Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Keyna


__ADS_3

" Siapa yang bayari biaya operasi gue? " Tanya Riko. sebenarnya di kemarin ia ingin menanyakannya. Tapi ia takut.. Ia belum mendapatkan nyali sebesar ini. ia takut keluarganya bingung.


Riko menatap Dara dengan tajamnya. " Loe nggak jadi jual dirikan Dar?" Tanyanya dengan tajamnya dan dingin.


Dara menggeleng cepat" Enggak kak... Dara enggak jual diri... " Ujarnya dengan tegasnya. Matanya bahkan melotot tak terima akibat tuduhan itu.


Fiko menahan adiknya lagi. " Kamu ingat pemuda yang dulu bantu keluarga kita? yang saat kita diusir dari rumah bibik Lia? " Tanyanya dengan lembut membuat Riko. mengernyit bingung, mengingat lagi saat diraba masa itu berjalan.


Saat ia ingat, Dengan cepat ia mengangguk mengakui jika ia ingat membuat Fiko mengangguk " Kakaknya yang bantu kita. Loe ingat nggak saat dimakan kakaknya ngehina keluarga kita? terus adiknya belaian kita? " Tanyanya dengan sendu lagi.


Riko mengernyit lagi. " Inget sih Kak, tapi waktu itu Riko udah capek dan juga sakit sebagian kepala, jadi ya nggak Riko dengar semua. Riko bahkan mungkin udah nggak sadar lagi.. " Ujarnya dengan jujur. Karena saat itu ia memang sudah setengah sadar akibat sakit yang ia derita.


Fiko mengangguk " Ya... Dia yang bilingual kita. Dara enggak jual diri lagi kok.. Kalo dia jual diri lagi kakak yang bakal bunuh dua sekarang juga.. " Ia menatap Dara dengan tatapan mautnya.


Dara gelagapan membuat ia gugup dan menunjuk. " Maaf Kak... " Cucunya takut. Sebab ia tau sadar saudaranya sedang memarahinya saat ini, akibat malam itu.. Dimana ia hampir kehilangan kehormatannya hanya untuk uang... Dan pengobatannya Riko san ibunya.


Kalian masih ingat kan bab ini? disana Dara jual diri?


Nggak ada yang nanya kabarnya Dara saat itu loh.. Padahal aku nungguin hahha..


Om Flashback...


Dengan dras mini yang harganya lima ratus ribuan ia pinjam dari janda yang berstatus kupu kupu malam samping rumahnya itu. Dras Navi yang. mencolok dan make upnya yang luar binasa...


" Ayo ikut gue... Sini... " Ujar dari yang tak lain adalah mucikari yang dipanggil 'Madam Dona atau Mami Don. ' Perempuan yang mengenakan baju serbah pink yang ditubuh gembulnya itu, matanya menatap Dara dengan tatapan tak suka karena wajah Dara sangat cantik.


Dara manut saja, ini bukan pertama kali bagi dara memasuki ruang jahanam Ini, dunia penuh dosa ini. Dulu ia sering kasini bersama sahabatnya dan juga pacarnya Aldo, Tapi Hanya sekeda minum minum saja sebagaimana anak muda lainnya.


" Kamu tunggu disini, saya mau bicara sama pelanggan saya... " Ujarnya pada Dara membuat Dara mengangguk saja.


Nampak Mami Don menjumpai pria tua berjas, nampak perutnya buncit dan juga kimia lebarnya membuat Dara meneguk saliva kering. Ia menatap sekeliling saja karena tak sanggup menatap pria tua itu.


Nampak sangat ramai, ada yang sibuk dengan aktivitasnya mengganggu perempuan yang sedang bergoyang, ada yang sedang sibuk dengan tatapan laparnya, Ada juga yang sibuk mabuk dan mericau tak jelas. Ternyata Club malam tak sama seperti cerita di Novel. Disini orang orangnya apatis. tak peduli dengan siapapun disekitarnya. Kecuali wanita cantik.


Mata Dara menatap Mama Don yang meliriknya dengan sinisnya lalu. menatap bapak bapak disampingnya. Ia mendekat Dara yang meremas sisi dresnya takut. " 100juta tapi 100% orikan?" Tanya. Mami Don dengan tegasnya.


Dara mengernyit karena tak mengerti " Ori? maksudnya.?"Tamunya polos.


