
Fiko sudah siap dengan peralatannya sekarang menatap nanar adik-adiknya yang meremas baju dan menatapnya dengan tatapan sedih dan piluh mereka…”Kakak yakin mau ninggalin kami disini? Nanti kalo kita diapa-apain sama mereka gimana? Kakak tau kan kalo mereka tu baiknya Cuma kakak kalo sama kaminya enggak.”Ujarnya Dara dengan Fiko menitihkan air matanya. Ia tak mau Fiko pergi, ia memanmg lebih dekat dengan Fiko dibandingkan dengan kakak-kakaknya yang lain, bahkan dengan Daren sang kembarannya sekalipun.
Fiko menghela nafas dibuatnya menatap Dara. Disana ada Dita juga yang sedang menatapnya dengan nanarnya.”Iya kak.. kakak jangan pergi ya.. kita cukup kok disini aja, kita enggak apa-apa susah yang penting tetap sama sama enggak pisah kayak gini,.”Ujarnya Daren dengan Fiko lesuh. Baru kali ini ia bicara selesuh ini,.
Riko hanya diam saja melihat kakak yang tertuanya itu.. fiko mendekati adik-adiknya itu dan menepuk pundaknya mereka berdua dengan tatapan sendunya.” Kakak udah pilih ini buat kehidupan kita yang mendatang,, supaya nanti kita enggak susah lagi, kalian mau tetap kayak gini? Jadi pembantu terus dan disuru suruh?” Tanyanya kepada kedua adiknya itu.,
Dara menggeleng.”Enggak mau kak. Dara mau kayak dulu lagi bisa shoping dan kesalon.. bisa main dan bisa pamer mobil baru.”Jawabnya jujur nan polosnya.”Tapi Dara enggak mau kakak pergi, biarin aja enggak bisa shoping dan main.. atau beli mobil sekalipun, yang penting kita enggak pisah dan kakak tetap ada disini sama sama dengan kita.,”Ujarnya kepada kakaknya itu nanar.
Fiko terkekeh melihat adiknya yang imut begini, adiik perempuan satu satunya hidung yang merah karena menangis dan rambut yang berantakan karena sehariann sudah kerja keras. Ia mengusap kepala Dara dan merapihkan rambut adiknya itu. Ia menarik adiknya itu kedalam dekapanya membuat Dara membalas peluk kakaknya erat.” Kakak enggak mau kalian kayak gini terus, kakak mau yang terbaik untuk kalian.. Daren bisa kembali kulia, Riko yang bisa kembali memulai bisnis dan operasi matanya dia.. dan pengobatan mami Dar.. ada banyak yang harus kita urus dan kita perbaiki.. kita harus keluar dari zona kita sekarang..”Ujar Fiko jujur disana mengusap rambut panjang adiknya itu.
Benar kata Fiko. Daren harus melanjutkan sekolahnya. Riko harus operasi matanya supaya kembali normal, dan Dita yang struk itu harus sembuh juga.
“Kamu enggak mau kesalon dan memperbaiki diri kamu hm? Kamu kucel kayak gini siapa yang mau sama kamu nanti hm..”Lanjutnya Fiko lembut.
Dara menggeleng dibuatnya.”Emang udah enngak ada yang mau lagi sama Dara kak. Dara udah mandul dan enggak bisa punya anak. Laki-laki mana yang mau sama Dara kayak gini, mereka pasti cari yang sempurnah enggak kayak Dara sekarang…”Ujarnya nanar kepada kakaknya itu. Mengingat hal itu membuat dadanya sakit. Tak ada didunia ini seorang wanita yang mau menjadi mandul, tak bisa memiliki anak dan tak memiliki harapan dan rencana punya anak berapa.
Lelaki pasti mencari perempuan yang bisa meneruskan keturunan bukan? Jika tidak bisa memberikan keturunan lalu untuk apa mereka menikah?
“Surrtt…”Fiko menutup bibir adiknya itu dengan jari telunjuknya lembut dan mengusap pipi Dara yang basa ituh.” Jangan ngomong gitu.. didunia ini udah ada takdir, dan kakak yakin bakalan ada pria yang mau nerima kamu kok suatu saat nanti. Kalo masalah anakkan kalian bisa adopsi atau kamu cari aja duda yang udah punya anak jadi kamu enggak usah mikirin anak lagi.”Ujar Fiko dengan jujur.
