
Sudah satu minggu Handi diamankan didalam penjara, dia diduga melakukan kekerasan pada anak lalu diduga pembunuhan berencana, namun belum ada bukti akan nyawa Keyla membuat para Hakim masih mencari bukti untuk memperkuat penahanya. Karena memang dalam Hukum pasti ada banding dan juga harus ada keakuratan dalam bukti.
Siapa bilang diindonesia hukumnya asal? Tidak, hukum kita sangat baik, hanya saja penegakanya yang harus kita kuatkan kualitasnya, hukum yang sering kita bilang runcing kebawah bukan? Namun disini Keyna mendapatkan keadilan yang cukup baik. Karena memang anggota galaksi mengiringi kasus ini dan mengheldelnya. Mereka bahkan menyewa Advokad yang terkenal didalam negeri.
“Hiks hiks...” Handi menungkup wajahnya diselah sela kakinya, sudah satu minggu ini ia merasakan tubuhnya gemetar ketakutan, dia selalu terngiang saat dia memukul Keyla, saat ia mengingat ia selalu jahat pada anaknya itu padahal anaknya yang menyelamatkannya, anaknya yang membantunya supaya ia tetap hidup. Bahkan istri dan anaknya yang lain saja tak mau mendonorkan ginjalnya.
Masalah ia percaya atau tidak tentang Keyla anaknya atau bukan, ia percaya saat ini, karena mereka sudah melakukan tes DNA melalui rambut Keyla, dari mana mereka dapat rambut Keyla? Maka jawabannya saat digudang tersebut. Dan dikertas tes DNA Menunjukan Keyla memiliki 9.99% benar jika dia anaknya. Dan itu mampu memuat Handi merasakan dunianya runtuh.
Sakitnya ia menerima kenyataan Keyla anaknya itu lebih sakit dari ketika ia tau jika ia sekarang jatuh miskin. Ia tak sakit tentang itu, tapi ia sakit saat tau selama ini ia lebih jahat dari iblis. Iblis saja tak sejahat dia mungkin.
“Mafkan papi sayang hiks hiks..!!!” Tangisnya meraung, bulit air bening dipelupuk matanya tak kunjung surut, dipingir matanya sudah menghitam bagai panda karena ia selalu menangis. Bukan hanya menangis, tapi ia juga tak bisa tidur, karena tragedi dikalah ia menyiram anaknya itu dengan air panas, dikalah ia mengingat Keyla menggunakan kawat dan mengingat seperti apa ia memukul ginjal dan tulang kakinya Keyla. Ia ingat akan hal itu.
Ia ingat teriakan Keyla mengatakan ia bukan anaknya, ia ingat semuanya membuat ia gila. Iya.. dia gila saat ini, bahkan ia selalu ketakutan dikalah melihat siapapun yang mendekatinya, ia sellau mengatakan maaf kepada siapapun yang mendekatinya. Bahkan polisi skelaipun.
“Untuk pak Handi.. ada kunjungan dari anaknya..!!!” Ujar dari polisis kepada Handi. Handi belum melakukan sidang,ia melakukan sidang satu minggu lagi dan itu artinya ia masih diberi kesempatan untuk pembelaan.
Tak ada jawaban dan Handi membuat polisi itu mendekat lalu mengatakan pada Handi dnegan Tegas.” Pak Handi.. didepan ada kunjungan dari putra bapak, apakah bapak mau bertemu denganya?” Tanyanya lagi sabar. Ia melihat Handi yang duduk dipojokan dengan menaik turunkan tubuhnya dalam tubuh yang menekuk. Tanganya memeluk kakinya sendiri lalu memainkan bibirnya dilutut.
Handi mendongak menatap polisi itu, matanya yang berair bisa idlihat oleh polisi, bibirnya bergetar dengan rasa takut.” Putriku mau bertemu? Keyla? Hiks hiks.. Putriku..!!!” Ujarnya menangis lalu membenamkan kepalanya didalam selalu lututnya..