Mami Don menghela nafas menatap Dara" Haiiuss... Loe nih begook atau sok polos sih aku.. kesel gue jadinya. " Ujarnya dengan sinisnya. " Maksud gue virgin nggak ni? Kalo nggak virgin nggak bisa semahal itu itu.." Ujarnya menjelaskan.


Dengan cepat Dara mengangguk" I i iya Mami... ak aku Virgin." Ujarnya dengan takut.


"Bagus... jadi ini dady.. Ini namanya Dara, Dara kenalan ini Dady yang bakal Loe layanan oke.. " Ujarnya. menaruh telunjuk tangannya diatasi hanya bapak bapak itu.


Dara. menggaruk lengannya " Ngga nggak bisa pria tampan itu mah.? Kenapa di harus dia.. Yang bisa gitu.. " Ujar Dara dengan cengengesan.


alis pria tua itu terangkat. Tak sama sebagaimana yang dipikirkan oleh Dara, bagai novel begitu kan. Pria tampan yang akhirnya jatuh cinta pada dirinya. aku ini bukan pria tampan, tapi pria menakutkan. Astaga... otakmu Dara...! Bagaimana bisa berfikir hal sedemikian rupa?


" Loe jual diri masih berani minta?.. Masih untung ada yang mau mau Loe..! sadar diri dong, kalo mau yang enak ya jangan kerja disini..! " Ujar dari mami Don dengan sinis pada Dara.

__ADS_1


Dara meneguk saliva karungnya menatap mami Don dengan tatapan takutnya " Gimana mau nggak? " Tanyanya lagi dengan Dara.


Dara menatap pria tua itu dengan gelisah. Pria itu tersenyum lembut kepada Dara dan mengulurkan tangannya kepada Dara. " Halloo.. Kenalin nama Dady Sam... kamu bisa panggil dady.. "Ia menhedipkan satu matanya kepada Dara. Tangannya mengelus punggung tangan Dara dengan gaya sensualnya.


Dara merenung dikalah itu dan langsung melepaskan tangan pria tua itu takut. " Da Dara.. " Ujarnya gugup.


" Jangan takut... Dady akan kasih adapun yang kamu mau nanti, asalkan kamu bisa memuaskan saya.. Paham? " tanyanya dengan nada santay.


Dara gelisa, ia mau, tapi ia takut, lampu kerlap kerlip. menutupi wajah gelisanya. Andai saja pria didepannya ini cukup tampan. Ia pasti mau.. Tapi ini tak sesuai dengan apa yang ia harapkan. Ia benci situasi ini.


" Kalo kau bilang mau dar..! Apa susahnya sih! Saya capek saya mau pergi.. " Ujar dari Mami Don. Ia memang tak pernah memaksa seseorang jadi budaknya. Karena yang mau bekerja semacam ini bukan satu atau dua saja. Tapi banyak. apalagi anak muda yang butuh uang buat gaya, anak mahasiswa yang butuh jajan dan juga butuh stylenya mereka. Karenanya ia tak pernah mau memaksa orang lain Terlalu beresiko.


Dara mengangguk cepat dikalahkan ingat jika Riko ingin dioperasi. " Saya mau kog Mami... Saya sedang butuh uang buat kakak saya dan keluarga saya.. Tolong Bantu saya... " Ujarnya dengan sedihnya.


" Sudah kalo Kamu mau sama Dady Sam. Selamat menikmati babe... "Ujarnya kepada Dady Sam dan langsung mencium bibirnya dan sedikit melumas bibir Dady Sam itu membuat Dara menegang ditempatnya.


Setelahnya Dady itupun mengecap saliva yang dibunuhnya bekas ciuman itu lalu. menatap Dara dengan tatapan menjijikkan. " Ayo... saya sudah tidak sabar. Mencoba dirimu.. " Ujarnya dengan sensualnya lalu menarik tangan dara.


Tangan Dara sangat dingin karena takut. ia menarik dara menuju satu kamar, Kamar yang sudah ia pesan. Ini clubnya sudah otomatis ya.. sudah multitalen membuat kamarnya sudah tersedia bagian atas sri clubing itu sendiri. Gunanya supaya memudahkan orang yang sedang mabuk. Baik mabuk minuman maupun mabuk karena Nafsu.