Dara mencubit perut kakaknya itu sebal.”Ih kakak malah nyuruh Dara nyarih duda yang punya anak, enggak sekalian nyuru Dara cari yang punya istri banyak supaya Dara jadi madu gitu dan enggak dituntut punya anak.”Ujarnya dengan Fiko
.
Fiko meringis dengan kekehanya itu.”ide bagus ..”Jawabnya membuat Dara menghentakkan kakinya layaknya anak kecil.
__ADS_1
”Ih kakak mah jahat huaa...!”Ujarnya menangis dan mendekati Daren untuk minta peluk. Daren terkekeh dan membalas pelukan kembarannya itu..
Fiko mengusap kepalanya dan tersenyum kepada Riko yang dari tadi diam saja.” Kamu adalah anak yang paling tua setelah kakak Rik.. kamu harus jagain adek-adek kamu ya, kamu harus bantu kakak disini supaya disana nanti kakak enggak kepikiran kalian… kakak percayainnya sama kamu ya.”Ujarnya menepuk bahu adiknya itu sayang.
Riko menatap kakaknya nanar lalu menghela nafas.” Riko enggak mau kak- kakak pergi dari kita, tapi Riko engggak bisa nyegah kakak buat pergi, karena Riko mau normal lagi kak.. Riko mau punya mata yang sempurna lagi..” Ujarnya jujur dan tak bisa ia apikkan hal itu. Ia tak suka ditatap kasihan oleh orang lain, ia tak mau dianggap cacat karena ia mau seperti dulu yang ditatap penuh pesona oleh orang lain.
Fiko mengangguk."Pasti.. kita bakal obatin mata kamu ya.”Ujarnya kepada Riko dengan semangat. Matanya menatap Daren dan berujar.”Kamu juga ya. Bantun Riko buat jagain keluarga kita dan bantuin Dara buat ngurusin semuanya.. kakak percaya sama kalian semua..”Lanjutnya dengan Daren disana dan menepuk pundak Daren dengan lembutnya."Kalian harus saling jaga yak.. "
Daren menganggguk “Pasti kak..”Ujarnya kepada Fiko dengan lemahnya.”kakak disana baik baik ya,. Nanti jangan lupain kita dan segera pulang, kami bakalan kangen banget sama kakak nanti..”Ujarnya kepada Daren sendu disana.,"Jangan lupa jaga kesehatan."
Fiko menganguk.” Pasti.. kalian doain kakak supaya kakak baik-baik aja disana..”Ujarnya membuat Daren memeluknya. Diikuti oleh Dara dan Riko membuat acara peluk pelukan itu terjadi dengan derai air mata yang tak tertahankan disana. Melepaskan orang yang paling mereka sayang memang lah tidak enak, ditambah beberapa bulan belakangan ini mereka selalu bergantung dengan Fiko membuat mereka merasa sangat sedih. Riko bahkan sampai menangis dibuatnya padahal ia adalah orang yang tempramen loh.
Fiko menatap ibunya yang menatapnya dan adik adiknya itu nanar, air matanya jatuh dipipi Dita disana membuat ia mendekati Dita. Ia mengusap pipi ibunya itu lembut dan berujar.”Ini semua gara-gara mami..”Ujarnya dengan jujur membuat bahunya Dita bergetar karena tangisannya yang menyesakkan dada,”Tapi Fiko bakalan bangun lagi buat keluarga yang udah dihancurin oleh mami.”Lanjut Fiko dengan nanarnya.
Fiko menghela nafas lalu berdiri.” Doain ya supaya Fiko bisa bangkit demi keluarga kita.. Fiko enggak mau ulah mami berkepanjangan. Cepet sehat dan jangan nyusahin yang lain lagi.. minum obatnya yang rutin, seenggaknya kalo enggak bisa bantu jangan sampek nyusahin yang lain…”Ujarnya kepada Dita dengan sinisnya. Benci? Tentu saja, ia membenci satu fakta dari Dita. Yaitu menyembunyikan identitas Keyla dan membuat ia membenci Keyla, padahal itu semua salah maminya itu yang tak bisa setia dan gila harta.. ia benci maminya yang menghancurkan keluarganya itu.
