Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Harapan


__ADS_3

“Keyna....!” Teriak Andes dan lainya menyusuri hutan. Merek berpencar jadi beberapa bagian, ada empat bagian, satu menunggu angggota lain dijalanan, dan tiga berpencar kesegala penjuru. Dan sekarang Andes bersama Jakson dan juga Bastian mencari Keyna dengan hati yang berkecamuk.


Sudah satu jam mereka turun namun tak menemukan hasil membuat mereka takut sekaligus kalut. “Keyna.. Loe diaman sii? Lo masih hidupkan..” Gumamnya sendu, masih sangat melekat diingatanya saat Bus itu jatuh didepan matanya. Jika Key tak pergi dari sana pastilah Key aan binasa, tapi Key tetaplah Key yang cerdas dan tak semudah itu mengalah pada keadaan.


“Des... Itu mayat..” Bastian menepuk pundak Andes yang menatap arah berlawanan. “Itu jaket Key.. Itu Key..” Ucapnya girang.


Andes yang mendengar itu langsung melihat asal dimana Bastian tunjukan, disana ia bisa melihat seseorang yang terlungkup dengan jaket yang sudah berwarna coklat, celana traning yang juga dipenuhi tanah kuning membuat ia membola. Itu Keyla...


Dengan cepat ia berlari hingga terpeleset lalu kembali berlari menemui Key. Bastian dan Jakson mengikuti Andes tak kalah semangat tapi tanpa adegan terpeleset.”Keyla.... Nana...!” Panggil Andes dan lainya hampir serentak.


Andes bersimpu disamping Key yang terungkup, ia membalikan tubuh Keyna dan melihat wajah Keyna, wajah Keyna tertutup rambut yang mengeras karena darah yang sudah membeku, pelipis Key berdarah karena luka, hampir disemua wajah Key penuh darah membuat Andes merasakan nafasnya menjadi sempit. Ia menepuk pipi Keyla pelan.


“Key...! Ini gue.. bangun hey...” Suaranya serak takut terjadi suatu hal yang mungkin membuat hidupnya tak akan tenang seumur hidup.


Bastian dan Jaksonpun juga berjongkok lalu memenga tangan Key untuk mengecek denyut Nadi Keyna. “Key masih hidupkan?” Tanya Andes serak pada Jakson.


“Kita udah ngak punya waktu, naddinya Keyna udah lemah banget..” Ucapnya Jakson pada Andes,


Andes yang melihat itu langsung membersikan wajah Key lembut dengan tanganya lalu menggendongnya alla Bridal style. “Tapi gimana bawa Keynya? Jurangnya aja curam banget? Apalagi diatas ada polisi yang ngawasin..” Ucap Bastian melihat tebingan diatasnya.


“Biar gue yang gendong Key. Tunjukin aja jalanya..” Sahut Anes dengan semangat.


"Kita jalan sana aja. Kayaknya diarah sana ada jalan, kita gunain kompas dihp trus suruh anak galaksi tunggu dimana kita pergi nanyi, jangan keatas, nanti polisi curiga..” Usul Jakson yang dianguki oleh Andes dan Bastian.


Bohong sekali jika Andes mengatakan jika ia tak kesusahan, dengan tebing yang sangat curam dan membawa Key yang didepannya membuat kakinya gemetar tapi ia tak gentar. Ia masih berusaha menaiki tebing supaya bisa keluar, jika ia kebawah tak ada jalan, karena dibawah adalah hutan, jadi ia berjalan kearah berlawanan dimana tempat polisi berkumpul,

__ADS_1


Jakso dan Bastian mau membantu Andes bergantian membawa Key, tapi dengan cepat Andes menjawab. ‘Key nggak suka dipeluk atau disentu orang, nanti kalo dia bangun bakal marahin kita semua mau?” dan kalimat itu ada banyak harapan untuk Key selamat sedangkan kondisi Key yang sangat memprihatinkan.


Jacsok dan Bastian meringis melihat kaki Andes yang gemetar saat menaiki tebing yang curam itu, mereka yang tanpa beban saja merasakan sangat lelah, apa lagi Andes. Dan sialnya mereka sempat tersesat dan tak mendapatkan arah. Andes tentu saja memaki dan mengupat kesal, dengan pelu dan jeri paya mereka sampai dijalan yang sudah diisi oleh geng Galaksi yang sudah satu jam menunggu, mereka membawa Key kerumah sakit terdekat. Sebenarnya Mereka mau membawa Key kemension saja, tapi mereka takut jika nyawa Key tak tertolong lagi...


