Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
pertemuan Alka dan Keyna


__ADS_3

langkah lebar alka menggema dirumah sakit igu. tatapannya dingin san itu mampu membuat siapapun takut hanya untuk menatap manik matanya, Untung saja matanya ditutupi kaca mata hitam kebanggaannya. "Jangan terlalu tergesa gesa broo... santay saja, dia tidak akan pergi kemana mana kog.. " Ujar Angga menghela nafas berkali kali, karena lelah menyesajajarkan kakinya Alka yang sedang berjalan tanpa memikirkannya.


"Bukan langkahku yang terlalu lebar, hanya saja kau yang lamban dalam berjakan. Kau terlalu pendek... " Jawab Alka tanpa menggantikan ataupun melambatkan jalannya. Masih saja sama.


Angga mendengus sembari kembali berjalan cepat. " Hey... Tinggiku itu 182, jika aku pendek bagaimana dengan pada pembaca yang ada yang tingginya dibawah 160 he? Aku tinggi ya. "Ujarnya tak mau kalah dan juga direndahkan. Sebenarnya mereka tak beda jauh tingginya. Alka yang tingginya 189. Yaa.... Bedanya hanya beberapa centi saja.


Alka melirik Angga tak minat " Tapi memang kalian pendekkan? Sudahlah, kau diam saja dan ikuti aku... Kau mau melihat gadis yang aku cintai bukan? Awas saja jika kau sampai jatug cinta sama dia... Ku potong tytydmu... " Ancamnya dengan nada serius.


Angga memegag tytydnya dengan mata yang membola, maksudnya apa ini? Masa depannya yang dipetaruhkan? Astaga....


Angga memilih diam saja sampai memasuki lift. Ia. Memang baru kali ini bertemu dengan gadis yang tuannya itu bantu. Ia memang tak dibolehkan karena hanya orang orang tertentu saja yang boleh biasa Alka posesif.


Mereka sampai dilantai 5yang artinya ruang VVIP. Ini bukan rumah sakit Keyna pertama kali dirawat ya... Dulu dia dirawat dokter Heru dirumah sakit Indonesia sednagkan disini dirumah sakit lain. Alka memang memindahkan nya disini supaya perwatannya lebih canggi dan lebih baik lagi.


"Selamat siang tuan.... " Ujar dari penjaga yang menggunakan baju serba hitam, kaca mata hitamnya mampu melihat dan menembus jika ada senjata tajam atau senjata yang memgancam keselamatan.


Namun saat Alka ingin memasuki kamar itu ia dikejutkan dengan alat make up yang terbang hampir menimoah wajahnya. Untunglah Angga menepisnya dengan cepat.


"Ada apa ini? " Tanya Angga dengan nada tegasnya. Mereka memamg dituntut menjadi tegas dan dingin didepan orang lain.


Disana ia dapat meliht punggung seseorang dan jiga perawat yang gemetaran karena teekejut dan takut. Ia terkejut akan ulah Keyna dan terkejut akan kehadiran bos nya. Dan ia takut jika ia akan dipecat karena sudah gagal merawat Keyna.

__ADS_1


"Ampun Tuan.... nona ini tak nak dimake up... Dia tidak mau di make up katanya risih... " Ia bicara campur melagu dan Indonesia. Karena ia takut Alka tak bisa bahasa melayu.


Alka menatap tajam punggung itu bagaikan leser yang bisa menembus ketulangnya, "Keluar.... " Ujarnya tak ingin dibantah. Sedangkan gadis itu mencicit kabur dengan gemetarnya.


Langkah Alka mendekati tubuh Keyna yang terbungkus selimut sampai kelehernya. Rambut panjangnya menutupi setengah wajahnya karena memang ia sedang kesal sekali. Ia dipaksa menggunakan make up karena ingin bertemu dengan orang yang menolongnya. Memangnya kenapa ia harus menggunakan Make up? Kayak mau apa saja batinnya.


"Ehmm... Kenapa kau tak mau dimake up... " Ujar Alka dalam. Auapa baritonnya mampu membiat Keyna mendesis. Sedagkan Angga menatap tuannya dari belakang dan mengekor saja. Ia mengintip wajah Keyna yang baru. Ia taunya hanya wajah Keyna yang hancur bukan wajah perempuan yang Alka cintai. Apa dia akan jatuh cinta?


