Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Dara


__ADS_3

...Ada yang sakit tapi tak terlihat.. apa itu?...


...Hancurkan kepercayaan..! ...


Andes menatap Keyna dalam.” Papa kamu tetap papa kamu. Tapi kalo kamu nunjukin sama papa kamu kalo kamu anak kuat dan bikin anaknya sama mama tiri kamu buruk. Nana yakin dia bakal nangis... nana juga yakin kalo papa kamu nakal nyesel. Jadi kamu harus kuat ya supaya bisa balas dendam."


Tanpa Keyna sadari jika ucapanya itu menambah kadar rasa kenginan membunuh orangnya Andes. Keyna menepuk bahu Andes dengan semangat.” Aku bakal ada terus kok buat kamu tenang aja.. jadi kamu harus balas semua yang mama tiri kamu lakuin kekamu.. jangan ngerasa sendiri.. semangat..!”Ujarnya lagi membuat Andes diam.


On Flashback..


Ingatan itu membuat Andes memegang lututnya. “Semua orang itu pembohong ya Key..”Ia terkekeh dikalah itu. Air mata yang tak pernah dilihat orang itu meleleh dengan sendirinya,”Kemarin mama gue juga berjanji nggak bakal ninggalin gue apapun itu kondisinya. Tapi nyatanya dia pergi.”Ujarnya sendu.


“Terus papa juga. Katanya dia sayang banget sama gue Key. Tapi nyatanya rasa sayang dia nggak sebanding dengan rasa sayang dia keanak nya. Dan juga istri barunya Key...”Gumamnya menjeda.”Kakek juga. Dia bahkan ningglin gue dengan alasan supaya gue dewasa dan dia lebih memilih hidup diamerika bersama jal** jala**nya itu Key...”


Andes memukul samsak itu kuat dengan mata yang berkaca-kaca. Air itu terus mengalir derasnya dikalah ingat semuanya.”Dan sekarang loe. Gue Cuma punya loe Key..!! gue Cuma punya loe.. tapi loe malah ningalin gue juga. Apa dunia sebenci itu sama gue Key? Bilang sama gue...! APA DUNIA SEBENCI ITU SAMA GUE SAMPEK GUE ENGAK BISA BAHAGIA SEDIKIT AJA?!!” Teriaknya kuat dan pukulan kuat kesmasak otu membuat samsak itu terjatuh kelantai. bayangkan saja seberapa kuatnya itu,.


Ia menghela nafas kat menatap samsak yang jatuh itu. Matanya mengkilat menatap ayah dan ibunya didalam foto keluarganya disana ada dirinya yang masih kecil membuat amarahnya meluap juga. Ia menatap pisau diatas meja membuat ia menyeringai licik.” Waktunya bermain...!!” Ujarnya lalu melangkah pergi meninggalkan keadaan disana dengan keadaan kacau balau.


Ditempat lain dan diwaktu yang sudah berbeda.. Fiko dan keluarganya sedang keluar dari rumah sakit membawa banyak barang mereka.. mereka sudah siap untuk pergi dari sana. Namun hanya wajah Fiko yang biasa saja sedangkan wajah yang lainnya sudah tak enak dilihat karena memang mereka tak tau harus kemana saat ini. dengan keadan seperti ini mereka harus kemena? Uang tak ada, semuanya tak ada.


Memang benar bukan? Jika roda berputar. Rumah yang kaya dan mega sekarang sudah hilang dan juga sudah musnah hanya sekejab mata. Jika dulu makan apa saja tak perlu pusing maka sekarang mereka harus mikir dua kali jika mau makan yang enak enak atau yang sedikit mahal. semuanya harus dipikirkan puluhan kali..


“Kita mau kemana kak hiks hiks.”Ujar Dara menangis dengan air yang meleleh dipipinya. Ia menatap Fiko yang mendorong kursi ibunya Dita yang lumpuh itu. Fiko nampak tenang sedangkan Daren mendorong kursi roda miliknya Riko. Dara membawa barang barang mebuat mereka sangat menyedihkan kali ini


Fiko menatap Dara dengan sendu.”Kamu jangan khawatir ya.. kita akan ada tempat tinggal kok. Kamu jangan sedih gitu..”Ujarnya lalu mendekati Dara. Ia memeluk Dara dan juga mendekapnya lembut.


