Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Sadar2


__ADS_3

....


Ada kalah hujan dinanti dan ada kalah hujan ditukarkan. Yak, tergantung dengan Disana ia jatuhnya...


Sama dengan kita Mau dihargai cari Disana tempat yang bagus untuk jatuh... jangan sampai salah ya.. Sebab jatuh ditempat yang salah bukan hanya sakit.. tapi juga berbekas...


....


" Dia akan bangun lagi kan dok? " Tanya Alka dengan tatapan namanya kepada Dokter.


"Pasti.. kemungkinan malam ini ia akan sadar kok... " Ujarnya membuat Alka dan Reyano menghela nafas lega dan menatap Keyna nama nampak sekali wajahnya sedang lelah saat ini.


.....


Malam ini Reyano dan lainya tak bisa tidur menunggu Keyna bangun dari tidur nyenyaknya. Berharap Keyna akan sadar dan juga bisa kembali pulih, bahkan Haikal ikutan menginap malam ini karena memang ibunya sedang tidak ada dirumah. ibu Haikal memilki butik diluar kota, karenanya ibunya harus kelar kota untuk memeriksa keuangan yang nampak meragukan. Maklum, ayahnya Haikalkan sudah pisah dengan ibunya. Jadi ibunya Haikal harus kerja lebih giat lagi dan harus lebih keras lagi. Ibunya tulang punggung keluarga.


Haikal menghela nafas kesal sekarang menatap Keyna yang tak kunjung sadar. “Gue pengen banget bunuh orang sekarang Rey boleh ngak ya?” Tanyanya bergumam kesal dengan Reyano yang duduk disampingnya sembari main game dengan lihainya itu.


Reyano yang matanya sudah menyipit karena bengkak menangisi Keyna tadi menatap Haikal dengan polosnya. Wajahnya sekarang sangat lucu, bukan hanya wjahnya saja tapi hidungnya juga lucu. Merah seperti badut. “Mau bunuh siapa?” Tanyanya dengan parau. Suaranya bahkan habis saat ini, kalian pernahkan menangis sampai suaranya parau?


Haikal menghela nafas.” Bunuh dokter tadi...” Ujarna meirik kepintu.” Tadi katanya kak Keyna bakal bangun malem kan. Sekarang udah jam sembilan kak Keyna belum juga sadar... kan pemberi harapan palsu banget tu dokter..” Gerutunya kesal membuat Reyano menghela nafas.


Reyano menatap Haikal dengan tatapan sulit diartikan.” Sekali ini gue dipihak loe.. ayok gue bantuin loe bunuh tu orang...” Ujarnya dengan semangat kepada Haikal. Ia memang butuh pelampiasaan saat ini. tak apakan membunuh tukang PHP,?.


.


“Jangan main-main.. “ Ujar dari Angga yang berada didepannya Reyano dengan tajam. Kerjaan dua bocah remaja ini buat sakit kepala saja. Ia menatap Reyano tajam, bagaimana bisa memiliki teman urak-urakan seperti ini?


Sedangkan disisi lain Keyna mengerang dikalah sakit kepalanya menyengat kepalanya. Ia berdesis membuka matanya yang cukup erat dan sakit untuk dibuka, saat samar samar ia buka, rasa silau membuat ia menahan matanya lagi. Ia melenguh karena sakitnya kepalanya.....


Alka yang sedari tadi duduk disampingnya Keyna sembari membuka emailnya dan memeriksa kerjaanya sekarang menatap Keyna ketika mendengar lenguan itu. “Keyna.. heloo. Kamu sudah bangun?” Tanyanya dengan meletakkan hapenya diatas nakas dan dengan cepat menghampiri Keyna. Ia menglus pipi Keyna.


“Silau..” Guma Keyna tak jelas dan putus-putus kayak hubungan pembaca dan Doinya , putus nyambung eahhh wkwkwk...

__ADS_1


Keyna mengusap matanya tapi nyatanya tanganya sangat lemas untuk diangkat dan dibawah kedepan matanya. Ia menghela nafas saja dan menatap kembali kedepannya,


“Kamu mau apa? Mau minum, sini aku bantu duduk..” Ujar Aka dengan cepat menatap Keyna yang nampak sangat gelisah itu. Ia maju dan meguspa pipi Keyna lebih lembut lagi dan mengusap mata keyna supaya menghilaukan kesilauan yang ia rasakan.