Keyna tak berniat membuka matanya karena tak mau melihat siapa yang sudah membantunya, dia memang sedikit tak sadar diri.... "Untuk aoa dimake up? Sudah hancur ya hancur saja... Tak mesti dimake lagi bukan? " Jawabnya dengan serak. Ia tak tau harus apa.


Alka menaikan satu alisnya mentap Keyna " Wajahmu? " Gumamnya heran namin sadar ketika ingat jika Keyna baru saja melakukan oplas. " Kau benar.. Wajahmu memang sangat jelek... " Jawabnya jujur. Karena yang dipakai wajah Keyna sekaranfkan wajah gadisnya.


Keyna mendengar itu mendengus. Ia ingin dipuji astaga... Bagaimana bisa pria didepannya ini sangat jujur?


Keyna mengeratkan selimutnya. "No...! " Jawabnya lantang. Dan itu membuat Angga menatap Keyna dengan tatapan sukit diartikan.


"Hey lihat wajahku sekarang...!"


"No...!" Keyna kekeh dengan keinginannya untuk. menutup wajahnyaz dia. malu dan juga takut. Takut orang orang akan jijik kepadanya.


"Buka selimutnya...!" Ujar Alka dingin lagi sembari menarik selimut itu.

__ADS_1


"No... No.. No...! I'd Dont No...!!!! "Teriak Keyna keras membuat Alka melepaksa selimut yang ia pegang.


"Kau..! Berani kau meninggikan suaramu dihadapanku....!," Tanya Alka dengan nada dinginnya. ia mentap Keyna tajam.


"Tuan... Nona...! " Ujar Angga menengahi perdebatan ini.


"Diam kau angga...! " Tegs Alka keras membuat Angga mundur alone alone. Ia meneguk saliva kering saat ini mendengar hal itu.


"Aku bergak melihat wajahmu... Karena aku kau tak jadi mati...! seharusnya kau bersyukur dan berterimkasih kepadaku..! " Ujar alka marah.. " Memang benar... Sekarang mengucapkan terimakasih lebih berat dari pada mengangkat galon... " Lanjutnya kagi.


" Emang apa hubungannya Woy...! " Desis Angga mendengar ocehan Alka.


'Diam...! Diam ya diam..! Jangn bicara sebelum aku yang menyuruh kau bicara..! " Ujar alka lagi dengan muka merahnya. Angga diam lgi. karena Bos selalu benar itu memang diterapkan didunia ini.


Keyna yang diucapkan Alka seperti itu bangkit, ia tak suka dibilang seperti itu, seakan akan dia orang yang paling beruntung saja. Beruntung karena ditolong orang ini. "Kau pikir aku mau kembali hidup?" Tanya Keyna menatap alka yang sekarang tertegun " Matipun aku mau.. Mati bahkan lebih baik bukan? kakiku lumouh, ginjalku hancur dan yang parahnya mukaku hancur. kau mau bilang aku beruntung?" Keyna terkekeh dengan sinisnya " Endasmu beruntung...! ,," Ujarnya sedikit berteriak.


Alka tertegun karena kesinisannya Keyna. Itu sangat mirip dengan milik gadisnya, ditambah wajah Keyna yang sekarang mirip dengan gadisnya membuat ia bagai melihat orangnya didepannyam Gadisnya hidup kembali.


Tawa Keyna... Tawa yang sama ditengah derasnya hujan... " Kau punya banyak hutang padaku. Jadi kau harus membayarnya baru bisa boleh mati.. Ku taukan jika selama kau koma semuanya aku yang mengurusnya, Bahkan kau selalu aku beri ruang terbaik. jadi ki harus membayarnya... "ujarnya menetralkan kegugupannya, ia merasakan jantungnya loncat jauh.


Keyna terkekeh, ia mersakan keristal beninturun. " Aku kira aku cukup berharga karena itu dipertahankan. " Gumamnya lirih hampir tak terdengar tapi sangat jels ditekinga Alka. " Tapi aku tak minta kau membantuku hahahaa...! Jadi tak ada hutang yang harus ku bayar... " Ujarnya setelah tertwa keras.

__ADS_1


Keyna belum melihat wajahnya dan mengingat wajah Alka krena Alka belum membuka kaca matanya...


Laptop abangku dipakek... 😶 Jadi aku kasih upnya dikit nggk papa ya... Jangan lupa beri aku jempol...


__ADS_2