah tanganya tersnetrum disana membuat ia meraik tanganya lagi kebelakang dan mengibas ngibasnya cepat karena jarinya terasa putus.


Keyna menatap Fiko dar dibelakangnya.” Kan sudah saya bilang.. jangan sentu apapun disini..”Ujarnya dengan dengusan dan datarnya...”Untung itu sinar lesernya hanya menyentrum dengan daya kekuatan kecilnya.. bagaimana jika kekuatan penuh tadi? bisa putus jari jari kamu itu.. mau kamu?!!” Tanyanya lalu menghendus dan pergi meningalkan Fiko.


Fiko menatap Keyna dengan gugup.”Ma maaf Key.. tad tadi saya hanya tertarik saja..”Ujarnya lalu menarap kesekeliling dan menunduk karena takut.. ia tak lagi berani menatap raungan berbahaya itu.. sangat malah.


“Saya mengajak kamu kesini karena harus ada yang saya bicarakan.. bukan membuat kamu mati degan kekonyolan. Ingat, satu langkah kaki kamu salah melangkah, satu kata yang kamu ucapkan dengan kata kata yang salah. Satu jari kamu menyentu hal yang tak peru kau sentu.. maka kamu Sama saja sedang menantang malaikat maut...!!” Ujar Keyna dengan datar...


.


.


Makasih ya sarannya.. Kita baik aktion ya... Mungkin dua atau tiga Hari Lagi Keyna sembuh kok hehe..

__ADS_1


__ADS_2