Haikal dan Reyano yang tadi belum konekpun sekarang menatap Keyna terkejut. Mereka mendekati Alka dengan cepat.” Kakak.. kakak udah bangun ka?” Tanya Reyano denga gugup lalu menatap Keyna dengan tatapan sendunya.


“Hauass...” Ujar Keyna dengan seraknya saat merasakan tenggorokan yang kering. Mungkn akibat dari komanya beberapa hari ini. tadi ia minumkan, apalagi tadi ia muntah darah juga. Jadi wajar jika ia butuh mineral.


Dengan cepat Alka memberikan Keyna minum dengan lembut. Haikal dan Reyano mengusap tangan Keyna sayang karena bahagia. Ingin sekali rasanya Reyano memeluk kakaknya erat dan menjadikanya guling. Tapi lagi lagi tidak bisa, sebab Keyna sedang sakit membuat ia harus bersabar.


“Masih ada yang sakit bilang sama aku, aku akan mengusapnya.. dimana yang sakit?” tanya Alka lembut kepada Keyna yang memejaman matanya karena sakit itu. Kepalanya sanga pusing, tubuhnya sangat lemas saat ini.


“Nona Keyna sudah sadar?” Tanya dari dokter yang baru saja masuk bersama Angga. Tadi saat Angga melihat Keyna sadar. Angga langsung pergi keruangan doker untuk mencari dokter untuk Keyna. Ia takut hal tadi terang lagi membuat suatu hal yang lebih fatal.


Alka menganguk. Haikal dan Reyano saling tatap.” Untung kak Keyna bangun, kalo enggak udah abis ni orang.” Ujar mereka dengan kompak sebagaimana yang sudah mereka rencanakan tadi.. namun nyatanya takdir sedang berpihak pada dokter itu.


“Silakan mingir dulu pak, biar saya periksa sebentar..” Ujarnya pada Alka. Tak ada yang menawab pertanyannya membuat ia bertindak saja karena takut nant ia lagi yang disalahkan. Ia mulai memeriksa Keyna karena Aka memberinya ruang cukup luas.


“ Bagaimana keadannya Nana dok?” Tanya Reyano dengan cemas dikalah dokter tu baru sama menaruh telesop diatas dadanya Keyna. Naru saja belum sempat ia cek tapi sudah dtanyakan oleh Reyano dengan tatapan mautnya.


“Cepetan dok..” Ujar dari Reyano dengan menghela nafas karena tak kuat menahan kepo dan juga khawatirnya. Sebab Keyna nampak sngat lelah saat ini. nampak juga sangat-sangat tak bertenaga karenanya. wajahnya sangat pucat membuat rasa takut tu menjadi jadi.


Dokter iu menghela nafas dan tersenyum ramah lagi. Ia menganguk lemah dan mulai memeriksanya. “Sudah Rey kamu diam sebentar. Kalo kam ngoceh terus gimana dia mau bantin kakak kamu ih..” Ujar dari Angga yang juga kesal akan Reyano yang banyak tanya membat dokter itu menghela nafas.


‘Loe aje kesal dengernya. Apalagi gue tong...!” Jeritnya dalam hati saat ini.


Setelah memakan wkatu beberapa saat. dokter memberian beberaa caira vitamin dan sebagainya kepada Keyna membuat Keyna seikit sadar dan tak sadar. Setidaknya sekarang ia susebentar.”dah mampu menatap adiknya mekspun hanya samar samar. Namun untuk bicara saja ia belum sanggup.


Dokter menatap Alka dan lainya dengan tatapan banganya.” Nona Keyna sudah tidak apa-apa. Dia lemas hanya karena efek dari komanya selama beberapa hari ini. belum lagi ia kekurangan mineral dan juga sudha dehidrasi. “ Ujarnya memberi jeda sebentar,” Dan juga tadi nona Keyna juga sempat memuntahlan darah bukan? Tu juga menguras tenaga dan juga cairan pada tubuhnya membuat tubuhnya tak bertenaga sedemikian rupanya..”