“Pak Handi..!!” Ujar polisi itu lagi dengan tegas lalu memegang bahunya Handi karena kesal. Ia memang seperti ini setiap harinya, jika makan selalu tak mau makan, ia makan ketika nasinya sudah basi atau nasihnya ia letakkan dilantai lalu ia makan dengan mulutnya bagaikan ternak, dan itu cukup membuat polisi terejut. Mereka selalu melarag, namun Handi tak pernah mengubris larangan mereka, ia slelau melakukan apapun keinginannya.
“Pergi...!! Jangan disini, hiks hiks Keyla.. maafkan ayah hiks hiks..!!” Teiakan dan jeritan itu kembali terdengar dari mulut Handi membuat polisi itu terejut dan mundur. Polisi yang melihat itu menggeleng lalu pergi dari sana, meningalkan Handi yang selalu menangis dan meraung.
Polisi itu memilih mendekati Fiko yang duduk diruang tunggu, ya.. disana ada Fiko yang sedang duduk dikursi dan uang tunggu, dia membawah dokumen dokumen tentang perusahaan dan ingin menanyakan suatu hal pada ayahnya sebab saat ni dia lah yang paling waras dari pada yang lain, bukan bukan.. dia memang paling waras dalam semua hal. Namun sayangnya tidak dalam otak dan pekirannya. semua keluarganya mengalami kepahitan dan ia yang harus menangani dan menenangkan. Yang artinya dia sekarang menjadi penyangga keluarganya yang hancur.
Saat melihat polisi mendekat membuat Fiko berdiri menatap polisi itu dengan tatapan tanda tanya. Ia lupa caranya tidak nyenyak belakangan ini membuat tubhnya yang dulu gagah searang tak terurus. “ Dimana papi sayah pak? kenapa dia tak ada disini bersama bapak?” Tanyanya Fiko terkejut menatap sang pak polisi. Ia melirik kebelakang namun memang tak ada ayahnya.
“Maaf pak, tapi bapak Handi. Pak handi dia.. “ Ia bingung menjelaskannya, ia menatap Fiko dengan rasa tak enak jika mengatakannya.
__ADS_1
“Pak Handi kenapa pak? Jelaskan kepada saya..” Fiko tak kuat menahan kepo membuat ia mendesak pak polisi itu karena pak polisi tak juga melanjutkna ucapannya.
“Pak Handi sepertinya mengalami ganguan jiwa pak.. dia tak bisa mereson ucapan kita dengan baik...” Ujarnya pak polisi sedikit kaku. “ Bapak bisa ikuti saya untuk melihat kondisi ayahnya, karena saya tidak bisa menjelaskan secara gambang..” Ujarnya lalu menunjukan jalan kepada sang Fiko.
Karena kasusnya sekarang Handi masih tersangkah dan belum dijatuhkan hukumannya yang uman yang pasti membuat ia masih diruang sana, belum tercampur. Fiko yang mendengar ayahya gangguan jiwa membuat ia trekejut, ia tak percaya akan ucapan polisi ini, tapi tidak munginkan polisi ini membohonginya? Lalu apa untungnya dia jika membohonginya. Mereka berjalan mendekati ayahnya yang berada didalam jeruji besinya yang dingin itu, disana ia dapat melihat hanya tersedia satu tikar kecil dan satu bnatal lusuh, lalu ada ayah yang dipojokan, bajunya, keadaannya sangat kacau daribbelakang. Ia nampak memaju mundurkan tubuhnya membuat Fiko dam ditempat dengan wajah bengongnya menatap dinding.
“Papi..!!” Panggil Fiko serak.. polisi disampingnya hanya mengawasi saja. Fiko mendekat llau memegang salah satu jeruji besi yang terasa dingin itu, air matanya jatuh melihat sang ayah yang seperti itu.
Handi tak menjawab. Ia selalu begumam kata maaf, lalu menangis, ia tertawa lalu bergumam tak jelas lagi membuat Fiko disana memegang dadanya. Ia erasakan sakit dihantinya, “ Pap.. dengerin Fiko.. hey papi.. Fiko ada disini pi hiks hiks pi..!!” Gumam Fiko menangis. Ia menjatuhkan air matanya.
