
Dilain tempat, ada sosok lain yang jumlahnya tiga laki-laki tampan, iyaaaa tampan lah, kalo cantik banci dong...
“Itu ngapain? Kok mereka ngumpul dan ngintip didepan kelas Managemen semester satu sii?Mana rame banget lagi, kayak lagi nonton konser....” Tanya salah satu dari mereka baru saja turun dari Tangga.
Kelas semester satu itu memang ada dilantai dasar jadi wajar saja menjadi bahan perbincangan dan hangat. Apalagi jika ada tragedi. Sangat mudah tersebar.. “Iya ya... itu kenapa ya?” Tanya Dewa temannya Alvaro..
Alvaro menggeleng tak tau. “Kita liat juga yuk.. terus tanya, kenapa. Jiwa kekepoan gue meronta-ronta nii....” Ujar Sii Tristan...
Mereka seharusnya masuk jam segini, tapi mereka mendapat kabar jika dosen yang mereka tunggu tidak masuk, jadilah sekarang mereka keluar. Awalnya berniat pergi kekantin atau keCafe untuk nongkri-nongkri manja, tapi karena sifat kemanusiaannya yang kepo itu mendadak memuncak saat melihat kelas adik kelasnya ramai membuat mereka mendekat dan melupakan niat awal. Berubah haluan mahh...
Dengan langkah pasti sii Dewa anaknya yang kepoan itu menarik satu orang yang menyempil dengan menjinjitkan kaki, maklum ia pendek tapi paling belakang, mau kedepan tak tak dibiarkan oleh orang lain.. dunia memang kejam kawan... jadi sabar ye,, anggap aja lagi ujian dunia.
aku nggak mgehina loo...
“Ehh.. Eh,... Baju aku obek ditarik tarik..” Ujar perempua itu saat merasakan kera bajunya ditarik kebelakang. Membuat ia yang berjinjit itu memegang dan sedikit menjulak orang lain yang posisinya didepan, takut jatuh. Reflek..
“Berisi.. diam de akh..!” Ujar yag dipegang olehnya ketus lalu kembali memfokuskan lagi kedepan.
“Ma maaf.” Cicit gadis itu takut. Ia kembali menaikkan kaca matanya yang sedikit turun sembari mendengus kesal. Ia berbalik menatap asal biang keladinya.” Kalian kenapa tarik tarik?” Ketusnya.
“Berisik.. Diem nggak..!” Teriak yang didepan. Ini bukan hanya satu atau dua orang, tapi seluruh membuat gadis itu dan rombongan Dewa kicep.
“Ma ma ma ma maaf.” Ujar gadis itu lata. Ia bahkan hampir menangis. Ia cupu kah? Jawabannya tidak, hanya saja ia orangnya polos dan penakut. Soal gaya ia bisa bergaya, hanya saja matanya minus membuat ia harus menggunakan kaca mata minus.
“Ini ada apa ya?” Tanya Dewa berbisik pada gadis itu. Ia juga tak berani berteriak jadinya, takut kena sembur api dari naga mereka.
Gadis itu mencebik lalu menatap Dewa sinis, namun menjadi sopan saat didepan Alvaro, sebab Alvaro adalah ketua BEM. (BADAN EKSEKUTIP MAHASISWA) sedangkan Tristan itu biasa saja. “Itu pak Kio sedang taruhan dengan salah satu murid kelas sini, katanya sii pake taruhan mastrim segala tau..” Ujarnya. Nah kan, jiwa rumpinya keluar nii. Biasa ya,,, CCTV Perempuan itu ada dimana mana. Yang jadi pertanyaanya, adakah gadis yang ta suka merumpi?
__ADS_1
Jawabanya ada. Yaitu Rindu Azzahra. Jadi ayo mampir dicerita novel satunya lagi (Hijrah Sang Gadis Pemberontak) yang isinya juga gadis tanggu tanpa neko neko dan tak suka beperan, namun bercerita tentang hidup yang keras) --- Iklan dikit nggak papa ya hehe—
“Siapa yang berani sama pak Kio? Anzing nggak takut tu apa? Gue aja yang nggak bikin masalah dapet D, nah ini nantangin, kayaknya bakal dimatiin tu orang..” Ujar Tristan terkejut sekaligus curhat.
Ada loo dosen yang seperti itu, yang kita sendiri tak tau apa salahnya tapi dapat nilai D, dengan alasan, ‘memang kamu sudah mengusai materi saja sampai mau komplan ha? Jika memang kamu mau komplan kamu tunjukan pada saya, kamu pantes nggak dapet nilai A atau B’ jika sudah diucap seperti ini, kicep semua deh tu mahasiswa dan mahasiswi, mundur alone-alone aja atuh, dari pada dikasih E. Bairin ngulang tahun depan, dengan doa yang selalu dipanjatkan, semoga tidak bertemu dosen itu di kedepan hari atau waktu ngulang nanti, tapi kadang takdir selucu stant up comedy uyyy dan setega Pecykopat handal.... hahaha.