Pamitan itu diakhirti oleh Fiko yang diizinkan keluar dari sana dan bekerja diluar. Fiko tak bilang jika ia akan menjadi mafia, ia hanya bilang akan menjadi manager untuk Keyna disuatu café, ia tak mau keluarganya khawatir dengannnya. Biarlah dia saja yang menyimpannya.
Mobil jemputanya sudah sampai bertepatan dengan Keyna keluar dari kamarnya dengan Alka yang dibelakangnya dengan mendotong kursi rodanya itu. Baju mereka cuple membuat mereka sanbat manis bagaikan pasutri saja. Ada yang bertanya kapan mereka menikah? Nanti ya.. itu urusan belakangan huaa wkwkwk.. jangan bicarakan masalah dosa soalnya isi novelnya memang dosa semua wkwk. Dan ini hanya viur novel doing kok enggak ada yang ingin mengajarkan kalian hal buruk. Jadi ambil yang baik buang yang jahat oke...
Fiko menatap Keyna dengan senyumnya dan berucap.”Terimakasih ya Key udah mau bantu keluarga aku, dan terimakasih mau nampung keluarga aku dirumah kamu.”Ujarnya dnegan Keyna nanar disana, menatap Alka yang diam sana menatapnya dengan dingin itu. Jujur saja Fiko bahkan belum pernah sama sekali melihat Alka tersenyum atau tertawa, bahkan bicara saja bisa dihitung jari. wajahnya bagaikan kulkas dua pintu saja. Dingin.
Keyna mengangguk.”Yaudah kamu hati hati ya.. jika butuh sesuatu bilang sama Mr,Glowlie, dia yang menyiapkan semua kebutuhan kamu disana.”Ujarnya. Mr, Glowlie itu adalah tangan kanannya Keyna dimafia miliknya, disana orang kepercayaan Keyna yang selama ini mengurusi semua yang ada dimafia miliknya dia.
Ada yang bertanya mengapa Keyna percaya dnegan Mr, Glowlie? Maka jaewabanya dulu Mr, Glowlie pernah sempat mau berkhianat dan mau membunuh Keyna, namqnyw juga dunia gelap pasti ada yang begini.. tapi Keyna malah pasang badan dan berkata ’Bunuh saja tidak apa-apa. Dan ambil semua yang kamu mau, sebab bagi saya semua ini hanyalah mainan, kehidupan, uang, jabatan dan sebagainya..”Ujarnya lalu tersenyum sinis." Saya tidak membutuhkan semua ini, bagi saya mudah mendapatkan semua ini, yang saya butuhkan satu fatner yang bisa membantu saya dan berjuang bersama.. orang yang tulus meski tanpa uang sekalipun.’ Dan itu membuat Mr. Glowlie merenung dan ingat bahwa ia hanyalah anak jalanan yang direnggut oleh Keyna supaya menjalankan misinya ini, mengubah hidupnya yang suram menjadi berwarna dan penuh dengan pujian, ia sadar dan bersumpah akan menjadi setia kepada Keyna.
__ADS_1
Keyna memiliki cara tersendiri untuk menyadarkan orang lain.
Fiko mengangguk.”Pasti..”Ujarnya mengangguk lalu menatap keluarganya.”kakak pergi ya.. jaga diri kalian dan harus saling jaga dan menyayangi ya..”Ujarnya membuat Dara dan lainnya mengangguk. Daren memeluk kembaranya dan menatap nanar jalanan yang Fiko ambil untuk pergi. "Jangan lupa jaga kesehatan... Jangan lupa makan..! "
Berat sekali rasanya Fiko berjalan meningalkan keluarganya membuat ia menghela nafas, ia harus melakukan hal ini untuk keluarganya membuat ia mengggeleng dan tak melihat kebelakang lagi berlari menuju mobil hitam sport didepan sana yang sudah dibuka. “Kakak hati hati ya..!”Teriaknya Dara berlari melihat kakaknya pergi itu.