Dara dituntun memasuki kamar yang cukup bagus. tangannya meremas sisi bajunya takut, ia malu dengan dirinya sendiri kenapa bisa ia mau disini? tapi ia harus bagaimana lagi? Demi keluarganya ia rela berkorban.


Dady Sam. melirik Dara dengan tatapan menggoda. " Ayo sini... Duduk sama Dady.. " Ujarnya menepuk pahanya.


Dara menatapnya nanar. " Bolehkah kita bernegosiai tuan. " Ujarnya dengan memelas bagaikan kucing minta belaian.


Dara gugup " Sa saya tidak mau jadi lacur... tapi saya mau meminjam uang kepada Tuan untuk saudara saya. Saya mohon tuan.. nanti jika suatu hari saya ada uang pasti saya akan bayar secepatnya.. Tolong Tuan bantu saya... Saya butuh batin tuan.. " Ujarnya menangkap tangannya didepan. lalu matanya membesar " Atau saya akan menyicil saja bagaimana bayarnya? Nggak apa apa kok Yang penting saudara saya bisa sembuh dari sakitnya... Yaa saya mohon.. " sukarnya meneteskan air matanya.


Dady Sam hanya menghela nafas menatap Dara " Kamu pikir saya manusia dermawan yang mau membantu kamu semudah itu?" Tanyanya dengan sinisnya. " kamu pikir malaikat hidup ditempat kejam semacam ini ha? hahaha..." Gelak tawanya pecah menatap Dara yang ketakutan. Bahkan ia sangat kencang tertawanya karena tak tahan akan ucapan dara.


Dara menatap Dady Sam cemas karena Dady Sam mendekatinya. lalu Dady Sam mengusap lengannya dan pindah kedadanya. ia menepisnya namun Dady Sam meremas dadanya membuat ia meringis sakit. Dady Sam menatapnya datar. " Disini bukan tempat malaikat sayang... Tapi tempat iblis.. Kamu pikir disini manusianya penuh dengan kasih karena melihat wajahnya itu? Ia tentu saja tidak... kamu salah tempat untuk meminta pertolongan sayang..! Kamu salah tempat... " Ujarnya lembut.


" Dan sakbsakit.. akhh.. Tolong lepaskan aku. " Ujar Dara meringkus karena tangan kekar itu memainkan dadanya.


Dady Sam melepaskan tangannya dari sana lalu mengusap lengan Dara. " Sayangnya saya tidak akan melepaskan kamu manis... ayo. panggil aku Dedy Sam.. " Ujarnya lembut.


Dara menggeleng karena takut. " Tolong aku takut... ak aku aku tidak mau. " Ia sungguh takut saat ini karena posisi ini tak pernah ia pikirkan sebelumnya. dan tak ia sadari jika posisi ini sangat menyeramkan.


" Panggil. aku Dedy... plak... " Ia menepuk pipi Dara keras karena ingin Dara bicara memanggilnya Dady.


"Dady... Dady..." Ujar Dara takut sekaligus menangis karena perutnya pipinya. Dan ternyata pipinya berdarah akibat tamparan itu.


srrrak.. kyak....


Suara bajunya Dara yang sobek membuat dia terkejut setengah mati, Kulit bagian keliman tangan dan beberapa lainnya terluka akibat gesekan baju itu membuat kulitnya panas.


Dan sekarang tinggallah Dara yang hanya. mengenakan pakaian dalamnya dan juga baju yang sobek. " Tidur disapa dan mengangkanglah... " Ujarnya dengan dingin. " Jadilah jal***yang patuh... " ujarnya sinis lagi.


Dara menggeleng kuat karena takut. " Ampun.. Aku ak--"

__ADS_1


"Cepat.. ! Atau saya yang akan melakukannya..! Jika aku yang turun tangan jangan salahkan saya jika sel4n9kan9anmu patah....!" Ujarnya berteriak.


Dara menggeleng lemah. " Jangan..! Saya takut.. " Dimana niatnya tadi, sekarang hanya ada rasa takut dan tak dihargai memuat ia mau mati saja. wajah pria tua itu sangat menyeramkan.


Tanpa diduga oleh Dara pria tua itu benar benar menarik tubuh dara dan mnghempaskannya diatasi kasur membuat Dara melantun layaknya bola. Karena kasur yang cukup empuk.