“Katanya sii. Si cupu yang berubah jadi tomboy itu loo...” Ujar sii gadis itu...
“Emang apa taruhannya?” Tanya Dewa lagi... Alvaro dan lainnya sudah yakin siapa yang dibicarakan ini. pasti pacarnya Bima Alvaro, siapa lagi yang bisa berubah sedemikian rupa? Didunia ini hanya ada satu orang yaitu Keyna.
Gadis itu kembali berbisik.” Katanya tu kak, kalo kalah harus lepas baju saat kulia sampek pulang nanti, terus kalo dia menang pak Kio nya keliling kampus sambil joget yang parahnya dia bakal telanjang..” Ujarnya sembari membulatkan mata seakan akan berita ini sangat hot dan fantastis.
Semuanya cengo. Dengan mulut yang bergumam Waw’ namun setelahnya Alvaro menerobos kerumunan untuk meyakinkan itu Keyna atau bukan, namun ia dimarahi oleh orang orang... “Jangan trobos dong, ngantrii.. Jangan mau kalah sama bebek...” Itulah yang orang ucapkan.
Tak peduli makian orang lain, Alvaro masih tetap sibuk menerobos dan melihat apa itu benar atau buan, atau hanya dibuat buat saja. Ia takut dan ia khawatir sampai pada suara dari dalam berteriak membuat yang tadinya ribut menjadi diam. “Yang didepan diam...!”
Ia mampu melihat Hodienya Keyna. Iya,, dia menggunakan hodie yang berwarna Hijau lumutt, dengan rambut yang tergerai membuat ia sangat berbeda dengan yang lain. jens hitam sobek sobek sampai paha dan seneaker Hitam yang bermerk Vas, tapi jangan salah ya.. Vansnya Keyna asli bukan KW yang harganya 60 ribu, tapi enam juta harganya...
Keyna tak peduli dengan kebisingan dari luar, ia masih berkutat dengan laptopnya, kepalanya sedikit sakit sebab pak Kuo sangat licik, siystem itu bersangkutan dengan pemerintah dan itu sangat dirahasiakan dan termasuk aset negara. Kenapa seperti itu? Sebab ini Universitas Negeri bukan yayasan ataupun Swasta... ia baru membukanya dan baru tau, jika begini ia harus bersangkutan dengan negara dan beraktir dengan hukum. licik bukan?
“Satu jam lagi..” Ujar pak Kio sinis. Ia melirik Keyna dengan tatapan mematikan. Ia puas mengerjai mahasiswi kurang ajarnya ini. ia sudah malu dan tak akan mau malu kedua kalinya. Jika sudah bersangkutan dengan hukum pastinya akan membuat Keyna mundur bukan? Taruhannya adalah penjara loo..
Brak... Keyna memukul mejanya membuat semuanya diam. ia kesal karena sudah dipermainkan. Nafasnya naik turun saat ini tapi waktunya hanya satu jam lagi, semuanya diam melihat mata Keyna memerah.
“Kenapa kamu? Sudah engak sanggup? Kataka saja dengan yang lain..” Pak Kio tersenyum sinis. Dalam hati ia tertawa bahagia bagaikan tawa iblis.
Keyna menatapnya dengan tatapan marah.” Iblis licik..” Gumam Kryna pelan,,, dan itu mampu didengar oleh pak Kio, ia yakin jika Keyna sudah tau akan suatu hal...
__ADS_1
“Kita sudah membuat kesepakatan ya.. jadi pilihannya, menang atau kalah, bukannya menyalahkan, atau saya kasih satu pilihan lagi yaitu menyerah dan lakuan apa yang sudah diputuskan kita satu sama lain. saksi disini banyak kok.” Ujarnya tersenyum menang.
Keyna mengatur nafasnya lalu melempar tasnya didepannya ini. ia kesal dan butuh pelampisan. “ Waktumu hanya 45Lima menit lagi.” Ujar Sii bapak Kio. Keyna mulia menenangkan diri. Hawa dikelas ini sangat panas.
Mereka didalam sana bagaikan ikan asin saja. Pengap dan panas... Keyna merasakan tubuhnya sangat panas membuat ia membuka Hodienya.. “Wah wah... kamu sudah menyerah rupanya.” Ketus pak Kio saat melihat Keyna membuka Hodie, ia kira Keyna menyerah. Ia salah tanggapan..!
“Ini namnya Hodie pak, bukan baju, katanya pintar, masa nggak tau bedanya.” Celetuk Keyna sinis. Ia kesal, ia mengambil satu gelangnya lalu sedikit mengikat rambutnya. Dan sekarang nampaklah Keyna menggunakan baju berwarna Biru buram yang hanya sampai selengan, ada kalung hitam layaknya laki laki dilehernya... ia hanya mengikat rambut ikat bawah bukan atas ya...
.
.
.
.
****Aku tepatin janji meskipun nggak sampek dalam permintaa. Baik nggak ni aku hoho..
Aku mah besar kepala ya...
.
.
.
Jangan lupa Like. komen and vote ya... makin banyak makin banyak juga aku upnya**...
__ADS_1