Handi yang tadinya menangis sekarang mendongak. Ia menatap wajah Fiko dengan menangis. Tangisnya kembali pecah namun ia tak mendekat Fiko.” Papi hiks hiks.. papi minta maaf..!”! Gumamnya. Lalu tetawa karena mengingat Fiko yang sudah mengatakan jika Keyla itu anaknya. Ia ingat ketika anaknya yang ia tampar saat sakit. ia ingat saat ia mengusir Fiko dikalah ia membunuh Keyla itu. Ia malu dan ia sakit.andai dulu ia percaya, mungkin dia tak akan seburuk ini dan ia bisa minta maaf bukan?
“Papi kenapa gini sii pi, Pi sadar pi..!!” Ujar Fiko berbisik karena tak kuat. Ia mengusap wajahnya yang kasar karena rasa sesak didadanya membuat ia tak tertahankan.
Poliis yang melihat Fiko sperti itu mendekat lalu menepuk bahunya.” Pak Handi sudah seperti ini semejak ia dibawah kemar nak.. dia sudah seperti ini sejak lama, saya rasa dia mengalami ganguan mental karena rasa bersalah terlalu berat.. mungkin bersangkutan dengan kasus yang sedang ia jalani saat ini..” Ujarnya pelan.
‘Apa saja yang ayah saya lakukan pak disini? Apa ia melakukan hal yang membahayakan?” tanya Fiko menatap polisi untuk penjelasan.
Ia ingat dulu ketika Keyla yang makan selalu makan makanan sisa, selalu makan makanan basi, ada beberapa kali ia makan dengan cara mencuri. Dan ketika di ketahuan maka keluarganya akan memukulnya atau menyumpal makanan itu pada mulutnya. Ia disuruh makan bagaikan binatang jika sudah berani beraninya mencuri. Hanya saja keluarganya masih memberinya makan. Mungkin karena itu ayahnya makan tanpa tempat, ia ingin menebus rasa bersalahnya pada Keyla, ia ingin merasakan apa yang Keyla dulu rasakan.
“Dan pak Handi selalu memeluk dirinya dan memukul wajahnya berkali kali. Dia selalu menangis dan tak bisa tidur... sepertinya kita harus segera melakukan tes kesehatannya..” Ujar polisis lagi membuat Fiko diam. sepertinya memnag itu jalan yang benar.
ingatkan peringatan dari Keyna.. Jika ayahnya mengetahui kebenarannya, maka ayahnya akan gilaa.?
..
Ditempat lain... sosok Ibu Keyla apa kabar? Ia memasuki rumah sakit dengan kondisi yang sangat buruk, ia mengalami strok. bibirnya kaku, tangannya tak bisa digerakkan dan kakinya juga begitu. Ia mengalami sakit jantung sudah sedari kecil, dan untungnya ah kemarin ia tak mati detik itu juga. Mereka dibawah kerumah sakit oleh pemilik hotel yang tak lain adalah Andes yang membantu mereka dengan menjadi malaikat tanpa sayap. Ia berubah sok baik dan Michel terkekeh melihat nya.
Setelah menghantarkan Dita dan keluarga Andes menjual mobilnya karena merasa jijik sudah diduduki oleh keluarga itu. Dita dirawat diruang biasa bukan Vip ataupun VVIP Ya...
__ADS_1
tak lama Riko dan Daren dengan keadaan tak kalah mengenaskan.
Keadaan mereka sangat kacau saat ini membuat Dara hampr gila. Sebelah matanya Riko buta dan Daren yang terluka. Ibunya yang struk dan ayah yang masuk penjara. Perusahaannya bangkrut dan yang lebih parahnya sekarang mereka tak boleh tinggal dirumah mereka. Karena rumah itu atas nama Keyla. Kan dibab sebelumnya sudah dijelaskan jika kenapa Keyla masih bertahan salah satunya karena Keyla pemegang banyaknya warisan dari neneknya membuat keluarga itu masih mempertahankannya..
Bukan hanya itu, dengan sekarang Dara yang tak lagi bisa memiliki anak membuat ia merasa jika dunianya runtuh, masa depannya suram tak seindah dulu. mungkin ini namanya karma bukan? Sudah lah,,, sekarang pembalasan itu sangatlah berat untuk dijalankan oleh keluarga ini,
...