Benar katanya tadi. Ia sendiri yang turun tangan membuat Dara melakukan hal yang tak senonoh itu. " Dia sudah memberimu.. jadi jangan sok jual. mahal. Karena kamu berdiri yang menjual tubuh kamu kepada saya...! paham.. " Ujarnya dengan nada sinisnya san mengapa pahanya Dara.


Dara menangis karena tak tahan lagi. Ia tak bisa melawan karena pria itu menghimpun tubuhnya dan juga mengusap punggungnya yang sakit dan perih itu. Dadanya sesak membuat ia sesegukab beberapa kali.


" Kak... Kak Fiko.. Daren... bantuan gue gila hiks.. " Gunanya dalam hati dikalah pria tak waras itu mulai memakan tubuhnya. Mulai dari mengesalkan miliknya kenangannya Dara. Membuat Dara pasrah saja.


lalu...


Brak...


Bagaikan ditimpa musim dingin dara berterimakasih kepada Tuhan karena telah mengirimkan kakaknya kasini. disana nampak kakaknya datang dengan wajah babak belur. " Tua bangka kurang ajar... berani beraninya Loe nyentuh adek gue..! Plak... " Ia melemparkan pot bunga kepria itu membuat ia menjauh dari tubuh Dara.


Dara yang ada kesempatan laripun sekarang mendekati kakaknya dengan tubuh setengah nakerd. Tak ada lagi rasa malunya, yang penting selamat saja yang ia pikirkan saat ini.


Tak sampai disana saja, Daren yang melihat saudari kembarnya seperti itupun membuka baju lusuhnya itu dan memakainya pada Dara membuat ia tak. mengenakan apa ai saat ini. Untanglah karena bajunya besar membuat baju itu bisa menutupi sampai pantatnya Dara.


" Siapa kalian?" Tanya Dady Sam sembari. membenarkan realeting celananya. Ia menatap Fiko tajam.


Tak mau menjawab Fiko langsung saja. menghajarnya habis habisan tak memberi peluang untuk nya bicara bahkan sedikit saja. Tidak sama sekali.


Daren memeluk dara pun sekarang turun tangan karena ingin membalaskan dendamnya. Ia memukul pria tua itu sampai ia tak sadarkan diri.


"Bajiingann..! Beranihnya loe nyentuh Adek gue setan. .." Ujar Fiko dengan nafas nmynmang naik tuntun karena amarah yang naik membumbung tinggi.


Lalu Fiko menarik tangan Dara keluar dari sana meninggalkan Dady Sam yang sudah terdapat dilantai. Daren mengikuti dari belakang saja.


Banyak sekali orang yang menatap mereka. Terutama Daren yang tak mengenakan baju. Bisa bisanya ia memamerkan perut kotak kotaknya durian manusia yang haus belaian. Bahkan tak sedikit perempuan diraba sengaja menyentuh dada bidangnya namun diabaikan oleh Daren.


Saat sampai sisipan parkiran Fiko menampar Dara dengan kerasnya. " Kamu ngapain disini ha? " Teriaknya kers kewajahnya Dara membuat Dara diam menangis " Kamu pikir apa yang kamu lakukan sekarang ha? kamu mau kakak gila? iya..? Bilang sama kakak iya..! "


" Enggak Kak... Hiks hiks " Dara menggeleng.


Fiko mengusap wajahnya dengan amarahnya. " Kamu tahu Dara..! apa yang kamu lakukan itu akan buat kakak tambah hancur tau nggak... Hancur..! " teriaknya frustasi.


" Kak udah Kak... Jangan gini.. Malu diliatin banyak orang.."Daren menengahi mereka.


Wajah Daren dan Fiko penuh dengan luapan amarah dan memar akibat berkelahi dengan penjaga club ini. Semuanya menentang mereka masuk karena baju mereka yang tak bagus ini. Ada juga yang menghina mereka karena mereka terkenal keluarga kaya namun jatuh miskin membuat mereka berkelahi.


Andai saja tadi mereka gagal menyelamatkan dara maka mereka akan menyesal seumur hidup mereka. Sungguh mereka takut Dara kenapa napa... Dara adalah anak perempuan satu satunya keluarganya satu ini...


lSetelahnya terjadilah tragedi saling peluk membuat disudut sana mengusap pipi sok sedihnya. " Menyedihkan... " Ujarnya dengan sinisnya...


....

__ADS_1


__ADS_2