Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Maafan


__ADS_3

Key sudah duduk dengan diam diatas barangkarnya. Ia sudah tak mengamuk lagi. Ruanganya pun sudah dipindahkan diruangan VIP. Iyaa, supaya anak galaski bisa masuk tak berdesak-desakan dan lebih nyaman. Lagipula dengan keadaan Key seperti ini membuat mereka butuh privasi. Awalnya Mike mengusulkan ruang VVIP, Tapi ditentang oleh yang lain. Karena jika diruangan itu akan membuat pengawasan lebih ketat,


“Key?” Tanya Mike pada Key.


Key tersenyum tipis.” Maafin gue ya.. Enggak seharusnya gue kayak tadi..” Ia berkata lirih. Ia sudah tak menggunakan infus ataupun selang darah itu. Ia tak mau dan tak suka membuat yang lain pasrah. Iyaa Key sangat keras kepala membuat merka harus kalah.


Mike menggeleng. “Gue tau rasanya jadi lo. Gue tau perasaan lo. Jadi jangan sedih lagi ya. Kita selalu ada kok buat loo...” Ia mengelus pundak Key pelan.


“Andes mana?” Tanya Key pada teman-temannya yang ada disana. Disana ada beberapa anak galaksi yang lain, hanya sekitar 8orang karena yang lain pulang mengganti baju.


“Dia didepan Key..” Jawab Carles yang anak galaksi lainnya. Ia menjawab karena tadi ia melihat Andes diluar dengan ditemani Alex dan juga Boy.


“Suruh dia masuk..” Ucap Key pada Carles.


“Siap Queen que..” Ucap Carles membuat Key terkekeh.


...


Lain cerita dengan Andes yang mengusap kepalanya berkali-kali. Ia mau pergi tapi tak mau meninggalkan Key. Ia mau mendekat tapi ia takut Key memarahinya. Ia gusar,dan sekarang ia ditemani oleh Alex dan Boy ditaman tempat area bebas merokok.


Ia sebenarnya bukan perokok tapi saat ini ia butuh ketenangan, ingin sekali rasanya ia pergi keclub dabn membuat ia sempoyongan tak ingat apa-apa, tapi lagi lagi Key lebih penting dari itu semua.


“Key marah nggak sama gue?” Lagi dan lagi itulah yang digumam Andes sesudah ia mengesap nikoton yang membuat umurnya menjadi lebih pendek itu.


Alex berdecap.” Key enggak bakal benci sama loe. Dia sayang sama kita, loe ingatkan kalo dia itu manusia terbaik yang gue kenal...” Alex menepuk pundak Andes menenangkan. Ia muak sebenarnya mendengar ucapan atau pertanyaan itu terus menerus, tapi ia juga takut pada Andes, secara Andes itu orang yang paling dewasa dan juga kejam jika menyangkit kemarahan.

__ADS_1


“Tapi tadi gue pukul dia saat depresi. Gue---“


Ucapan Andes terpotong dengan arles yang datang dengan wajahnya yang sedikit memerah karena berlari.” Dyke. Loe dicariin sama Key..” Ucapnya To the point.


Andes mebulatkan matanya. Ia bahkan reflek berdiri.” Kenapa? Dia marah sama gue? terus apa katanya?” Ucapnya bmenggebu-gebu membuat Carles melempeng.


“Enggak tau. Tapi kayaknya dia mau ngomong sama loe.”


Andes terdudiuk lagi.” Ke—“


“Buang jauh-jauh pikiran buruk loe tentang Key itu. Key ngak sejahat yang loe bayangin. Jangan kayak gitu. Loe datengin dulu Key baru loe bisa tau apa yang dia mau omongin...” Potong Boy sedikit sinis. Ia tu capek liat Andes bagaikan remasa labil, dimanakah sikap dewasanya?


“Ta—“


“Diem.. ikut aja ahkhh. Lama-lama gue bunuh juga lo..” Ketus Alex menarik paksa tangan Andes. Ia cepek liat keluahn yang sama saja.


Andes mendekat dengan senyum tipis menghilangkan rasa gugupnya. Tapi ia harus gentel untuk menghadapi masalah yang ia buat sendiri. “Ha ha hay.. gimana kabar lo?” Tanyanya gugup. Jakunnya naik turun saat ini.