...


“Jadi Begitu ceritanya...” Ucap Fiko pada Saudara dan ibunya tentang kenapa mereka bisa kecelakaan membuat mereka semua tercengang.


“Jadi intinya yang nembak ban mobil loe itu buat nyelakain Loe atau buat nolongin Loe?” Tanya Daren pada Fiko yang menceritakan muter-muter. Mereka baru tau jika mobil mereka disabotase.


Fiko menggeleng lemah. Yaa, Fiko hanya pingsan saat itu karena benturan dikepalanya yang begitu keras, hanya memar dan benjol sedikit, sedangkan Handi yang sangat mengkhawatirkan saat ini, membuat mereka menungu diruang depan.


“Tapi tunggu. Mobilkan disabotase nii. Bukannya saat itu ada Key yang ngelarang loe bawa mobil sama papi. Jangan-jangan dia yang nyabotase mobil kita?” Tanya Riko nimbrung. Karena Dita dan Dara hanya diam saja menyimak.


“Ngak tau juga. Sanyakan Key ngelarang kita waktu tadi, kalo memang niatnya nyelakain kita pasti dia ngak baal larang. Tapi gue curiga kalo dia udah tau rencana busuk Andi dan ngebuat dia bertindak.,” Ucap Fiko berfikir realisitis.


“Key nggak tau otomotif Fik. Dia itu bodoh mana bisa hal yang gituan, nik kelas aja untung. Tapi sebenernya gue curiga kalo yang sekarang itu bukan Keyla looo. apa jangan jangan dia nyamar jadi keyla... Yaa kayaknya dia orang lian bukan Keyla, dia oprasi plastik pas Keyla hampir mati suku itu loo...” Jawab Daren mengungkapkan fakta.


Tapi percakapan mereka terhenti ketika dokter yang menangani Handi keluar dengan wajah lesuhnya.


Jantung mereka tentu saja meronta untuk keluar.” Gimana keadaan suami saya dok?” Tanya Dita yang duluan bangkit dari yang lain.


Dokter itu tersenyum kecut. “Bapak Handi sedang tidak baik-baik saja buk.” Ia bisa melihat mata keluarga Handi yang sekarang sudah memanas dan sebentar lagi akan mengeluarkan lahar panasnya.


“Kenapa dok suami saya?” Tanya Dita histeris dengan air mata yang mencucur bagaikan air terjun.

__ADS_1


“Suami ibu tak memiliki luka fisik yang berat., hanya ada dibeberapa bgian tubuh yang terluka karena serpihan kaca seperti dipipi kanan, tangan dan juga Kaki kirinya. Tapi..." Ia memberi jeda sebelum melanjutkna lagi kalimatnya. Ia menatap keluraga itu dengan rasa bersalah." Pak Handi mengalami kehancur ginjal karena terhimpit benda keras terlalu lama, karenanya, dari pihak keluarga, jika mau pak Handi selamat, maka harus mencari donor ginjal yang pas dalam waktu 2hari, jika tidak nyawa pak Handi tak bis tertolong.. ” Jelasnya.


Dug..


Dita menangis histeris karenanya membuat Fiko harus menenangkan sang ibu.” Kalo gitu ambil ginjal saya aja dok...” Ucapnya tanpa pikir panjang.


Dita mengelengkan kepalanya.” Engak. Kita cari saja, jangan ginjal kamu...! kamu masih muda, mama ngak mau kamu mati, mama ngak mau kehilangan kamu, itu terlalu berbahaya Fik. Uang kita banyak kita bisa beli diluar sana...!"


“Tapi ma...—“


“Pokonya mama ngak setuju..!” Bentak Dita membuat mereka saling lirik dan bersepakat jika mereka akan mencari dimana mendapatan donor ginjal.


....


.


.


.


.


**Yey jangan suuzon dulu ama author kalo Keyna bakal mati trus kasih ginjalnya hahaha, drama dong author wkwk...


nikmatin aja alurnya. Maaf ya kalo alurnya nggk masuk akal dan juga ngebosenin. apa lagi author upnya nggak nentu. Tapi novel ini bakal ttp lanjut.

__ADS_1


solanya author masih lanjut novel lain yang judulnya "putri Zhu Qira Han" Sama "Hijrah sang gadis pemberontak " Mampir ya....


Jangan lupa vote like dan komen sebanyak banyaknya ya**...!


__ADS_2