Fiko tersenyum dan berbalik lagi tak mau menatap adiknya lama karena tak kuat, ia tak kuat harus melihat adiknya menangis, bisa bisa tak jadi ia pergi nanti. Air matanya jatuh dikalah mobil melaju keluar gerbang miliknya Keyna. Ia mengusap air matanya dan menatap supir didepanya. Waw… besar dan kekar badannya membuat ia meneguk saliva kering.. apa ini salah satu anggota mafia?
Sedangkan Keyna disana hanya menatap kakak beradik itu dengan santaynya dan Alka yang mendorong Keyna menuju mendekati mereka semua.” Aku mau ambil buah buat kita makan dulu ya sayang..”Ujarnya Alka kepada Keyna dan mengusap rambut Keyna membuat Keyna mengangguk.
Dara jeules mendengar Keyna dipangil sayang, ia iri akan Keyna yang lumpuh namun memiliki segalanya, ia harus kehilangan kakaknya dan ia tak suka itu. Kenapa Keyna jahat sekali baginya? Kenapa Keyna tega memisahkan keluarganya sekarang.
Keyna menghela nafas dibuatnya.”Daren..”Panggilnya membuat Daren melihatnya dan mendekatinya membuat Riko dan Dara siaga.
"Iya??"
” Kalian ngapain ikut? Kan saya panggilnya Daren, budek ya?” Tanyanya sinis lalu mendengus.,”Lagipula saya ini manusia enggak bakal makan orang.. eh orang, canda orang.. kaliankan hewan..!”Ujarnya dengan sinisnya kepada mereka disana membuat Riko mengepalkan tanganya, baru saja kakaknya pergi tapi Keyna sudah bicara kasar kan.
Keyna menatap Daren yang hanya menatapnya dingin itu dan menghela nafas.” Saya kemarin dapat beasiswa dikampus kamu..”Ujar Daren dan itu benar,, namun atas nama Ketyla bukan namanya karena kemarin dia sempat membuat kampus heboh karena namanya itu.”Dan katanya tu bisa ditukar dengan orang lain melalui tes..”Lanjut Keyna.
Daren menatap Keyna serius karena tak paham.” Nah saya denger dari Fiko kalo kamu baru semester 5kan? Dan kebetulan saya itu dapat kampus yang sama dengan kampus kamu kemarin kulia. Saya belum bisa melanjutkan kulia saya karena saya mengambil studyfls yang lompat tingkat.. jadi ya saya tidak ambil beasiswanya.”Lanjutnya bercerita.”Jadi ya menurut saya itu rugi karena disana akan ada uang belanjanya juga buat mahasiwa, uang makan dan uang buku, tapi uang kulianya full gratis..”Ujarnya menatap Daren.”Jadi kamu mau enggak ambil beasiswa saya..? ya memang tes dulu si karena pengalihannya,. Tapi kata Fiko kamu pinter jadi bisa lah ya dari pada rugi..”Ujarnya Keyna acuh.
Daren menatap Keyna tak percaya dibuatnya, sama dengan Riko dan Dara disana. Mereka menatap Daren yang tersenyum itu bingung.”Kamu ehh,, nona serius mau kasih aku beaswa milik nona? Enggak rugi gitu?” Tanyanya dengan rasa bahagianya.
Keyna mengangkat bahu acuh.”Engak, saya males kulia lagi, capek, kamu liatkan kaki saya kayak bgini? Bisa-bisa saya kena buli disana nanti.”Jawab Keyna bertepatan dengan Alka yang datang membawa buah ditanganya.,” Dan saya punya banyak uang biat kulia enggak kayak kamu miskin.. jadi karena aku kasihan ya aku kasih aja kekamu.. “Lanjutnya acuh.
__ADS_1
Alka menatap Keyna dengan Tanya membuat Keyna mengejla nafas.”Gini loh by, yang aku omongin tadi.”Ujarnya membuat Alka membulatkan bibirnya dan bergumam O itu, Alka menatap Dara dan lainya itu datar.
“Jadi kalo kamu mau ya hubungin aja saya nanti ya, pikir aja dulu dengan baik-baik, soalnya tesnya seminggu lagi, saya bukanya baik,, tapi saya Cuma kasihan.. “Ujarnya membuat Daren mau menganguk, ia mau