Sekarang mereka ada dilobi rumah sakit menuju parkiran. Riko dan Daren menatap Fiko dengan tanda tanya. Mereka atak tau harus berbuat apa sekarang. Semuanya mereka serahkan kepada takdir saat kali ini.


Fiko melepaskan pelukanya dan menatap semua kelarganya.”Kakak udah dapet kerja.”Itu membuat Dita menatap Fiko dengan tatapan harunya. Begitu juga yang lain..”Iya.. kakak sudah dapet kerja sekarang.’Lanjutnya mengatakan hal itu.

__ADS_1


Riko menghela nafas.”Kerja apa kak?” Tanyanya dengan sendu.”jadi pemulung? Atau jadi apa? Tuang semir sepatu kak?” Tanyanya dengan sendu lagi...


Fiko menatap adiknya itu dengan helaan nafas.”Kakak kerja dicafe Rik... bukan jadi pemulung atau semir sepatu kok. Jadi tenang saja...”Lanjutnya dengan semangat”Jadi jangan kek gitu dong mukanya. Kalian enggak bahagia apa?” Tanyanya lagi dengan mereka.


Riko dan lainya menatap Fiko dengan bingung. hanya Daren yang diam saja menatapnya.”Memangnya cafe dimana kak? Jangan bohong deh kak sama kita. jangan cuma karena mau nenangin Dara kakak ngomong kayak gini. Nanti kita udah seneng eh nggak taunya Cuma prank. Kan sakit kak.”Ujarnya lagi dengan sendu menatap merea semua.


Fiko menatap mereka dengan helaan nafas.”Bener kata Dara Fik.”lanjutnya Riko mendukung kata-kata Dara.”Lagian siapa yang mau memperkerjakan kita kak? Jadi kuli bangunan aja nggak ada kak. Apalagi dicafe. Siapa yang berani ngelawan orang yang udah bikin hidup kita sehancur ini kak? siapA? Apa kekuasanya sampek mau?”Tanyanya sinis.


Riko bahan mengepalkan tanganya dikalah ingat jika mereka sekarang seprti ini karena orang lain yang tak lain temanya Keyna. Ia bahkan membenci Keyla seumur hidupnya meksipun ia tau Keyla itu adalah adik nya. Sebab Keyla lah hidup mereka suram. Bahkan ia matipun hidup mereka tambah suram. Baginya Keyla adalah pembawa sial.. sungguh.. ia benci dengan sosok Keyla adiknya.


“Kakak kerja sama Keyna. Cewek yang bantuin biaya operai kamu Rik.”Lanjutnya Daren menyela pembicaraan itu. fiko menganguks emangat.’Lagipula kita juga bakal tinggal dirumahnya dia nanti. Kak Fiko bakal kerja dicafe dan kita bakal kerja dirumahnya dia jadi pembantu.. kita bakal ngurus rumah dia..”Ujarnya lagi dengan datar.


“What?” Pekiknya Dara degan kaget mendengarnya.”Gadis sombong itu? Cacat? Yang kakinya engak ada itu mangkanya ditutup sama kain?” Tanyanya dengan terkejut membuat Daren dan juga Fiko menganguk.


Dara megeleng.”Gilak.. ngaain dia mau bantuin kita? bukanya dia benci kita ya? Kemarin dia bahkan hina mami dan keluarga kita.. kenapa dia jadi baik kek gitu? Apalagi tadi? jadiin kita pembantu? No..!! No..! No. Dara enggak mau kak. Dara enggak mau jadi pembantunya dia yang sok dan sombong gitu. Biarin deh kita enggak punya rumah biarin..!”Lanjutnya.


“Dara..!!”Ujar Fiko membentak Dara karena tak tahan. Dara kaget dibuatnya dan ia menatap Fiko nanar.. ia bisa melihat amarah dimatanya Fiko membuat ia bungkam. “kamu tau nggak. Cari kerja sekarang itu susah. Apalagi akses kita sekarang dinegara ini diblokir. Bahkan Daren yang udah dafar jadi TKI diluar nggak keterima. Meksipun dia bisa pakek bahasq inggris dan Belanda sekalipun. Nggak bisa..!”Jelasnya dengan frustasi.