“Saya sudah memberikan nona Keyna votain dan penambah cairan tubuh. Saat ini ia hanya butuh istirahat yang cukup dan juga kenyamanan. Jadi tuan tuan sekalian bersabar ya...Kemungkinan besok beliau akan kembali sadar secara biasanya..” Ujarnya menjelaskan.


Alka menghela nafas menatap dokter itu.” Terimakasih dok.. terimakasih sudah membantu saya dan lainya ntuk menyembuhkan Keyna..” Ujarnya dengan tyulus pada doker didepanya ini

__ADS_1


Dokterpun tertegun menatap Alka. Siapa yang tak mengenal Alka? Si manusia kaya raya dan juga terkenal akan kedinginanya. Ia juga terkenal tak pernah berterimakasih dan tersenyum membuat ia tak percaya akan Alka didepanya ini. bagaimana bisa ia berterimakasih semudha itu dengan dirinya. Ia menatap Keyna yang terpejam lemah itu tertegun. Ia yakin Keyna sangat berharga dimata Alka. Karenanya Alka sangat berterimakaish kepadanya.


“Sama sama tuan. Ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai dokter. Saya juga sangat berterimakasih karena tuan bisa mempercayai saya yang menangani nona Keyna selama ini.” Ujarnya membuat Alka mengangguk.


Setelahnya dokter tu pamit dengan rasa bangga dan bahagia. sutau kehormatan baginya bisa menjadi orang kepercayanya Keyna. Yaps... ia yang akan menjadi dokter pribadi untuk Keyna kedepnaya membuat ia sangat bahagia. bagaimana bisa? Bisa. Karena gajinya tambah sepuluh kalilipat lebih besar nantinya... sugguh ini hari keberuntungannya.


Reyano mendekati kakaknya dan duduk disamping Keyna, mengelus tangan lemah nan dingin itu” Kak.. kakak engak apa-apa kan?” Tanyanya dengan sendu lalu mengusap pipinya sendiri menggunakan jari jari ramping milik Keyna yang cukup dingin itu.


Haikal duduk dismaping Angga menghela nafas saja menatap Reyano yang nampak lebay itu. “ Kita mabar aya yuk bang. Mau nggak.” Ujarnya kepada Angga yang sedari tadi hanya menatap Keyna dan juga Reyano. Ia cukup terharu akan kedekatan mereka. Nampak sekali Reyano sangat menyayangi Keyna.


Saat Haikal memanggilnya membuat ia menaikan satu alisnya. Remaja brandal ini ada ada saja membat ia menghela nafas. Lapu apa? Mabar? Angga nya Mengerut menatap Haikal.” Kayaknya kita tidak sedekat itu untuk kamu memanggil saya abang... dan lagi apa itu mabar? Saya tidak tau..” Ujarnya dengan memutar bola mata malas.


“Yaellah bang.. gue harus panggil apa kalo bukan abang? Masa manggil Oom si. Gue yakin si kalo abang masih cukup muda bang.. Kata mak gue bang ni ye. Mau kita akrab mau kita enggak, mau kita kenal mau kita enggak. Yang enging sopan snatun tetap harus jalan. tetap harus ada.. Nakal boleh..tapi harus punya akhlak bang..” Ujarnya dengan semangat empat lima memberikan pengetahuanya membuat Amgga tertegun.” Loe enggak tau apa itu mabar bang? Beneran? Yalah bang. Hidup dizaman apa bang masa kagak tau. Kebanyakan tidur digoa lu bang.” Ujar Hiakal dengan kekehan lagi.


Angga cukup tertegun akan ucapan Haikal tadi. ia merasa sangat tertampar akan suatu hal yang langkah. ketika ucapan sederhana namun mampu menyadarkanya. Dia sebagai orang yang sudah menganggap jika Haikal manusia tak berguna sekarang jungkir balik. Nyatanya penampilan Haikal tak sama denga isinya. “ Mabar? Sama tidak paham.” Ujarnya dengan sedikit lembut dari tadi.


“Nggak seru loe bang... gimana ceritanya ngak tau. Mau gue ajarin ngak bang giana caranya mabar? Seru loh bang. Gue yakin ini baal bikin abang nyandu deh...” Ujarnya membuat Angga menatapnya dengan alis terangkat.