Key menjentikkan tangan untuk Andes sebagai isyarat untuk mendekat. Andes? Ia merasakan jika sebentar lagi ia akan mati muda karena serangan jantung. Ia mendekat lalu melirik Mike. Manusia yang dilirik hanya diam. ia memilih berdiri disisi lain didekat Key.


Matanya melotot saat merasakan tangan mungil Key memeluknya erat membuat ia kikut, ia mau membalas tapi kaku, tapi ia membalas secara berlahan.


” Maafin gue. gak seharusnya gue bilang mau pergi dan nangis cengeng kayak tadi, itu bukan gue banget. Maafin gue gara-gara gue kita berantem, seharusnya gue inget meskipun gue nggak punya orag tua yang syaang dn banyak beban berat tapi masih ada loe, masih ada Mike, masih ada seluruh anak galaksi yang ada disisi gue dan dukung apapun yang gue lakuin..” Key bicara setegar mungkin, tak ada air mata lagi yang keluar. Ia memilih untuk menjadi dirinya, bukan sii cengeng yang mudah menangis hanya karena arwa sialan itu.


Andes tersenyum dengan pelan ia melepaskan tubuh Key.” Udah mau peluk-peluk aja, biasanya paling marah kalo dipeluk..” Godanya untuk mencaikan suasana. Ia tak mau dicap cengeng hanya karena suasana melow ia menangis. Masa ketua mafia menangis. Gengsi dong..

__ADS_1


Key mencebik.” Sialan loe...!” Decapnya sebal, ia sudah melow-melow orang yang dimelow hanya terkiki.


Andes tertawa terbaha-bahak.” Intinya loe harus semangat yaa.. Kita selalu ada buat loe, jangan pernah mau mati sebelum takdir yang nentuin.”


Key tersenyum.” Gue pikir-pikir dulu de..”


“Loe pikir umur itu diskonan taiiik...!”


Key terkekeh mendengarkan teriakan Boy yang sudah menitikan air mata. Yaa, Boy itu paling baperan yang mudah menangis dari pada yang lain.


“Gue mau pulang aja, soalnya gue nggak betah disini...” Ucap Key pada teman-temanya.


“Enggak Key. Loe masih sakit, masih nggak bisa keluar rumah sakit, jangan ngacok..” Ucap Mike meninggi saat mendengarkan ucapan Key. Ia tak suka Key selalu menyia-nyiakan nyawa seperti ini, ia mau Key sembuh seepatnya.


Key berdecap.” Loe begook? Dimensionkan ada alat belo'on. Disini gue nggak suka, nuansanya gini-gini amat, sakit mata gue. putih-putih kayak dikayangan hehe..” Key nyengir alasan.


“Key.. Jaga omongan loe, ngeri gue dengernya..” Ketus Alex. Iyaa, ucapan Key itu bagaikan orang yang sedang titip pesan atau menggial rangai jika kata orang.


“Kita pulang ya... Gue rawat dirumah aja, lagi pula dokter Gracee kayaknya masih dirumahkan? Disana bahkan lebih canggi dari sini..”


“Tapi loe masih lemes Key, Darah itu aja loe copot, jangan ngada-ngada ya. “ Ucap Andes pada Key yang juga tak terima pada apa yang Key ucapkan.


Key memang merasakan tubuhnya lemas, sangat lemas, tapi ia tak suka hal seperti ini, ia suka privasi, tak suka nuansa putih-putih, ia lebih suka abu-abau seperti hidupnya yang abu-abu. “Kalo gitu jangan harep gue mau berobat.” Ancamnya.


“Keylaaa.. Nana...!” Peringat Mereka serentak berempat. Sedangkan Key? Ia hanya memutar bola mata malas.

__ADS_1


....


Setelah perdebatan panjag antara Key dan lainnya, Key dobolehkan pulang dengan syarat diperiksa dan berobat bdengan dokter Gracee dan dokter Heru. Key disuruh menggunakan kursi roda tapi nyatanya Key tetaplah Key. Gadis keras kepala yang tak suka dianggap lemah. Ia tak suka bergantung pada orang lain. Yaa paling saat dia mati mau bergantung pada orang lain seperti gali kuburan..


__ADS_2