“Jadi tolong Dar. Tolong pikir giana lagi kita harus hidup..”Lanjutnya Fiko dengan Nanar."Kakak ngerasa gagal ketika kalian engak makan. Bahkan kita makan satu hari itu Cuma satu kali. Nggak jarang juga kita makan dua hari sekali karena memang kita enggak punya uang..!”! Jelasnya dengan air mata yang jatuh.”lihat kulit kamu sekarang..”lanjutnya.


Dara menatap Fiko nanar.. ia merasakan sakit menusuk dikalah kakaknya membentaknya. Lalu ia melihat kulitnya yang dulu putih sekarang usang dan juga gersang.”Lihat Dar. Apakah kulit kamu sekarang terawat? Bahkan beli air buat kita mandi aja enggak bisa Dar, jangankan mau beli Scincare ataupun handbody untuk kamu... enggak bisa Dara. Kita enggak bisa gini terus..!!” Ujarnya dengan sendu sembari menatap Dara.


‘Tapi kak..”Dara menghela nafas dengan air mata yang mengalir.. ia mengusap pipinya yang basah itu.”Tap tapi kak. Dia udah hina kelarga kita kak. Dia dah hina mami dna juga kita smeua. Masa kita mau dibantu dia? Sama aja dengan kita mau diinjek injek sama dia. Dara enggak mau kak kayak gitu kak. Enggak..!!” ujarnya dengan bentakkan.


“Dara..!” Sekarang Daren yang membentak. Bahkan ia hampor menampar Dara. tangannya hampir melayang membat Dara menghindar dan menutupi wajahnya yang sudah kusut itu. Ia menangis dengan isakan.”yang kak Fiko lakuin itu semuanya buat kita asal kamu tau..!!” Ujarnya dengan teriakan didepan Dara. Ia geram sekali melihat dan mendengar Dara.”kamu masih punya harga diri Dara?sedangkan kamu enggak punya apa-apa..!”Ujarnya.


'‘Lebih baik Dara mati kelaparan dari pada jilat kaki orang sobong kayak dia. Dara enggak bakal mau kak.. enggak..!!” Ia sungguh sakit dikalah Keyna menghinanya. Harga irinya lebih penting.


Plak.. tnagan Daren sudah tak tahan membuat ia menampar wajah Dara membuat Dara tertegun dan menatap Daren dengan tatapan tak percaya mata Daren memerah karenanya.”masih mau kamu mempertahankan kesombongan dan harga diri kamu hm?” Alisnya terangkat. Arahnya bukan lagi aura manusia. Tapi sudah keaura yang mematikan

__ADS_1


“Kak Fiko bahkan rela menjatuhkan harga diri kita demi perut kita terisih..!!” Ujarnya dengan bentakan, ia bahkan tak peduli dengan orang yang menatap mereka aneh. Ia menatap Dara tajam nan dalam.” Kak Fiko bahkan enggak peduli ia nggak lagi punya harga diri kagi supaya kita bisa berteduh. Punya tempat buat tidur dan juga enggak lagi lontang lantung kayak gini dijalanan.”Ujarnya.


Fiko menahan Daren namun Daren sudah terlanjur marah. Benar adanya jika sosok yang sabar jika sudah marah maka mereka akan lebih mengerihkan dari orang yang suka marah.” dan apa kata kamu tadi? dia sombong karena itu kamu enggak mau dibantu dia?” Tanyanya terkekeh sinis.” Wajar dia sombong. So dia kaya. Kamu enggak ingat kalo dulu kamu saat kaya kamu juga sombong hm? “Tanyanya dengan sinis.


Dara tertegun menata Daren. Baru kali ini ia ditampar dan dimarah oleh kembarannya itu. itu semua gara gara perempuan itu..!! perempuan yang sudah membuat kakak kakaknya berubah.” Kamu mau lawan dia?” Tanya Daren lagi.”Pakek apa? Duit apa kecantikan?” Ia tergeak dengan kelaharnya.” Bahkan pantat dia aja lebih mulus dari dari pada Muka kamu sekarang. Kamu sadar nggak?” Tanyanya lagi dengan sinis.