“Keluarin hape abang cepetan.. sini gue ajarin..” Ujar Haikal membuat Agga manut saja. Sebab main dengan remaja yang urak urakan ini bukan hal ynag buruk kayaknya.. “Mabar itu artinya main bareng bang,, nah bnyak ni mainnya pake kuota..” Ujarnya sembari mendownload beberapa aplikasi dihapenya Angga.


“Kalian berisik banget sii. Kita tu lagi haruals haruan kalian sibuk main. Sana jauh-jauh..” Ujar Reyano membuat Haikal mendengus menatapnya. Sekarang Haikal diam dan memainkan hapenya Angga saja. Ia cukup geleng geleng menatap hapenya Angga. Tdak ada Instagram, tidak ada Facebook. Tidak ada Line. Hanya ada WA Email dan apk bawaan lainya. Apa guna harga hape dua ratus ta jika hapenya ini ini saja? Ch.. bahkan foto saja Agga tidak ada. Ada si.. hanya saja isinya kelarga semua membuat Haikal menghela nafas. Angga memag benar benar katrok rupanya.


Keyna yang merasaan pipi adiknya basah pun membuka matanya menatap tambut adiknya karena wajahnya menangkup ditanganya. Ia menghela nafas lelahnya lalu menguspa pipi adiknya lembut membuat Reyano menarap kakaknya sendu. Matanya nampak bengkak membuat Keyna sakit. Sakitan menatap adiknya sedih dari pada sakitnya saat ni. Ia lebih baik sakit fisik dari pada meihat adiknya bersedih.


“Jangan nangis.. kakak sayang Nano..” Tak pakai suara. Hanya menggunakan gerak bibir karena tak kuat. Tangannya terangkat mengusap pipi adiknya. Ada yang menanyakan dimana Alka? Ia sedang menemui dokter tadi didepan. Ia arus konsultasi apa yang harus diakukan oleh Keyna. Apa ia harus operasi ginjal atau bagaimana? Sebab Alka tidak mau Keyna kenapa-napa.


“Kakak yang bikin Reyano kayak gini tau nggak? Kakak yang bikin Nano sedih dan nangis. Kakak knapa sii sampek sakit segala. Ngggak bilang sama Nano lagi. Kakak udah nggak sayang Nano lagi apa?” Tanya Reyano dengan manjanya kepada Keyna.ia bahagia kakaknya merespon meskipun hanya sedikit.


“Maaf..” Gumam Keyna serak menatap adiknya. Ia tak tau harus apa, sebab penyesalan yang tak akan ia bisa hapus ketika ia menjatuhkan air mata adiknya yang berharga.” Kamu jangan nangis lagi ya.” Gumamnya tak jelas karena lelah.


“Iya...Tapi kakak jangan gini lagii.. kakak harus sembuh supaya Nano enggak sedih lagi kak.. Nano sayang banget sama kakak..” Gumam Reyano kepada kakaknya itu membuat Keyna mengangguk lemah. Ia tak tau harus bicara apa saat ini. sebab ia terlalu lelah untuk apapun. Ia butuh tidur dan istirahat saat ini. bukan apapun, hanya tidur kok..


Saat ia diam dan memejamkan matanya Reyano memekik membuat a membuka matanya.” Kakak jangan tidur lagi. Nano nggak mau kakak nggak bangun bangun agi.. Reyano nggak mau kakak bobok lagi.” Jranya menahan kesadaran Keyna.

__ADS_1


Keyna tak tahan membuat ia kembali memejamkan matanya. Mungki efek dari obat ya. Tapi tanpa persaanya Reyano malah mencium wajah kakaknya dengan ribuan kali dengan gumaman jangan bobok lagi. sebagaimana kebiasaan Keyna ketika ia membangunkan Reyano dikalah kecil. Ya.. itu cara Keyna membuat Reyano melakukannya saat ini menatap kakaknya.


“Kakak tidur bentar aja ya.. kakak capek,, nanti kalo kakak bangun kita main.” itulah gerak bibirnya lalu memejamkan matanya karena lelah. Ia butuh tidur...


__ADS_2