Sosok gadis mungil sekarang tertidur pulas itu masih saja tak memiliki perubahan, semakin lama ia semakin cantik karena selalu dirawat bagaikan orang yang hidup. Ia selalu melakukan perawatan tiga hari skeali, kukunya selalu berganti gaya setiap satu minggu, rambutnya selalu diberi vitamin. Ia bagaikan boneka kesayangan Alka.
KEYNA POV.
Menunggu mukjizat datang untuk ketiga kalinya boleh tidak? Jikapun boleh maka aku akan meminta untuk mati saja saat ini. aku ingin meninggalkan dunia yang penuh kekejaman ini. awalnya aku kira aku sudah pergi menemui ibu disyurga sebagaimana yang sudah ibu janjikan padaku. Janjinya yang akan menjemputku disana. Namun nyatanya aku terperangkap diruang gelap ini. ruang yang tak ada siapa siapa selain aku.
Aku tak ada niat untuk keluar dari sini, aku tak ada niat untuk pergi dari sini, tak ada niat untuk bangkit selain mati. hidup yang terlalu terluka membuat aku jera akan hidup, jera akan kehidupan dan jera akan pengharapan. Dunia ku sebelumnya didalam tubuh asliku cukup mengenaskan, namun sekarang ditubuh lain kau lebih tersiksa, berkali kali lipat tersiksanya. Bolehkah aku trauma? Maka jawabannya tak boleh. Karena hidupku bukan untukku. Melainkan untuk siksaan orang lain.
Sekarang aku lebih suka duduk disini, ditepi jurang gelap dengan tatapan datar. Tak ada kehidupan disana. Katanya jika aku mau hidup kembali maka aku harus berusaha, tapi nyatanya aku masih tak punya alasan untuk hidup kembali, aku tak ada alasan untuk kembali berada dibumi.
Kalian bertanya padaku, apakah aku tak memikirkan adikku? Maka jawabannya pasti aku pikirkan, hanya saja aku tau jika sekarang adikku pasti sudah bergelimpangan kasih sayang ayahku. Jadi sudah ada menggantikanku bukan? Bolehkah aku menangis? Sang keyna yang kejam dan jahat menangis? Boleh ya sekali saja aku menangis. Tolong mengertilah. Aku manusia, seorang perempuan dan aku masih punya hati dan juga perasaan layaknya perempuan lain.
Namun hari ini kau mendengar suara adikku yang menangis dalam doa, membuat aku goya. Goya akan hidupku. Aku tenang disini meskipun bukan disyurga. Aku nyaman tak ada siapapun disini. Tapi adikku selalu memangilku dan menangisiku membuat aku tak kuat. Aku kembali menangis dan menutupi telingaku yang terasa sakit.
“Kak... kakak dimana? Nano nggk bisa tidur sebelum diusap kakak. Kak Nano mau nyusul kakak boleh ya?” Tanya Nano yang memasuki gendang telingaku membuat ku menangis dan memukul dadaku.
Aku mencoba nagkit untuk adiknya saja. aku sadarkan dirinya supaya aku hidup untuk adikku. Aku harus hidup untuk memeluk adikku sebagaimana perintahkan ibuku. Aku tak boleh seprti ini.. karena bukan hanya satu kali Nano menangisiku. Tapi setiap hari dan setiap malam membuat aku tak kuat untuk mendengarkannya.
Aku mencoba mendongak menatap seberapa dalam aku terperosok kedalam kegelapan ini, ternyata sangat dalam membuat aku tak tau harus bangkit. Aku tak tahu harus apa. Aku kembali duduk dan menungkup wajahku menangis. Namun ia mendaatlan tepukan dipungungku membuat aku mendongak.
Ternyata itu adalah sosok yang membuatku seperti ini. dia adalah Keyla. Keyla si gadis cupu yang sudah menjadikanku sebagai boneka dan budaknya.” berani kau muncul didepanku?” Tanyaku karena marah menolak menatapnya. Menatapnya saja aku bisa marah, bagaimana coba?
__ADS_1
Namun sosok itu menunduk diam. apa ia takut karena saat ini kami sama sama roh saja?
Bukankah kami bisa berkelahi dan menyakiti satu sama lain. jika mengngat hal itu membuat aku menyeringai dan tersenyum jahat. Aku bangkit dan...