“Apa lagi yang mau kamu lawan? Lawan pakek uang? Haha. Jangankan mau lawan sama uang Dar Dar. Buat makan aja kita susah.. kamu yakin mau mati kelaparan Cuma karena mau mempertahankan harga diri kamu yang sama sekali enggak ada harganya itu?!!” Tanyanya.


“Daren..!!”Teriak Dara dengan kuatnya kepada kembaranya itu.


“Kenapa Dar?” tanyanya dengan datar.” Yang aku omong itu fakta. Enggak ada yang bisa kita pertahanin sekarang.. enggak ada Dar..!! dia yang bantu Riko kalo engak mungin sekarang Riko udah ada disurga berantem sama Keyla...!!” Ujarnya dengan datar.


“Dara.. Daren.. jangan berantem..”Ujarnya Fiko menengahi. Ia menahan Daren membuat Daren mundur. Ia menatap Dara dengan tatapan sendunya,” Dara lihat kakak dek.”Ujarnya lembt.


Dara yang masih menagis tanpa isakan itu menatap Fiko dengan kosong. Salah jika ia mau mempertahankan harga diirnya? Salah jika ia tak mau diinjak? Apakah ia memang tak seberarti itu untuk tak lagi punya harga diri ha? Ia menatap Fiko kosongnya. fiko mengelus rambut Dara membuat Dara berpaling. Fiko menghela nafas menatap Dara yang kekanakan sekali batinya.


“Dara dengar kakak ya..!”Ujar Fiko menahan bahu Dara sang adiknya itu.”Kakak ngelakuin semua ini untuk keluarga kita. untuk kamu sayang..!!”Ujarnya lembut.”Keyna baik kok orangnya. Hanya saja mungkin dulu kita pernah berbuat jahat sama dia mangkanya dia benci sama kelarga kita.”


“Tapi jika dia benci pun kayaknya enggak bakal dia mau bantu kita untuk membiayaain operasinya Riko bukan? Operasinya Riko bukan murah loh. Bahkan dia diberi ruangan VIV. enggak ada harga diri yang diinjak sekarang. Yang ada Cuma gengsi kamu yang terlalu tinggi. Gengsi kamu yang tidak mau kamu jatuhkan demi keluarga kamu.!!”


“Dia udah janji sama kaka jika kalian akan tingal dirumah dia. Kalian cukup jadi pembantunya dan kakak kerja dicafe miliknya dia. Nggak ada yang perpu kamu khawatirkan. Jika dia jahat saja kamukan kamu bisa lawan. Dia lumpuh.. apa yang bakal dia lakuin sama kamu hm?”Tanyanya dengan lembut.” Jangan egois. Riko butuh tempat istirahat. Mami butuh kasur yang nyaman dan juga kamu butuh makan bukan? Ayoo Dar.. ngertiin kakak.”Jelasnya.


Dara menghela nafas mendengarnya. Ia tak tau harus apa membuat ia mengangguk lemah saja. Fiko melihat itu langsung mendekap Dara dan juga mengelus rambutnya.”Terimakasih ya dek.. kamu memang terbaik.”Ujarnya dengan sendu dan lembut.


Daren menatap Dara dengan datarnya. Lalu ia menatap Riko yang diam saja. Riko memang diam saja karena ia taktau Keyna itu yang mana. Saat dia dibawah kerumah sakit itu ia tak melihat wajah Keyna. Dikalah dijalanpun ia merasakan skaotnya kambuh. Ia sangat kepo si sebenarnya.. siapa gerangan yang mau membantu keluarganya?


Sedangkan Dita menangis dalam diam. jika kalian bilang dia baik aik saja? Tidak...! dia selalu terbayang Keyla. Ia juga merasa anak-anaknya seperti ini itu karena dirinya.


Andai saja dlu ia tak serakah. Anda saja jika dulu ia tak bermain api bukan? Dan lagi ia merindukan suaminya. Apakah ia menyesal Keyla meningal? Oh tentu saja tidak. sebab Keyla tetap Keyla. Si anak pembawa sial..!! iya.. hanya Handi dan Fiko yang menyesal.. Daren mungkin. Sedangkan yang lain tidak ada. Bahkan tambah membenci sosok Keyla

__ADS_1


__ADS_2